
Maaf ya aku lama gak update, karena kesel sih, nulis 60 ribu kata cuma dapat 1.300 rupiah dalam sebulan hehe. Bayangkan 60 ribu kata itu gak sedikit kan, tapi hari ini aku akan coba update lagi dan aku sudah gak perduli masalah dapat berapa, aku cuman ingin menyenangkan para pembaca yang setia membaca nonvelku sampai saat ini, banyak pembaca dan banyak yang memberikan like dan komen aja, aku sudah bahagia banget, masalah pendapatan, aku akan serahkan sama yang di atas aja, yang penting aku dah berusaha. Karena kalau aku cuma fokus sama pendapatan, yang ada malah seperti kemarin,, gara gara kecewa, aku malah males update sampai hampir dua minggu.
Baiklah kita langsung aja ya ke ceritanya.
--------
Setelah 3 hari setelah pernikahan Gofur dan Rahma, kini Della pamit pulang karena ia gak bisa lama lama di negara orang. Bagiamanapun ia juga gak bisa kalau meninggalkan kampus terlalu lama, akan ada banyak tugas yang harus ia kerjakan dan juga jika lama gak masuk, ia akan ketinggalan banyak ilmu yang di berikan oleh dosen, terlebih ia di Jakarta juga harus bekerja untuk biaya kuliah.
Di tambah dengan pacarnya, Refaldo yang sudah merengek rengek meminta Della untuk segera pulang karena Refaldo yang sudah sangat merindukan dirinya walaupun hampir tiap malam mereka vidio call tetap saja mereka merasakan rindu kalau tidak bertemu secara langsung.
Sedangkan Refaldo juga gak bisa menyusulnya karnea mamanya yang masih sakit dan belum di izinkan pulang.
"Dell, aku masih kangen kamu loh, kamu beneran mau pulang sekarang?" tanya Rahma sedih.
"Iya, tapi kapan kapan aku akan ke sini lagi sama Refaldo, aku janji,"
"Tapi kapan?" tanya Rahma.
"Entahlah, tapi dalm waktu dekat ini kog, kamu sabar ya,"
"Baiklah, nanti jika kamu mau ke sini, kabari aku ya biar nanti aku pinjamkan pesawat ke Kak Dev,"
"Haha gak usah, aku bisa pakai pesawat ekomoni aja, gak harus pesawat pribadi, aku merasa kayak anak sultan jadinya," ujar Della ketawa.
"Iya sudah terserah kamu, selama kamu nyaman, aku akan mengalah,"
__ADS_1
"Oh ya jangan lupa buatin aku ponakan yang banyak," goda Della.
"Okey okey, beres itu mah," ujar Rahma tersenyum.
Setelah pamitan dengan Rahma, Della juga pamitan sama Gofur, Magho, Pagho, Devano, Darma dan juga Dania.
Setelah itu, Della di antar sopir menuju bandara milik keluarga Rahma, disana ada jet pribadi yang menungu kedatangan Della untuk mengantar Della sampai ke Jakarta.
Setelah kepulangan Della, kini mereka berkumpul di ruang tamu, ngobrol santai.
"Gofur, Rahma, InsyaAllah mama dan papa akan pulang besok pagi karena papa gak bisa meninggalkan perusahaan terlalu lama, terlebih papa sebagai kepala sekolah, rasanya gak nyaman sama guru yang lain kalau libur terlalu lama," ucap Pagho.
"Baiklah, gak papa, aku nitip perusahaanku juga, untuk sesekali pantau di sana, walaupun ada tangan kananku, tetap saja aku gak bisa memberikan kepercayaan kepada orang lain secara penuh, aku juga mau buka cabang di sini dan nantinya aku akan fokus sama cabang yang ada di sini," ujar Gofur.
"Baiklah papa mengerti," jawab Pagho.
"Kapan ya enaknya?" tanya Rahma.
"Gimana kalau lusa aja, mama dan papa sudah menyiapkan semuanay buat kelian berdua, kalian akan berlibur 2 minggu," ucap Dania.
"Baiklah, lusa kami akan ke Jepang buat bulan madu," ujar Gofur.
"Terus gimana dengan sekolahku?" tanya Rahma.
"Kakak sudah menyiapkan semaunya dek, setelah kamu pulang dari bulan madu, kamu bisa mengikuti tes untuk mendapat ijazah SMA lalu setelah itu kamu bisa pilih mau kuliah di Kampus Wijaya. atau di Kampus Danendra," ucap Devano.
__ADS_1
"Aku kuliah di Kampus Wijaya aja kak,"
"Baiklah nanti biar kakak yang atur semuanya," ucap Devano.
"Oh ya Go, jika kamu mau, kamu bisa beli perusahaan Maxim. Kebetulan perusahaan itu jaruh bangkrut, dan mereka akan melelang perusahaan tersebut untuk membayar ribuan karyawannya, jika kamu mau kamu bisa beli perusahaan tersebut untuk membangun usahamu itu. Kebetulan tempat perusahaannya sudah sangat strategis sekali dan dekat dengan Kampus Wijaya," ucap Darma memberitahu.
"Baiklah pa, nanti habis bulan madu aku akan mengurusnya, aku akan membeli perusahaan tersebut,"
"Gimana jika papa yang membelinya, dan akan papa kasih ke kamu buat hadiah pernikahan kalian," ucap Darma tersenyum.
"Tapi pa ....." Gofur merasa gak enak, pasalnya ia ingin membangun usahanya itu dari tabungannya selama ini.
"Gak usah tapi tapian, kamu itu sudah menjadi menantu papa, yang artinya menjadi bagian dari keluarga Danendra Wijaya. Jadi kamu gak boleh nolak pemberian papa," ucap Darma.
"Apa yang di katakan papa benar, kamu harus menerimanya, tidak baik menolak rezeki," ujar Devano.
"Baiklah," ucap Gofur mengalah.
"Iya sudah papa usahakan, saat kamu pulang dari bulan madu, perusahaan tersebut sudah menjadi atas nama kamu dan masalah karyawan, biar nanti Devano yang akan membantu kamu untuk merekrut beberapa karyawan," ujar Darma.
"Iya, aku setuju," jawab Gofur.
"Aku juga janji akan kuliah yang bner, agar aku bisa lulus dengan cepat, yah paling tidak, dalam waktu 3 tahun, aku sudah menjadi sarjana," ucap Rahma.
"Baiklah, aku akan mendukung apapun keputusan kamu sayang," tutur Gofur lembut.
__ADS_1
Mereka pun ngobrol santai sambil membahas masa depan Gofur dan Rahma.