Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+
Merayu Dizon


__ADS_3

Felix sudah berusaha sekeras mungkin untuk membuat kakaknya bisa membuka hati. Target wanita yang akan dikenalkan dengan kakaknya sudah ditemukan, tetapi mengenai rencananya, Felix harus meminta bantuan seseorang.


"Sayang, hari ini kita akan pindah ke rumah baru. Tetapi ada sedikit masalah untuk Kakakku," ucap Felix pada istrinya.


"Masalah apa?" tanya Kayana yang sedang melipat selimut.


Semalam keduanya gagal untuk melakukan malam pertamanya. Kayana belum siap untuk yang kedua kalinya dan Felix tetap bersabar.


"Aku harus membujuk Kak Dizon supaya mau ikut dalam acara malam pergantian tahun itu," ucapnya.


Hari ini, Felix rencananya masuk ke kantor. Dia tidak terbiasa meninggalkan pekerjaannya selama berhari-hari. Baginya, dua hari sudah lebih dari cukup.


"Biasanya Kak Dizon akan mendengarkan ucapan siapa?" tanya Kayana.


Oh, iya. Apa aku harus bicara sama Mama, ya?


"Mama. Baiklah selepas sarapan pagi, aku akan menemui Mama sebentar. Kamu tidak apa-apa, kan? Menunggu di sini sampai aku pulang kerja?" ucap Felix.


Bagaimana ya? Apa aku harus menunggu? Kalau sama Mama mertua nggak masalah. Papa mertua yang membuat tidak nyaman.


Kayana menggeleng. "Maaf, bukannya aku tidak mau menunggu. Tetapi aku merasa tidak nyaman berada di sini."


"Baiklah. Mungkin mau ke tempat Kak Sean, silakan saja," ucap Felix.


Setelah dipikir ulang, akhirnya Kayana mau menunggu di rumah keluarga Damarion.


"Tidak! Kutunggu disini saja. Kasian Mama mertua, mungkin butuh teman ngobrol," ucapnya.


"Baiklah. Ayo kita ke ruang makan. Jangan sampai terlambat. Papa pasti ngomel lagi," ajaknya.


Di ruang makan sudah ada Mama Carlotta dan Dizon. Papanya tidak nampak sepagi ini.


"Pagi Ma, Kak Dizon... Papa mana?" sapa Felix.


"Pagi sayang... Pagi juga menantu Mama," ucap Mama Carlotta.


"Pagi, Ma...," balas Kayana.


Dizon hanya diam saja melihat interaksi ketiga orang dihadapannya. Dia fokus dengan sarapan paginya karena setelah ini harus berangkat ke kantor.


"Ma, aku langsung berangkat," pamit Dizon akhirnya.


"Hati-hati, sayang," ucap Mama Carlotta.


Setelah kepergian Dizon, Felix mengulang pertanyaan tentang papanya.


"Ma, Papa kemana?" tanya Felix.


"Oh ya ampun, Mama lupa! Papamu sejak pagi sudah pergi. Katanya ada pekerjaan di luar kota untuk dua hari ke depan," jawab Mama Carlotta.


Huft, untung saja! Jika ada papa mertua, aku merasa tidak nyaman.


Kayana mengambilkan makanan untuk suaminya, sedangkan Felix melanjutkan obrolannya.

__ADS_1


"Ma, sebenarnya aku ada hal penting yang ingin dibicarakan. Tunggu setelah sarapan pagi selesai, ya!" ucap Felix.


"Masalah apa?"


"Nanti saja, Ma." jawab Felix.


Mereka bertiga menikmati sarapan paginya dalam diam. Setelah itu, Felix meminta mamanya untuk berbicara di kamarnya. Ruangan yang sangat privasi dan jauh dari jangkauan siapapun.


"Apa yang ingin kau bicarakan, nak?" ucap Mama Carlotta ketika hanya berdua saja dengan Felix di kamarnya. Kayana sedang membantu membereskan meja makan.


"Aku sudah menemukan wanita yang pas untuk Kak Dizon, Ma. Tapi, aku merasa kesulitan untuk mengajaknya pergi tepat di malam pergantian tahun, Ma. Apa Mama bisa membantu?"


"Kemana?" tanya Mama Carlotta. Wanita paruh baya itu tidak menanyakan siapa wanita itu karena dia yakin jika putra bungsunya akan memberikan yang terbaik untuk kakaknya.


"Villa keluarga Armstrong. Kami akan pergi bersama beberapa orang, Ma," ucap Felix menjelaskan.


"Rasanya kakakmu akan sangat sulit jika harus pergi ke sana. Apalagi kesalah pahamannya dengan Sean belum berakhir," Mama Carlotta menyayangkan. Ini terlihat sangat sulit untuk membujuk putranya.


"Lalu, aku harus bagaimana, Ma?" tanya Felix.


"Ajak Mama ke kantor. Mama akan berbicara langsung padanya," ucap Mama Carlotta meninggalkan kamar putranya untuk bersiap. Ketika melewati meja makan, Mama Carlotta melihat menantunya di sana sedang bersama beberapa pelayan. Mama Carlotta hanya tersenyum memandang menantunya itu.


Sekirar sepuluh menit, Felix keluar kamar untuk berpamitan pada istrinya.


"Sayang, kemarilah!" panggil Felix.


Kayana dan Felix mendekat. Pria itu memberikan kecupan kening yang sangat romantis membuat Kayana salah tingkah.


"Aku kerja dulu, sayang. Minta tolong beberapa pelayan untuk membantumu menyiapkan barang mana yang ingin kamu bawa. Untuk beberapa bajuku, biarkan saja disini. Di rumah baru sudah kusiapkan semuanya," ucap Felix.


"Surat resign untuk restoran XX akan kukirim hari ini. Kamu tak perlu kemana-mana," ucap Felix, mengingat dia masih ada janji dengan istrinya mengenai hal itu.


"Baiklah," ucapnya pasrah.


Malam ini, rencananya dia akan membawa istrinya pindah ke rumah barunya yang tidak terlalu jauh dari kantor.


"Sayang, kau di rumah saja, yah? Mama ada perlu ke kantor Felix," pamit Mama Carlotta pada menantunya.


Sekitar setengah jam, mobil Felix memasuki area parkir kantor Damarion Corporation. Jabatan Felix dan kakaknya, memang masih lebih tinggi kakaknya. Tetapi yang lebih sering mengurus kantor Damarion adalah Felix. Kakaknya bertugas ke berbagai negara.


"Mama langsung ke ruangan Dizon," pamitnya pada Felix.


Ruangan yang terletak di lantai teratas gedung dan berseberangan dengan ruangan Felix adalah tempat Dizon bekerja.


Mama Carlotta mengetuk pintu.


Tok tok tok.


"Masuk!" jawab Dizon dari dalam.


Ceklek!


"Mama? Ada perlu apa menemuiku?" tanya Dizon ketika melihat yang masuk ruangannya adalah sang Mama.

__ADS_1


Mama Carlotta tidak langsung menjawab pertanyaan putranya. Dia menutup pintu terlebih dahulu baru kemudian duduk di hadapan putranya.


"Boleh Mama duduk?" izinnya.


"Tentu, Ma!"


"Sayang, apa kau tidak ingin menikah?" pertanyaan Mama Carlotta mengejutkan dirinya. Dizon pikir setelah Felix menikah, Mama tidak akan lagi menanyakan pertanyaan konyol yang sebenarnya enggan untuk dijawab.


"Tidak!" Dizon mengalihkan pandangannya.


"Kenapa?"


"Tak ada alasan untuk kujelaskan, Ma. Tidak ya tidak! Kenapa Mama menanyakan itu?"


"Sayang, usiamu tiga puluh delapan tahun. Akan sampai kapan kau akan terus menyendiri?" tanya Mama Carlotta.


Kenapa Mama selalu memaksaku untuk menikah? Aku tak masalah akan menyendiri selamanya.


"Aku tidak tau, Ma!"


Mama Carlotta akan menyampaikan rencana Felix pada kakaknya.


"Malam akhir tahun, kau akan pergi kemana?"


Ada apa sebenarnya? Kenapa sekarang mama ingin tau semua kegiatanku?


"Aku belum tau, Ma. Memangnya kenapa?"


"Mama ingin mengajakmu menikmati pergantian akhir tahun di Villa keluarga. Apa kau mau?" Mama Carlotta tidak bisa berterus terang jika Villa yang dimaksud adalah milik keluarga Armstrong.


"Aku tidak bisa, Ma! Seperti kurang kerjaan saja," ucap Dizon sembari melihat laporan beberapa karyawannya.


Harus bagaimana aku merayu anak itu. Rencana Felix sudah matang, tetapi akan sulit membawa Dizon menemui wanita itu.


"Setuju atau tidak, Mama mau kau ikut!" bujuk Mamanya.


Dizon bukan tipikal orang yang mau dipaksa, tetapi dia suka memaksa. Ajakan Mamanya dianggap seperti angin lalu.


"Tidak, Ma! Ajak saja Felix dan menantu Mama itu," Dizon memutuskan untuk tidak ingin pergi bersama Mamanya.


Benar dugaan Felix, ini akan sangat sulit untuk membujuk putra sulungnya. Lalu, bagaimana rencana selanjutnya? Mama Carlotta belum memikirkannya.


🍓🍓🍓🍓TBC🍓🍓🍓🍓


Sambil menunggu update selanjutnya, jangan lupa mampir ke karya teman emak


Judulnya : Berbagi Cinta : Istri Kedua Suamiku


Author : @Miss_Kha11


jangan lupa tambahkan ke favorit. Terima kasih


Luv Yu All 😍😍😍😍

__ADS_1



__ADS_2