Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+
Jadilah Istri Agresif!


__ADS_3

Kayana mendapatkan pesan untuk menginap di apartemen sahabatnya. Dia terlihat sangat gembira.


Ini keren. Aku bisa room tours di apartemen Golden. Apartemen Sultan guys..., penghuninya pasti keren semuanya. Termasuk suami Callista. Gue belum pernah ketemu. Eh, kenapa gue malah penasaran sama suami doi?


Sepulang kerja, Kayana mengendarai motornya menuju apartemen Golden. Sesampainya disana, dia kebingungan harus memarkir motornya dimana?


Kayana menelepon Callista.


"Hai, Call..., gue udah ada di depan nih. Cuman mau parkir motor, taruh mana yak?" ucap Kayana setelah telepon tersambung.


"Wait! Aku turun bentar. Lo ada dimana?"


"Gerbang depan apartemen," balasnya.


"Lo masuk aja, gue tunggu di halaman," Callista memutuskan sambungan telepon. Dia turun menemui Kayana.


Keduanya bertemu di halaman apartemen.


"Hai, Kay...," sapa Callista.


"Hai, Call. Parkir dimana nih?"


Callista membonceng Kayana menuju ke basement. Tempat parkir mobil berada.


"Keren, Call..., sumpah! Sepeda motor gue the only one di basement ini," teriak Kayana.


Callista cuma bisa tersenyum melihat tingkah sohibnya itu.


"Yuk, ke atas! Lo bisa lekas mandi dan istirahat. Gue siapin makanan plus cemilan buat lo," ajak Callista.


Kedua sahabat berjalan beriringan untuk mencapai unit apartemen milik suami Callista. Sepanjang perjalanan, Kayana selalu menunjukkan kekagumannya pada apartemen mewah ini.


"Gila..., ini bener-bener pengalaman pertama gue masuk ke apartemen Golden. Mewah sangat, Call!" ucap Kayana ketika sampai di depan unit suami Callista.


Callista menekan kode akses untuk membuka pintu. Lagi-lagi, sohibnya dibuat heran.


"Buka pintu berasa buka PIN ponsel ya, Call? Kagak usah bawa kunci kemana-mana," Kayana terbuai dengan semua apa yang dilihatnya.


Sampailah Kayana di ruang tamu. Doi langsung menutup mulut dengan kedua tangannya.


"Woah, ini mah suami lo tajir melintir, Call... Interiornya cakep bener!"


Dan masih banyak lagi ungkapan takjub yang dilontarkan sahabat Callista.


"Lo mau langsung mandi atau istirahat sebentar?" tanya Callista yang sudah sama-sama duduk di sofa ruang tamu.


"Gue mau menikmati empuknya sofa ini, Call," Kayana merasakan perbedaan yang mencolok antara dirinya dan Callista.

__ADS_1


Lo sangat beruntung, Call..., gue ikut berbahagia.


Callista beranjak ke dapur untuk mengambil beberapa soft drink, kemudian meletakkannya di meja.


"Minumlah! Lo pasti haus," perintah Callista.


Setelah puas menikmati sofa ruang tamu, kini Callista membawanya ke kamar tamu. Perbedaannya, kamar tamu ukurannya lebih kecil dari kamar utama. Disana hanya ada toilet dan kamar mandi yang hanya ada showernya saja. Sangat jauh berbeda dengan bathroom kamar utama yang dilengkapi dengan bath up.


"Sori, Kay. Gue cuman bisa bawa lo ke kamar tamu. Soalnya suami gue udah wanti-wanti untuk tidak membawa tamu ke kamar utama. Maaf ya, Kay," Callista merasa tak enak hati pada sahabatnya.


"Iya, Call. Gue paham. Itu privasi kalian. Lo jangan khawatir..., lo ngajak gue kesini aja udah bersyukur banget. Thanks, Call," Kayana memeluk erat sahabatnya.


Kayana lekas membersihkan diri. Callista mengambil paper bag yang berisi bajunya yang belum sempat kepake.


Setelah Kayana selesai, Callista mengajaknya makan terlebih dahulu.


"Bahkan dapurnya terlihat amazing," ucap Kayana.


"Tunggulah di meja makan, Kay! Gue buatkan nasi goreng," pinta Callista.


Kayana menurut saja sambil menikmati sekeliling dapur dan ruang makan.


Apartemen mewah, guys....


Callista menyiapkan nasi goreng dengan telur mata sapi dan segelas es kopi.


"Eh, lo jago masak juga?" selidik Kayana yang menikmati enaknya nasi goreng buatan sahabatnya.


Setelah menikmati makan malamnya yang kesorean, Callista menawarkan sesuatu.


"Mau ngobrol di kamar tamu atau ruang tengah sambil nonton televisi?" Callista memberikan pilihan.


"Gue mau ngobrol di kamar tamu aja, Call," Kayana memilih kamar tamu agar leluasa mengobrol tanpa terganggu.


Sekarang, keduanya berada di kamar tamu. Callista dan Kayana merebahkan dirinya di ranjang.


"Empuk, Call!" teriak Kayana.


"He em. Gue baru kali ini sih masuk kamar ini," ucapnya.


Wah, kamar tamu kerennya kek gini. Gimana dengan kamar utama? Pasti jauh lebih keren.


"Suami lo udah sayang banget, yah?" selidik Kayana.


"Entahlah, Kay. Menurut gue juga begitu sih. Tapi...," Callista menghentikan ucapannya.


"Tapi kenapa, Call?"

__ADS_1


"Gue belum bisa bersikap romantis sama doi," Callista mencurahkan isi hatinya.


"Gercep dong Call! Lo harus bisa bales semua sikap romantis doi. Apa lo nggak takut ada orang lain yang bakal mepet doi?" Kayana adalah sahabat yang sangat baik untuk Callista. Dia selalu memberikan masukan positif agar Callista menjadi lebih baik.


Kayana benar! Sekarang doi lagi di pepet mantan istrinya yang perfect itu. Gue pengin bisa lebih romantis dari doi.


"Gimana cara gue bersikap, Kay? Misal nih, tiba-tiba doi lagi meluk gue. Nah, gue harus membalas pake cara apa?" Callista membayangkan perlakuan romantis suaminya yang satu ini.


"Jadilah istri agresif!" Sebuah kalimat yang dilontarkan Kayana terdengar seperti seorang motivator percintaan dunia nyata.


"Hah?" Callista terkejut.


"Iya, Call. Kenapa terkejut begitu?"


"Iya kaget aja, Kay. Lo udah seperti seorang motivator aja," canda Callista. "Jadi, pertanyaan gue tadi apa dong jawabannya?"


"Ya sesuai yang doi lakukan, dong. Misal doi peluk, ya lo peluk balik lah. Apapun itu, coba lo balas hal yang romantis. Gue jamin, doi bakal nempel terus sama lo."


"Kalau misal gue mau cium doi, gimana?" Callista semakin dibuat penasaran.


"Ya lo tinggal cium aja. Apa susahnya. Tar doi tau kok bakalan ngelakuin apa ke elo. Gitu aja masa gue yang ngajarin, sih?" protes Kayana.


Keduanya tertawa.


"Eh, gue ada pertanyaan yang lebih sensitif nih, Kay," ucap Callista.


Duh, gimana caranya gue minta nganu duluan yak?


Callista cengengesan.


"Eh, kenapa lo?"


"Gini, Kay. Misal gue minta ehem duluan gimana, yak?" pertanyaan absurd Callista membuat Kayana tertawa terbahak.


"Hais, harusnya yang model begituan gue belajarnya dari lo, Call. Ini malah kebalik, lo belajar sama anak gadis," ledek Kayana. "Lo polosan aja, tar doi juga langsung nempel."


Keduanya bercanda sampai tak mengenal waktu. Jam sudah menunjukkan pukul 10 malam, Kayana terlihat sudah mengantuk.


"Lo tidur duluan, Kay! Gue mau ngecek lampu kamar utama," Callista membiarkan sahabatnya beristirahat.


Di dalam kamar utama, Callista duduk di ranjang seorang diri. Dia berusaha mencerna seluruh ucapan Kayana. Apalagi sekarang rivalnya sudah menampakkan batang hidungnya. Siapa lagi kalau bukan mantan istri suaminya.


Apa gue harus jadi agresif ya untuk narik perhatian Om Sean. Biar doi terus mepet ke gue. Gue takut Mrs. Perfect itu berhasil menggaet suami gue. Gue nggak terima! Apalagi selama ini Om suami selalu ngasih perhatian lebih ke gue. Kalau gue nggak perhatian balik. Amsyong deh!


😍😍😍😍😍


Hai kakak-kakaku semua yang kece badai luar biasa...

__ADS_1


Jangan lupa vote, like, dan komentarnya. Jangan lupa hadiah buket bunganya atau secangkir kopi agar author lebih bersemangat. 😍😍😍


Terima kasih...


__ADS_2