Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+
Mantan Terindah


__ADS_3

Sebelas Januari, tanggal yang dipilih untuk prosesi pernikahan dan resepsi untuk Dizon Damarion dan dokter Olivia.


Hari ini merupakan kehebatan perjodohan satu miliar yang dilakukan secara rahasia. Dizon dan dokter Olivia bahkan tidak menyadarinya atau memang sudah malas untuk mencari bukti kejadian malam tahun baru itu. Yang penting bagi mereka, semuanya beres dan berakhir sempurna.


Sean dan Vigor sudah berjanji akan berangkat bersama dan membawakan kado spesial untuk sepasang pengantin aneh itu.


"Sayang, bagaimana menurutmu?" tanya Callista yang memamerkan gaun yang memiliki belahan tinggi.


"Kamu yakin akan memakai baju seperti itu?" Ada tatapan mata tidak suka dari suaminya.


"Memangnya ada yang aneh dengan baju ini?" Callista hanya berusaha membuat suaminya keder dan cemburu setengah mati.


"Ganti! Suamimu seperti pria yang tidak punya uang saja," protesnya.


Sean tidak suka istrinya terlihat seksi di mata pria lain, itulah sebabnya dia meminta Callista ganti baju sampai entah yang keberapa kali.


Sementara di luar, Zelene sudah menekan bel apartemen entah untuk yang keberapa. Dia sangat kesal pada kakaknya.


Ceklek!


Sean membuka pintu. Dia meninggalkan istrinya untuk memilih gaun lagi yang lebih pantas dan tidak terlalu seksi.


"Kakak... Lama sekali! Make up-ku hampir luntur, 'kan?" Zelene masuk dengan mode cemberut. Dibelakangnya disusul sang suami, Vigor.


"Itu karena ulah kakak iparmu sendiri," gerutu Sean.


"Memangnya kakak ipar kenapa?" tanya Zelene.


"Iya, Kak. Apa kakak ipar baik-baik saja?" tanya Vigor.


Vigor duduk di sofa, sementara Zelene masih berdiri menatap tajam kakaknya.


"Aku tidak suka jika dia memakai pakaian seksi!" Kali ini suara Sean membuat seisi ruang tamu penuh akan suaranya. Vigor dan Zelene mengamati perubahan sikap kakaknya yang semakin aneh alias menampakkan wajah cemburu yang tak biasa.


"Kakak cemburu?" tanya Zelene mendekati pria itu.


Cemburu? Tidak... Aku tidak cemburu. Hanya saja aku paling tidak suka tubuh istriku dilihat pria lain.


Sean menggeleng.


"Ya sudah. Lekas panggil kakak ipar. Kita bisa terlambat!" ucap Zelene.


Orang yang dimaksud langsung muncul dihadapannya dengan gaun yang lebih tertutup dari sebelumnya. Terlihat senyum mengembang diwajah suaminya.


Ini baru istriku! Batin Sean.


"Vigor, tolong bawakan box kado itu ke mobil," ucap Sean.


Sebuah box yang memiliki volume seratus dua puluh lima ribu centimeter kubik yang dibungkus dengan rapi. Entah isinya apa? Hanya dokter Olivia dan Dizon yang akan membukanya. Kado terniat yang disiapkan dua pasang suami istri itu.


Setelah box kado pernikahan masuk ke dalam mobil, mereka langsung berangkat menggunakan mobil Sean yang dikemudikan Vigor. Sean dan Callista duduk di belakang. Zelene duduk di depan bersama suaminya.

__ADS_1


"Aku nggak bisa bayangkan jika mereka membuka kado ini, Kak," ucap Zelene penuh tawa.


Sean dan Callista juga ikut menertawakan box yang mereka bawa saat ini.


"Aku ingin tau, wajah runyam mereka ketika box ini menghantuinya di tengah malam," ucap Sean.


Mereka semua menertawakan isi box yang telah mereka siapkan. Termasuk ide konyol dari Callista. Dia yang paling dominan menentukan isi box tersebut.


"Aku yakin, keduanya bakal kejang-kejang tengah malam," ucap Callista.


Mobil memasuki area hotel Sunrise. Sesampainya di sana, Vigor kebagian jatah berat lagi. Dia harus membawa box tersebut menuju tempat peletakan hadiah untuk pengantin.


Callista melihat kedatangan Kayana dan suaminya. Sahabatnya itu terlihat makin cantik dan anggun dengan balutan gaun berwarna merah maroon yang melekat pas ditubuhnya.


"Sayang, aku langsung ke Mama dan Papa dulu, ya?" pamit Felix pada istrinya. Pria itu memberikan ruang untuk istrinya berkumpul dengan sahabatnya.


"Aku langsung ke istrinya Om Sean, tidak apa-apa, 'kan? Atau ke Mama dulu?" Kayana serba salah. Dia sudah masuk keluarga inti Damarion. Terlihat susah sekali untuk langsung bergabung dengan sahabatnya.


"Terserah kamu saja," ucap Felix. Pria itu langsung berjalan masuk ke ballroom untuk menemui kedua orang tuanya.


Hemm, dasar pria tidak peka!


Kayana mengikuti suaminya dari belakang. Dia melambaikan tangan pada Callista supaya mereka lekas masuk ke dalam.


Ballroom yang megah itu telah disulap sedemikian rupa menjadi sangat indah. Seperti konsep yang Mama Carlotta minta.


Papa Denzel dan Mama Carlotta menemui beberapa tamu sambil menunggu kedatangan dokter Olivia dan keluarganya.


Rhiana tampak mendekati keluarga Damarion yang di sana ada atasannya, Felix. Sekretaris itu cari perhatian pada keluarga itu. Dia sempat mengobrol juga dengan Papa Denzel maupun Mama Carlotta.


Tidak sengaja, seseorang dari belakang menabrak Rhiana dan berujung sekretaris itu jatuh ke pelukan Felix. Pria itu hampir kehilangan keseimbangan jika tidak menahan sekretarisnya untuk waktu sesaat.


Sepertinya kejadian berulang ini membuat Kayana kesal dan cemburu yang teramat sangat. Dia langsung meninggalkan keluarga Damarion, lebih tepatnya menghindari suaminya.


"Maaf, Tuan. Aku benar-benar tidak sengaja," ucap Rhiana setelah terlepas dari Felix.


Felix tidak menjawab ucapan Rhiana, dia langsung pamit pada mamanya untuk mencari Kayana. Istrinya itu cemburu lagi.


"Ma, aku pamit keluar sebentar," ucapnya.


Setelah itu, dia berkeliling ballroom mencari keberadaan istrinya. Tetapi tidak menemukannya sama sekali.


"Kemana dia?" ucap Felix.


Kenapa harus terjadi lagi pada sekretaris itu, sih? Sekarang Kayana pasti ngambek lagi.


Tak ada tempat lain yang dicarinya kecuali toilet. Dia bergegas menuju toilet yang tak jauh dari ballroom. Dari kejauhan nampak Kayana sedang mengobrol dengan seseorang. Istrinya terlihat lebih bahagia bersama pria itu. Sepertinya tamu dari Damarion juga. Pria itu terlihat sangat akrab bahkan bisa membuat Kayana tertawa lepas.


Kenapa rasanya hatiku sakit melihat mereka seakrab itu?


Felix tidak tahan. Semakin membiarkan istrinya dengan pria itu, ada sedikit rasa kesal yang mendera hatinya. Perasaan dongkol, cemburu, dan entah apalagi.

__ADS_1


Felix mendekati Kayana dan pria itu.


"Sayang... Ternyata kamu di sini. Kucari kemana-mana tapi aku tidak menemukanmu," ucap Felix.


Kayana dan pria itu menoleh, tetapi tatapan Kayana seakan biasa saja menghadapi suaminya.


Kamu pikir aku tidak cemburu melihat sekretaris seksimu itu!


"Wah, Anda pasti Tuan Felix. Suami Kayana?" tanya pria itu.


Pria itu mengulurkan tangannya untuk menjabat tangan Felix. Felix melakukan hal yang sama.


"Galen Austin, mantan kekasih Kayana," ucap pria itu.


Deg!


Terlihat kecemburuan yang sangat besar di hati Felix. Kali ini seperti ledakan bom yang siap meledak sewaktu-waktu.


"Felix," jawabnya datar.


Keduanya melepas jabatan tangannya. Felix menarik tangan Kayana untuk berbicara sebentar.


"Maaf, bisa pinjam istriku sebentar?" tanya Felix pada Galen.


"Silakan, Tuan," jawab Galen.


Sedikit menjauh, Felix mulai menginterogasi istrinya.


"Apa benar dia mantan kekasihmu? Kenapa ada di sini?" cecar Felix.


Ini saatnya pembalasan yang sesungguhnya, Tuan Felix.


"Iya, dia memang mantan terindahku. Memangya kenapa? Apa tidak boleh aku bertemu mantanku?" tantang Kayana. Wanita itu masih kesal pada suaminya.


"Kamu jangan menguji kesabaran suamimu. Aku bisa saja marah jika kamu bertemu dengannya," protes Felix. Pria ini sudah mulai posesif terhadap Kayana.


"Maaf, apa aku tidak salah dengar? Bagaimana aku melihat kejadian dua kali terlihat jelas di depan mataku?" Kayana mode cemburu level akut.


"Aku dan Rhiana tidak sengaja," ucap Felix.


"Tidak sengaja? Kenapa bisa sampai dua kali?" tanya Kayana.


Felix tidak mau berdebat di hari bahagia kakaknya. Secepatnya Felix menarik Kayana ke pelukannya. Dia ingin memperbaiki keadaan seperti semula. Agar tidak terjadi kesalahpahaman di antara keduanya.


🍋🍋🍋🍋🍋TBC🍋🍋🍋🍋🍋🍋


Mantan terindah Kayana, kak....



Galen Austin

__ADS_1


__ADS_2