My Little Woman

My Little Woman
Buat Vidio


__ADS_3

Hari ini, Devano mengajak Rahma ke taman, ia tau bahwa Rahma selama ini bosan di apartemen terus, kalau gak di apartemen ya di rumah sakit. Untuk itu, Devano mengajak Rahma ke taman yang gak jauh dari apartemen.


Dan kelihatannya pun Rahma sangat senang apalagi melihat banyak anak anak yang main dan juga para ibu yang menemani mereka bermain.


"Kak, apa kita punya keluarga seperti mereka?" tanya Rahma.


"Iya, kita punya, dan kamu juga sebenarnya sudah punya suami, namun kedua orang tua kamu sudah meninggal, tapi kamu punya suami dan mertua yang sangat baik," jawab Devano.


"Apakah kita bukan saudara kandung?" tanya Rahma.


"Bukan, tapi entah kenapa, melihat kamu mengingatkan aku pada adikku, aku juga merasa nyaman dan sayang banget sama kamu, sayang dalam artian, rasa sayang seorang kakak kepada adiknya, bukan sayang kepada sang kekasih hehe," jawab Devano dan Rahma pun ikut tersenyum.


"Apakah kamu mau buat vidio buat suami kamu?" tanya Devano.


"Apa boleh?" tanya Rahma.


"Boleh dong,"


"Tapi aku gak tau wajah suamiku, dan aku gak tau dia ada dimana," ujar Rahma sedih.


"Bentar, aku punya fotonya," ucap Devano dan ia pun mengambil Hp nya dan memperlihatkan foto Gofur ke Rahma.


"Suamiku ganteng juga ya kak," ujar Rahma terkesima dengan ketampanan suaminya.


"Iya, makanya kita harus buat vidio ya agar suami kamu bisa semangat karena yang kakak denger dia lagi sakit, tapi ingat saat buat vidio, jangan sesekali menyebut nama kakak dan jangan menyebut kita ada di negara mana, kamu mengerti kan?"


"Kenapa harus begitu kak?" tanya Rahma tak mengerti.

__ADS_1


"Buat kejutan, nanti jika kamu sudah sembuh, sudah ingat dan sudah bisa jalan, kita akan temui mereka, okey,"


"Baiklah," jawab Rahma pasrah.


"Iya sudah kamu duduk di dekat bunga itu, kayaknya pemandangannya lebih bagus," ujar Devano sambil mendorong kursi rodanya.


"Siap ya," ujar Devano.


"Iya kak," uap Rahma tersenyum.


Dan Klik, Rekaman pun di mulai.


"Assalamu'alaikum suamiku,"


"Eh bentar, nama suamiku siapa ya kak?" tanya Rahma saat lupa nama suaminya,


"Hehe maaf ya Mas Gofur, aku lupa nama suamiku sendiri. Bagaimana kabar kamu mas di sana? Maaf ya, aku belum bisa pulang, aku harus berobat di sini, aku juga belum ingat dengan masa laluku di tambah dengan kedua kakiku yang belum bisa jalan. Aku  malu jika bertemu dengan Mas Gofur dalam keadaanku yang seperti ini.


Oh ya tadi kakak ngasih tau foto Mas Gofur loh, ternyata suamiku tampan banget ya, aku sampai terpanah melihatnya hehe. Jadi gak sabar pengen cepet ketemu, doain ya agar aku bisa ingat kembali dan bisa jalan kembali, agar aku bisa bertemu dengan Mas Gofur.


Tadi Kakak juga bilang, kalau Mas Gofur sakit ya? Mas Gofur sakit apa? Jangan suka sakit, sakit itu gak enak hehe, aku  kadang suka nangis kalau dokter suka nusuk tubuhku pakai jarum, rasanya sakit banget,


Mas Gofur harus jaga kesehatan ya, jangan sampai telat makan, harus banyak istirahat, kerjanya juga harus semangat hehe, karena perobatanku di sini sangat mahal," ucap Rahma sambil menoleh ke arah Devano yang mendelik ke arah Rahma, namun Rahma hanya terkekeh melihatnya.


Hehe aku bercanda masalah biaya pengobatan, tenang saja, kakak iklas membiayai pengobatanku, kelak aku akan mempertemukan Mas Gofur  sama kakak ya, dia baik banget sama aku dan menganggap aku sebagai adiknya.


Dia juga selalu  ada untuk aku, dan saat ini kakak ngajak aku ke taman, ini pertama kalinya aku keluar, karena biasanya aku cuma  ada di apartemen dan di rumah sakit.

__ADS_1


"Eh gak papa kan kak, kalau aku nyebut nama apartemen ya, kan aku gak nyebut apartemen mana?" tanya Rahma ke arah Devano yang sedari tadi sibuk merekam, Devano pun tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.


Nanti sore, aku harus melatih kakiku lagi, rasanya sakit banget, kadang aku ingin nangis, tapi aku harus semangat kan, agar aku bisa jalan kembali seperti orang lain.


Aku juga sebenarnya malas buat minum obat, rasanya pahit, tapi kalau aku gak minum obat, katanya aku gak bisa sembuh, memang kadang kepalaku sering sakit  kalau telat minum obat.


Eh aku jadinya malah curhat yak, maaf ya mas.


Aku gak tau apa yang terjadi di antara kita, sampai aku bisa seperti ini dan tinggal sama kakak, juga jauh dari suamiku sendiri. Tapi kata kakak, suamiku dan mertuaku itu orang baik. Dan aku percaya itu.


Tunggu aku ya mas, jangan selingkuh hehe. Aku akan berusaha keras agar aku bisa jalan dan ingat sama Mas Gofur lagi.


"Kak, udah ya, aku capek ngomong terus nih, haus juga", ucap Rahma ke arah Devano. Dan Devanon pun menganggukkan kepalanya.


Mas dah dulu ya, kapan kapan aku buat vidio lagi buat suamiku hehe, suamiku yang comel. Jaga kesehatan, okey. Assalamu'alikum."


Klik, rekaman pun selesai.


"Gimana kak, bagus gak tadi?" tanya Rahma.


"Iya, bagus banget, bentar aku kirim dulu,"


"Gak di edit dulu kak?" tanya Rahma.


"Kenapa mesti di edit, gak usahlah. Biar natural hehe," jawab  Devano.


Setelah vidio itu di kirim, tak lupa Devano memberikan pesan di bawahnya, "Aku akan sering sering mengirim foto dan vidio Rahma, tapi jangan sampai sesekali melacak keberadaanku, atau aku akan membawa Rahma pergi jauh sejauh mungkin, dan aku pastikan kamu gak akan bisa bertemu lagi denganya untuk selamanya,"

__ADS_1


Setelah terkirim, Devano pun mengajak Rahma jalan jalan, Devano mendorong kursi roda yang di duduki oleh Rahma keliliing taman sambil cari minuman.


__ADS_2