Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+
Terhalang restu Mama


__ADS_3

Vigor kembali lagi ke rumah sakit. Dia meminta kakak iparnya untuk pulang ke apartemen.


"Kak, sebaiknya langsung pulang saja. Kasian kakak ipar sendirian di apartemen. Untuk beberapa hari ke depan sampai Ze pulang, aku mau izin cuti kerja. Tidak masalah 'kan, Kak?" ucap Vigor ketika sampai di ruang rawat istrinya.


"Iya, Vigor. Jaga Zelene dengan baik. Lekas sembuh ya, Ze," ucap Sean.


"Iya, Kak. Terima kasih," balas Zelene.


Sean bergegas menuju ke tempat parkir mobilnya. Secepatnya dia mengemudikan kendaraannya supaya lekas sampai ke apartemen. Dia sudah merindukan istrinya.


Beberapa hari ke depan, dia akan bekerja seorang diri tanpa asistennya. Sebenarnya dia ingin mengajak istrinya untuk ikut ke kantor, tetapi ketika Sean ingat kelakuan istrinya yang membuat rusuh, diurungkan niatnya.


Sepanjang perjalanan, Sean masih memikirkan mamanya. Bagaimanapun, dia adalah wanita yang melahirkannya dan Zelene. Sean ingin mengabari kabar bahagia itu, tetapi diurungkannya.


Apa sebaiknya aku menunggu Zelene pulang dari rumah sakit? Setelah itu, kami akan berkunjung ke rumah mama.


Mobil mulai memasuki basemen apartemen. Dia bergegas turun kemudian naik ke unitnya.


Kira-kira istriku sedang apa, yah?


Ceklek!


Sean membuka unitnya. Ruang tamu terlihat sepi, tetapi dia mencium aroma masakan yang menguar sampai ke ruang tamu.


Rupanya istriku sedang memasak.


Sean langsung menuju ke dapur. Dilihatnya sang istri sedang menyiapkan makan malam.


"Kamu tidak capek, sayang?" tanya Sean. Dia berdiri di belakang istrinya.


"Eh, suamiku sudah pulang. Enggak, malah rasanya pingin berkutat di dapur terus," ucapnya. "Bagaimana kondisi Zelene?"


"Masih seperti tadi. Dia masih terlihat lemah. Vigor sudah kembali, makanya aku bisa pulang," jawab Sean.


"Sebaiknya tunggu di meja makan. Aku akan menyiapkan makan malam," ucap Callista.


Callista menyiapkan soto ayam spesial. Seperti biasa, dia akan memasak tanpa bahan cabe. Dia menyiapkan sambal untuk dirinya sendiri.


Callista menata makanannya di meja makan. Dia juga menyiapkan lemon hangat sebagai minumannya.

__ADS_1


"Sayang, ayo makan dulu. Setelah itu aku mau ngobrol di kamar. Ada hal penting yang ingin kubicarakan," ucap Callista.


Apa yang ingin Callista bicarakan denganku?


Sean mengambil piring dan mengisinya dengan nasi, ayam suir, dan kuah soto yang sedap baunya. Dia langsung memakannya dengan lahap. Begitu juga dengan Callista. Dia tak lupa menaruh sambal kemiri buatannya.


"Hemm, harum sekali bau sambal itu. Sayang aku tidak bisa memakannya," ucap Sean di sela-sela makannya.


"Sudah, makan saja dulu. Nanti dilanjutkan lagi ngobrolnya. Nikmati saja makannya selagi kutemani," ucap Callista.


Maafkan aku, sayang. Hanya tinggal beberapa bulan lagi kelahiran anak kita. Aku tidak sanggup menerima kenyataan jika harus berpisah denganmu. Tetapi mama mertua tidak bisa menerimaku, aku bisa apa?


Setelah makan malam usai, Callista membereskan meja makan. Dia langsung mencuci semua piring kotor dan peralatan masak lainnya yang belum dicuci sebelumnya. Sean tetap menunggunya di meja makan.


"Apa yang ingin kamu bicarakan denganku, sayang?" tanya Sean. Dia kepikiran ucapan istrinya.


"Tentang kelanjutan pernikahan kontrak kita," jawab Callista.


Deg!


Pikiran dan hati Sean menjadi tidak karuan manakala sang istri menyebut pernikahan kontraknya itu. Dia memang menikahi Callista dan mengikatnya dengan surat perjanjian. Bisa saja Sean membatalkannya secara sepihak, namun dia sudah terlanjur mencintai istrinya itu. Sekarang, di kehamilan istrinya yang memasuki trimester dua dan hanya tinggal beberapa bulan lagi akan melahirkan, Callista malah menyinggung tentang nikah kontraknya itu.


Callista masih berkutat dengan alat dapurnya sambil memikirkan kata apa yang tepat untuk disampaikan pada suaminya.


"Aku akan meminta suamiku untuk mengakhiri pernikahan kontrak ini. Daripada kedepannya akan semakin rumit. Mama mertua tidak bisa menerimaku. Pernikahanku juga tidak diketahui banyak orang. Pasti mereka kira seorang Sean Armstrong masih sebagai seorang duda," ucap Callista. Dia baru saja menyelesaikan pekerjaannya.


Lama Callista berada di dapur untuk memikirkan beberapa rencana kehidupannya jika dirinya resmi menyandang status janda dari pengusaha kaya, Sean Armstrong.


"Dulu, aku yang mengubah statusnya dari duda menjadi pria beristri. Sebentar lagi, aku akan mengembalikannya sebagai seorang duda. Dia juga akan memberikan gelar janda padaku," ucap Callista. Dia tidak berpikir jauh untuk mengatakan ini pada suaminya.


Dengan langkah gontai dan hati yang sedikit cenat-cenut, sebentar lagi Callista akan menciptakan keributan yang sangat besar. Dia bisa saja membangkitkan amarah Sean yang tidak terduga itu. Perlahan namun pasti, malam ini dia akan meminta kejelasan tentang pernikahan kontraknya.


Ceklek!


Callista membuka pintu. Dia melihat suaminya sudah bersandar pada headboard ranjang yang selalu menjadi saksi pertempuran hebat mereka. Dia sedang memejamkan mata. Ketika mendengar suara pintu dibuka istrinya, Sean membuka mata.


"Duduklah di sini, sayang!" Sean menunjuk ranjang di sebelahnya.


Callista duduk. Dia memandang sendu wajah suaminya. Inikah akhir yang sebenarnya? Akhir dari bahagia yang selama ini dijalaninya.

__ADS_1


"Aku ingin mengatakan hal penting padamu." Callista tertunduk. Seperti tidak akan sanggup untuk mengatakannya.


"Katakan saja!" ucap Sean setenang mungkin.


"A-aku ingin mengakhiri pernikahan kontrak kita," ucap Callista. Dia menatap lekat manik mata suaminya. Keberanian yang sangat luar biasa baginya.


Jeduar!


Sean tidak menyangka istrinya akan mengatakan hal itu. Dia tidak pernah punya pikiran untuk menceraikannya. Dia berusaha menahan emosinya melihat istrinya sedang hamil.


"Berikan sebuah alasan padaku. Kenapa kamu menginginkan pernikahan kita berakhir? Apa kamu sudah memikirkan risiko apa yang akan kamu hadapi di kemudian hari?" tanya Sean.


Iya, aku sudah memikirkannya. Aku akan pergi sejauh mungkin dari kehidupanmu. Aku akan melahirkan dan membesarkan anak ini seorang diri tanpa bayang-bayang mertua yang tidak pernah merestuiku. Aku merasa tidak berharga di hadapan wanita paruh baya itu. Aku seperti wanita asing yang merebut putranya. Aku memisahkan seorang anak dari ibunya.


"Kenapa kamu diam? Apa kamu sudah yakin dengan keputusanmu? Jika alasan yang kamu berikan masuk akal, aku akan membatalkan pernikahan kontrak kita." Sean sebenarnya sudah tidak tahan dengan sikap istrinya yang tiba-tiba meminta pisah darinya. Tetapi sebaik mungkin dia berusaha mendengar keluh kesah yang dihadapi wanita hamil itu.


Aku tidak akan pernah menceraikanmu, Callista. Permohonanmu tidak akan pernah aku kabulkan!


"Aku ingin mengakhirinya karena sampai saat ini mama mertua tidak pernah merestui pernikahan kita. Mengenai syarat yang diajukan, itu bukti bahwa mama tidak pernah menyukaiku. Aku belum tau jenis kelamin bayi dalam kandunganku, tetapi aku yakin jika anakku perempuan. Mama mertua pasti akan memisahkan kita. Cepat atau lambat, itu pasti akan terjadi," ucapnya. Hati Callista terasa perih bagaikan terkena pisau kemudian mendapatkan siraman air jeruk lemon. Sangat perih sekali.


Sean belum merespon ucapan istrinya. Dia masih memikirkan kata yang tepat agar tidak menyakiti hati wanita yang dicintainya itu. Sean bisa saja tegas, tetapi akan menyakiti keduanya. Dia harus memikirkan cara untuk membuat Callista percaya jika tidak ada kata perpisahan di antara keduanya.


🍓🍓🍓🍓🍓TBC🍓🍓🍓🍓🍓


Aduh, Callista dah tak tahan guys... Sean masih mencari cara untuk menaklukkan mamanya...


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya...


🥀🥀🥀🥀☕☕☕☕⭐⭐⭐⭐⭐ jangan lupa dikirimkan agar emak semakin bersemangat...


Sambil menunggu update, yuk mampir di karya teman emak yang baru menetas... fresh... Yuk kepoin...


Cintaku Tak Semanis Es Cream Author SyaSyi


Yang ingin mengenang masa sekolah dengan mengejar cinta pertama tapi tidak kesampaian, duh rasanya kek mana ya? Anggap saja baca sambil mengenang masa lalu yang lucu namun meresahkan itu... 😁😁😁


Terima kasih. luv yu all... 😍😍😍😍


__ADS_1


__ADS_2