My Little Woman

My Little Woman
Curahan Hati Devano


__ADS_3

"Ma?" panggil Darma dengan suara keras.


"'Apa sih pa, teriak teriak kayak di hutan aja," ujar Dania ngedumel.


"Ma, Devano menyuruh kita untuk segera pergi ke negara S ma," ucap Darma.


"Ngapain?" tanya Dania yang masih memakai baju daster karena memang ia leibh suka pakai daster kalau di rumah.


"Putri kita sudah di temukan ma, dia ada di rumah sakit," jawab Darma sambil pergi ke kamarnya buat siap siap.


"Putri kita siapa pa?" tanya Dania sambil mengikuti suaminya ke kamarnya.

__ADS_1


"Davina ma, dia ada di rumah sakit,"


"Papa beneran? Gak bohong kan?"


"Enggak ma, putri kita sekarang ada di rumah sakit dan belum sadar, kita harus segera ke sana ma, papa sudah kangen pengen ketemu dan memeluk putri kita," ujar Darma sambil mengganti baju tanpa mandi terlebih dahulu.


"Ya Allah, papa beneran kan?" ulang Dania.


"Iya ma, cepetan ma, ganti baju, gak mungkin kan mama ke sana pakai daster,"


Sedangkan di negara S, Devano terus menggenggam tangan Davina, "Cepat sembuh ya dik, kakak gak mau kehilangan kamu lagi, sudah cukup kita berpisah belasan tahun, kakak gak mau kamu ninggalin kakak lagi," ucap Devano sambil mencium tangan Rahma yang ia pegang.

__ADS_1


"Mama dan papa akan segera ke sini, kakak sudah nelfon papa, papa sangat bahagia saat tau kalau kakak sudah menemukan kamu, mama juga pasti sangat bahagia tentunya, karena mama lah yang paling terpukul saat tau kamu hilang. Kakak gak tau gimana caranya sampai kamu bisa ada di kota Jember tapi syukurlah kamu di rawat oleh dua orang yang sangat menyayangi kamu bahkan menganggap kamu layaknya putri sendiri. Kakak sudah mencari tau tentang kamu dan kakak senang karena kamu sangat di manjakan oleh mereka, andai mereka masih hidup, kakak pasti akan sangat berterima kasih sama orang tua angkat kamu dek, kakak bahkan rela memberiakn separuh harta  kakak buat mereka sebagai tanda terima kasih karena sudan menajga kamu dari kecil hingga kamu dewasa.


Tapi kakak juga sedih kalau kamu sadar dan sudah ingat sama suamimu, apakah kamu akan ninggalin kakak, mama sama papa, sedangkan kita baru saja ketemu. Tapi kakak juga tak akan mengekang kamu, walaupun kamu adik kakak tapi kakak akan menghormati keputusan kamu, andai kamu memilih untuk tinggal bersama suami kamu, kakan akan dukung keputusan kamu walaupun itu menyakitkan buat kakak, karena itu artinya kita harus berpisah kembali.


Yang penting kamu bahagia, dan jika suamimu melakukan hal yang sangat fatal lagi, maka jangan salahkan kakak kalau kakak akan membawa kamu jauh darinya, cukup kesalah fahaman itu aja yang membuat kamu harus menderita seperti ini, tak ada yang kedua kali, karena kakak gak akan memaafkannya," ucap Devano mengajak Rahma bicara lagi.


"Kalau kamu sembuh, nanti kakak akan memperlihatkan foto kita berdua saat kita masih kecil dek, saat kamu masih dalam kandungan mama, saat kamu lahir ke dunia, saat kamu belajar merangkak, saat kamu belajar jalan, saat saat dimana kita terus bersama dan kakak sering gendong kamu dan menyuapi kamu makan karena umur kakak yang lebih tua dari kamu, bahkan kita selisih 10 tahun, kamu adik kakak yang sangat cantik dan gemesin.


Bahkan kakak rela pulang sekolah gak kemana mana hanya karena ingin segera bertemu kamu dan main sama kamu, kakak selalu mementingkan kamu dari pada apapun. Kakak hanya keluar jika ada tugas kelompok aja. Dek, sangat berarti buat kakak, mama sama papa. Sejak kamu hilang, rasanya keluarga yang dulu sangat bahagia terasa hambar, dan kakak harap dengan kembalinya kamu bisa membuat keluarga Denandra bisa cerita kembali seperti dulu," ujar Devano. Ia terus saja mengajak adiknya bicara, berharap adiknya bisa mendengar semua ucapaannya.


Dan yah, Rahma emang mendengar semua curahan hati Devano, dan ia sangat bahagia sekali karena ia tau Devano sangat menyayanginya. Andai ia bisa buka mata, pasti ia akan buka mata dan memeluk kakaknya itu. Tapi apa daya, matanya seperti di kasih lem, sangat lengket hingga ia susah untuk buka mata.

__ADS_1


 


 


__ADS_2