Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+
Buket Bunga Pengantin


__ADS_3

Setelah kejadian tak sengaja itu, wanita itu tiba-tiba menghilang. Dizon pertama kalinya merasa frustrasi telah dipermalukan oleh seorang wanita.


Si*l! Kemana wanita itu pergi? Bisa-bisanya dia mempermalukanku di depan umum!


"Ada apa, Dizon?" tanya Mama Carlotta yang melihat putra sulungnya sedang kesal.


"Ada pengacau wanita, Ma," ucapnya.


Pengacau wanita? Apa yang dimaksud Dizon itu adalah Diana? Tetapi aku tidak melihat wanita itu berada di sini. Lalu, siapa yang dimaksud?


"Siapa yang kau maksud?" tanya Mama Carlotta penasaran.


"Bukan siapa-siapa. Aku juga tidak mengenalnya. Hanya saja, dia telah membuat jasku basah seperti ini," Dizon mengeluhkan tentang wanita itu.


"Kau bisa meminjam jas milik Felix. Mama membawakan beberapa untuknya," usul Mamanya.


"Tidak, Ma! Seleraku dan Felix berbeda," tolaknya. Dia tidak terbiasa memakai barang milik adiknya.


Hanya sekitar satu jam menunggu, resepsi pernikahan akan dilaksanakan. Beberapa tamu undangan semakin banyak. Termasuk tamu dari karyawan Restoran XX, tempat kerja Kayana.


Beberapa dari mereka seperti tidak percaya, termasuk beberapa netizen yang memang tidak suka dengan Kayana. Dari awal sampai resepsi pernikahan akan berlangsung, mereka selalu mengatakan jika ini hanyalah sebuah mimpi untuk Kayana dan ketika esok hari terbangun, maka semua akan sirna.


"Kupikir, Kayana hanya membual. Ternyata ini benar nyata."


"Ini tidak mungkin. Kayana hanya sedang bermimpi. Lihat saja esok, pria itu akan menceraikannya."


"Iya, ini seperti settingan. Serasa di negeri dongeng."


Beberapa dari sekian banyak ucapan netizen yang tidak suka dengan kebahagiaan yang diterima Kayana.


Lain halnya Kayana, gadis itu sangat bersyukur. Setelah prosesi pernikahan, sekarang dia sudah resmi menjadi Nyonya Kayana Damarion. Istri dari Felix Damarion.


Setelah semuanya siap, kedua pengantin itu masuk lagi ke Ballroom. Mereka akan mengadakan sesi potong kue, menerima ucapan selamat, berfoto bersama tamu undangan, dan melempar buket bunga.


Sesi potong kue berlangsung meriah. Sebagai simbol pengikat antara pria dan wanita. Setelah acara itu berakhir, Mama Carlotta, Papa Denzel, dan Dizon berada di samping pengantin. Mereka sedang melakukan foto bersama. Sebelum beberapa tamu undangan memberikan selamat.


Satu persatu tamu undangan mulai naik ke pelaminan untuk memberikan ucapan selamat. Beberapa dari mereka langsung ikut berfoto bersama. Termasuk beberapa netizen karyawan restoran XX, mereka ingin numpang tenar dan berfoto bersama kedua pengantin.


Selesai mengadakan sesi foto, saatnya sepasang pengantin melempar buket bunga. Beberapa dari rekan kerja Kayana, karyawan Felix, dan beberapa tamu undangan akan ikut memperebutkan sebuah buket bunga pengantin.


"Dizon, ikut saja! Siapa tau, kau akan mendapatkannya," usul Mama Carlotta.


"Apaan sih, Ma? Itu hanya untuk ABG, aku sudah tidak layak untuk ikut!" protesnya.


Semua sedang berkumpul untuk menunggu pelemparan buket bunga pengantin.


"Ayo Kak, ikut saja!" usul Felix.


Sebenarnya untuk ukuran pria yang belum menikah, mendapatkan buket bunga adalah sebuah anugerah yang paling indah. Biasanya akan secepatnya menyusul naik ke pelaminan. Entahlah, semua tergantung skenario yang dibuat author!

__ADS_1


Dizon sebenarnya malas untuk ikut, tetapi Mama Carlotta memaksanya.


"Demi Mama, sayang. Ikutlah!" bujuk Mama Carlotta.


Dizon turun dari pelaminan, dia berada pada barisan paling belakang. Felix dan Kayana sedang bersiap. Keduanya berbalik badan membelakangi semua tamu yang sedang menunggu acara pelemparan buket bunga.


"Baiklah... Mari kita hitung sama-sama...," ucap MC.


"Satu... Dua... Tiga...," ucap semua orang yang akan berebut buket bunga itu.


Dan....


Buket bunga itu dipegang oleh dua orang yang tidak sengaja saling bertabrakan ketika memperebutkannya.


Sekian detik, keduanya saling memandang. Detik terakhir menuju menit, wanita itu melepaskan buket bunga itu.


"Ambil saja, aku tidak mau memegang yang sudah jadi bekasmu," ucap wanita itu.


Dizon seperti terhipnotis akan kecantikannya, tetapi dua menit kemudian Dizon mulai sadar.


"Aku juga tidak peduli. Ambil saja! Itu milikmu," Dizon meraih tangan wanita itu untuk memberikan buket bunga.


"Aku tidak sudi menerima pemberianmu. Dasar pria arrogant!" wanita itu mengembalikan buket bunga itu ke tangan pria di hadapannya.


Semua orang melihat kejadian itu, tetapi hanya beberapa orang yang mengenal siapa wanita itu sebenarnya. Sean dan Callista sedang berada tidak jauh dari keributan berlangsung cuman bisa mengobrol berdua.


"Sayang, kau tau... Olivia memang selalu begitu. Usianya tiga puluh lima tahun, tetapi masih saja menjadi wanita pemilih," ucap Sean pada istrinya.


"Belum. Dia itu mencari calon suami sesama dokter, tapi menurutku Olivia akan cocok dengan Dizon," ucap Sean menyetujuinya jika kedua orang itu berjodoh.


"Kenapa bisa begitu?"


"Ya, karena keduanya sama-sama bodoh!" Sean tertawa.


"Ish, itu tidak lucu!" protes Callista.


"Aku masih penasaran, sayang. Kenapa kau bilang keduanya cocok?"


"Tanyakan pada Zelene, dia tau semuanya," ucap Sean mengakhiri pembicaraan.


Sean mengajak istrinya untuk menemui Felix dan Kayana. Sejak tadi belum sempat memberikan ucapan selamat karena Callista merasa kelelahan berdiri sejak tadi.


Sesampainya di pelaminan, Callista memeluk sahabatnya itu.


"Selamat, Kay... semua doa terbaik untukmu. Semoga lekas menyusul, yah," ucap Callista.


"Terima kasih, Momil... Kau semakin cantik, Call."


"Momil?" tanya Felix dan Sean bersamaan.

__ADS_1


"Iya, Mommy yang lagi hamil," jawab Kayana dengan semringah.


"Felix, Kayana. Selamat ya, semoga selalu bahagia. Kami langsung pamit, Callista sudah sangat kelelahan," pamit Sean.


"Terima kasih sudah menyempatkan untuk datang," ucap Felix.


Sean dan Callista pulang terlebih dahulu. Mereka tidak sempat pamit pada Zelene dan Vigor. Karena sejak acara berlangsung, Zelene sedang bersama Mamanya.


Di sudut Ballroom, Dizon memijat pelipisnya. Dia terasa kesal pada wanita itu. Bahkan, dia sudah dipermalukan sebanyak dua kali.


Papa Denzel kebetulan sedang bersamanya saat ini, Dizon ingin meminta pendapatnya.


"Pa, bagaimana cara Papa mendapatkan Mama?"


"Maksudmu?" tanya Papa Denzel.


"Ya, maksud Dizon, Papa dan Mama punya karakter yang berbeda jauh, kenapa bisa sampai menikah?" Dizon penasaran.


Papa Denzel teringat masa lalunya. Hanya Carlotta yang secara terang-terangan menolak dirinya. Dia berpura-pura menjadi pria yang baik agar Carlotta mau menerimanya.


"Papa kejar terus mamamu itu. Dia wanita pertama yang berani menolak papa," jawab Papa Denzel.


Itu artinya, aku harus tau siapa wanita asing itu. Keluarga Damarion tidak ada yang kenal dengannya. Dia wanita aneh yang pernah kutemui.


Sejak pertemuannya dengan wanita itu, Dizon sepertinya sangat tertarik. Melihat ketegasannya menolak untuk tidur bersama bahkan sampai menampar wajahnya. Dan yang paling terakhir, mengenai buket bunga yang tidak sengaja mereka dapatkan secara bersamaan.


"Sayang, Mama, Papa dan Kak Dizon pamit dulu," ucap Mama Carlotta.


"Iya, Ma. Hati-hati di jalan," jawab Felix.


"Jaga menantu Mama dengan baik," Mama Carlotta kemudian memeluk Kayana yang saat ini sudah menjadi menantunya.


Papa Denzel lebih banyak diam. Pria paruh baya itu memang tidak setuju dengan pernikahan Felix dengan gadis itu, tetapi karena istrinya yang memaksa akhirnya Papa Denzel mau menerimanya.


Seusai pesta pernikahan, Dizon dan orang tuanya kembali ke rumah utama. Sedangkan Felix sengaja menginap di hotel Starlight untuk menikmati kebersamaan dengan istrinya.


😍😍😍😍TBC😍😍😍😍


Semoga suka. Ditunggu krisannya...


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya. Jangan lupa kasih bintang juga... Sedikit β˜•β˜•β˜•β˜•πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€ditunggu...


Sambil menunggu update selanjutnya, kuy mampir ke karya teman mak author...


Judul : Berbagi Cinta : Madu Dalam Pernikahan Ku


Author : Syasyi


Terima Kasih... Luv yu All... 😍😍😍😍

__ADS_1



__ADS_2