
Sesuai kesepakatan semalam, hari ini Dizon dan dokter Olivia akan bertemu. Pria itu akan membelikan beberapa perhiasan sebagai tanda telah meminang gadis itu.
[Mal Sinar Galaxy, jam makan siang, kutunggu di sana!] pesan yang dikirim Dizon pada dokter Olivia.
Pesan yang sangat kaku dan tidak ada romantisnya sama sekali membuat dokter Olivia gedek membacanya.
"Pria macam apa itu?" gerutu dokter Olivia.
Tidak terbersit dalam rencana atau impiannya mendapatkan pria seperti dia. Mantan calon suaminya yang kabur itu bahkan sangat penyayang. Lebih lembut dalam bersikap. Sangat bertolak belakang dengan Dizon.
"Andai saja Burchard tidak meninggalkan pernikahan itu, saat ini aku sudah bahagia bersamanya. Mungkin saja aku sudah mendapatkan seorang bayi dari pria itu," ucap dokter Olivia mengingat kegagalan pernikahannya di masa lampau.
Dokter Olivia meninggalkan rumah sakit tepat di saat jam makan siang. Dia meminta izin untuk pulang lebih awal. Jarak rumah sakit AB dan Mal Sinar Galaxy lumayan jauh.
Sepanjang perjalanan, dokter Olivia memikirkan keputusannya untuk menerima pria aneh yang beberapa kali menghantuinya di dunia nyata.
Apa Dizon si pria aneh itu memang jodohku? Kenapa semuanya terkesan ada yang mengatur? Aku juga belum mengabari keluarga besarku. Ah, nanti saja... Aku lebih khawatir sama Mama. Jika ini gagal lagi, wanita paruh baya itu akan semakin memikirkanku....
Dokter Olivia mempercepat laju kendaraan. Dia melihat sekilas ke arah pergelangan tangannya. Baru setengah jalan di laluinya.
Tring....
Sebuah pesan masuk ke ponselnya, tetapi dia harus menunggu beberapa menit sampai masuk ke area parkir Mal.
Dokter Olivia sampai di Mal setelah perjalanan hampir empat puluh lima menit. Disempatkan untuk membuka ponselnya sesaat. Kiriman pesan bertubi-tubi dari Dizon benar-benar membuatnya gedek. Selain aneh, pria itu terlalu tidak sabaran.
[Lama sekali! Aku sampai lumutan] pesan pertama.
[Ck, Kau serius tidak dengan pernikahan ini? Kenapa tidak datang-datang] pesan kedua.
[Jika dalam waktu satu jam Kau tidak datang, aku akan datang membuat perhitungan denganmu!] pesan ketiga.
[Aku tunggu di depan Toko Perhiasan AX] pesan terakhir yang dikirim Dizon.
Dokter Olivia tersenyum melihat rentetan pesan tersebut. Itu artinya pria aneh itu masih bersabar menunggunya.
Ketika hendak masuk ke dalam Mal, dia seperti melihat orang di masa lalunya. Pria itu menggandeng gadis kecil untuk masuk ke dalam Mal dan seorang wanita mengekor di belakangnya.
Mana mungkin itu dia? Sudah lama dia meninggalkan negara ini setelah meninggalkan pernikahan kami. Aku hanya berhalusinasi. Ini halusinasi parah banget. Sampai mengira orang lain adalah dirinya. Ayo, please... Lupakan! Lupakan!
Dokter Olivia langsung berjalan menuju Toko Perhiasan AX. Benar saja, pria aneh itu sudah berkacak pinggang di sana.
__ADS_1
"Ck, lama sekali!" protes Dizon. "Aku sampai harus makan siang terlebih dahulu. Jika tidak, aku bisa lumutan!"
"Kau pikir perjalanan rumah sakit AB ke sini dekat, hah? Pikir pakai nalar, dong! Jangan pakai emosi!" sindir dokter Olivia.
Itulah yang sulit dikendalikan Dizon. Emosional!
"Baiklah, dokter Olivia. Aku lelah dan tidak ingin berdebat lagi. Sekarang kita masuk! Pilihlah satu set perhiasan yang kau suka! Itu tanda bahwa aku sudah meminangmu secara resmi," ucap Dizon membuat Olivia benar-benar mengelus dada.
"Ck, dasar pria aneh! Tidak romantis! Meminang dan aku harus memilih sendiri perhiasannya?" cibir Olivia.
"Setidaknya itu akan bagus atau tidak tergantung seleramu. Aku bisa saja bersikap romantis. Aku juga belum tau seleramu seperti apa? Sudahlah! Buruan... Jangan protes terus!" Dizon mendorong wanita itu untuk masuk ke Toko.
Di dalam Toko, Dizon meminta wanita itu lekas memilih. Dia harus secepatnya kembali ke kantornya.
Olivia memang wanita berkelas. Dia memilih perhiasan yang terlihat sederhana namun tetap elegan. Tidak terlalu banyak corak, namun ketika dipakai semuanya terlihat sempurna. Dizon menyukainya.
Ck, rupanya selera wanita ini tinggi juga!
"Hanya itu?" tanya Dizon.
"Aku bukan wanita serakah, Dizon. Kau bilang hanya satu set, kan?" jawab Olivia.
Setelah membayar menggunakan debit card, Dizon langsung pamit pada Olivia.
"Aku menentukan tanggal pernikahan kita tepat pada tanggal sepuluh Januari. Jika kamu punya tanggal khusus, kirim pesan padaku! Lebih cepat lebih baik! Aku pergi dulu," ucapnya kemudian meninggalkan Olivia sendirian.
Olivia kesal pada pria itu. Sudah tidak bersikap romantis, setelah membelikan perhiasan tiba-tiba langsung pulang. Sesekali ajak untuk makan atau apa kan lumayan bisa mengenal lebih jauh, bukan?
Dasar pria aneh! Ini pertunangan macam apa? Tiba-tiba di ajak ke Toko Perhiasan dan setelah selesai, dianggap sah sebagai calon istrinya. Mimpi apa aku bisa bertemu pria macam itu? Sebaiknya aku cari makan siang dulu.
Olivia mengelilingi Mal untuk mencari makanan yang diinginkannya.
Aku ingin makan sesuatu yang istimewa. Lebih baik aku makan steak di restoran pojok saja. Steaknya terkenal enak dan lezat.
Olivia berjalan seorang diri. Sangat jarang bisa keluar dari rumah sakit jika tidak ada urusan mendadak seperti ini. Jika tau Dizon akan meninggalkannya langsung, tak perlu susah-susah izin untuk pulang lebih awal.
Ketika hendak masuk, tak sengaja dia ditabrak seorang wanita. Wanita itu baru saja keluar dari restoran steak itu.
"Aduh... Kalau jalan lihat-lihat, dong!" protes wanita itu.
Olivia sedikit terkejut, pasalnya yang menabrak itu wanita yang sedang marah-marah itu.
__ADS_1
"Sudahlah, Mom. Aunty itu pasti tidak sengaja," ucap seorang gadis kecil.
"Sudahlah, Di. Jangan cari keributan lagi!" ucap pria itu.
Olivia terlalu fokus pada wanita yang menabraknya. Dia mendengar suara yang tak asing baginya. Dia menoleh pada pria yang bersama wanita itu.
"Burchard?" Olivia terkejut. Pria itu bersama wanita dan seorang anak kecil.
Pria itu sama terkejutnya ketika tau orang yang ditabrak Diana adalah gadis masa lalunya.
"Olivia?" ucap Juvenal.
Diana melihat interaksi kedua orang yang sepertinya saling kenal itu.
"Kalian saling kenal?" tanya Diana akhirnya.
"Kami hanya bertemu sekali," ucap Olivia berbohong. Dia tidak ingin mengingat masa lalunya yang kelam itu.
"Wah, baiklah... Kalau begitu, aku minta maaf," ucap Diana berpura-pura. Juvenal pasti tidak menyukai sikap kasarnya pada wanita itu.
"Sama-sama," Olivia langsung masuk ke dalam restoran. Dia tidak ingin berurusan lagi dengan mantan calon suaminya itu.
"Kak, mau pesan...," panggil Olivia pada pelayan.
Setelah melakukan pemesanan makanan, sekarang Olivia sedang menunggu.
"Burchard sepertinya sudah menikah dan memiliki seorang anak. Gadis kecil itu mirip sekali dengannya. Mungkinkah waktu itu dia sengaja meninggalkanku karena menikah dengan wanita itu?" ucap Olivia.
Masa lalu yang membuat Olivia enggan untuk mendekati laki-laki. Kepercayaannya hanya tersisa sepuluh persen. Begitu juga rencana pernikahannya dengan Dizon. Dia berpikir jika sampai pria itu meninggalkannya lagi seperti yang dilakukan Burchard padanya, seumur hidup dia akan menjauhi laki-laki.
๐๐๐๐TBC๐๐๐๐
Hai, akak reader... semoga suka part kali ini.
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya.... ๐น๐น๐น๐นโโโโโญโญโญโญโญ jangan lupa diberikan...
Next untuk bulan Februari, kalian akan bertemu cerita baru lagi dari emak author... ditunggu yach,...
Terima kasih, luv Yu All... ๐๐๐๐
__ADS_1