Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+
Undangan Pernikahan


__ADS_3

Setelah Mama Carlotta pergi bersama kakaknya, Dizon, untuk ke rumah sakit, Felix berpamitan kepada Papanya untuk berangkat ke kantor.


"Pa, Felix langsung berangkat, ya?" ucapnya.


"Iya. Hati-hati di jalan," balas Papanya yang masih berada di meja makan.


Sebelum Felix sampai ke mobilnya, tiba-tiba penjaga gerbang menerima tamu yang sedang mencari Mamanya.


"Ada apa, Pak?" tanya Felix pada penjaga gerbang yang terlihat kebingungan.


"Anu, Tuan Felix. Ini katanya dari kantor WO mau bertemu dengan Nyonya Carlotta. Sudah saya sampaikan jika Nyonya sedang pergi, dia tetap memaksa ingin masuk," penjaga gerbang menjelaskan.


"Untuk urusan apa ya, kalau boleh tau?" Kini giliran Felix yang bertanya langsung pada tamu mamanya.


"Kami hanya mengantarkan surat undangan yang sudah selesai untuk Nyonya Carlotta," ucap wanita yang pertama.


"Iya, Tuan. Tetapi kata penjaga, Nyonya Carlotta tidak sedang di rumah. Sementara kami harus mengantarkan tepat pada waktunya," ucap wanita kedua.


"Baiklah. Silakan masuk!" Felix mengurungkan niatnya untuk berangkat ke kantor. Dia mengajak kedua wanita itu untuk masuk ke rumah.


Papa Denzel melihat tamu yang tak biasa ikut berkomentar.


"Ada apa, Felix? Kenapa kedua wanita itu ingin bertemu denganmu? Apa kalian ada hubungan khusus?"


"Maaf, Pa. Ini dari WO mengirimkan undangan pernikahan yang mama pesan untukku," ucap Felix.


Setelah itu Papa Denzel pergi keluar, sedangkan Felix mempersilakan tamunya untuk duduk.


"Silakan duduk!"


"Begini, Tuan. Kemarin lusa Nyonya Carlotta memesan dua ratus undangan yang harus diantarkan hari ini. Menurut beliau karena pernikahan putranya diselenggarakan secara mendadak," ucap wanita pertama.


"Kebetulan saya putranya. Biar saya saja yang menerimanya," Felix mengajukan dirinya.


Salah satu pegawai WO tersebut menyerahkan tas yang berisi undangan itu kepada Felix.


"Terima kasih."


"Urusan kami sudah selesai, Tuan. Kami langsung pamit," ucap wanita kedua.


"Sekali lagi, terima kasih," Felix mengantarkan kedua tamunya untuk pulang.


Setelah itu, Felix kembali lagi mengamati tas yang berisi undangan pernikahannya. Felix bukan tipikal pria yang usil, tetapi melihat tas undangan itu tiba-tiba saja terlintas untuk mengerjai karyawan restoran XX. Dia ingat betul bagaimana mulut lemes mereka menghina calon istrinya.

__ADS_1


Apa yang akan terjadi, jika aku membawakan beberapa undangan ini untuk rekan kerja Kayana maupun managernya. Aku rasa, mereka akan terlihat sangat bahagia atau malah sebaliknya.


Entah, kenapa Felix berpikiran untuk melakukan hal konyol seperti itu? Seakan dia tidak terima pada penghinaan yang diterima calon istrinya.


Felix tersenyum kemudian mengambil beberapa undangan. Dia sudah melupakan kantornya, fokusnya sekarang bagaimana Felix akan memberikan syok terapi kepada orang-orang yang telah berbuat kurang sopan kepada Kayana.


Setelah meletakkan beberapa undangan di atas dasboard mobilnya, dengan santai dia mengendarainya menuju restoran XX.


Setidaknya mereka tidak akan bersikap kurang ajar lagi kepada calon istriku.


Mobil Felix memasuki pelataran parkir restoran XX, dia sengaja mengambil parkir di luar karena dia tidak akan lama berada di restoran tersebut. Setelah memarkir mobilnya, dia mengambil semua undangan yang dibawanya.


Felix meminta resepsionis untuk mempertemukannya dengan manager restoran.


"Maaf, Tuan. Ada yang bisa kami bantu?" tanya resepsionis.


"Bisa bertemu dengan manager restoran?" tanya Felix.


"Mohon maaf, Tuan. Untuk urusan apa kalau boleh tau?"


"Sampaikan saja, Felix Damarion ingin bertemu," ucapnya santai.


Felix Damarion? Dari Damarion Corporation? Wah, ini sangat keren sekali.


"Selamat datang, Tuan Felix. Apakah ada sesuatu yang sangat penting?" tanya manager.


"Kedatanganku kemari hanya untuk menyerahkan ini untuk dibagi ke beberapa karyawan," ucap Felix menyerahkan undangan pernikahannya.


Undangan pernikahan? Felix Damarion dan Kayana? Mana mungkin? Ini pasti settingan? Ini hoax. Pasti tipu-tipu....


"Tu-tuan Felix akan menikah dengan Kayana? Pelayan restoran ini?" tanya manager tidak percaya.


"Iya. Dia calon istriku. Memangnya kenapa?" tanya Felix.


"Tidak mungkin, Tuan! Anda pasti salah," ucap manager restoran tersebut. Dia masih tidak percaya bagaimana seorang pelayan restoran akan menikah dengan salah satu keturunan Damarion. Dari keluarga kaya raya setelah keluarga Armstrong.


"Tolong bagikan sekarang! Aku tidak ada waktu lagi untuk menjelaskannya kepada Anda. Pesta pernikahan akan diadakan beberapa hari lagi. Aku mohon pada semuanya untuk bisa hadir di acara itu," ucap Felix kemudian meninggalkan ruangan manager.


Setelah kepergian Felix, restoran XX semakin heboh. Manager meminta salah seorang karyawan untuk membagikan undangan tersebut. Kayana yang tidak tau apa-apa tentang ulah calon suaminya, sekarang malah seperti mendapatkan pujian dari beberapa orang rekan kerjanya. Beberapa dari mereka juga ada yang mencacinya.


"Wah, Kay ... Selamat yah! Lo bakalan nikah beneran dengan cowok kemarin, yah? Gue kira itu cuman settingan doang."


"Gila lo, Kay! Pelet sakti apa yang lo pakai buat nakhlukin tuh cowok? Gak nyangka, gue."

__ADS_1


"Wuih, Kayana. Bagi resep, dong!"


Kayana mendadak bingung, kenapa beberapa dari mereka memujinya. Ada beberapa juga yang seperti tidak terima dengan undangan pernikahan itu.


"Lo pasti dah ngelakuin one night stand dengan doi, yah? Sehingga doi terpaksa buat nikahin lo."


"Lo bakalan dijadiin istri simpanan, nih. Fix, no debat!"


Kenapa mereka pada ngomongin gue kek gitu, ya? Apa sebenarnya yang terjadi?


Karena kehebohan yang terjadi, manager memanggil Kayana untuk masuk ke ruangannya. Kayana yang tidak biasa melakukan kesalahan dibuat bingung.


Ada apa manager memanggilku? Apa aku akan dipecat?


"Ada apa, Pak?" tanya Kayana yang sudah duduk di hadapan manager.


"Apa kebenaran undangan ini bisa dibuktikan seratus persen? Ini asli bukan hoax?" manager itu menunjukkan undangan pernikahan dirinya dengan Felix Damarion.


Kayana mengangguk. "Iya, Pak. Beberapa hari lagi, kami akan menikah!"


"Wow, ini sangat luar biasa! Kenapa kau tidak bercerita jika calon suamimu adalah dari keluarga Damarion? Kalau tau dari awal, aku tidak akan merasa malu di hadapannya," manager restoran itu malu karena merasa tidak percaya jika pelayan restorannya akan menikah dengan pria kaya itu.


Kayana menyadari jika ini adalah ulah calon suaminya. Tujuannya sebenarnya baik, tetapi membuat Kayana tidak nyaman berada di tempat kerjanya.


"Maaf, Pak. Rencana pernikahan kami memang terkesan mendadak," ucap Kayana. Dia merasa tak enak hati pada sahabatnya.


"Baiklah. Kembalilah ke tempatmu!"


Kayana keluar dari ruang manager masih dengan perasaan tidak nyaman. Dia sebenarnya bahagia akan menikah dengan Felix, tetapi dia juga sangat bersedih. Karena perbedaan yang sangat mencolok membuatnya jadi bahan gunjingan karyawan restoran XX.


"Eh, cinderella datang lagi!"


"Wah, iya ... Pangeran sudah menemukan siapa pemilik sepatu kaca yang sebenarnya."


"Seperti berada di dunia dongeng!"


"Hai, cinderella dadakan! Kemarilah! Ceritakan kepada kami bagaimana caranya kau merayu Tuan tampan!"


Masih banyak lagi ocehan beberapa karyawan restoran XX yang sangat menyudutkan dirinya. Namun, Kayana tidak berniat membalas mereka satu persatu.


Mungkin kita tidak bisa menutup mulut mereka, tetapi aku sanggup menutup pendengaranku dengan kedua tanganku.


😍😍😍😍TBC😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2