Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+
Bukan Khilaf Terindah


__ADS_3

Setelah merasa terjepit di acara jamuan makan yang diadakan Sean tempo hari, sekarang Dizon sedang berpikir di ruangannya. Tidak hanya itu, dia sudah memecat Rhiana dan Lucky Boy dalam waktu yang bersamaan.


Dizon tidak mungkin meminta adiknya untuk kembali dalam waktu yang sangat cepat. Mereka sedang berjuang untuk mendapatkan momongan.


"Kalau Felix berjuang bersama Kayana, bagaimana denganku? Olivia selalu seperti itu. Di dekati juga susah. Padahal sejujurnya aku sangat menginginkannya. Dia benar-benar memegang teguh ucapannya. Mendekatinya seperti berada di medan pertempuran. Kalau nggak menang, ya mati duluan. Kalau disuruh bucin pada wanita aneh itu, seribu persen aku tidak mau. Bisa gila lama-lama," ucap Dizon.


Kalau keduanya sama-sama tidak mau mengalah, kapan mereka akan mewujudkan keinginan keluarga Damarion. Umur Dizon juga sudah tidak muda lagi, termasuk Olivia juga. Semakin menunda berarti keduanya semakin tua. Apa tidak semakin ribet mengurus bayi di usia yang mendekati kepala empat.


"Kalau di suruh bucin, rasanya aku ogah. Olivia tidak menggemaskan tapi selalu bikin kesal. Aku tertarik, sih. Tapi hanya nol koma sekian persen. Tidak penuh seratus persen. Apa aku pakai cara Morgan Fernando Alvares di dalam novel Khilaf Terindah yang dibuat Author Navizaa itu? Dia menggunakan obat laknat untuk meniduri Felicia Belleric. Tunggu! Morgan enak karena dia dijebak, sedangkan aku harus meminumnya sendirian? Oh God, ini bukan impianku sama sekali. Hanya terpaksa melakukannya demi melancarkan aksi yang tertunda beberapa hari karena Olivia sedang mengalami siklus wanitanya itu. Apalah namanya datang tamu atau datang bulan. Ah, ribetnya." Dizon mengacak kasar rambutnya. Padahal ini masih di kantor. Dia sudah memikirkan dokter Olivia sejak pagi.


Desakan dari orang tuanya yang memang tidak terlalu mendesak tetapi karena Dizon merasa terjepit. Akhirnya dia memutuskan untuk memakai cara laknat mengorbankan diri sendiri dengan meminum obat laknat itu. Dia akan berpura-pura dijebak oleh rivalnya. Rencana yang indah, bukan?


Hari ini, secepatnya dia menyelesaikan pekerjaannya. Dia sudah berjanji pada temannya untuk bertemu di club dan meminta obat laknat itu.


Apa salahnya berusaha? Daripada aku mendadak bucin dengannya. Habislah dunia persilatan.


Setelah urusannya selesai, dia mengendarai mobilnya untuk berangkat ke club malam. Ini benar-benar di luar nalar. Dia harus menjebak istrinya sendiri. Dia punya seorang kawan yang bernama Samuel. Dia bisa jadi dewa penolong saat ini.


Sesampainya di sana, Dizon langsung masuk dan mencari keberadaan Samuel. Dia hanya butuh obat itu kemudian membayarnya.


"Halo, bro," sapa Samuel ketika melihat Dizon yang masih rapi dengan jas kerjanya.


"Iya, Bro. Jika aku tidak membutuhkanmu, aku tidak akan ke sini," ucap Dizon. Dia jarang ke club malam karena menurutnya akan membuang waktu saja. Lebih baik dia dirumah, rebahan akan mendapatkan tenaga ekstra untuk melanjutkan hari esok.


"Apa yang kamu butuhkan?" tanya Samuel.


"Obat laknat," jawab Dizon.


Samuel tertawa. Dia heran untuk apa seorang Dizon membutuhkan obat sialan itu. Tanpa meminumnya pun, semua wanita malam akan mengantre padanya. Walaupun sikapnya kadang cuek seenak jidatnya.

__ADS_1


Seperti halnya pada malam ini. Beberapa wanita berusaha mendekatinya, tetapi Samuel yang meminta mereka untuk menjauh.


"Tolong jauhi Dizon. Dia sedang ada perlu rahasia denganku. Kalian bisa mengerti, 'kan?" ucap Samuel.


"Terima kasih, bro. Kamu menyelamatkanku," ucapnya.


"Ngomong-ngomong, untuk apa kamu memesan obat laknat ini?" tanya Samuel. Jalan pikirannya yang memang aneh atau karena Dizon yang terlihat aneh.


"Aku ingin meminumnya," jawabnya singkat.


"What? Kamu serius? Seorang Dizon Damarion yang sekarang menjadi CEO Damarion Corporation akan menggunakan obat laknat demi meniduri seorang wanita. Oh astaga, wanita mana yang beruntung itu?" tanya Samuel.


Sebentar lagi Dizon akan ditertawakan oleh Samuel.


"Istriku," ucapnya.


Samuel tertawa membuat sekelilingnya ikut melihat ke arahnya maupun Dizon.


"Aku tidak ada masalah. Istriku yang bermasalah," ucapnya.


"Oh God, apa istrimu tidak bernafsu padamu? Apa dia tidak tertarik lagi padamu? Apa dia__" Dizon dengan segera menutup mulut Samuel agar omongannya tidak kemana-mana.


"Cukup, Sam! Berikan obat itu dan aku akan segera membayarnya," ucap Dizon.


"Kamu bisa membahayakan nyawamu jika hasratmu tidak tersalurkan," ucap Samuel mengingatkan.


"Lebih baik aku mati dengan obat laknat ini daripada terus saja diberikan harapan palsu oleh istriku." Dizon menyambar obat yang ada ditangan Samuel. "Akan kutransfer ke rekeningmu jika obat ini berhasil dan aku masih hidup."


"Kamu rupanya tidak sadar jika mulai bucin, Dizon," sindir Samuel.

__ADS_1


Dizon tidak peduli. Secepatnya dia harus menenggak obat itu agar tepat sampai kamarnya langsung bereaksi. Dia sudah tidak peduli lagi apa yang akan terjadi nanti. Setidaknya dia sudah berjuang walaupun seorang diri.


Benar saja, sesampainya di rumah Damarion, Dizon merasa badannya mulai gerah. Dia berpapasan dengan mamanya sampai tidak sempat mengucapkan halo atau sekedar basa-basi. Tujuannya saat ini adalah kamar dan Olivia.


Ceklek!


Sudah malam memang. Olivia baru saja membaringkan tubuhnya di atas ranjang. Ketika mendapati kehadiran suaminya, dia malah semakin berpura-pura tidak tau. Lebih tepatnya, dia berpura-pura tidur.


Dizon yang berada pada pengaruh obat laknat itu bergegas mendekati istrinya. Dia tidak peduli lagi dituduh suami memerkosa istrinya. Ini hal yang wajar jika dia menginginkannya.


Dizon langsung menyambar bibir istrinya. Dia tidak peduli lagi tanggapan apa yang akan dilontarkan istrinya.


Olivia mendorong Dizon dengan sangat kuat.


"Lepaskan aku, monster! Apa yang kamu lakukan?" Olivia bangun dari ranjangnya. Dia mundur beberapa langkah.


"Oliv, kali ini tolong aku. Aku baru saja pulang dari club malam. Entah klienku memberikan minuman apa. Badanku rasanya panas dan aku butuh pelepasan secepatnya. Tolong sekali ini saja," pinta Dizon. Baru kali ini dia nekat minum obat laknat dan merendahkan diri pada istrinya demi melancarkan aksinya.


Olivia melihat tingkah suaminya yang memang sangat membutuhkan dirinya. Kasihan juga jika sampai tidak tersalurkan. Beberapa hari, Olivia sengaja tidak memberikan jatah padanya karena suatu hal. Pertama, dia kedatangan tamu bulanan. Kedua, dia sengaja membuat Dizon bucin padanya.


Olivia tidak tega melihat suaminya seperti itu. Perlahan dia naik ke ranjang dan menyerahkan seluruh raganya pada suaminya.


"Lakukanlah! Aku tidak ingin melihat suamiku mati konyol," ucap Olivia.


Dizon segera melancarkan aksinya. Dia tidak ingin menyia-nyiakannya karena sudah membayar mahal demi mendapatkan pelepasan bersama istrinya.


Ini namanya bukan khilaf terindah. Andai Olivia tau yang sebenarnya. Dia lebih baik membiarkan aku mati daripada harus melayaninya. Malam ini akan kubuat dia secepatnya hamil.


😁😁😁😁😁TBC😁😁😁😁😁

__ADS_1


Skip adegan naninunana ya... πŸ˜πŸ™πŸ»Yang penasaran Dizon dapat inspirasi dari mana? Yuk kepoin Khilaf Terindah, Author Navizaa. Benar-benar bikin Khilaf, 😍 Terima kasih...



__ADS_2