
Sesampai di rumah sakit, Rahma dan Godur langsung menuju UGD di mana aby sama umy nya Rahma di rawat.
"Buk Tejo, bagaimana keadaan aby sama umy?" tanya Rahma kepada Buk Tejo yang ada di depan UGD.
"Mereka masih kritis. Keadaannya sangat parah, kata dokter kita hanya bisa berdoa aja, siapa tau ada keajaiban karena memang mereka kini bisa bertahan hanya karena alat alat yang menempel tubuh kedua orang tua kamu," ucap Buk Tejo yang membuat Rahma histeris. Gofur pun langsung menenangkannya.
"Tenang sayang, kita berdoa aja. Semoga aby sama umy gak papa," ujar Gofur sambil memeluk istrinya.
"Rahma, Nak Gofur. Buk Tejo pamit pulang dulu ya. Soalnya Buk Tejo masih ada urusan," cakap Buk Tejo karena memang ia harus menjemlut anaknya yang ia titipkan ke saudara sebelahnya karena ia harus menemani orang tua Rahma di rumah sakit.
"Ini ada uang sedikit buat Buk Tejo sebagai tanda terima kasih," Gofur memberikan uang 500 rb.
"Tidak usah nak, Buk Tejo Ikhlas menemani mereka,"
__ADS_1
"Gak papa, ambillah. Jangan nolak rezeki,"
"Baiklah, terima kasih," ucap Buk Tejo sambil mengambil uang pemberian Gofur.
Setelah itu, Buk Tejo pun pamit pergi dan kini hanya ada Rahma dan Gofur yang ada di depan UGD.
Gak lama kemudian, seorang dokter keluar dari ruangan.
"Dok, bagaimana keadaan aby sama umy?" tanya Rahma dengan air mata yang terus mengalir.
Yah awalnya Abynya Rahma meninggal terlebih dahulu dan 3 menit kemudin, Umy nya Rahma pun ikut menyusul. Seakan mereka ingin terus bersama hingga maut pun mengambil mereka secara bersamaan.
Rahma yang kaget pun langsung pingsan seketika.
__ADS_1
Dan tiba tiba ada dua orang yang datang dengan wajah lelahnya.
"Ya Allah,menantuku kenapa?" tanya Magho sambil memeluk Rahma.
"Ma, Rahma sedang pingsan. Aby sama Umy sudah tiada. Aku minta tolong, mama sama papa mengurus jenazah aby sama umy, aku akan bawa Rahma pulang terlebih dahulu agar dia bisa istirahat. Nanti aku tunggu jenazahnya di rumah. Aku juga akan meminta beberapa warga di sana untuk menyiapkan pemakamannya," ucap Gofur. Jangan di tanya bagaimana perasaannya, ia pun cukup sedih mendengar mertuanya meninggal. Namun ia harus kuat demi istrinya. Karena saat ini dialah sandaran untuk sang istri.
"Baik nak, kami akan urus semuanya," jawab Pagho.
"Makasih pa, aku pamit dulu."
Gofur langsung menggendong Rahma menuju taxi yang ada di depan rumah sakit. Ya, untunglah di depan rumah sakit berjejer taxi, sehingga jika ada orang yang gak bawa kendaraan. Mereka bisa langsung memesan taxi tersebut tanpa harus menunggu terlalu lama.
Di dalam taxi, Gofur mengelus kepala sang istri, ia benar benar gak tega melihat wajah sang istri yang penuh dengan kesedihan.
__ADS_1
Baru kemarin ia di celakai oleh kakak kelasnya, bahkan di saat lukanya belum sembuh. Lagi lagi ia di hadapkan dengan berita duka yang mengejutkan.
Gofur seakan mengerti bagaimana perasaan Rahma saat ini, di tinggal kedua orang tua, memang merupakan pukulan terberat dalam hidup.