Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+
Dengan Cinta


__ADS_3

Dizon kembali ke kantornya. Dia memang bekerja dengan Felix, tetapi jabatan CEO dipegang oleh adiknya. Dizon tidak pernah iri karena adiknya pantas menyandang jabatan itu.


Dizon melihat perubahan yang sangat besar setelah Floy keluar. Sekretaris perempuan pertama yang membuat Dizon bisa bekerja dengan tenang dan nyaman.


Dizon belum pernah bertemu dengan sekretaris baru perusahaannya. Dia berharap akan lebih cekatan daripada Floy.


Tok tok tok.


"Masuk!" jawab Felix.


Felix sedang menyelesaikan beberapa berkas bersama sekretaris barunya.


Ceklek!


Glek! Tatapan mata Dizon langsung tertuju pada wanita seksi yang ada di ruangan adiknya.


Si*l! Siapa wanita itu? Batin Dizon.


Tatapan matanya tak lepas dari wanita yang saat ini sedang berkutat dengan berkas bersama adiknya.


"Kak? Sudah selesai urusanmu?" tanya Felix. Dia berdiri mendekati kakaknya.


Dizon menganggukkan kepalanya. Dia masih penasaran siapa wanita berada di dalam ruangan adiknya.


"Kamu tidak sedang selingkuh, 'kan?" bisik Dizon.


Felix menertawakan sikap kakaknya. Dia ini sedang bekerja, bukan bermain-main.


"Memangnya kakak pikir aku pria seperti apa?" balas Felix. "Rhiana, perkenalkan ini kakakku. Dia juga mengurus perusahaan ini selain aku." Felix menjelaskan.


Rhiana memutar badannya dan menatap pria yang dimaksud atasannya. Dia menelisik dari ujung rambut sampai ujung kaki.


Menarik! Batin Rhiana.


Rhiana mendekati pria itu kemudian mengulurkan tangannya. Dizon melakukan hal yang sama menjabat tangan sekretaris barunya.


"Rhiana, Tuan," ucapnya.


"Dizon Damarion."


Dizon melepaskan jabatan tangannya. Pria itu langsung meminta Rhiana untuk keluar sebentar. Ada urusan yang harus diselesaikan dengan adiknya.


"Rhiana, tolong kembalilah ke ruanganmu! Nanti kalau urusanku sudah selesai, aku akan memanggilmu kembali."


"Baik, Tuan."


Setelah Rhiana keluar dan menutup pintu ruangan, Dizon duduk di depan meja kerja adiknya. Begitu juga dengan Felix, dia sudah kembali ke kursi kebesarannya.


"Siapa yang menerima sekretaris seperti itu?" tanya Dizon.


"Lucky yang menyarankan. Aku hanya membaca curriculum vitae-nya dan menerimanya. Itu saja," jawab Felix enteng.


"Ck, dasar pria bodoh! Sekretaris tidak harus seseksi itu, Felix. Kalau ketahuan istrimu, bisa mencak-mencak wanita itu. Floy itu paling pas, sayang suaminya tidak mengizinkan dia bekerja lagi," ucap Dizon.

__ADS_1


"Aku sudah ketahuan, Kak. Padahal aku juga bukan pria playboy seperti kakak," ucapnya dengan tatapan sendu.


"Hemm, apa kamu pikir aku pria seperti itu?" Tatapan mata Dizon tak henti memindai wajah adiknya.


"Entahlah. Buktinya kakak bisa menghancurkan pernikahan Kak Sean dengan Diana," jawab Felix.


Aku hanya korban, Felix....


"Apa tanggapan istrimu?"


"Dia sangat kesal padaku. Dia pergi ke Mal dengan sahabatnya," ucap Felix memijit pelipisnya.


"Pulanglah! Selesaikan urusan kalian."


Mendengar ucapan kakaknya, Felix bergegas turun ke area parkir. Dia akan pulang lebih cepat dan memberikan kejutan untuk istrinya.


Tak lupa, dia mampir ke toko bunga untuk membelikan buket bunga khusus untuk istrinya. Setelah mendapatkan apa yang dibutuhkan, Felix dengan segera mempercepat laju kendaraannya.


Mobil telah memasuki area rumahnya. Melihat pintu ruang tamu terbuka, itu artinya Kayana sudah pulang terlebih dahulu.


Felix mengambil buket bunga kemudian masuk ke rumahnya. Sampai di ruang tamu, terlihat kosong.


Di mana Kayana berada?


Felix langsung menuju kamar utama juga kosong.


"Tidak ada di kamar," ucapnya.


"Sudah pulang, sayang?" tanya Kayana yang sedikit terkejut.


"Aku bawakan buket bunga untukmu. Sebagai permintaan maaf atas kesalah pahaman yang terjadi," ucap Felix. Pria ini sangat sulit berbasa-basi.


"Bukannya sudah clear? Aku sudah baik-baik saja, kok," ucap Kayana langsung menuju cermin. Dia juga menerima buket bunga pemberian suaminya dan diletakkan di atas meja riasnya, kemudian dia akan mengeringkan rambutnya yang sedikit basah.


"Kamu tidak marah?"


Kayana menggeleng. Dia bahkan sudah melupakan masalahnya setelah berbelanja banyak hal dengan sahabatnya.


Felix langsung memeluk istrinya dari belakang. Padahal Kayana baru saja melepas handuk dikepalanya.


"Biarkan seperti ini... Harum rambutmu sangat menggoda," rayu Felix.


"Ck, ini rayuan, pujian, atau apa?" sindir Kayana.


"Jangan seperti itu! Aku tau, kamu masih marah padaku. Untung saja Kak Dizon secepatnya mengingatkanku untuk menyelesaikan masalahnya denganmu," ucap Felix apa adanya.


Hah? Kak Dizon? Pria itu? Ah, yang benar saja. Kupikir dia adalah tipe pria yang... Ah, sudahlah... Setidaknya aku dan suamiku baik-baik saja.


"Yakin kakakmu berkata seperti itu?" tanya Kayana membalik badannya. Dia dan Felix masih pada posisi berpelukan.


"Kakakku itu baik. Hanya terkadang dia terlalu emosional. Apalagi menghadapi Kak Sean."


"Kak Dizon tau tentang rencana kalian untuk menjodohkannya dengan dokter Olivia?" Kayana penasaran.

__ADS_1


"Tidak! Hanya mama dan aku yang tau," ucapnya. Felix lalu mengecup kening istrinya. "Maafkan aku, Kay. Aku belum bisa mencintaimu sepenuhnya, tetapi aku akan selalu berusaha bersikap padamu dengan cinta."


Ucapan Felix membuat Kayana terkejut. Walaupun dia mendadak menikah dengannya, Kayana merasa mulai cemburu pada pria itu. Apalagi melihat kejadian di kantornya tadi.


Mengingat sekretarisnya yang sangat seksi itu, membuat Kayana menyudahi pelukan suaminya.


"Kenapa dilepaskan? Aku masih ingin memelukmu seperti barusan," protes Felix.


Kayana duduk di sofa kamar masih dengan bathrobe-nya yang sejak tadi digunakan.


"Aku merasa khawatir... Kamu akan tergoda oleh wanita itu," ucap Kayana menundukkan kepala dan menampakkan wajah sedihnya.


Felix mendekati istrinya. Dia duduk disebelahnya.


"Aku bukan pria yang suka selingkuh, Kay. Kamu jangan khawatir. Secepatnya aku akan mencintai dan menyayangimu," ucap Felix penuh keyakinan.


"Apa ucapanmu bisa kupercaya?" tanya Kayana yang menoleh pada suaminya.


"Tentu! Kau harus percaya. Suamimu ini bukan tukang selingkuh atau gampang kepincut wanita lain. Buktinya aku baru menikah denganmu. Kegagalanku dengan Zelene memang karena dia tidak mau menerimaku," ucapnya.


Kayana juga tau itu dari mulut Zelene langsung. Ternyata suaminya bisa berkata jujur.


"Terima kasih," ucap Kayana. Dia kemudian memeluk suaminya.


Felix mengusap kembut wajah istrinya. Dia yakin jika wanita ini benar-benar sangat mencintainya.


Kamu hadiah terindah untukku, Kay. Selamanya akan seperti ini.


Setelah puas bermanja dengan suaminya, Kayana kembali ke walk in closet. Dia mengganti bathrobe-nya dengan baju santai di sore hari.


"Mandi dulu, sayang," ucap Kayana.


"Iya, aku akan mandi dulu. Kamu mau kemana, sayang?"


"Aku mau menyiapkan makan malam untuk kita." Kayana beranjak ke dapur. Dia selalu menyiapkan semua makanan mulai pagi sampai malam.


Felix masuk ke bathroom. Dia berendam untuk beberapa saat sambil menikmati sore hari yang cerah. Masalahnya dengan istrinya ternyata sudah selesai. Sekarang perjuangan Felix untuk mencintai istrinya.


Felix tipikal pria yang gampang menerima, tetapi tidak mudah untuk mencintai. Mungkin penolakan masa lalunya yang membuatnya tidak gampang mencintai orang lain.


🍃🍃🍃🍃🍃TBC🍃🍃🍃🍃🍃


Jangan lupa like, vote dan komentarnya...


🥀🥀🥀🥀☕☕☕☕⭐⭐⭐⭐⭐ pun boleh diberikan.


Sambil menunggu update selanjutnya, yuk kepoin karya teman emak... Judulnya My Bos Cool Husband


Author : Morata


Terima kasih,... Luv yu All... 😍😍😍😍


__ADS_1


__ADS_2