
Callista yang menjemput anggota keluarganya ke ruang tamu tak kunjung kembali ke ruang acara. Vigor turun tangan karena hari semakin malam.
"Tunggu sebentar! Saya akan memanggil mereka," ucapnya pada tamu undangan.
Carlotta sangat penasaran pada putri Sean. Makanya dia yang meminta Vigor untuk bergegas memanggil mereka.
Setelah mereka kembali, Vigor meminta kakak iparnya itu memberikan sambutan. Sementara Callista menjemput baby A yang saat ini berada di gendongan baby sitter-nya.
"Terima kasih saya ucapkan untuk kedatangan tamu undangan. Pada hari ini juga kebahagiaan kami berlipat-lipat. Pertama karena kelahiran putri kami, Aquarabella Armstrong. Kedua, kembalinya mama Jenica di tengah keluarga kecil kami. Semoga kelak putriku menjadi penerus generasi Armstrong yang sangat luar biasa," ucapnya.
Tepuk tangan tamu undangan membuat acara semakin semarak, sayangnya baby A menangis. Untuk pertama kalinya, mama Jenica menggendong cucunya. Bayi itu diam dan nyaman berada di gendongan grandma-nya.
"Wah, melihat baby A di tangan grandma-nya diam seperti itu rasanya aku ingin seorang cucu," ucap Carlotta.
Kayana dan Olivia saling pandang. Kayana memang belum hamil dan tidak tau jika Olivia baru saja dikabarkan hamil. Dizon dan Felix juga melakukan hal yang sama. Kalau Kayana, Felix memang sengaja untuk menunda kehamilan istrinya itu. Bukan karena suatu sebab, tetapi Felix masih ingin berdua dengan istrinya. Sementara sang kakak yang usianya sudah matang menjadi target selanjutnya. Felix memutuskan itu ketika berada di luar negeri. Dia ingin masalahnya selesai terlebih dahulu.
"Tante jangan khawatir. Menantu tante ada dua. Tanya saja pada mereka," ucap Zelene.
Usul Zelene ada benarnya. Carlotta ingin membuat Dizon bertekuk lutut dihadapan istrinya, tetapi tidak sekarang.
"Kamu benar, nak. Nanti tante akan menginterogasi mereka berdua," ucap Carlotta.
Kayana terdiam. Dia memang agak risih jika harus membahas keturunan. Bukan karena tidak ingin mendapatkannya, tetapi keputusan Felix tidak bisa dibantah sama sekali.
Acara mereka dilanjutkan makan bersama. Tak ada komentar apapun dari Papa Denzel. Biasanya pria itu paling dominan cerewetnya. Persis dengan tante Jelita.
"Kay, kamu mengejutkanku," ucap Callista yang berkeliling menyambut tamunya.
Makan malam ini sengaja dibuat model prasmanan agar semuanya membaur.
"Aku sebenarnya tidak ada rencana pulang, Call. Tetapi Kak Dizon meminta suamiku untuk mengurus perusahaan lagi. Dan, kebetulan kami tidak sengaja bertemu tante Jenica," ucapnya semringah.
"Terima kasih, Kay. Karena kalian berdua, sekarang mama mertuaku bisa berkumpul lagi. Rasanya kehidupan keluarga kami sangat lengkap. Oh ya, apa sudah isi?" tanya Callista.
Kayana hanya menggeleng. Sampai beberapa bulan ini memang tidak akan ada tanda kehamilan untuknya.
"Kenapa?" tanya Callista lagi.
"Felix belum siap karena waktu itu kepergian kami mendadak. Setelah ini, kami berdua akan mempertimbangkan lagi mengenai hal itu," ucapnya.
__ADS_1
"Baiklah. Jangan terlalu lama menundanya," balas Callista.
Mereka semua berbaur menikmati makan malam ini. Sementara Dizon agaknya menjaga jarak dengan Sean. Walaupun usia mereka terpaut tidak terlalu jauh, tetap saja hal itu membuat Dizon merasa kalah saing dengan Sean sejak dahulu.
Ck, Sean sombong sekali. Mentang-mentang sudah berhasil menikah lagi dan sekarang telah mempunyai seorang anak malah dipamerkan seperti ini. Papa juga kenapa selalu saja mendesakku. Aku sudah berusaha sekeras mungkin untuk membuat Olivia hamil, tetapi kenyataannya sampai saat ini hasilnya nihil. Batin Dizon.
"Nak, kamu kenapa melamun?" tanya Carlotta yang melihat putranya memandang ke arah Sean bersama keluarganya yang sedang melakukan sesi pemotretan untuk dokumentasi.
"A-aku tidak apa-apa, ma," jawab Dizon.
Carlotta tau siapa putranya. Pria itu tidak mau mengalah sedikitpun dari Sean. Dia yakin jika melihat Sean dengan anak istrinya, tentunya akan membuat Dizon menginginkan hal yang sama.
Carlotta berdiri kemudian mendekati Sean dan keluarganya.
"Selamat Sean, putrimu sangat menggemaskan," ucap Carlotta.
"Terima kasih, tante. Keluarga Damarion dengan formasi lengkap bisa hadir di acara sederhana keluarga kami," ucap Sean.
"Iya, Sean. Sama-sama. Oh ya, tante boleh bicara sebentar denganmu?" tanya Carlotta.
"Silakan, tante."
"Sebelumnya tante minta maaf jika mengganggu acara keluargamu, tetapi tante pikir ini saat yang tepat untuk membuat Dizon menyadari kekeliruannya," ucap Carlotta.
Sean nampak bingung dengan ucapan tante Carlotta.
"Maksud tante?"
Carlotta menjelaskan jika hubungan Olivia dan Dizon itu seperti foto copy hubungannya dengan sang suami. Dizon sangat keras kepala dan selalu saja membuat Olivia gedek menghadapi sikap suaminya itu.
Setelah mendapat kesepakatan antara tante Carlotta dan Sean, wanita paruh baya itu nampak sangat bahagia.
"Terima kasih, Sean. Maaf sekali karena tante memasukkan kejutan untuk Dizon diacara yang sangat luar biasa ini. Tante hanya ingin dia sadar diri dan mulai perhatian dengan istrinya. Tante khawatir jika Olivia terlalu berpikir keras maka akan membuat kehamilannya bermasalah. Tante berharap tidak seperti itu," ucap Carlotta.
"Iya tante, saya mengerti," balas Sean.
Setelah itu keduanya membaur lagi bersama yang lainnya. Mengenai Zelene, jangan tanya kemana dia berada. Posisinya tak jauh dari sang mama. Wanita itu menempel terus pada namanya seperti seorang anak yang haus akan kasih sayang.
Sementara Felix menyambut Sean yang baru saja bertemu dan mengobrol dengan mamanya.
__ADS_1
"Selamat, Kak. Putrimu sangat menggemaskan," ucap Felix.
"Terima kasih, Felix. Oh ya, bagaimana kabarmu? Terima kasih kamu telah bertemu dengan mama. Aku mencarinya ke beberapa tempat, tetapi tidak menemukan jejaknya sama sekali."
"Hanya kebetulan dan itu yang membuatku kembali pulang," canda Felix.
Niat Felix bertahan di tempat barunya, berhubung sang kakak memintanya pulang dan kebetulan juga harus mengantar mama kandung Sean, akhirnya Felix memutuskan untuk kembali.
"Bagaimana Kayana? Apa dia sudah hamil?" tanya Sean.
Felix terdiam. Mungkin ini yang dimaksud Kayana tempo hari jika niatnya menunda momongan terjadi. Pertanyaan dari pihak ketiga yang selalu membuat Kayana enggan menanggapinya. Rasanya memang sakit.
"Baiklah, Felix. Tidak usah dijawab dulu. Lain waktu kita sambung pembicaraan ini. Aku pamit dulu," ucap Sean.
Sean hampir saja melupakan permintaan tante Carlotta.
"Perhatian semuanya," ucap Sean meminta semua orang tertuju padanya. "Malam ini, kebahagiaan keluarga kami sangat lengkap. Aku berharap kebahagiaan kalian juga demikian."
Ck, pamer kebahagiaan lagi. Batin Dizon.
"Malam ini, saya akan mengumumkan sebuah berita penting yang akan membuat kalian semua merasa bahagia. Ini bukan murni kemauan saya, tetapi permintaan orang yang sudah saya anggap seperti keluarga sendiri," ucap Sean.
"Ayo, Kak. Apa itu?" teriak Zelene penasaran.
"Tunggu dulu, Ze! Kami dari keluarga Armstrong mengucapkan selamat kepada Tuan Dizon Damarion yang sebentar lagi akan menjadi seorang Daddy," ucap Sean.
Semua yang ada di ruangan itu nampak bertanya-tanya, kecuali Olivia dan Mama Carlotta. Wanita itu sengaja mengkode menantunya untuk tetap tutup mulut.
"Apa maksudmu menyebarkan berita hoax seperti itu, Sean? Dizon berdiri dan hendak menghajar pria itu.
Kenyataannya sampai saat ini Dizon memang tidak tau jika Olivia telah hamil.
"Maaf, tante. Saya hanya menyampaikan apa yang tante minta," ucap Sean akhirnya.
Tatapan Dizon berganti menatap mamanya. Pria itu butuh jawaban yang tepat dari mama dan istrinya. Malam ini membuat Dizon campur aduk antara kesal dan bahagia.
🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓
Yuk Kak mampir di karya emak yang baru menetas... Terima kasih... 🙏🏻🙏🏻🙏🏻🙏🏻😍😍😍😍
__ADS_1