Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+
Bonchap - Kedatangan Jenica


__ADS_3

Sesuai kesepakatan, Felix tidak ingin melibatkan sopir pribadi keluarga Damarion. Dia ingin kakaknya saja yang menjemputnya. Dia ingin membuat kakaknya cemburu dengan kebucinan dirinya.


"Sayang, apa kakak ipar bisa tepat waktu? Sejak sepuluh menit yang lalu kita menunggunya," ucap Kayana.


"Jangan khawatir, Kak Dizon selalu tepat waktu," balas Felix.


"Felix, sebaiknya tante menginap di hotel saja," ucap seorang wanita paruh baya yang bersamanya.


"Jangan, tante! Nanti malam kita langsung pergi ke rumah Kak Sean. Tante bisa bertemu dulu dengan mama," ucap Felix melarang wanita itu.


Ya, dia adalah Jenica Armstrong. Wanita itu tidak sengaja bertemu dengan Felix di pusat perbelanjaan di tempat barunya. Felix sempat mengira jika itu adalah mama Zelene Armstrong, Jelita.


Felix menyempatkan diri untuk bertegur sapa dengannya walaupun gagal menjadi calon menantunya. Bersama sang istri, Felix mendekati wanita itu kemudian memanggilnya tante Jelita. Sungguh diluar dugaan, wanita itu malah berkaca-kaca. Sepertinya keberuntungan berada di pihaknya.


Jenica Armstrong meminta tolong Felix untuk mempertemukan dengan putra-putrinya yang sejak hari kelahirannya sudah diambil oleh saudari kembarnya.


"Memangnya ada apa dengan Sean?" tanya Jenica.


"Syukuran kelahiran cucu tante," ucap Felix.


Aura bahagia terpampang jelas di wajah tante Jenica. Selama puluhan tahun tidak pernah mengetahui tumbuh kembang semua anaknya, tiba-tiba hari ini sudah menimang cucu.


Jenica pasrah kemana pun Felix membawanya. Tak lama, Dizon datang dengan terburu-buru.


"Loh, kenapa kalian bisa bersama dengan mamanya Sean?" tanya Dizon. Pria itu terkejut mendapati tante Jelita yang sebelas duabelas dengan papanya berada di sini.


"Panjang ceritanya, Kak." Felix ingin menceritakannya di rumah keluarga Damarion saja sebelum acara malam ini.


Felix, Kayana, dan tante Jenica menarik koper masing-masing untuk dimasukkan ke bagasi mobil Dizon. Setelah itu, Felix meminta tante Jenica untuk duduk di belakang bersama istrinya.


"Tante Jeni duduk di belakang bersama istriku. Biar aku berada di samping kak Dizon," ucap Felix.


Dizon seperti orang bodoh. Bukankah nama mama Sean itu Jelita? Kenapa adiknya memanggil tante Jeni?


"Felix, aku masih tidak mengerti apa yang kalian bicarakan?" tanya Dizon penasaran.

__ADS_1


"Tante Jenica ini kembarannya tante Jelita," ucapan Felix membuat Dizon bingung tujuh keliling.


"Aku masih tidak mengerti," jawab Dizon.


"Sudahlah kakak ipar, nanti suamiku akan menjelaskannya ketika sampai rumah." Kayana ikut menimpali ucapan kakak beradik itu. Jika tidak, Dizon terus saja bertanya perihal tante Jenica.


Dizon akhirnya terdiam. Dia fokus untuk mengendarai mobilnya menuju rumah. Sepanjang jalan, Kayana dan tante Jenica saling bertukar cerita. Kayana menceritakan bagaimana sahabatnya bisa menikah dengan putranya. Tante Jenica sangat bersyukur jika putranya mendapatkan orang yang baik dan selalu berada di dalam lindungan orang-orang baik.


Setelah puluhan tahun tidak kembali lagi ke tempat ternyamannya bersama Chaiden Barnard Armstrong, sekarang saatnya kembali menemui putranya.


Chaiden, setelah puluhan tahun aku mengasingkan diri dari saudari kembarku. Sekarang aku kembali untuk mengambil kebahagiaanku yang pernah direnggutnya. Aku tidak akan membalas apapun perbuatan Jelita. Sakit hatinya padaku membuatnya terkurung seumur hidup dalam dendamnya. Aku yakin jika Jelita tidak pernah bahagia walaupun dia pernah tinggal bersamamu di akhir hayatmu. Tetapi, cinta kita akan selamanya bersama anak-anak kita yang sekarang sudah berumah tangga.


"Tante, kenapa diam?" tanya Kayana.


"Tante hanya mengingat masa lalu saja, nak," ucapnya.


Tak ada lagi yang perlu Kayana tanyakan. Setelah itu dia membiarkan wanita paruh baya itu untuk menikmati perjalanannya dari bandara menuju rumah keluarganya.


Mobil Dizon mulai memasuki halaman rumahnya. Setelah turun, dia membantu membawakan beberapa koper Felix dan yang lainnya.


Mama Carlotta ingin menyambut kedatangan Dizon dan mengejutkannya dengan kabar bahagia, tetapi mama Carlotta lebih terkejut lagi dengan kedatangan Felix dan juga mamanya Sean, Jelita.


"Felix baik, Ma. Mama sendiri bagaimana kabarnya?" Felix masih memeluk mamanya.


"Mama baik. Oh ya, kenapa kalian bisa bareng dengan tante Jelita?" tanya mamanya.


Felix melepaskan pelukannya kemudian meminta tante Jenica untuk berkenalan dengan mamanya.


Jenica mengulurkan tangannya.


"Maaf, Jeng. Mungkin ini sedikit mengejutkan. Perkenalkan saya Jenica," ucapnya.


Jenica? Kenapa wajahnya mirip sekali dengan Jelita, tetapi pembawaannya lebih kalem.


"Saya Carlotta."

__ADS_1


Carlotta butuh penjelasan banyak dari putranya, Felix. Dia meminta semuanya untuk masuk ke ruang tengah. Di sana sudah ada Olivia. Dokter itu juga terkejut melihat kedatangan tante Jelita.


"Tante Jelita?" ucap Olivia.


"Oliv, sayang. Dia tante Jenica," balas mama mertuanya.


Semua orang yang diruang tengah dibuat bingung dengan kedatangan wanita yang mirip sekali dengan mamanya Sean. Carlotta masuk ke dalam untuk menyiapkan minuman dan makanan untuk tamunya. Setelah selesai, barulah kembali ke ruang tengah dengan beberapa nampan yang dibawa pelayannya.


"Silakan diminum dan dinikmati. Jeng Jeni jangan sungkan ya," ucap Carlotta.


Setelah semua berkumpul di ruang tengah, barulah papa Denzel muncul dengan gaya tidak jelasnya. Dia langsung saja menanyakan kedatangan Jelita ke rumahnya.


"Wah, ada tamu. Ada apa ini, ma? Tumben mamanya Sean datang kesini, bukankah acaranya sebentar lagi dan kalian belum bersiap?" tanya Denzel.


"Duduklah dulu, pa. Jeng Jenica akan menjelaskan semuanya pada kita," ucap Carlotta.


Jenica mulai menjelaskan bagaimana dia bertemu Felix dan Kayana. Kedua suami istri itu sempat salah paham juga seperti mereka. Jenica juga menceritakan perihal Sean dan Zelene, tetapi dia tidak menceritakan bagaimana pernikahan mereka terjadi. Jenica menjadi madu dalam pernikahannya dengan sang suami. Biarlah itu menjadi rahasianya.


Semua orang yang ada di ruangan itu mulai memahami Jenica, tetapi yang membuat bingung, kenapa Jelita mengambil Sean dan Zelene dari tangannya? Bukankah kedua anak itu adalah keturunannya?


"Maaf, kalau masalah itu biarlah menjadi rahasia kami," ucap Jenica.


Setelah cerita Jenica selesai, semua orang yang ada di ruangan itu kembali ke kamar masing-masing. Sebelum itu, tak lupa mereka menghabiskan minumannya. Carlotta mengantarkan Jenica ke kamar tamu untuk bersiap juga.


Kabar kehamilan Olivia sementara menjadi rahasia mamanya dan Olivia. Setelah acara Sean, barulah mereka akan mengumumkan kabar bahagia itu.


Olivia sengaja menyimpan kejutan ini. Dia menunggu saat yang tepat, bahkan saat ini keduanya sedang berada di kamarnya untuk bersiap.


"Kamu tidak terkejut dengan kedatangan tante Jenica?" tanya Olivia pada Dizon.


"Awalnya aku terkejut, tetapi setelah mendengar ceritanya aku baru memahaminya," ucap Dizon yang sudah selesai bersiap.


"Oh, senang ya bisa punya anak kembar seperti tante Jelita dan Jenica," ucap Olivia.


"Jangan terlalu berharap lebih. Hamil saja belum pasti sudah minta aneh-aneh," cibir Dizon.

__ADS_1


Olivia hanya tersenyum saja menanggapi suami monsternya itu. Dia hanya berharap kehamilannya berjalan lancar dan suaminya itu mau berubah menjadi sangat lembut.


🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓🍓


__ADS_2