
✓Danendra Wijaya (Kakek)
✓Danendra Darma Putra Wijaya (Papa)
✓Dania Danendra (Mama)
✓Devano Danendra Darma Putra Wijaya, yang lebih akrab di sapa Devano Danendra (Anak Pertama Danendra Darma Putra Wijaya dan Dania Danendra)
✓Davina Danendra Darma Putri Wijaya atau akrab di sapa Davina Denandra (Anak kedua Danendra Darma Wijaya dan Dania Danendra) yang hilang saat umur 6 tahun lalu di asuh oleh kedua orang tua angkatnya yang bernama Sutrisno dan Maryani, lalu di kasih nama Afifatur Rahmania yang di panggil dengan sebutan Rahma.
Saat ini Darma dan Dania sudah tiba di rumah sakit, Darma langsung menanyakan kamar dimana Rahma di rawat kepada putranya, Devano pun segera membalasnya lewat pesan wa.
Setelah tau Rahma di rawat di kamar VVIP, barulah mereka langsung pergi ke sana dengan terburu buru.
Sampai depan pintu, Darma dan Dania menghela nafas sejennak sebelum akhirnya Darma membuka pintu dan ia melihat putranya yang menggennggam tangan wanita yang terbarung lemah di atas brankar.
"Pa, Ma," Devano yang melihat kedua orang tuanya datang langsung mencium tangan mereka secara bergantian.
"Nak, apakah dia Davina?" tanya Dania.
"Iya ma, lihat bukankah wajahnya sama seperti mama dan matanya mirip papa. Sekarang wajahnya emang agak tirus karena dia sakit dua tahun lebih, makanya berat badannya terus merosot tapi ia tetap cantik kan sama seperti mama," ucap Devano berkata sambil tersenyum, ia juga melihat Davina alias Rahma yang sampai sekarang belum juga sadar.
"Davina, anankku. Ya Allah nak, mama kangen kamu," ucap Dania sambil memeluk Rahma dengan erat.
"Ma, jangan erat erat meluknya, Davina masih sakit ma," ujar Devano yang memanggil Davina di depan kedua orang tuanya.
Dania pun melepas pelukannya namun ia menatap Rahma dengan teliti lalu ia mencium pipi putrinya itu. Setelah puas barulah gantian, kini Darma yang memeluk putrinya dengan pelan karena takut menyakiti putri kesayangannya, permata hatinya yang hilang belasan tahun lalu.
"Papa percaya kamu putri papa, karena melihat kamu, papa seperti melihat wajah kamu saat kamu masih kecil, papa masih ingat dengan sangat jelas bagaimana wajah kamu saat itu. Kamu cantik," ujar Darma berbisik di telinga Rahma.
__ADS_1
Rahma pun menitikkan air mata, Devano yang melihatnya langsung menghapus air matanya.
"Kayaknya Davina mendengar apa yang kita bicarakan, buktinya dia merespon dengan mengeluarkan air mata. Pasti Davina juga ingin membalas pelukan mama sama papa," ucap Devano tak tega, ia juga menitikkan air matanya melihat adiknya itu.
"Hiks hiks, Davina. Kamu kenapa sayang, kenapa bisa seperti ini, bilang sama mama, siapa yang tega membuat kamu seperti ini, biar mama yang kasih pelajaran buat mereka," ujar Dania menangis. Ia sangat tidak tega melihat putrinya seperti itu.
"Dev, bisa kamu ceritakam apa yang terjadi pada adikmu?" tanya Darma.
"Dia kecelakaan pa," ucap Devano sambil memejamkan mata, ia masih ingat dengan jelqs bagaimana saat Rahma turun dari angkot dengan mata kosong lalu ia di tabrak hingga terpental jauh
"Kenapa bisa kecelakaan?" tanya Darma lagi, merasa ada yang tidak beres.
"Sebenarnya Davina sudah menikah," ucap Devano yang membuat Darma dan Dania kaget.
"Apah? Bagaimana bisa? Dia masih kecil," ujar Darma tak terima putri kecilnya sudah menikah.
"Dia menikah saat masih SMA, tapi tenang saja, aku bisa pastikan Rahma, maksudku Davina belum melakukan hubungan suami istri," ujar Devano.
"Aku sudah menyuruh orang untuk mencari tau semuanya. Davina menikah hampir 3 tahun yang lalu, saat Davina masih kecil, dan masih setatus pelajar.
Namun Davina dan semuanya saling mencintai, untuk itu mereka menikah secara sirri dan akab meresmikan hubungan mereka setelah Davina lulus SMA,"
"Terus dimana suaminya sekarang?" tanya Darma.
"Ada di negara I,"
"Kenapa dia bisa gak ada di samping Davina, saat Davina sakit. Bukankah seharusnya sebagai seorang suami, dia harus selalu ada di sampingnya?" tanya Darma lagi.
"Ceritanya panjang pa, intinya waktu itu Davina di culik sama seseorang dan ia di jebak di sebuah hitel, seseorang melakukan sesuatu dengannya dan mengirim foto dan vidio kepada suaminya Davina, seakan akan Davina melakukannya bersama orang lain. Padahal sebenarnya tidak, orang itu memang membuka baju Davina tapi tidak sampai memperkosannya.
__ADS_1
Suaminya Davina yang merasa kesal langsung datang ke hotel dan memaki Davina bahkan menghinanya sebagai pelacur. Lalu ia pergi gitu aja setelah puas menghina Davina. Mungkin saat itu fikirannya juga sangat kalut melihat istrunya yang bahkan belum ia jamah malah melakukannya bersama laki laki lain.
Dan setelah suaminya pergi, Davina keluar dari hotel dengan tampilan acak acakan. Kebetulan hotel yang di tempati adalah hotel milikku pa. Lalu Davina pergi naik angkot, entah kenapa aku penasaran dan mengikutinya secara diam diam.
Lalu saat tiba di kota A, dan ia turun dari angkot, ia di tabrak mobil hingga terpental jauh. Aku melihatnya dengan sangat jelas, aku langsung lari dan berusaha menyelamatkan Davina dengan membawanya ke rumah sakit. Namun sesampai sana keadannya sangat kritis, bahkan dokter memvonisnya kalau hidup Davina hanya 10% untuk sembuh karena luka yang sangat parah.
Dan saat aku melihat tubuh Davina yang kejang kejang, fikiranku sangat kacau. Aku terpaksa menyulik Davina dari rumah sakit itu dan membawa nya ke sini.
Dan hampir dua tahun Davina di rawat di sini dalam keadaan koma, dan baru sadar beberapa minggu yang lalu. Namun saat suaminya mengirim foto mereka berdua, Davina langsung pingsand dan hidungnya mengeluarkan darah.
Aku membawanya ke sini lagi dan sampai sekarang dia belum bangun. Dan yah aku melakukan tes DNA karena aku merasa ada ikatan batin dengannya, dan ternyata benar, dia adalah adikku," ucap Devano menjelaskan panjang lebar.
"Ya Allah, kenapa hidupnya begitu menyedihkan. Kita hidup bahagia tapi Davina, ia malah hidup seperti ini hiks hiks," Dania yang mendengar cerita pitranya benwr benar tak tega, ia tak menyangka hidup putrinya begitu menderita.
"Siapa yang merawat Davina selama ini?" tanya Darma lagi.
"Dua orang yang sangat baik hati, namanya Sutriano dan Maryani. Mereka merawat dan menyayangi Davina sepenuh hati mereka karena mereka menganggap Davina sebagai putrinya sendiri. Mereka juga sangat memanjakan Davina. Mereka orang yang baik. Tapi sayang mereka sudah meninggal karena kecelakaan. Dan mereka memberi nama Davina, dengan nama Afifatur Rahmania yang di pangil dengan sebutan Rahma," ujar Devano menjelaskan.
Darma manggut manggut, "Apakah kamu sudah mencari tau pelaku yang menabrak Davina?" tanya Darma lagi.
"Sudah, dan dia masuk penjara selama 20 tahun lamanya," ucap Devano lagi, yah dia memang sudah meminta seseorang untuk mencari tau orang yang menabrak Rahma dab memenjarakannya dengan hukuman yang setimpal.
"Syukurlah. Kalau dia sudah di penjara," ujar Darma.
"Suaminya gak tau bagaimana keadaan Davina saat ini?" tanya Darma lagi.
"Aku gak ngasih tau, aku hanya ingin memberikan dia pelajaran agar ke depannya saat Davina kembali padannya, ia tak menyia nyiakan Davina lagi, namun kemarin Davina dan suaminya sempat ngobrol pakai vidio call,"
"Baiklah, papa setuju denganmu. Jika Davina sembuh, dia akan bersama kita dulu, bagaimanapun papa dan mama juga kamu pasti ingin bersama Davina kan?"
__ADS_1
"Iya, aku juga ingin bersama Davina, karena aku baru saja bertemu dengannya dan aku gak mau pisah lagi. Tapi gimana jika Davina ingat semuanya dan ingin kembali ke suaminya?" tanya Devano.
"Biarkan suaminya yang tinggal sama kita jika ingin bersama Davina," ucap Darma dan Devano pun hanya mengangukkan kepala karena keputusan saat ini ada di tangan papanya.