My Little Woman

My Little Woman
Saling Jaga


__ADS_3

Beberapa hari kemudian, Darma, Diana dan Devano pun saling jaga berganatian. Awalnya Devano gak mau, dia ingin menjaganya 24 jam namun karena papanya memaksa akhirnya ia pun mau.


"Dev, lebih baik kamu kerja sekarang," ucap Darma.


"Tapi Pa, aku ingin jada adik pa, aku gak bisa jauh jauh darinya," ujar Devano.


"Nak, dengerkan apa kata papa. Kita ini juga punya tanggung jawab yang besar, kita punya perusahaan besar yang dimana karyawannay pun ribuan orang, jik kita lalai, dan menyebabkan perusahaan bangkrut, akan ada banyak karyawan yang kehilangan pekerjaan, kamu gak kasihan sama mereka, hem.. Mereka bekerja untuk memenuhi kehidupan mereka beserta keluarganya.


Memang benar, selama kamu pergi, kadang kamu memberikan tanggung jawab kamu kepada tangan kanan kamu, jangan bilang kalau papa tidak tau masalah itu, tapi selama ini papa membiarkan mu, karena papa percaya kamu pasti punya alasan tersendiri kenapa sering ninggalin kantor dan jarang masuk kerja. Dan sekarang papa sudah tau alasananya. Dan papa gak marah, malah papa bersyukur, kamu lebih mengutaman adik kamu dari pada pekerjaan kamu.


Tapi sekarang, di sini sudah ada yang menjaga, mama dan papa akan setia menjaga adik kamu, selama kamu pergi bekerja. Besok kita gantian, kamu yang jaga, biar papa yang kerja dan mama bisa istirahat di rumah," ujar Darma.


"Engga, aku gak mau istirahat di rumah, aku ingin istirahat di sini aja, toh di sini juga ada kamarnya, aku bisa tidur di sini jika ngantuk, bisa istirahat yang cukup. Aku gak mau jauhan sama putriku," ucap Dania tak terima.

__ADS_1


"Baiklah, tersserah mama, yang penting mama bisa jaga kesehatan dengan baikk. Gimana Dev, kamu setuju sama papa?" tanya Darma.


"Papa takut dengan tidak hadirnya kita, membuat orang orang punya kesempatan buat menjatuhkan kita secara diam diam, kamu ingat kan, banyak orang yang mengincar posisi kita sekarang, mereka menghalalkan segala cara agar bisa menguasai apa yang kita punya selama ini, dan papa gak akan membiarkan itu terjadi. Karena bagaimanapun itu hasil jerih payak kakek kamu, yang harus papa jaga, sama seperti kamu, sebagai seorang cucu juga harus bisa menjaga apa yang sudah kakek kamu bangun dengan susah payah. Bukan hanya demi kita, tapi juga demi ribuan karyawan yang menggantungkan hidupnya sama kita," lanjut Darma menjelaskan.


"Baik, pa. Aku akan kerja hari ini," ucap Devano mengalah.


"Baiklah, sekarang kamu pulang dan siap siap dulu, jangan lupa sebelum kerja, kamu makan dulu, jangan sampai telat makan, papa gak mau kamu sakit," ucap Darma menasehati.


"Waalaikumsalam," jawaab mereka bersamaan. Lalu Devano pun pun pergi, sebelum pergi, ia mengecup kening adiknya sekilas.


Setelah kepergian Devano, kini tinggallah Darma dan Dania yang menjaga Rahma.


"Ma, papa keluar dulu ya bentar, mau beli makanan di kantin," ujar Darma.

__ADS_1


"Iya, Pa," jawab Dania.


Setelah itu, Darma pun pergi menuju kantin, kini tinggallah Dania dan Rahma. Dania mengambil air hangat dan handuk kecil lalu menyekat tubuh Rahma dengan sangat pelan, seakan akan kalau ia kasar dikit bisa membuat tubuh itu retak.


"Sayang, mama bahagia bisa bertemu dengan mu kembali, tapi mama juga sedih kenapa mama harus bertemu kamu dengan keadaan seperti ini. Mama gak tega nak, mama harap kamu cepat sembuh ya, nanti mama ajak kamu jalan jalan, shopping, dan lainnya. Dulu saat mama mengandung kamu, mama pernah berharap saat kamu sudah remaja, kita bisa jalan jalan bersama layaknya seorang teman, masak bareng, shoppe bareng, ke salon bareng, kita bisa melakukan apa saja berdua, tapi sayang dulu harapan mama sirna karena seseoang menculik kamu, jujur mama sedih saat itu, ingin rasanya mama mengakhiri hibup ini, mama merasa bersalah karena gak bisa jaga diri kamu dengan baik, tapi untunglah papa dan kakak kamu berusaha menguatkan mama, walaupun mama tau, mereka juga sedih atas nasib kamu yang hilang.


5 tahun mama dan papa berusaha mencari kamu, kami mengerahkan banyak orang buat cari kamu, nyatanya semua itu sia siap. Hingga kami sepakat menganggap kamu tiada. Tapi Alhamdulillah, Allah masih sayang sama kita nak, Allah kasih kesempatan buat kita untuk bertemu kembali. Mama akan selalu berdoa untuk kesembuhanmu.


Andai rasa sakit itu bisa di tukar, biarlah mama yang sakit asal jangan kamu, sungguh, hati mama sakit lihat kamu seperti ini," ucap Diana sambil menitikkan air mata. Ia terus membersihkan tubuh Rahma dengan handuk kecil.


Rahma yang mendengar semuanya pun juga menitikkan air mata, ia bisa merasakan betapa besar rasa sayang papa, mama dan juga kakaknya itu.


"Ma, aku ingin segera sembuh, aku ingin memeluk mama, papa dan kakak. Tapi aku juga gak tau, kenapa tubuhku ini terasa kaku, bahkan untuk menggerakkan jari tangannku aja sangat susah, mataku juga sulit untuk aku buka, aku berharap ini tidak berlangsung lama," gumam Rahma dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2