
Yuk, mampir ke rekomendasi keren karya Bestie. Jangan lupa mampir dan tinggalkan jejaknya ❤️
Seorang gadis berambut panjang bernama Violetta, sedang duduk di atas kloset. Di tangannya kini sudah ada satu tabung kecil air seni dan sebuah alat tes kehamilan. Dia menelan ludah kasar sebelum memasukkan benda itu ke dalam tabung.
Vio berharap apa yang dia khawatirkan tidak terjadi. Perempuan itu sudah melewatkan siklus haid selama satu periode. Biasanya Vio tidak pernah mengalami hal tersebut.
Tangan Vio gemetar ketika mencelupkan test pack ke dalam wadah. Matanya tak lepas dari air seni yang mulai masuk ke dalam alat tersebut. Satu garis merah mulai tampak.
"Aku harap, aku tidak hamil," gumam Vio dalam hati.
__ADS_1
Beberapa detik kemudian, mata Vio melebar. Sebuah garis lainnya tercipta sebagai indikasi bahwa urinenya mengandung hormon HCG. Kaki Vio lemas seketika.
"Ini pasti salah! Nggak mungkin aku hamil!" Vio membuang wadah serta alat tes tersebut ke atas lantai kamar mandi.
Perempuan yang baru saja lulus wisuda satu minggu lalu itu, tak habis pikir dengan apa yang tengah menimpanya sekarang. Dia kembali menatap nanar benda-benda yang dia buang itu. Bayangan kemurkaan sang ayah kini membayangi dirinya.
"Aku harus datang ke dokter untuk memastikannya melalui USG!" Vio beranjak dari atas kloset, kemudian membuka pintu kamarnya.
Vio segera melangkah menuju garasi dan memanasi mobil. Sepanjang perjalanan menuju rumah sakit, jantungnya berdegup begitu kencang. Dia terus bergumam, berharap hasil tesnya salah.
Tak lama berselang, Vio pun sampai ke rumah sakit. Dia langsung mendaftarkan diri ke Poli Kandungan, lalu mengantri untuk menunggu giliran. Begitu namanya dipanggil, Vio langsung beranjak dari kursi dan masuk ke ruangan itu.
__ADS_1
"Selamat siang, Nona," sapa seorang dokter bernama Theo.
"Si-siang, Dok." Vio terbata-bata ketika menjawab sapaan Theo, dia meremas kemeja yang kini membalut tubuhnya.
"Ada yang bisa saya bantu?" Theo membuka sebuah map yang berisi data diri Violetta serta kertas laporan hasil pemeriksaan yang masih kosong.
"Be-begini, Dok. Tadi pagi saya mencoba melakukan tes kehamilan dan hasilnya ...." Vio menarik napas panjang, lalu mengembuskannya kasar.
"Positif ... tapi saya merasa tidak pernah melakukan hubungan suami istri dengan siapa pun, Dok." Suara Vio gemetar ketika menjelaskan apa yang sedang dia alami kepada sang dokter.
Perawat yang membantu dokter tampan itu mengerutkan dahi. Di jaman sekarang untuk negara bagian Amerika, rasanya sangat tidak mungkin masih ada perempuan yang berpacaran tanpa melakukan hubungan suami istri. Terlebih lagi, bagaimana bisa seorang perempuan tiba-tiba hamil tanpa melakukan hubungan ****?
__ADS_1