Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+
Ketahuan


__ADS_3

Callista berusaha untuk tidak melihatnya. Dia berpura-pura memainkan ponselnya agar orang itu tidak menyadari keberadaannya. Callista merasa behasil manakala pria itu duduk di kursi yang agak jauh darinya. Tetapi sayang, suaminya mengacaukan segalanya.


"Sayang, jangan bermain ponsel terus!" protes Sean.


Callista tidak menjawab, tetapi orang lain keburu menyadari keberadaannya.


"Oh ya ampun. Ternyata kita berjodoh, sayang. Sekian lama kita tidak bertemu, hari ini aku sangat beruntung bisa bertemu lagi," ucap lelaki itu. Ya, dia adalah Eros Kalandra, mantan kekasih Callista yang selalu kepedean bisa berharap bersama Callista lagi. Apalagi melihat tampilan mantan pacarnya yang jauh lebih cantik dari sebelumnya.


Eros mendekati mantan pacarnya itu dan membuat Sean menghadangnya.


"Dia istri orang! Jangan cari perkara," kata Sean.


Beberapa pasang mata tertuju pada mereka semua. Banyak yang mengelukan tentang sikap pria matang itu, tetapi juga banyak yang mencibir.


"Wah, keren. Dia pasti Om dari wanita hamil itu."


"Iya, benar. Eh, ngomong-ngomong, lelaki itu jangan-jangan kekasihnya yang ditinggal menikah atau mungkin menjadi simpanan sugar daddy."


"Wah, seperti perempuan nggak bener saja."


Beberapa dari mereka lebih banyak yang memojokkan Callista. Karena terlihat dari segi usia, Sean lebih pantas menjadi ayahnya daripada kekasih atau suaminya.


Sean tidak menggubris ucapan miring yang kenyataannya tidak benar itu.


"Aku hanya menyapa, Om. Kenapa Anda sensitif sekali," cibir Eros.


"Karena dia istri saya," ucap Sean tegas.


Beberapa dari mereka yang mengatakan hal buruk pada istrinya sekarang giliran menyerang lelaki yang mendekati wanita itu.


"Wah, ternyata kita salah duga. Maaf ya, Om."


"Iya, Om. Kami minta maaf. Kami pikir, kakak cantik itu keponakan atau anaknya, Om."


Oh astaga. Apa aku terlihat setua itu? Batin Sean.


Untung saja penjual soto itu segera memberikan tiga mangkok yang dipesan Callista, jika tidak, tenda tempat penjual soto ini bisa saja dibeli oleh Om Sean yang tajirnya tidak ketulungan itu.


"Makanlah, sayang! Jangan hiraukan Hiu Goblin itu," ucap Callista.


Eros yang tidak paham maksud ucapan mantan kekasihnya itu lantas kembali bertanya.


"Hah, Hiu Goblin? Bukankah itu pria yang sangat romantis?" tanya Eros.


"Ck, dasar pria bodoh! Sudah pergi sana, jangan ganggu aku!" usir Callista. Dia ingin melanjutkan makannya tanpa terganggu.

__ADS_1


Eros mundur sejenak. Tak ada gunanya mengganggu Callista yang sedang makan.


Callista baru menyadari jika tempatnya makan soto masih berada dekat dengan apartemen mantan kekasihnya itu. Tak heran jika dia bisa berada di sini.


Sementara Sean sangat menikmati soto yang menyegarkan itu. Dia hanya menambahkan perasan jeruk nipis dan sedikit kecap ke dalam mangkoknya.


Ini pertama kalinya aku keluar dari zona nyamanku. Pertama kalinya makan di tempat seperti ini. Ternyata sangat mengasyikkan.


Soto ayam yang kuahnya panas mengebul itu dengan aroma khas jeruk nipis dan koya gurih, bertabur irisan seledri, kol, dan mie soun. Sangat komplit bila ditambah dengan kerupuk. Sean sangat menikmati cita rasa yang menggoda itu.


Sementara Callista masih sibuk membandingkan dua tim yang sejak tadi ingin dicobanya.


Rasanya lebih enak tim tidak di aduk. Bisa ngambil nasi dan kuahnya dulu. Bisa juga nyomot koya gurihnya yang melebur pada kuah. Hemmm... Sedapnya.... Eh, tapi tim diaduk juga tidak kalah endulnya. Rasa pedas, gurih, dan nikmat melebur jadi satu. Perpaduan soto yang komplit.


Hasil akhirnya apa yang terjadi. Callista hanya memakan sebagian dari dua mangkok tersebut. Sean kesal melihat kelakuan istrinya.


"Lain kali jangan seperti itu. Beli satu mangkok saja, lalu habiskan," protes Sean.


"Iya, maaf," ucap Callista. Wanita itu hanya ingin membandingkan rasanya dari dua cara yang berbeda itu.


Setelah selesai makan dan minum, Sean membayar dengan beberapa lembar uang ratusan ribu. Jumlahnya lumayan banyak, Callista juga tidak tau itu berapa.


"Pak, ini kebanyakan," ucap penjual soto itu.


"Kalau masih cukup, untuk membayar semua makanan yang berkunjung ke sini," jawab Sean.


"Sama-sama," Sean lantas menggandeng tangan istrinya untuk keluar. Hampir saja keluar secara sempurna, namun tiba-tiba di hadapan Sean dikejutkan dengan kedatangan seorang wanita yang dikenalnya.


"Kamu?" tanya Sean.


Wanita itu ingat betul siapa Sean. Berkat pria itu, kini dia bisa menikmati kehidupan lebih tenang dari biasanya. Walaupun pekerjaan intinya tetap sebagai anak buah Mami Vee, setidaknya dia punya uang lebih sebagai tabungannya.


"Ke-kenapa Tuan ada di sini?" tanya Magenta.


"Siapa dia, sayang? Apa kamu mengenalnya?" tanya Callista pada suaminya.


Callista tidak ingat dengan wanita di hadapannya. Padahal dia pernah bertemu sekali ketika malam keributan suaminya dengan Juvenal.


Sebelum Callista mengingat wanita itu, Sean sepertinya lebih baik memilih menghindar. Namun sayang, seseorang keburu mendekatinya.


"Sayang, kamu sudah di sini rupanya," ucap Magenta pada seseorang.


Callista menoleh dan betapa mengejutkannya jika pria yang dipanggil sayang oleh wanita itu adalah Eros, mantan kekasihnya.


Aku memang sudah tidak peduli lagi dengan Eros. Tetapi suara wanita ini? Kenapa suaranya mengingatkan aku pada kejadian beberapa bulan yang lalu ketika aku masuk ke apartemen Eros.

__ADS_1


"Apa kamu selingkuhan Eros?" Callista tidak mampu menahan keingin tahuannya yang membuat dia putus asa waktu itu. Untung saja bertemu dengan Sean. Jika tidak, bisa saja saat ini Callista terjebak dalam kehidupan malam yang sangat meresahkan itu.


Magenta terkejut. Dia memang menjalani hubungan dengan Eros sudah sangat lama. Dia juga tau jika Eros memiliki seorang kekasih.


"Kenapa kamu menuduhnya?" tanya Eros.


Eros sebenarnya ingin berpura-pura di hadapan Callista. Toh mantannya itu juga tidak tau jika Magenta adalah wanita yang selalu berada di sampingnya selama ini.


"Karena aku ingat betul suara-suara erotis pada saat aku masuk ke apartemenmu. Itu adalah suaranya, 'kan?"


Deg!


Eros sudah tidak bisa lagi mengelak. Niatnya mengejar Callista yang kedua kalinya malah bertemu dengan Magenta.


Callista akhirnya bisa menarik benang merah masa lalunya. Ternyata baru kali ini dia bertemu dengan selingkuhan kekasihnya pada waktu itu.


"Kamu mengetahui hubungan kami?" tanya Magenta akhirnya.


Sementara Sean tidak ingin ikut andil dalam keributan kecil yang tidak jelas itu. Dia ingin sang istri menyelesaikan masalahnya dengan pria labil itu.


"Setidaknya aku berterima kasih padamu, Nona. Siapapun kamu, aku sangat bersyukur bisa menyadari dengan cepat kelakuan mantan kekasihku yang sok romantis itu," ucap Callista kemudian menggandeng erat tangan suaminya untuk keluar dari sana.


"Apa itu artinya, kamu sudah benar-benar melupakan Eros?" tanya Sean ketika berada di dalam mobil.


"Ish, memangnya aku masih mengharapkan lelaki yang jelas selingkuh di belakangku. Aku bersyukur, setidaknya perselingkuhan mereka menggiringku untuk menemukan suamiku," rayu Callista.


Istrinya itu benar. Jika bukan karena kejadian tidak sengaja yang Sean juga tidak tau bagaimana kronologisnya membuat mereka dipertemukan. Itu juga berkat asisten gercep yang luar biasa itu, Vigor Abraham.


🍒🍒🍒🍒🍒🍒TBC🍒🍒🍒🍒🍒



Sean Armstrong



Callista



Eros Kalandra



Magenta

__ADS_1


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Semoga visualnya suka 😍😍😍


__ADS_2