Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+
Will you marry me?


__ADS_3

Setelah kepergian Sean dan Callista ke rumah sakit, Zelene sedang mempersiapkan Kayana untuk makan malam romantis dengan Felix.


"Kau sangat cantik, Kay! Felix pasti akan sangat mengagumimu. Kau mau tau satu hal tentangnya?" ucap Zelene saat memoles tipis wajah sahabat kakak iparnya.


"Boleh, Ze. Apa yang kamu tau tentangnya?" Kayana penasaran bagaimana pria itu.


"Dia pria yang sangat baik. Dia selalu berbesar hati pada apa yang tidak pernah didapatkannya," ucap Zelene membanggakan Felix.


"Kenapa kamu sangat tahu banyak tentang pria itu? Apa kamu mengenalnya sangat dekat?" Kayana masih penasaran kenapa adik ipar sahabatnya bisa tahu segalanya tentang Felix.


Dia itu hampir saja menjadi calon suamiku.


Sebenarnya Zelene ingin mengatakan yang sesungguhnya jika Kayana tidak keburu menanyakan kabar Callista, kakak iparnya.


"Ze, Callista kira-kira dibawa ke rumah sakit mana? Apa dia memang sakit atau malah hamil?" ucap Kayana memprediksi.


"Biasanya Kakak akan membawa istrinya ke rumah sakit AB. Di sana dia punya seorang sahabat yang bekerja sebagai dokter umum. Aku yakin hamil atau enggak, Kak Sean pasti akan membawanya ke dokter itu...," ucap Zelene menertawakan tingkah kakaknya.


"Maksudmu?" Kayana tidak mengerti dengan ucapan Zelene.


"Iya, Kak Sean yang bodoh! Dulu ketika tau mantan istrinya hamil, Kak Sean untuk pertama kalinya membawanya periksa ke dokter Olivia. Padahal kau tau, dia itu dokter umum bukan dokter kandungan," lagi-lagi Zelene menertawakan kakaknya.


"Itu artinya..., jika Callista beneran hamil, maka Om Sean akan melakukan hal yang sama seperti waktu itu?" Kayana tak habis pikir, Om Sean memang keren. Terkadang sesekali sangat menggemaskan.


Zelene mengangguk. "Sudahlah. Ayo kita berangkat! Aku takut Felix akan menunggu terlalu lama. Apa kau siap?"


Kayana merasa gugup. Ini kencan pertama kalinya sebagai orang yang sama-sama tidak saling mengenal.


Mereka pergi menggunakan mobil Vigor. Kayana duduk di belakang ditemani oleh Zelene.


"Kau jangan gugup, biasa saja," ucap Zelene menenangkan.


"Ini pertama kalinya untukku," balas Kayana.


"Sayang, nanti kita makan berdua saja, yah? Biarkan Kayana mengobrol berdua dengan Felix," usul Vigor.


"Eh, mana bisa begitu? Aku gak bisa kalau hanya berdua saja," Kayana memprotes Vigor.


"Jangan khawatir, Kay! Felix tidak akan memakanmu. Dia spesies langka," canda Vigor.


Kayana enggan menanggapi ocehan dari Vigor. Dia lebih memilih diam dan memikirkan apa yang akan dibicarakan dengan pria itu.


Apa yang akan gue obrolin dengan doi? Masa iya, langsung ngobrolin masa depan gitu? Kesannya kek gue cewek yang nggak laku-laku, dah.


Kayana menertawakan dirinya sendiri.


Mobil Vigor telah memasuki area parkir restoran Bukit Bintang. Restoran yang menyuguhkan view yang sangat menarik apalagi untuk pasangan muda mudi yang sedang berkencan. Konsep restoran dengan penataan gazebo di sekelilingnya.


"Sebaiknya kita langsung tanya resepsionis. Felix pasti sudah melakukan reservasi sebelumnya," ajak Vigor.


Sesampainya di depan resepsionis, Zelene maju untuk bertanya.

__ADS_1


"Maaf, Kak. Reservasi atas nama Tuan Felix, di mana ya?"


"Baik, Kak. Mari saya antarkan!" ajak resepsionis.


Zelene dan Vigor sengaja berjalan di belakang Kayana. Ketika Kayana fokus mengikuti langkah resepsionis, tiba-tiba sepasang suami istri itu menghilang.


Astaga, mereka pasti sengaja membuat gue bertemu dengan Felix seorang diri.


"Kak, silakan. Tuan Felix, tamu untuk Anda telah datang," ucap resepsionis kemudian meninggalkan kedua orang itu.


Felix menatap dengan seksama pada gadis yang akan didekatinya itu. Gadis yang pertama kali bertemu dengannya di Mal Sinar Galaxy.


"Duduklah!" ucap Felix.


Dia tidak tau harus memulainya dari mana. Ini pertama kalinya Felix berhadapan langsung dengan seorang wanita yang usianya terlihat masih sangat belia.


"Kenapa datang sendirian? Kak Sean dan istrinya, mana?" Felix berusaha mencairkan suasana yang terlihat sangat kaku.


"Oh, Om Sean mengantar istrinya ke rumah sakit. Callista sedang tidak enak badan," jawab Kayana gugup.


"Hei, jangan gugup. Anggap saja kita sudah pernah kenal lama," Felix tidak ingin membuat gadis itu merasa seperti sedang melakukan interview. "Berapa usiamu?"


Eh, kok langsung nanyain umur? Kenapa nggak nanyain nama dulu, kek. Basa-basi dikit kan seru!


"Kenapa tidak tanya nama dulu?" protes Kayana.


Felix merasa lucu berhadapan dengan gadis di depannya. "Kan sudah kenal. Namamu Kayana, kan?" Felix tersenyum pada gadis itu.


Kayana membalas senyuman pria di hadapannya itu. "Dua puluh tahun," jawabnya.


Oh God, istri Kak Sean juga masih sangat muda sekali.


"Mau makan dulu atau langsung mengobrol?" Felix memberikan pilihan.


Mana bisa gue makan di hadapan pria sekeren doi. Gugup gue!


"Fifty-fifty! Mengobrol lima puluh persen, makan lima puluh persen!" usul Kayana.


Felix merasa menjadi pria yang sangat muda berhadapan dengan gadis lucu di depannya.


"Baiklah! Apa kau sudah siap untuk menikah?" tanya Felix to the point.


Deg!


Pertanyaan yang membuat Kayana harus berpikir dengan matang untuk menjawab pertanyaan Felix.


Kayana mengangguk.


Kayana seperti sudah terhipnotis oleh ketampan pria di hadapannya. Mengingat Kayana akan ditinggal menikah oleh kekasihnya yang saat ini sudah menjadi mantan.


"Bagus! Aku memang sedang mencari pendamping hidup, bukan seorang kekasih. Oh ya, apa kamu siap melahirkan anak-anak untukku?" Felix sudah tidak muda lagi. Dia berharap bisa memberikan kebahagiaan untuk Mamanya.

__ADS_1


Astaga! Pria ini mesum sekali atau memang apa, sih? Kan nikahnya belom. Kenapa tiba-tiba langsung ngomong seperti itu?


"Kenapa diam? Apa kau takut untuk hamil?" tanya Felix.


"Ti-tidak! Aku sangat siap. Siap sekali...," ucap Kayana gugup.


Felix merasa tidak ada salahnya untuk memilih gadis itu. Mengingat beberapa kali dia mengalami kegagalan.


"Baiklah, seminggu lagi kita akan menikah!" ucap Felix langsung ke intinya.


"Hah? Kenapa secepat itu?" protes Kayana.


"Iya. Sudah kubilang dari awal. Aku tidak mencari kekasih dan kau sudah siap untuk hamil. Bukankah lebih cepat lebih baik?"


"Astaga! Aku pikir ini hanya sebuah candaan," Kayana masih belum bisa menerima kenyataan jika dia akan segera menikah.


"Aku tidak sedang bercanda, Kayana. Umurku sudah tiga puluh dua tahun. Aku butuh seorang istri yang siap melayaniku kapan saja. Bertanggung jawab atas suaminya dan siap melahirkan keturunannya," Felix pria yang sangat bijak.


Kayana tidak bisa berkata apapun. Dia terpesona mendengar ucapan Felix.


"Bagaimana? Apa kau setuju?" Kali ini Felix berharap mendapatkan kepastian dari mulut gadis itu. Tak ada pilihan lain.


Apa ini pilihan terbaik buat gue? Biar gue ngga ngerasa kesepian lagi setelah Callista menikah.


"Iya, aku mau," jawab Kayana dengan rona merah di wajahnya. Dia bahagia sekaligus malu di hadapan Felix.


Felix mendengar jawaban Kayana yang bisa menerimanya, membuat dia sangat bahagia. Dia mengeluarkan sesuatu dari dalam saku jasnya. Dia meraih tangan gadis itu dan menyematkan sebuah cincin di jari manis gadis itu.


Kayana melihat perlakuan Felix yang sangat romantis itu membuatnya speechless. Dia hanya bisa memandangi jarinya yang kini tersemat sebuah cincin indah.


"Will you marry me?" tanya Felix.


"I will," jawab Kayana.


😍😍😍😍to be continued😍😍😍😍


Hai akak readers. Selamat berhari minggu...


Jangan lupa like, vote, dan komentarnya...


Sambil menunggu update part selanjutnya, kuy kepoin karya teman emak. Ceritanya gak kalah keren!


Judul : Berbagi Cinta : Tetanggaku Ternyata Maduku


Author : Bubu.id


*Novel ini dibuat untuk mengikuti even, jadi jangan sungkan untuk membacanya. Jangan lupa berikan like, vote, dan komentarnya.


Terima kasih. Luv yu All... 😍😍😍😍


__ADS_1


__ADS_2