My Little Woman

My Little Woman
Kemarahan Devano


__ADS_3

Darma dan Dania yang baru tiba langsung menanyakan, alasan kenapa Rahma bisa sampai masuk rumah sakit lagi.


"Nak, gimana bisa adik kamu masuk rumah sakit, kenapa kamu tidak bisa menjaganya dengan baik?" tanya Dania menangis.


"Papa mempercayakan kamu membawa adik kamu, tapi malah seperti ini," ucap Darma kecewa.


"Maaf pa, ma, aku salah," jawab Devano.


Tak lama kemudian, pintu terbuka. Mereka bertiga pun langsung menghampiri, "Dok, bagaimana keadaan anak saya," tanya Dania.


"Ibu, keadaan anak ibu, cedera otak. Apa dulunya, anak ibu pernah kecelakaan?" tanya dokter.


"Iya dok," jawab Devano.

__ADS_1


"Putri ibu koma, mungkin benturannya sangatlah keras, sehingga luka dalam yang mulai kering, mulai terluka lagi, sehingga harus mendapatkan perawaran intensif," jawab dokter yang membuat mereka semua tersambar petir.


"Lagi, dia harus koma lagi dan ini yang ketiga kalinya," ujar Devano sambil memukul tembok, ia tak perduli dengan rasa sakit yang ada di tangannya, karena hatinya jauh lebih sakit.


Begitupun Darma dan Dania, mereka juga sangat terpukul sekali terutama Dania yang langsung pingsan.


"Siapa yang membuat putriku seperti ini Dev?" tanya Darma.


"Tapi aku akan mencari orangnya, aku pastikan dia akan menyesal," ujar Devano yang langsung pergi tanpa menghiraukan mama dan papanya.


Lalu ia masuk ke dalam kantornya dimana semua karyawan sudah menunggu.


"DENGARKAN AKU, AKU HARAP SIAPAPUN KALIAN YANG SUDAH MEMBUAT ADIKKU KOMA, LANGSUNG MENGAKU, ATAU AKU PASTIKAN KALIAN DAN KELUARGA KALIAN, AKAN HANCUR SEHANCUR HANCURNYA," teriak Devano yang membuat semua orang kaget.

__ADS_1


Mereka gak menyangka bahwa wanita yang bersama Devano adalah adiknya, terlebih mereja gak kenyangka, bahwa kini adiknya yang tadi sangat ceria sedang koma karena ulah seseorang.


Sedangkan dua wanita yang telah melakukannya, gemeteran karena tak menyangka wanita yang di kira menggoda Devano adalah adiknya.


"KALIAN TAU DIA ADALAH DAVINA DANENDRA DARMA PUTRI WIJAYA, DIA ADALAH ADIK KANDUNGKU, TAPI KARENA ULAH KALIAN, ADIKKU YANG SUDAH KOMA BERTAHUN TAHUN, KINI HARUS TERBARING KOMA LAGI. SEKARANG AKU TANYA APA SALAH ADIKKU, SAMPAI KALIAN DENGAN TEGANYA MENAMPAR ADIKKU, BAHKAN MEMBENTUR KEPALANYA. APA? AKU BARU SAJA MEMBAWANYA PERTAMA KALI KE SINI, TAPI BARU HARI PERTAMA KALIAN TEGA MENYIKSANYA, BAHKAN AKU DAN KEDUA ORANG TUAKU MEMPERLAKUKAN DIA BAK SEORANG RATU. TAPI KALIAN YANG HANYA SEORANG KARYAWAN TEGA MENYIKSA ADIKKU? KALIAN ITU KERJA DI PERUSAHAANKU, PERUSAHAAN ADIKKU, APA PANTAS KALIAN MENYIKSA PEMILIK PERUSAHAAN INI?" Teriak Devano kesal. Ia benar benar sangat marah atas apa yang terjadi dengan Rahma saat ini.


Sedangkan Amira gak menyangka bahwa Rahma yang terlihat ceria ternyata pernah koman bertahun tahun lamanya, ia semakin merasa bersalah karena tak menjaga Rahma dengan baik.


Sedangkan semua orang yang mendengarnya semakin merasa bersalah karena sudah berfikir negatif terhadap adiknya Devano. Terutama dua orang yanh semakin ketakutan.


"AKU HARAP KALIAN KELUAR SEBELUM AKU MEMINTA PIHAK KEAMANAN MENGAMBIL CCTV YANG ADA DI DEPAN KAMAR MANDI. KALIAN TIDAK LUPA BUKAN, KALAU DI DEPAN KAMAR MANDI ADA CCTV?" tanya Devano sinis.


"SEKARANG KALIAN NGAKU, KALAU ENGGAK, AKU AKAN BENAR BENAR MEMBUNUH KALIAN SAAT INI JUGA," ucap Devano marah.

__ADS_1


Dan akhirnya dua orang pun maju ke depan, dengan kaki yang gemeteran. Semua orang menatap dua orang tersebut, dengan tatapan tak percaya karena tak menyangka mereka berdualah yang tega membuat adik pemilik tempat perusahaan mereka sampai jatuh koma.


__ADS_2