
Sesuai kesepakatan antara Mama Carlotta dan Felix, sore ini sepulang kerja, Mama Carlotta telah menunggunya di butik Queen yang ada di dalam Mal Sinar Galaxy.
Sementara Felix sudah mengabari Kayana. Dia berjanji pada calon istrinya itu untuk menjemput ke restoran XX. Sebenarnya Kayana menolak, mengingat mobil yang dipakai Felix terlihat sangat mewah. Gadis itu malu kepada beberapa karyawan lainnya. Dia takut akan digunjingkan sebagai gadis simpanan orang kaya. Tetapi karena Felix memaksa, akhirnya Kayana mau dijemput olehnya.
Pergantian shift karyawan restoran sedang berlangsung. Kayana bergegas untuk keluar karena sudah ada janji dengan Felix. Dia menunggunya di depan restoran yang agak jauh dari jangkauan rekan kerjanya.
Apalah arti netizen jika tidak peka terhadap sesuatu yang berbeda. Mereka melihat jika rekan kerjanya seperti seseorang yang sedang menunggu. Memang benar, Kayana sengaja meninggalkan motornya di tempat parkir karyawan.
"Eh, tumben lo, Kay. Mau pulang jalan kaki, Non?" ucap salah seorang karyawan yang kebetulan lewat memakai motor.
"Enggak. Gue udah dijemput," ucapnya.
"Eh, tumben. Udah punya gebetan baru lagi, lo? Galen Austin, apa kabar? Jangan-jangan lo selingkuh dari doi!" ucap karyawan lainnya.
"Ah, iya. Kekasih lo kemana?"
Kayana tidak mau meladeni ucapan rekan kerjanya. Dia lebih memilih fokus menunggu kedatangan Felix.
Felix turun dari mobil lalu menghampiri Kayana. Banyak mata yang memandang takjub pada pria tampan itu, tetapi juga banyak yang tidak suka kepada Kayana. Dia sudah seperti seorang cinderella yang dijemput pangerannya.
"Wah, Daddy gula yah, Kay? Keren bener!"
"Duh, sekarang jadi simpanan Om-om ya, Kay!"
"Bentar lagi pasti resign, nih! Persis sama Callista. Mereka berdua 'kan seperguruan."
Masih banyak lagi ocehan tak bermutu yang didengar Felix. Pria itu sadar, tidak gampang hidup berdampingan dengan netizen seperti yang dihadapi Kayana saat ini. Apalagi Kayana dan dirinya seperti langit dan bumi. Semua orang pasti akan mempermasalahkannya. Penilaian orang hanya berdasarkan dari kacamata masing-masing.
"Maaf, tolong bicara yang sopan terhadap calon istri saya!" ucap Felix yang memberikan pukulan telak pada mereka.
Awalnya mereka seperti terkejut mendengar ucapan pria tampan yang berkharisma itu. Lambat laun, mereka menyadari ketidak sesuaian apa yang dilihatnya. Bukan netizen namanya jika tidak punya bahan untuk dilontarkan. Apalagi melihat di depannya sudah seperti cerita cinderella.
"Mana mungkin?"
"Iya, pasti Kayana meminta Om itu berbohong. Mana mungkin? Nggak mungkin, kan?"
"Jangan mengadi-ngadi, Kay! Lo lagi mimpi di siang bolong, yah!"
"Hanya sebuah drama!"
"Jangan-jangan, Kayana jadi pelakor tuh!"
Bosan mendengar ocehan buruk mereka tentang calon istrinya, Felix menggandeng tangan Kayana. Secepatnya mereka harus meninggalkan restoran XX karena Mama Carlotta sudah menunggunya.
"Wah, doi pergi tuh! Lihat, gimana mesranya pria itu!"
"Wah, terlihat sangat berani!"
Semua mata memandang dengan tatapan tidak percaya.
Mereka sampai di tempat parkir. Felix membukakan pintu mobil untuk Kayana.
__ADS_1
"Terima kasih, Kak. Harusnya tidak seperti ini. Aku bukan gadis manja," ucap Kayana ketika mereka berdua sudah di dalam mobil.
"Tak apa, Kay. Sudah seharusnya aku bersikap seperti itu pada mereka," jawab Felix.
"Terima kasih, Kak."
Sepanjang perjalanan ke Mal Sinar Galaxy, Kayana lebih banyak diam. Dia berpikir mengenai calon mama mertuanya.
Apakah orangnya baik? Bisa menerima gue apa adanya? Rasanya gue takut banget!
"Kenapa diam?" tanya Felix.
"Sedang memikirkan calon mama mertua. Kira-kira dengan perbedaan yang mencolok, apakah mama mertua bisa menerimaku?" Kayana ragu. Dia bahagia mendapatkan pria sebaik Felix, tetapi dia takut pada keluarga besarnya.
"Mamaku orang yang sangat baik. Kau akan nyaman berada didekatnya," ucap Felix menenangkan gadis itu.
Mobil telah memasuki area parkir Mal, Kayanya turun. Dia masih menahan diri untuk tidak masuk terlebih dahulu. Dia menata hatinya agar merasa nyaman bertemu calon mama mertuanya.
"Kenapa berdiri di situ? Ayo masuk! Mama sudah menunggu, loh!" Felix langsung menggandeng tangan Kayana.
Mereka sampai di butik Queen, Mama Carlotta menyambut kedatangan calon menantunya.
"Halo, sayang. Perkenalkan mamanya Felix, Carlotta," ucapnya seraya memeluk gadis itu.
"Kayana, tante," jawab Kayana.
"Kau sangat cantik sekali, sayang," bisik Mama Carlotta.
"Ayo langsung saja fittingnya. Pegawai butik sudah menyiapkan beberapa pilihan untukmu, sayang," ucap Mama Carlotta menggandeng Kayana.
Mamanya Kak Felix ternyata baik sekali. Jauh dari bayangan gue sebagai mertua galak!
Fitting gaun pengantin dimulai. Kayana diminta untuk mencoba beberapa gaun dan langsung menunjukkannya pada Mama Carlotta dan calon suaminya, Felix.
Gaun pertama yang dipakai, Felix terus saja mengomentarinya dengan sebuah kata cantik hingga gaun terakhir yang dicoba Kayana.
"Cantik," ucapnya.
"Iya, itu juga sangat cantik," jawab Felix.
"Ini juga cantik," lagi-lagi Felix selalu menyematkan kata cantik.
"Felix, semuanya memang cantik. Calon menantu Mama sangat cantik, bukan?" goda Mama Carlotta.
Kayana tersenyum malu melihat tingkah ibu dan anak itu. Setelah selesai untuk Kayana, barulah Felix yang mencoba beberapa jas untuk dirinya.
Kayana speechless melihat calon suaminya terlihat sangat tampan dengan berbagai model jas yang dikenakannya.
Ini sempurna sekali! Tampan... Om Sean mah lewat.
"Sayang, hei... Kenapa melamun, Nak?" tanya Mama Carlotta.
__ADS_1
"Eh, enggak tante! Kayana merasa senang bisa melihat Kak Felix mencoba beberapa jasnya," ucap Kayana beralasan.
"Felix memang anak Mama yang paling tampan," puji Mamanya membuat wajah Kayana bersemu merah karena malu.
Kayana tak menampik, untuk ukuran calon suami seperti Felix adalah idaman banget. Selain terlihat sangat matang, pria kaya itu sangat pekerja keras.
"Sudah selesai, Ma? Mau langsung pulang atau mampir dulu," tanya Felix.
"Tunggu! Mama mau ke pegawai butik dulu. Biar semua gaun yang sudah kita pilih dan cocok bisa segera diantar ke rumah," ucapnya kemudian meninggalkan keduanya.
"Tante sangat baik ya, Kak?" ucap Kayana.
"Panggil Mama, Kay! Sebentar lagi juga akan menjadi Mama kamu," ucap Felix.
"Maaf, Kak! Belum terbiasa," jawab Kayana dengan senyum mengembang dibibirnya.
"Makanya... Biasakan!" ucap Felix akhirnya.
Mama Carlotta kembali pada mereka. "Semuanya sudah beres, sayang. Jadi mau makan dulu atau langsung pulang?"
"Langsung pulang saja, tante. Takutnya kemalaman di jalan," jawab Kayana.
Kayana meminta pulang terlebih dahulu karena dia harus kembali lagi ke restoran XX untuk mengambil motornya. Felix sebenarnya sudah menawarkan untuk mengantarkan gadis itu langsung pulang ke rumahnya, tetapi ditolaknya dengan alasan tidak ada kendaraan untuk menuju ke restoran esok hari. Felix memakluminya.
"Baiklah, sayang. Kemarilah! Peluk Mama!" pintanya pada Kayana.
Kayana melakukan hal yang diminta calon mertuanya.
"Jaga Felix dengan baik, sayang! Dia pria yang sangat baik. Kau tidak akan menyesal telah menerimanya," bisik Mama Carlotta pada gadis itu.
Mama Carlotta sangat menyayangi Felix. Wanita paruh baya itu takut jika Felix akan gagal lagi sebelum hari pernikahannya. Felix tipikal pria yang menerima apa adanya, sehingga kegagalan pernikahannya di anggap sebagai cobaan untuk dirinya.
"Iya, tante," jawab Kayana.
Keduanya melepaskan pelukan. Felix langsung mengantar Kayana kembali ke restoran XX, sementara Mama Carlotta sudah dijemput sopir keluarga Damarion. Hari ini, Mama Carlotta terlihat sangat bahagia.
Calon menantuku gadis yang sangat cantik. Semoga dia bisa mendampingi Felix dan menjadikan pria itu yang paling beruntung mendapatkannya.
😍😍😍😍TBC😍😍😍😍
Semoga suka dengan ceritanya kali ini. Jangan lupa like, vote dan komentarnya...
Sambil menunggu part selanjutnya, kuy kepoin karya teman emak yang gak kalah keren. Karya ini dibuat karena adanya even. Cus kepoin!
Judul : Berbagi Cinta : Hasrat Terlarang Suamiku
Author : JBlack
Terima kasih. Luv Yu All... 😍😍😍😍
__ADS_1