
Blurb:
Jatuh cinta tidak semudah berkata-kata. Sama halnya yang dijalani oleh Kenneth Nathanael yang baru saja pulang dari luar negeri. Dia baru saja menyelesaikan pendidikannya.
Kembali ke mansion, artinya Kenneth harus siap menerima semua gadis yang diajukan oleh mamanya. Sayang, hati Kenneth sudah bertaut pada seorang wanita yang ingin ditemuinya setelah sampai di mansion.
Rhiana Roseanne, wanita yang pernah menjadi pengasuh Kenneth. Kini berada di butik yang dibangun atas jerih payahnya sendiri. Dia pun belum menikah sampai usianya 35 tahun. Bukannya tidak laku, Rhiana tidak bisa percaya dengan para pria.
Akankah Rhiana tahu jika Kenneth diam-diam mencintainya? Bagaimana kelanjutan hubungan mereka yang begitu rumit?
...🌺🌺🌺...
Yuk mampir 🙏❤️ Akan ada banyak keuwuan di dalamnya... Terlebih ini kisah berondong dengan wanita berumur 🥰. Semoga berkenan mampir. thank you ❤️
Cuplikan bab 1
Bayangan Kenneth jika Rhiana sudah memiliki suami dan anak. Mereka akan terlihat sangat bahagia karena Rhiana adalah tipikal wanita yang penyabar dan penyayang. Namun, semua dugaannya itu salah saat dirinya bertemu dengan Rhiana nantinya.
Suasana butik semakin ramai di siang hari. Butik RR ini termasuk yang ada di pusat kota. Tentu saja akan terlihat sangat ramai karena merupakan butik berkelas. Pengunjungnya rata-rata para sosialita kelas atas. Terlihat sekali dari penampilannya.
Saat Kenneth masuk, para pelayan butik menghampirinya. Rata-rata mereka paham betul siapa yang biasanya datang kemari. Lebih-lebih para pelanggan setianya. Wajah Kenneth begitu asing untuk mereka.
"Maaf, apa Anda menginginkan sesuatu?" tanya pelayan.
Maklum saat melihat kedatangan pria muda dan tampan yang terlihat agak kebingungan. Kenneth mencoba menoleh ke sana kemari berharap menemukan keberadaan Rhiana. Dia tidak tahu jika Rhiana lah pemilik butik itu.
"Ehm, adakah pelayan yang namanya Rhiana?" tanya lelaki itu.
Pelayan yang ditanya seakan terkejut saat bosnya dikira sebagai pelayan. Mungkin lelaki ini orang asing yang kebetulan penasaran dengan bosnya.
__ADS_1
"Maaf, pelayan di sini tidak ada yang bernama Rhiana, Tuan. Namun, bos kami lah yang bernama Rhiana."
Sontak niat Kenneth untuk keluar dari butik itu diurungkan. Mungkin inilah Rhiana yang dicari dan dirindukannya selama ini.
"Bisakah kau mempertemukan aku dengannya? Ehm, maksudku dengan Rhiana?" tanya Kenneth.
"Tentu saja. Kebetulan hari ini Nona Rhiana masih ada di dalam ruangannya. Ehm, kalau boleh tahu, Anda siapa?" Pelayan pun harus tahu siapa tamu yang akan menemui bosnya.
"Bilang saja Ken ingin bertemu."
"Baik, Tuan Ken. Silakan tunggu sebentar."
Selagi pelayan itu pergi menemui Rhiana, banyak yang terasa janggal. Butik berkelas yang dilihatnya termasuk berhasil. Para pelanggan pun banyak yang puas dengan hasilnya. Namun, hal yang membuatnya terkejut saat pelayan atau karyawannya itu memanggil Rhiana dengan sebutan nona. Apakah ada sesuatu yang belum diketahui Kenneth? Ataukah ada Rhiana yang lain?
"Ada apa?" tanya Rhiana saat salah satu karyawannya masuk. Sebenarnya dia sedang membuat sketsa gaun rancangannya yang baru, tetapi kehadiran pelayannya membuat Rhiana harus menghentikan pekerjaannya.
Tamu? Rhiana tidak sedang membuat janji temu dengan siapa pun. Sebenarnya siapa yang datang? Atau, mungkin saja Rhiana lupa jika sedang membuat janji temu dengan seseorang.
"Siapa?" Rhiana membereskan beberapa lembar buku gambarnya.
"Tuan Ken."
Banyak nama Ken yang berkeliaran di luaran sana. Mungkin Ken ini adalah seseorang yang ingin memesan jas atau mungkin gaun untuk calon istrinya.
"Suruh dia masuk. Aku masih ada waktu beberapa menit sebelum makan siang," pesan Rhiana.
Pelayan itu pun kembali menemui Kenneth. Dengan sabar lelaki itu menanti kehadirannya.
"Bagaimana? Apa aku bisa bertemu?" tanya Kenneth antusias.
__ADS_1
"Iya, Tuan. Nona Rhiana hanya punya waktu beberapa menit saja."
Pelayan itu mengantarkan Kenneth sampai di depan pintu ruangan Rhiana. Kenneth mengetuk pintu sedangkan pelayan itu meninggalkannya untuk kembali mengurus para tamu yang datang.
"Masuk!" perintah Rhiana.
Suara itu langsung bisa dikenali oleh Kenneth. Jadi, yang ada di dalam ruangan itu memang benar Rhiana yang dicari keberadaannya.
Setelah masuk, tatapan matanya sempat beradu dengan Rhiana. Rhiana tidak begitu mengenali Kenneth karena perubahannya begitu luar biasa. Laki-laki tampan yang sangat memesona.
"Silakan duduk, Tuan Ken!" perintah Rhiana.
Kenneth rasanya sedih sekali. Bertahun-tahun berpisah dari pengasuhnya, saat bertemu malah wanita itu tidak mengenalnya.
"Terima kasih, Nyonya Rhiana," balas Kenneth.
"Panggil nona saja. Aku belum menikah," jelas Rhiana. Dia tidak mau dianggap tua walaupun usianya sudah tidak lagi muda.
Tersungging senyuman mengembang di bibir Kenneth saat tahu Rhiana belum menikah. Entah, ini sebuah kebetulan atau semesta sedang berpihak kepadanya.
"Sepertinya Anda lupa denganku, Nona. Apa aku perlu memperkenalkan diri lagi?"
Rhiana mencoba memandangi Ken secara mendetail. Wajahnya memang tidak begitu asing, tetapi itu tidak mungkin. Rhiana hanya tahu jika wajah itu ada kemiripan dengan pria paruh baya yang pernah menjadi bosnya di masa lalu, yaitu Albert.
"Hemm, katakan! Jangan basa-basi karena aku harus segera keluar untuk makan siang."
"Kenneth Nathanael."
Rhiana tertegun. Nama itu benar-benar tidak asing karena laki-laki yang duduk di hadapannya adalah anak laki-laki yang pernah diasuhnya.
__ADS_1