
Tepat jam 3. Rahma udah bangun, tak lupa ia membangunkan Della yang tidur di kamar sebelah. Setelah memastikan Della udah bangun, ia kembali ke kamarnya untuk mandi, sholat ashar dan siap siap untuk berangkat kerja.
Tepat jam 3.30 Rahma dan Della pun sudah ada di depan kosan.
"Ayo berangkat." Ujar Rahma. Dengan bergandengan tangan mereka berangkat kerja dengan hati yang senang dan bahagia.
Namun di tengah perjalanan mereka melihat kakek kakek yang tertabrak sepeda motor dan sepeda motor itu langsung pergi gitu aja setelah habis menabrak kakek kakek yang ingin menyebrang jalan. Rahma dan Della yang melihat itu semua segera menolong kakek itu dan membantunya untuk duduk di kursi yang ada di atas trotoar.
"Kakek ini kakinya berdarah, kalau kita bawa ke puskesmas atau rumah sakit kita gak punya uang. Kita harus gimana?" tanya Rahma sedangkan di situ sangatlah sepi dan hanya ada pengendara sepeda motor yang berlalu lalang tanpa mau membantu mereka. Sedangkan kakek yang ia toloog masih memejamkan mata. Mungkin ia shok sehingga ia langsung pingsan saat itu jgua.
"Aku punya obat merah. Kita obatin sendiri aja ya." Ujar Della sambil mengambil obat merah yang ada di dalam tasnya dan memberikannya kepada Rahma. Rahma dengan telaten membersihkan luka itu dengan sebotol air yang ia ambil dari dalam tasnya dan membersihkannnya dengan tisu lalu setelah selesai, ia meneteskan obat merah itu kepada kakinya kakek yang terluka.
"Syukurlah lukannya gak terlalu parah sehingga kita bisa menangani dan membantunya. Aku harap gak ada luka dalam." Ujar Rahma.
"Iya smoga aja. Oh ya ini gimana dgan pekerjaan kita, apa kita bolos aja tah?" tanya Della.
__ADS_1
"Gak usah. Gak enak sama Pak Go jika kita bolos bareng apalagi kan kita baru beberapa hari masuk kerja. Lebih baik kamu berangkat aja dulu sekarang dan tolong izinin aku ke Pak Go kalau hari ini aku gak bisa masuk kerja karena ada kepentingan." Jawab Rahma.
"Tapi kamu yakin gak papa, aku tinggal sendirian?" tanya Della yang merasa was was meninggalkan sahabatnya seorang diri dan bersama kakek kakek yang gak ia kenal.
"Iya, aku gak papa kog. Lagian ini kan tempat umum jadi aku aman. Jika ada apa apa, aku tinggal teriak dan minta tolong." Ucap Rahma.
"Baiklah kamu hati hati ya, jika ada apa apa. Kamu segera hubungi aku." Ujar Della.
"Oke, sana dah berangkat. Kamu bisa telat jika terus mengobrol." Ucap Rahma.
"Iya iya aku berangkat. Assalamu'alaikum." Ujar Della lalu segera lari menuju ke resto tempat ia bekerja.
"Maaf ada apa ya?" tanya Rahma.
"Kamu yang menolong ayah saya?" tanya salah satu wanita yang berdiri di sana.
"Ayah? Maksudnya kakek ini?" tanya Rahma bingung.
__ADS_1
"Iya kakek ini adalah ayah saya. Dia tadi keluar rumah tanpa sepengetahuan kami dan dia sedikit pikun dan sering lupa arah jalan pulang." Jawab wanita itu.
"Oh gitu. Tadi kakek ini tertabrak sepeda motor dan kakinya sedikit terluka tapi saya sudah membersihkan lukanya dan memberikan obat merah. Tapi lebih baik bawa ke rumah sakit aja, takutnya ada luka dalam." Ujar Rahma.
"Iya, saya akan segera membawanya ke rumah sakit. Maaf, kalau boleh tau nama kamu siapa ya?" tanya wanita itu.
"Saya Afifatur Rahmania, panggil aja Rahma." Jawab Rahma tersenyum.
"Saya Fanni. Panggil aja ibu Fanni. Kalau gitu, ini ada sedikit uang buat kamu." Ucap Fanni sambil memberikan beberapa lembar uang yang jika di total bisa mencapai 700 ribu.
"Maaf, saya menolong kakek ini dengan ikhlas. Lebih baik uang itu di simpan lagi atau untuk berobat kakek aja. Atau bisa di kasihkan ke orang yang lebih membutuhkan." Ucap Rahma tersenyum.
"Kamu memang anak yang baik. Semoga lain waktu, kita bisa bertemu kembali. Kalau gitu saya akan membawa kakek ini ke rumah sakit agar bisa segera di periksa." Ucap Fanni.
"Iya. Semoga kakek gak kenapa napa." Ucap Rahma. Fanni hanya tersenyu mendengarnya.
Kakek yang masih pingsan itu segera di gotong oleh orang suruhan ibu Fanni dan memasukkannya ke dalam mobil.
__ADS_1
"Saya pamit dulu. Assalamu'alaikum." Ujar Fanni lembut sambil masuk ke dalam mobil.
"Waalaikumsalam." Ujar Rahma. Setelah Fanni pergi, ia pun segera berangkat kerja karena jam masih menunjukkan pukul 4 lewat 10 menit. Gak papalah telat sedikti, semoga pak go gak memecatnya.