
Devano menatap mereka dengan sengit sedangkan yang di tatap hanya menunduk dengan tubuh gemeteran, sedangkan yang lain hanya diam memperhatikan.
"Jadi kalian yang membully adikku?" tanya Devano tegas.
"Maaf pak," jawab mereka bersamaan.
"Maaf kamu bilang, apa dengan kata maafmu, kamu bisa membuat adikku kembali sadar. Kamu tau, aku menghabiskan ratusan miliar agar bisa membuat adikku hidup kembali. Aku menghabiskan banyak uang agar adikku bisa seperti sekarang. Bukan aku ingin perhitungan, tapi agar kalian tau betapa berharga adikku itu, belum lagi rasa sakit yang dia rasakan bertahun tahun. Kamu dengan mudahnya membuat adikku sakit lagi dan terbaring koma, bahkan tubuh kalian di jual pun belum tentu bisa membayar pengobatan rumah sakit adikku," bentak Devano yang membuat semua orang kaget karena gak menyangka bahwa adiknya Devano sakit parah hingga menghabiskan uang yang gak sedikit. Apalagi ratusan miliar, mungkin mereka kerja seumur hidup pun belum tentu uang itu bisa terkumpul.
"Maaf," yah hanya itu kata kata yang bisa mereka ucapkan atas apa yang mereka lakukan.
"Apa alasan kalian menganiaya adikku?" tanya Devani namun mereka memilih diam
"JAWAB," bentak Devano.
"Karena saya cemburu, karena dia dengan mudahnya mendapatkan hati Pak Dev, sedangkan saya sudah lama mencintai Pak Dev," ujar perempuan 1 membuat semua orang kaget. Banyak yang mencintai Pak Dev, tapi mereka bahkan sadar.diri mereka itu siapa.
"Cinta? Hei lihat dirimu itu, bahkan banyak pengusaha lain yang terang terangan bahkan ada yang sembunyi sembunyi mengutarakan kata cinta saja, gak aku tanggapi apalagi dirimu. Kalian lihat para model papan atas, putri dari negara G, bahkan mereka melamarku secara pribadi aja, gak aku respon. Apalagi kamu dan semua yang ada di sini? Apa kalian gak sadar diri hah?
Apa kamu pantas masuk dalam keluarga ku?
Pantaskah kalian?
Apa kelebihan yang kalian punya?
Kalian aja bahkan masih bekerja di perusahaanku, akulah yang menggaji kalian. Jika pun kalian Cantik itu karena kalian melakukan operasi, jangan di kira aku gak tau.
Apalagi dengan sikap bar bar dan hati bak iblis. Pantahkan kalian bersanding denganku?
Apa kalian gak punya kaca? Hah?
Kalau tanpa aku, tanpa perusahaan ini, apakah kalian bisa mendapatkan uang dengan gaji tinggi tiap bulannya?
Bukannya berterima kasih tapi kalian malah membuat pemilik perusahaan ini celaka? Apa kalian itu gak tau diri.
Dan untuk kalian semua yang kerja di sini, jaga sikap kalian, aku menggaji kalian tinggi bukan untuk menyakiti orang tapi untuk bekerja secara profesional.
Jika ingin jadi preman, lebih baik kalian mengundurkan diri kalian. Jangan menjadi sampah di perusahaanku.
__ADS_1
Selama ini aku bahkan memperlakukan kalian dengan sangat baik, memberikan bonus, gaji dua kali lipat dari perusahaan lain, makan gratis di kantin dengan makanan yang sangat mewah, tempat yang nyaman tidak seperti perusahaan lain, bukannya terima kasih kalian malah membuat onar.
Dan untuk kalian berdua, dengan cara apa aku membalas rasa sakit adikku? Adik yang sudah kalian tampar berkali kali, hingga menimbulkan bekas di kedua pipinya, bahkan sudut bibirnya berdarah. Kalian buka cadar dan jilbabnya secara paksa, kalian tarik rambutnya hingga berantakan, bahkan entah apa yang kalian lakukan lagi, sampai kepala adikku terluka parah dan koma.
Entah bagaimana keadan adikku saat kalian menyiksanya dengan sangat tega, adikku yang baru saja bangun dari tidur panjangnya, tapi kalian siksa dengan demikian sadisnya.
Hanya karena cemburu, kalian dengan teganya memukul adikku, bagaimana jika aku menikah dengan seseorang, apakah kalian akan membunuh istriku?
Aku ini atasan kalian, orang yang seharusnya kalian takuti, orang yag seharusnya kalian hormati, karena berkat akulah, kalian bisa bekerja sampai detik ini," ujar Devano ngomong panjang lebar.
"Kalian tau, belasan tahun aku, mama dan papa kehilangan adikku karena dia di culik sama orang, bahkan saat aku menemukannya pertama kali 3 tahun lalu, dia dalam keadaan kritis bahkan dokter memvonisnya kalau ia bisa bertahan hidup hanya sepuluh persen saja. Bayangkan, hanya sepuluh persen. Bahkan aku harus menculiknya dan membawanya ke sini agar ia mendapatkan pengobatan yang terbaik.
Dua tahun dia koma, lalu ia sadar sebentar namun koma lagi, dan baru 3 minggu yang lalu ia sadar dan aku langsung membawanya ke sini, namun sekarang ia harus koma lagi karena perbuatan orang yang mengatasnamakan cemburu.
Kenapa aku membicarakannya? Agar kalian tau betapa adikkku selama ini menderita, orang yang kalian anggap ceria, dia menanggung beban yang sangat berat. Dia memang pintar dalam menyembunyikan masalah dan rasa sakitnya.
Apa salah jika adikku keliling di perusaannya sendiri, bukankah adikku bebas melakukan apa yang dia mau," ujar Devano dengan keputus asaannya. Ia bahkan belum tau, hukuman apa yang pantas untuk dua orang yang sudah menyakiti adiknya.
Saat ini ia hanya ingin mencurahkan hatinya, karena rasa sakit atas rasa bersalahnya, karena gagal menjaga adiknya yang sangat berharga.
"Kalian tau, mungkin kalian berfikir aku punya banyak uang, duduk manis, tinggal tandatangan, mungkin itulah yang ada dalam fikiran kalian.
Tapi kalian salah, dari kecil aku bahkan tidak bisa menikmati masa kecilku, aku di didik keras untuk bisa menjadi seorang pemimpin, bahkan sampai sekarang, aku terus bekerja bahkan sampai tidak mengenal waktu, di saat kalian tidur nyenyak, aku masih sibuk dengan pekerjaanku. Jika sampai aku salah ambil keputusan, maka nasib kalian semua yang aku pertaruhkan.
Aku harus mikir berat agar perusahaan ini selalu jadi nomer satu, agar kalian terus bisa bekerja dan tak menjadi pengangguran.
Dan saat aku menemukan sedikit kebahagiaanku, kalian dengan teganya merampas kebahagiaan itu.
Kadang aku mikir, apa salahku? Tak pantaskah aku bahagia.
Aku biasanya tidak suka ngomong panjang lebar, kalian tau sendiri, aku hanya ngomong seadannya aja dan itu hanya kepada orang orang tertentu saja.
Tapi sekarang aku menceritakan masalahku, masalah yang seharusnya tidak kalian ketahui.
Aku tau, ini adalah hal yang memalukan. Namun aku juga bingung, apa yang harus aku lakukan sekarang. Bahkan aku sangat malu sama mama dan papa, karena tak bisa menjaga adikku dengan baik.
Salahku memang, yang gak bisa menemani adikku saat adikku ingin keliling kantor.
__ADS_1
Aku bener bener bingung," ucap Devano menitikkan air mata.
Semua orang juga ikut menangis tak menyangka pas bos yang kelihatan dingin, cuek, kali ini menitikkan air mata kesedihan.
Dua orang yang menyakiti Rahma pun juga merasakan rasa bersalah yang sedemikian dalam.
Bahkan mereka sangat menyesali atas perbuatannya itu.
Mereka bersujud di kaki Devano memohon ampun.
"Maafkan kami pak, kami bersalag, hukum kami," ujar mereka bersua memohon ampunan.
"Aku ingin menghukum kalian, sangat ingin. Karena gara gara kalian lah, adikku, permata hatiku, terbaring lemah di rumah sakit. Tapi jika kejahatan di balas dengan kejahatan, lalu apa bedannya aku dengan kalian.
Apakah dengan aku menyakiti kalian, melakukan hal yang sama seperti kalian memperlakukan adiikku, apakah dengan begitu, adikku akan sembuh dan tak lagi merasakan rasa sakit?
Tapi maaf, aku gak bisa mempertahankan kalian berdua, aku ingin kalianlah yang mengundurkan diri dari perusahaan ini. Aku gak akan memecat kalian secara tidak hormat, aku tak mau orang luar mendengarnya sehingga kalian akan kesulitan mencari pekerjaan lagi di luaran sana.
Aku harap seumur hidupku, aku gak akan bertemu dengan kalian lagi, karena sungguh, aku bahkan tidak tau, apakah aku bisa memaafkan kalian setelah apa yang kalian lakukan pada adikku.
Aku harap kalian pun juga tak muncul di hadapan adikku, karena aku gak mau adikku mengingat kejadian yang mengerikan atas apa yang telah kalian lakukan padanya," ujar Devano lalu pergi.
Karena ia gak bisa meninggalkan Rahma terlalu lama di rumah sakit, walaupun di sana ada mama dan papanya tetap saja ia merasa khawatir sebelum ia melihat keadannya dengan matanya sendiri.
Setelah kepergian Devano, orang orang pada menghujatnya bahkan mereka menampar dua orang tersebut, menjambaknya, dan membentur kepalanya ke tembok karena mereka sangat membenci kalau ada orang yang suka bully.
Terlebih yang di bully adalah adik dari pemilik perusahaan ini. Mereka bahkan geram saat tau kedua pelaku tersebut yang memang terkenal suka bikin onar namun pandai bersilat lidah.
Mereka berdua pun pasrah karena mereka memang bersalah, pak satpam dan kepala keamanan langsung bertindak, menyelamatkan dua orang itu.
Walaupun pak satpam dan juga kepala keamanaan geram atas tingkah laku kedua orang itu namun mereka tak mungkin membiarkan mereka mati karena di keroyok oleh semua orang yang bekerja di sana.
Setelah berhasil menyelamatkannya, Kepala keamaan pun membawanya ke rumah sakit, namun hanya sebatas itu, karena setelah itu ia memilih pergi karena gak mau berlama lama.
Ia masih harus membuat semuaa orang kembali tertib seperti semula. Ia gak mau jika orang luar sampai dengar masalah ini karena bisa memberikan efek buruk pada perusahaan.
Terlebih selama ini perusahaan tempat ia mencari nafkah di kenal dengan perusahaan yang paling bagus, ramah, bersih, tertib, di siplin dan profesional.
__ADS_1