
Bulan Madu Ke Jepang
Hari ini Gofur dan Rahma akan berangkat ke Jepang menggunakan Jet Pribadi. Mereka hanya pergi berdua tanpa ada pengawal yang mendampinginya. Awalnya Darma, Dania dan Devano meminta Amyra dan Gofur untuk membawa pengawal, tapi mereka menolaknya. Amyra dan Gofur hanya ingin bulan madu berdua tanpa ada gangguan dari siapapun.
Padahal kedua orangtuanya dan kakaknya khawatir kalau Rahma kenapa-napa tapi karena Rahma kekeh tak mau membawa pengawal. Akhirnya mereka pus pasrah dan percaya kalau Gofur pasti akan menjaga Rahma dengan baik.
"Rahma, Gofur. Kalian jaga diri baik-baik ya disana. Usahakan setiap hari kalian jangan sampai lupa menghubungi Mama, Papa atau Devano. Terus jangan sampai telat makan, jangan lupa istirahat yang cukup, kalau jalan-jalan jangan sampai terpisah. Terutama Rahma, kamu kan belum terlalu faham daerah sana, dan baru satu kali. Kalau Gofur Mama percaya, dia gak mungkin tersesat. Jadi kalau kamu mau pergi keluar atau mau beli sesuatu, harus ngajak suamimu. Atau beli aja lewat online," ucap Mama menasehati anak dan menantunya.
"Iya, Mah. Aku pasti jaga diri baik-baik, dan aku juga akan menelfon Mama sehari sekali. Dan juga nelfon sama Kak Dev. Aku juga janji, gak akan sampai telat makan. Aku juga akan istirahat yang cukup dan gak akan bepergian sendirian tanpa di dampingi Mas Go," jawab Rahma tersenyum.
"Nah gitu dong, ini baru anak mama yang cantik, manis, sholehah, pintar, semuanya dah lengkap. Kamu putri kebanggaan mama," ujar sang Mama.
"Pesan papa cuma satu, jangan bertengkar di negara orang. Go, kamu yang lebih tua di sini, kamu juga seorang suami dan seorang kepala rumah tangga. Jadi kamu yang harus jaga Rahma, jika dia marah dan emosi, kamu harus mengalah. Begitupun sebaliknya. Dalam sepasang suami istri harus ada api dan air. Jadi saat marah ibaratkan api, jadi salah satunya harus jadi air agar bisa memadamkan amarah yang berkobar. Kalau semuanya sama-sama marah, malah akan membuat sebuah hubungan menjadi berantakan dan hancur," Pesan Papa Darma.
"Iya, Pa. InsyaAllah aku akan menjaga dan melindungi Rahma selalu. Aku juga akan berusaha menjaga emosiku. Dan apapun kesalahan Rahma, aku tak akan memarahinya, jika dia salah. Aku akan menasehatinya tanpa ada bentakan apalagi sampai kekerasan fisik. Aku akan berusaha untuk menjadi suami yang bertanggungjawab, suami yang peka, dan suami yang bisa memberikan kebahagiaan untuk istrinya," janji Gofur di depan sang papa mertua.
"Papa yakin, kamu pasti bisa menjadi suami yang bijak dan bisa menjadi suami yang terbaik buat putri Papa," ujar Papa Darma tersenyum.
"Kalau aku pesanya hanya satu, jangan lupa oleh-olehnya," canda Devano. Ia tak perlu lagi memberikan nasihat ini itu karena orang tuanya sudah mewakilinya terlebih Gofur dan Rahma sudah dewasa, sudah mengerti apa yang harus mereka lakukan apalagi mereka pernah melewati masa yang sangat berat. Pasti mereka akan lebih berhati-hati ke depannya dan berusaha menjaga agar hubungan mereka tetap langgeng dan tak terpisah seperti yang dulu.
__ADS_1
"Kak Dev mah, jangan khawatir. Aku pasti akan membawakan oleh-oleh yang banyak buat Kak Dev, Mama sama Papa," jawab Rahma yang menanggapi serius ucapan kakak laki-lakinya.
"Kamu gak iri lihat adekmu mau bulan madu?" tanya Mama Dania yang mulai berulah lagi.
"Gak lah, Ma. Ngapain Iri? Lagian juga kan nanti aku pasti mengalaminya juga, gimana rasanya bulan madu," jawab Devano santai. Ia seakan sudah kebal dengan sindiran sang mama.
"Nanti, Nanti kapan? Kamu aja masih jomblo. Malu mah sama umur," tutur sang Mama.
"Hurfft serah Mama deh. Ayo dek, berangkat. Biar kakaa antar kalian," ujar Devano tak memperdulikan ucapan sang Mama.
"Aku berangkat dulu ya, Ma, Pa," pamit Rahma dan Gofur.
"Iya, Ma. Assalamualaikum," ucap Rahma dan Gofur sambil mencium tangan Dania dan Darma bergantian.
"Waalaikumsalam." jawab Darma dan Dania bersamaan.
Lalu mereka berdua pun di antar oleh Devano menuju Bandara milik keluarganya. Dimana disana sudah ada pilot yang menunggu kedatangan Rahma dan Gofur sedari tadi.
"Pak Hati-hati ya," ucap Devano ke Pak Stefen, sang pilot yang selama ini selalu mengantarkan dirinya dan orang tuanya kemanapun mereka pergi.
__ADS_1
"Siap, Tuan." Jawabnya tegas namun terdengar ramah.
"Dek, sampai sana langsung telfon Kaka ya," pesan Devano ke adik kesayangannya itu.
"Iya, Kak. Aku pergi dulu ya Kak. Assalamualaikum.
"Waalaikumsalam." jawab Devano
"Aku pergi juga," ujar Gofur yang kadang juga masih rada sungkan ke kakak iparnya.
"Iya, jaga adikku ya," titip Devano.
"Pasti."
Lalu Gofur dan Rahma pun masuk ke dalam Jet pribadi. Sedangkan Devano ia pun berbalik dan langsung pulang setelah memastikan adik kandung dan adik iparnya sudah masuk ke dalam Jet Pribadi.
---
Maaf ya karena aku bukan orang kaya, jangankan naik Jet Pribadi. Naik pesawat aja belum pernah, jadi rada bingung gimana ngejelasinnya hehe.
__ADS_1