
Ballroom Hotel Starlight.
Pagi ini, seluruh keluarga Damarion sudah berkumpul. Papa Denzel, Mama Carlotta, Dizon, dan seluruh pelayan rumah utama ikut andil menyaksikan hari bahagia yang akan digelar beberapa jam lagi.
Felix, calon pengantin pria sedang berada di kamar hotelnya sejak semalam. Pagi ini, dia juga meminta sopir keluarganya untuk menjemput calon istrinya.
"Ma, bagaimana persiapan Felix?" tanya Dizon. Pria ini, sekarang sudah bisa bersikap lebih lembut dari biasanya.
"Biarkan saja dia. Sudah ada yang mengurusnya. Kita tunggu kedatangan tamu undangan saja," ajak Mama Carlotta.
Dari jauh, nampak rombongan tamu undangan yang berasal dari keluarga Armstrong. Sean, Callista, Zelene, dan Vigor. Sementara Mama Jelita belum menampakkan batang hidungnya.
"Selamat datang, Sean... Apa kabar kalian?" sapa Mama Carlotta ramah.
Sementara Dizon dan Sean masih dengan tatapan yang tidak suka. Callista berusaha membuat mereka menjauh.
"Maaf, tante. Kabar kami semuanya baik. Boleh kami ke sana?" tunjuk Callista pada tempat untuk melakukan sesi foto yang disiapkan untuk tamu undangan.
"Iya, silakan," ucap Mama Carlotta.
Ketika Sean dan yang lainnya sedang menikmati moment langka untuk bisa berfoto bersama, dari jauh Mama Jelita datang seorang diri. Dia tidak membawa Diana dan Willow karena setelah kejadian kemarin, pada malam harinya Diana memutuskan untuk kembali ke negaranya.
Mama Jelita berjalan mendekati keluarga Damarion. Mama Carlotta memeluk wanita yang hampir menjadi besannya itu dengan pelukan hangat dan sangat ramah.
"Terima kasih sudah datang, Jeng. Itu di sana anak dan menantumu sudah datang semua," ucap Mama Carlotta menunjuk keberadaan Sean dan yang lainnya.
Mama Jelita menoleh sekilas. Melihat kedua anaknya terlihat sangat bahagia, berbanding terbalik dengan dirinya yang merasa tidak puas mendapat menantu seperti mereka. Yang satu, gadis tidak jelas asal usulnya dan satunya lagi, asisten biasa yang berasal dari kaum rendahan.
Mama Jelita berusaha memaksakan untuk tersenyum.
"Memang, calon istrinya Felix itu dari bangsawan mana Jeng?" tanya Mama Jelita. Seharusnya yang jadi besannya adalah dirinya. Tetapi karena Zelene menolak, semuanya serba berubah.
"Bukan dari kalangan bangsawan, Jeng. Asal Felix setuju, aku tidak akan melarangnya. Kebahagiaan Felix lebih utama, Jeng," ucap Mama Carlotta dengan semringah. Sementara Papa Denzel dan Dizon sudah pergi untuk menjemput Felix.
Jeng Carlotta nyindir aku, nih. Coba saja Zelene mau sama Felix. Ballroom ini bakalan semakin meriah. Ish, anak itu memang susah diatur!
Setelah selesai melakukan sesi foto bersama, Sean dan yang lainnya kembali ke tempat Mama Carlotta berada. Di sana juga ada Mama Jelita.
"Mama... Kapan Mama datang?" sapa Zelene.
__ADS_1
"Barusan, Ze. Kau sama siapa saja?" tanya Mama Jelita berpura-pura. Dia tau jika anak bungsunya itu datang bersama suaminya.
"Kak Sean, kakak ipar, dan suamiku, Ma," jawab Zelene semringah.
Sean dan Callista bergandengan tangan erat sekali. Callista sebenarnya ingin menyapa Mama mertuanya, tetapi rasanya kelu dilidah.
Apa aku coba mendekati Mama mertua ya? Tapi, aku sangat takut sekali.
"Ma, ini istriku, Callista...," Sean berusaha membuat istrinya bisa kenal dengan Mamanya.
Callista melepaskan pegangan tangan suaminya dan mengulurkan tangan untuk menjabat Mama mertuanya.
"Callista, Ma...," ucapnya.
Mama Jelita enggan merespon menantunya yang tidak selevel itu.
Ck, Mama Jelita selalu saja begitu. Tau gitu, aku minta kakak ipar untuk memindahkannya ke planet pluto saja. Biar tidak bikin gaduh. Batin Vigor.
Callista memundurkan lagi tangannya setelah tidak direspon oleh Mama mertuanya. Mereka sedang beruntung karena sebentar lagi prosesi pernikahan akan berlangsung. Jika tidak, Sean jelas akan sangat marah karena Mamanya mengabaikan istrinya.
Felix dan Kayana memasuki Ballroom. Mereka sangat serasi sekali. Banyak pasang mata yang memandangnya takjub. Walaupun berbeda level, tetapi keduanya berusaha untuk bisa menerima kekurangan dan kelebihan masing-masing.
Beberapa tamu undangan tampak antusias melihat sepasang pengantin baru itu. Sebelum mereka meninggalkan Ballroom untuk berganti dengan gaun lainnya, Felix ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting.
"Selamat datang semuanya. Terima kasih sudah menjadi saksi pada pernikahan kami. Tepat di tanggal Dua puluh empat Desember ini, kami telah mengikrarkan diri sebagai sepasang suami istri. Kami sangat bahagia dan semoga kalian pun demikian. Terima kasih untuk seluruh keluarga Damarion yang sudah menyiapkan acara ini dan untuk tamu undangan, silakan menikmati pestanya. Terima kasih," ucap Felix kemudian menggadeng erat istrinya itu untuk kembali ke kamar hotelnya.
Sementara Callista terlihat sangat diam. Dia bahkan seperti tidak dianggap oleh Mama mertuanya. Dia mengajak Sean untuk memilih tempat yang sangat jauh dari Mama mertuanya.
"Kenapa terlihat bersedih, sayang? Apa yang sedang kau pikirkan? Apa kau menginginkan pesta pernikahan seperti Kayana?" tanya Sean.
"Tidak! Aku bersedih bukan karena itu, sayang. Aku bersedih karena Mama mertua mengabaikanku. Melihat Kayana sangat dekat dengan Mama mertuanya, rasanya aku ingin seperti dirinya. Mengenai resepsi pernikahan, tidak pernah terlintas sedikitpun dipikiranku," ucapnya.
Maafkan aku, sayang. Aku janji akan membuat Mama bisa menerimamu dan menjadi Mama mertua yang paling baik untukmu.
Ketika sedang mengobrol berdua, tiba-tiba dari sudut lain terjadi keributan. Sean dan Callista penasaran ada apa sebenarnya di sana?
"Sayang, kenapa sangat ramai seperti itu?" tanya Callista.
"Entahlah, sayang. Kita lihat saja!" ajak Sean.
__ADS_1
Keributan itu di kerumuni oleh tamu undangan yang lain. Setelah Sean bisa melihatnya, ternyata nampak Dizon sedang kesal pada seorang wanita yang tidak sengaja menabrak dirinya dan menumpahkan minuman di jas yang dipakainya. Wanita itu sudah meminta maaf, tetapi Dizon menolaknya. Dia ingin agar wanita itu bertanggung jawab untuk mengembalikan jasnya seperti semula.
"Mana bisa seperti itu, Tuan arrogant? Harusnya itu dilepas dulu baru dibersihkan," ucap wanita itu. Tetapi pria di hadapannya itu bersikeras agar wanita itu mengambil beberapa tissue untuk membersihkannya secara langsung.
"Seperti yang kubilang tadi, bersihkan dengan tissue sampai bersih. Jangan ada penolakan!" ucapnya membuat semua tamu undangan fokus kepada dua orang yang sedang bersitegang itu.
"Mana bisa seperti itu? Kita pergi ke toilet, aku akan bertanggung jawab mengganti jas itu," ucap wanita itu menawarkan. Dia mengambil ponselnya berniat untuk memesan jas diburu langganannya, namun dicegah oleh pria itu.
"Waktunya tidak akan banyak, Nona! Lekas bertanggung jawab, atau aku akan memintanya ganti rugi," Dizon menolak tawarannya.
"Baiklah, silakan minta ganti rugi. Maka aku akan menggantinya," ucap wanita itu.
Dizon mendekatinya kemudian membisikkan sesuatu ke telinga wanita itu.
"Tidurlah denganku, maka semuanya akan impas!" bisiknya.
Wanita itu langsung menampar pria arrogant di hadapannya itu. "Kau pikir aku wanita murahan," ucapnya kemudian meninggalkan pria yang tak sengaja ditabraknya itu.
Callista penasaran apa yang terjadi sehingga banyak kerumunan orang.
"Ada apa sayang?" tanya Callista pada suaminya.
Sean tersenyum melihat kejadian barusan. "Lihat saja, sebentar lagi keluarga Damarion akan melaksanakan pesta pernikahan untuk anak sulungnya."
Callista tidak paham dengan ucapan suaminya.
😍😍😍😍TBC😍😍😍😍
Hai hai hai. Penasaran siapa yang ditabrak Dizon, kan? Tunggu ya, resepsi pernikahan belum berlangsung. Felix dan Kayana ganti kostum dulu, ya...
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya.
Sambil nunggu update selanjutnya, kuy mampir karya teman online emak.
Judulnya : Berbagi Cinta : Hot CEO dan Istri Keduanya
Author : Mora Chan
Terima kasih. Luv Yu All 😍😍😍😍
__ADS_1