
Darma, Dania dan Devano pun langsung mengajak Rahma pergi ke kamarnya.
"Nah mulai sekarang ini akan menjadi kamar kamu sayang," ucap Dania sambil membuka pintu kamar.
"Kamarnya masih simple, karena kata kakak kamu, kamu suka kamar yang simple, jadi kamar khusus boneka dan kamar khusus baju, sepatu dan make up ada ruangan tersendiri, kamu cukup buka pintu itu maka akan terhubung dengan ruangan ruangan lainnya yang khusus di isi m keperluan dan kebutuhan kamu. Sedangkan ruangan ini hanya khusus tempat tidur kamu aja," ucap Dania menjelaskan sedangkan Rahma hanya diam membisu.
"Kamu kenapa nak? Kamu gak suka dengan kamarnya?" tanya Darma yang melihat Rahma sedari tadi hanya diam sambil matanya melihat semua ruangan.
"Bukan, bukan aku gak suka. Aku seneng, hanya saja aku kaget, hanya untuk tempat tidur aja seluas ini, lebih luas dari rumah yang aku tempati sama aby dan umy, ini baru tempat tidur belum ruanganku yang lain ya. Aku berasa kayak anak sultan," ucap Rahma dengan kekagetannya.
Sedangkan Darma, Dania dan Devano pun hanya tersenyum mendengarnya.
__ADS_1
"Aku gak bisa ngebayangin betapa kaya nya mama, papa dan kakak, huefft bahkan rumah ini aja bak istana. Aku harap ini bukan mimpi," ujar Rahma yang membuat ketiganya mendekat.
"Ini bukan mimpi sayang, kamar ini memang punyamu mulai sekarang dan seterusnya. Maafkan mama dan papa, gara gara kecerobohan mama dan papa di masa lalu, membuat kamu hidup dalam kekurangan," ucap Dania merasa bersalah.
"Kekurangan sih enggak, aby sama umy selalu mencukupi kebutuhanku. Aku masih bisa makan setiap hari, dan mereka selalu memberikan aku limpahan cinta dan kasih sayang," ujar Rahma.
"Nanti kamu mau kan cerita tentang kehidupan kamu selama ini?" tanya Dania.
Lalu Dania pun membuka pintu dan memperlihatkan kamar yang penuh dengan boneka.
"Ini toko boneka ya? Apa mama, papa sama kakak menyuruhku jualan boneka?" tanya Rahma, lagi lagi ia di buat kaget.
"Hehe ya gak lah sayang, ini semua buat kamu," ucap Dania terkekeh, lucu liat wajah putrinya itu yang polos.
__ADS_1
"Astaga, aku emang suka boneka tapi gak sebanyak ini juga. Toh palingan yang aku pakek cuma beberapa aja, tapi seneng juga sih liat boneka sebanyak ini," ujar Rahma membuat yang lain tertawa.
Lalu setelah itu Diana memperlihatkan ruangan khusus baju, sepatu dan juga tas.
" Ini benar benar gila banget, kalau Della tau kamar aku yang sekarang, pasti dia akan nginep di kamar ku terus, gak mau pulang pulang," gumam Rahma yang masih terdengar jelas ole Darma, Diana dan Devano.
"Kalau suatu saat kamu mau ngundang sahabat kamu ke rumah ini, mama ngizinin," ujar Diana.
"Ah mama emang the best dah. Mama pasti suka sama Della, karena Della itu baik banget sama aku. Dia sudah kayak saudara. Emm gimana kalau mama sama papa, bayarin kuliah Della di Jakarta. Mama sama papa kan kaya, pasti Della kesusahan bayar kuliahnya. Pasti dia kerja sambil kuliah sama kayak aku dulu, sebelum nikah aku harus kerja paruh waktu karena harus sekolah," ujar Rahma.
"Baiklah, papa akan melakukannya buat kamu, apa yang kamu inginkan, pasti akan kami turuti,"
"Makasih ya pa, ma, kakak juga. Kalian emang yang terbaik buat aku," ucap Rahma terharu karena ia kini di kelilingi oleh orang yang sangat ia cintai dan yang mencintainya.
__ADS_1