Naik Ranjang

Naik Ranjang
Second Honeymoon


__ADS_3

Dewi baru saja menidurkan Arkhan di dalam boks. Sejenak dia memandangi anak lelakinya ini. Sekarang usia Arkhan sudah 20 bulan. Sudah waktunya dia melepas KB dan memulai program hamil. Namun sebelum melepas KB, terlebih dulu dia harus berbicara dengan Adrian. Wanita itu mengunjungi suaminya di ruang kerjanya.


Setelah menutup pintu kamar, Dewi menuju ruang kerja suaminya yang berada tepat di samping kamar mereka. Adrian memanfaatkan ruang kosong di sana sebagai tempat kerjanya. Nampak pria itu tengah mempelajari beberapa bundel skripsi mahasiswa yang akan diuji dalam sidang.


“Aa..” panggil Dewi.


“Kenapa, sayang?”


Adrian menghentikan kegiatannya. Diletakkan skripsi di tangannya lalu mengangkat kepalanya. Dewi berjalan mendekat lalu berhenti di sampingnya. Adrian meraih pinggang Dewi lalu memeluknya dari samping.


“Arkhan udah tidur?”


“Udah, a.”


“Kamu kenapa belum tidur?”


“Ada yang mau aku obrolin dulu.”


“Soal apa?”


Adrian menarik pelan tangan Dewi lalu mendudukkan wanita itu di pangkuannya. Adrian meletakkan dagunya di bahu sang istri sedang kedua tangannya memeluk erat pinggang Dewi sampai ke perutnya.


“Aa.. sekarang Arkhan umurnya udah 20 bulan. Aku mau lepas KB. Supaya kita bisa langsung promil.”


“Arkhan masih nyusu?”


“Udah jarang sekarang, a. Malam juga dia udah ngga pernah minta susu lagi.”


“Arkhan udah disapih?”


“Ngga, dia berhenti sendiri. Paling kalau lagi rewel aja. Hari ini aja dia ngga nyusu sama sekali. Dia malah minta sufor.”


“Kapan mau ke rumah sakit?”


“Aa bisanya kapan?”


“Besok pulang dari kampus, gimana?”


“Boleh, a.”


Dewi menghadapkan tubuhnya pada Adrian. Ditangkupnya wajah sang suami dengan kedua tangannya. Sejak menikah, Adrian tak pernah menuntut apapun darinya. Bahkan pria itu bersedia menunda memiliki momongan karena memikirkan Arkhan. Hal itu yang membuat cinta Dewi bertambah dalam padanya.


“Makasih ya, a. Selama ini aa ngga banyak menutut sebagai suami. Aa juga ngga ngeluh aku belum bisa masak makanan kesukaan aa seenak mama. Aa selalu mementingkan Arkhan di atas apapun.”


“Arkhan juga anakku, wajar saja kalau aku melakukan itu,” Adrian membelai lembut rambut Dewi.


“Besok kita ke dokter ya. Arkhan dititip dulu sama mama. Takutnya kita harus menjalani tes kesuburan. Pasti lama di dokternya.”


“Iya, sayang.”


Dewi menyatukan kening mereka. Dengan lembut Adrian mencium bibir Dewi. Wanita itu mengubah posisi tangannya jadi memeluk leher Adrian. Dia membalas ciuman sang suami tak kalah mesra.


“Ibadah yuk, Yang,” ajak Adrian.


“Ayo,” jawab Dewi seraya menyunggingkan senyuman.


Adrian bangun dari duduknya dengan Dewi berada dalam gendongannya. Pria itu melangkah keluar dari ruangan kerjanya dan langsung menuju kamarnya. Sambil berjalan Adrian kembali memagut bibir istrinya sampai masuk ke dalam kamar. Dia membaringkan Dewi di atas kasur dan bersiap untuk mendayung nirwana bersama.


🌸🌸🌸


Sepulang dari kampus, Adrian dan Dewi segera menuju rumah sakit untuk bertemu dengan dokter kandungan. Mereka duduk di ruang tunggu menunggu giliran untuk masuk. Sudah ada beberapa pasien yang datang sebelum mereka. Adrian dan Dewi duduk berdampingan sambil menautkan jari mereka.


Setelah menunggu sekitar setengah jam, suster yang bertugas memanggil Dewi dan Adrian masuk ke dalam ruang pemeriksaan. Seorang dokter kandungan wanita langsung menyambut mereka.


“Ada yang bisa dibantu?” tanya dokter tersebut dengan ramah.


“Saya mau promil, dok. Sebelumnya saya KB suntik sebulan sekali. Bulan terakhir saya masih suntik, dan mulai bulan ini rencananya mau berhenti dulu.”


“Kalau KB suntik, ibu bisa langsung berhenti. Dan untuk promil, saya akan memberikan obat penyubur kandungan untuk ibu dan juga bapak. Bapak juga harus meminum obat untuk penyubur sp*rma. Makan makanan yang bergizi, istirahat yang cukup dan yang terpenting jadwal bersenggama kalian harus mulai diatur.”


“Diatur gimana, dok?”


“Kalau sedang promil, melakukannya tiap hari tidak efektif. Akan bagus jika melakukannya di masa subur atau seminggu dua kali. Ini supaya sp*rma yang bapak miliki berkualitas dan bisa langsung berbuah di dalam rahim.”


“Iya, dok.”


“Selain itu, jaga pola makannya ya. Banyak makan sayuran, daging, ikan dan kurangi makanan junk food. Jangan lupa untuk buah-buahannya. Jangan terlalu lelah, jangan stress dan yang terpenting jangan lupa berdoa.”


“Iya, dok.”


“Kalau begitu, saya resepkan obat penyuburnya ya.”


Dokter tersebut segera menuliskan resep obat penyubur kandungan juga sp*rma. Dia juga menerangkan kapan baiknya obat tersebut dikonsumsi. Waktunya harus pas tiap harinya, agar hasilnya maksimal. Dewi dan Adrian terus mendengarkan nasehat dokter kandungan tersebut.

__ADS_1


Setelah mendengarkan penjelasan panjang lebar sang dokter, keduanya keluar dari ruang praktek dokter kandungan tersebut. Mereka berjalan menuju apotik untuk menebus obat yang diresepkan tadi. Sambil menunggu obat, mereka duduk di ruang tunggu.


“Wi.. gimana kalau kita pergi liburan pas masa subur kamu. Anggap aja second honeymoon.”


“Kemana, a?”


“Yang dekat aja. Ke Lembang atau Subang, gimana?”


“Boleh, a. Arkhan dititip ke mama aja?”


“Iya. Biar kita bisa usaha tanpa diganggu,” Adrian terkekeh.


“Ibu Dewi!”


Dewi bangun dari duduknya lalu menghampiri loket apotik. Sang apoteker menerangkan cara meminum obat pada Dewi lalu memberikannya pada wanita itu. Dewi memeluk lengan Adrian lalu berjalan meninggalkan gedung rumah sakit.


“Kita beli makanan di luar aja, gimana?”


“Boleh, a.”


“Arkhan mau makan apa?”


“Sekarang Arkhan lagi senang makan ikan, a. Dia suka tuna, dori, salmon.”


“Sup ikan suka ngga?”


“Suka banget. Kita beli sup ikan aja buat Arkhan.”


Adrian menganggukkan kepalanya. Dia mengarahkan mobil menuju restoran yang menjual menu sup ikan. Selain itu, mereka juga membeli untuk makan malam mereka.


🌸🌸🌸


Ida menyambut senang kedatangan Dewi dan Adrian dan tentu saja sang cucu, Arkhan. Hari ini rencananya Dewi dan Adrian akan pergi untuk bulan madu kedua. Mereka bermaksud menitipkan Arkhan pada Ida. Adrian menaruh tas berisi perlengkapan Arkhan, termasuk susu formula dan biskuit kesukaan anak itu.


“Kalian rencananya mau kemana?”


“Ke Subang, ma. Ngga jauh-jauh, paling daerah sekitar Ciater aja. Kita nginep semalam.”


“Nginap dua malam juga ngga apa-apa. Arkhan di sini aja sama nenek. Mama sama ayah mau kasih buat Arkhan. Arkhan mau kan?”


“Mau.. mau..” Arkhan mengangguk-anggukkan kepalanya.


Adrian mengusak puncak kepala anaknya ini yang sudah mulai lancar bicaranya. Walau kadang masih ada kata-kata yang tidak dimengerti olehnya. Dewi mendekati Arkhan lalu mencium kedua pipi gembulnya.


“Mama pergi dulu, ya. Arkhan jangan nakal.”


“Ma, kita pergi dulu. Papa mana?” Dewi dan Adrian bergantian mencium punggung tangan Ida.


“Papa lagi ke rumah pak RT. Kalian berangkat aja, keburu siang kalau nunggu papa. Mereka lagi rapat katanya.”


“Iya, ma. Assalamu’alaikum.”


“Waalaikumsalam.”


Dewi segera masuk ke dalam mobil, tak berapa lama Adrian menyusul lalu duduk di belakang kemudi. Tak lama pria itu menjalankan kendaraannya. Dewi melambaikan tangan ke arah anaknya. Arkhan membalas lambaian tangan Dewi. Anak itu sudah terbiasa ditinggal di rumah sang nenek. Melihat kedua orang tuanya pergi bukan hal baru untuknya.


Dengan kecepatan sedang Adrian memacu kendaraannya menuju daerah Setia Budi. Namun sebelumnya dia mampir ke mini market untuk membeli kopi dan camilan untuk menemani perjalanan. Dia tahu benar kalau mulut sang istri tidak akan bisa berhenti mengunyah jika menempuh perjalanan yang cukup panjang.


Dewi membuka bungkus lemper yang tadi dibelinya. Kemudian dia mulai menyuapkan penganan yang terbuat dari ketan itu ke mulut suaminya. Setelah menyuapi suaminya, dia juga mengambil makanan lain untuknya.


“Gimana skripsi kamu?”


“Alhamdulillah lacar, a. bu Jiya banyak bantu aku.”


Saat ini Dewi tengah menyelesaikan tugas akhirnya. Dan dosen yang membimbingnya adalah Jiya. Dewi bersyukur karena Jiya banyak membantunya dalam pembuatan skripsi. Wanita itu sudah melewati sidang outline dan seminar draf. Hanya tinggal menunggu waktu sidang. Rencananya nanti Adrian yang akan menjadi salah satu pengujinya.


“Aa ada rencana lanjut S3?”


“Ada, kebetulan ada penawaran beasiswa juga dari pihak kampus. Nanti kalau kamu sudah selesai, baru aku ambil program S3.”


“Mudah-mudahan lancar ya, a.”


“Aamiin.. setelah lulus kamu ada rencana kerja di café bantu Roxas?”


“Lihat sikon aja, a. Kalau aku langsung hamil, kayanya ngga deh. Lagian kasihan Arkhan kalau ditinggal terus. Aku mau jadi guru buat Arkhan aja di rumah.”


“Kita ambil asisten rumah tangga atau pengasuh aja biar kamu ngga terlalu cape.”


“Iya, a.”


Segurat senyum terbit di wajah Adrian. Tangannya bergerak mengusak puncak kepala Dewi. Hidupnya sekarang sudah lengkap, ada istri yang mendampinginya juga anak yang pintar dan tampan. Sekarang dia ingin menyempurnakan hidupnya dengan menambah momongan, darah dagingnya sendiri. Semoga saja Tuhan mengabulkan keinginannya.


Setelah menempuh perjalanan hampir dua jam lamanya, mobil yang dikendarai Adrian sudah memasuki desa Nagrak, kecamatan Ciater. Adrian membelokkan kendaraannya menuju salah satu tempat wisata yang ada di daerah ini. Kendaraannya berhenti di depan pintu masuk tempat wisata yang dikunjunginya.

__ADS_1


Usai membeli tiket, Adrian mengajak Dewi masuk ke dalamnya. Kali ini mereka mengunjungi Curug Koleangkak. Lokasi curug tidak jauh dari pemandian air panas Ciater. Tempat ini banyak dikunjungi wisatawan saat akhir pekan. Jarak dari tempat pembelian tiket ke curug tidak terlalu jauh, hanya sekitar 50 meter saja.


Adrian menggenggam tangan Dewi ketika mereka menuruni jalanan berbatu. Di kanan kiri mereka tumbuh pepohonan rindang yang semakin membuat udara terasa sejuk. Sambil berjalan, mereka bisa mendengar suara air terjun yang menyapa indra pendengaran mereka.


Akhirnya mereka tiba juga di curug Koleangkak. Curug ini disebut juga curug Biru. Ini dikarenakan warna air yang berwarna biru jika tidak ada yang berenang di dalamnya. Tinggi curug ini hanya 6 meter dan curahan airnya tidak terlalu besar. Jadi cukup aman bagi yang ingin berenang dan menikmati kesejukan airnya.



Air biru di curug ini kemungkinan besar berasal dari batu kapur yang menyusun dasar kolam. Kondisi air biru seperti ini, bisa dijumpai di pulau Bintan, yang danaunya berwarna biru. Atau di kota Buton, Inggris. Di sana terdapat sebuah danau yang airnya juga berwarna biru karena dikeliling bebatuan kapur. Tak aneh kalau danau tersebut dinamakan Blue Lagoon.



Dewi tak bosan memandagi keindahan di depannya. Dengan cepat dia mengabadikan keindahan tempat ini dengan kamera ponselnya. Selain curug, di tempat ini juga terdapat fasilitas seperti toilet, mushola, gazebo, warung makan dan area camping. Yang membuat curug ini semakin indah, di tengah kolam penampungan air terdapat jembatan yang terbuat dari bambu.



Adrian mengajak Dewi turun untuk merasakan kesejukan air. Dewi melepaskan sepatu yang dikenakannya. Sambil menggenggam tangan Adrian, dia mulai turun dan menceburkan tubuhnya ke dalam air. Adrian mengajak istrinya itu berenang sampai ke tengah. Kolam penampungan air curug ini tidak dalam, hanya berkisar satu sampai dua meter saja kedalamannya.


Dengan bebas Dewi berenang ke sana kemari. Pengunjung juga belum banyak yang datang karena masih pagi. Adrian menepuk punggungnya, meminta Dewi naik ke atasnya. Sambil bertumpu pada pundak sang suami, Dewi naik ke atas punggung Adrian. Kedua tangannya memeluk leher suaminya.


“Aa.. I love you..” bisik Dewi di telinga suaminya.


“I love you too, sayang.”


Dewi menaruh dagunya di pundak sang suami, kemudian mendaratkan ciuman di pipi Adrian. Tak lama wanita itu turun lalu berpindah ke depan Adrian. Kembali dipeluknya leher sang suami sambil memandangi dua bola matanya tanpa berkedip. Adrian menyatukan kening mereka.


“Kamu bahagia?”


“Ehmm.. banget. Makasih ya, a.”


Adrian kembali mengajak Dewi berenang. Sesekali mereka kembali ke tepian untuk berfoto bersama. Banyak pose yang mereka abadikan lewat kamera ponsel. Adrian mengangkat tangannya untuk berselfie. Dewi berdiri di sampingnya dengan kedua tangan memeluk leher sang suami. Ketika Adrian menjepret kamera, dia mencium pipi sang suami dengan mesra. Pria itu kembali mengambil gambar. Kali ini dia yang mencium pipi Dewi.


Puas bermain air, Adrian mengajak Dewi naik. Tidak terasa mereka sudah bermain air hampir dua jam lamanya. Mereka segera menuju toilet untuk membersihkan diri. Setelahnya keduanya beristirahat di gazebo yang ada di sana. Dewi beranjak menuju tempat makan untuk memesan makanan.


🌸🌸🌸


Sepulang dari curug Koleangkak, Adrian segera menuju destinasi selanjutnya. Mereka mengambil arah kembali ke Lembang. Untuk acara second honeymoon, pria itu memilih Dusun Bambu sebagai tempatnya menginap. Di tempat itu, dia bisa melakukan banyak kegiatan lainnya.


Tak butuh waktu lama baginya untuk sampai di tempat tujuan. Adrian memarkirkan kendaraan di area parkir yang tersedia. Dia mengambil traveling bag yang berisi pakaian dan barang-barang mereka lainnya. Sambil menggandeng tangan Dewi, dia segera menuju resepsionis untuk mengambil kunci vila tempat mereka akan menginap.



Setelah menaruh barang-barang dan menunaikan shalat dzuhur, pria itu mengajak Dewi menikmati berbagai fasilitas yang ada di sana. Keduanya segera menuju Paddy Field.



Mereka ingin menambah wawasan tentang pertanian. Mereka dipandu oleh salah satu pemandu, yang menerangkan bagaimana tata cara menanam padi. Kebetulan sekali para petani tengah melakukan panen. Mereka pun diajak untuk ikut memanen padi.


Usai merasakan sensasi sebagai petani, Adrian mengajak Dewi bersepeda alam. Mereka menggowes sepeda melewati rute kebun teh. Sesekali mereka berhenti untuk mengabadikan gambar di tempat-tempat yang dirasa indah. Tak terasa, waktu sudah menuju sore. Mereka mengakhiri kegiatan gowes dan kembali ke vila.


Adrian benar-benar memanfaatkan waktu mereka berdua melakukan hal-hal yang indah dan romantis. Setelah mandi dan shalat ashar, pria itu kembali mengajak sang istri untuk berjalan-jalan. Kali ini mereka menuju taman Arimbi. Sebuah taman yang masih berada di kawasan dusun bambu.



Puas menikmati keidahan taman Arimbi dan mengambil beberapa foto di sana, keduanya menuju café Burangrang untuk menikmati minuman hangat dan camilan sambil menunggu waktu matahari terbenam.



Dewi menyandarkan kepalanya ke pundak Adrian. Dia jadi teringat kencan mereka dulu saat mengunjungi Bukit Gantole. Adrian merekatkan jemari mereka lalu mencium punggung tangan Dewi dengan mesra.


“Aa.. kalau boleh memilih dan meminta, aa pengen punya anak perempuan atau laki-laki?”


“Karena sudah ada Arkhan, aku mau punya anak perempuan.”


“Kalau gitu aa harus banyak makan sayuran, aku makan daging-dagingan. Kita coba aja, a. Siapa tahu manjur dan kita bisa punya anak perempuan.”


“Aamiin.. nanti makan malam kamu mau makan di mana?”


“Di sini ada beberapa tempat makan ya? Enaknya di mana ya?”


“Gimana kalau kita makan di Bamboo Gazebo aja ya. Makan di tengah danau.”


“Boleh, a.”


Adrian meraih wajah Dewi lalu mendaratkan ciuman di kening wanita itu. Pandangan mereka kembali diarahkan ke pemandangan indah di depan mereka. Nampak sinar matahari mulai kemerahan. Sang surya sudah bersiap kembali ke peraduannya. Warna langit pun sudah mulai menggelap.


Selesai shalat maghrib, Adrian mengajak Dewi menuju Bamboo Gazebo saung Purbasari. Seperti janjinya, dia akan mengajak makan malam sang istri secara lesehan di tengah danau. Suasana sekitar yang temaram semakin menambah romantis tempat makan ini. Seorang pelayan datang mengantarkan hidangan yang mereka pesan.


Adrian membenarkan cardigan yang dikenakan Dewi untuk megurangi rasa dingin yang mulai menggigit. Keduanya lalu mulai menikmati makanan yang telah dipesan. Sesekali pria itu menyuapi sang istri, begitu pula Dewi. Siapa pun yang melihat, pasti iri melihat kemesraan mereka berdua.


Usai makan, mereka masih bertahan di sana. Keduanya duduk berdampingan, Dewi masuk ke dalam pelukan Adrian demi menghangatkan tubuhnya. Sesekali pria itu mencium puncak kepala sang istri. Dewi pun semakin memeluk erat pinggang suaminya. Hari ini dia benar-benar merasa bahagia.


🌸🌸🌸

__ADS_1


**Sampe di sini dulu second honeymoon-nya. Lanjut besok, kalau lqnjut sekarang takut banyak yang wafer eh baper🤣


Berhubung liburnya udah kemarin, jadi hari ini aku up😘**


__ADS_2