
Mama Carlotta pergi sendiri diantarkan sopir keluarga Damarion. Tujuan pertama pergi ke hotel Starlight. Selanjutnya kantor Wedding Organizer dan butik gaun pengantin yang letaknya berada di dalam Mal Sinar Galaxy.
Denzel, kau sangat cuek terhadap Felix. Aku tau, kegagalan pertunangannya karena Felix tidak ingin memaksa Zelene yang sudah memilih orang lain untuk menikah dengannya. Memang terkesan terlalu mengalah. Felix tipikal pria yang menerima apapun keputusan orang lain dengan lapang dada. Dia tipe pria yang tidak memaksakan kehendak sepertiku. Sedangkan Dizon? Dia terlalu keras kepala sepertimu!
Mama Carlotta melupakan sesuatu. Felix hanya menyampaikan seminggu lagi pernikahannya.
Tanggal berapa dia akan menikah? Kenapa aku bisa lupa menanyakannya.
Mama Carlotta mendial nomor ponsel anak bungsunya.
"Halo, Ma. Ada apa?" jawab Felix di seberang telepon.
"Tanggal berapa kau akan menikah dengan Kayana, Nak? Mama sekarang pergi ke hotel Starlight untuk memesan ballroom hotel," ucap Mamanya.
"Dua puluh empat Desember tahun ini, Ma. Aku ingin akhir tahun bisa berlibur bersama istriku," ucap Felix.
"Baiklah, sayang. Mama akan usahakan," ucap Mama Carlotta.
"Mama pergi dengan siapa?"
"Dengan sopir, Nak! Kau jangan khawatir. Sudah dulu, yah. Mama sudah sampai di tempat parkir hotel," ucap Mama Carlotta mengakhiri pembicaraannya.
"Pak, tunggu sebentar, yah! Aku tidak akan lama," ucapnya pada Sopir pribadi keluarga Damarion.
Mama Carlotta ingin memberikan pernikahan istimewa untuk anak bungsunya itu. Dia langsung menuju ke resepsionis.
"Selamat siang, Nyonya. Ada yang bisa kami bantu?" ucap salah seorang resepsionis.
"Saya ingin reservasi Ballroom hotel, bisa?"
"Sebentar, Nyonya. Akan kami informasikan kepada reservation staff. Mohon menunggu sebentar," ucap resepsionis.
Resepsionis sedang menghubungi staf reservasi. Tak berapa lama, Mama Carlotta di persilakan masuk ke sebuah ruangan.
"Nyonya, mari saya antar," ucap resepsionis tersebut.
Hanya sekitar setengah jam, Mama Carlotta keluar dari ruangan tersebut. Dia telah berhasil melakukan reservasi Ballroom untuk pernikahan putranya. Bergegas Mama Carlotta kembali ke mobil.
"Pak, ke Mal Sinar Galaxy, ya...," ucapnya pada sang Sopir.
Rasanya aku sangat bahagia melihat Felix akan menikah. Semoga calon anakku adalah orang baik yang mau menerima apapun kekurangan Felix. Mama bahagia, sayang....
Sepanjang perjalanan ke Mal Sinar Galaxy, wanita paruh baya itu sangat semringah. Senyumnya selalu mengembang. Sesampainya di sana, dia langsung turun dan meminta sang Sopir untuk menunggu agak lama.
"Maaf, Pak. Saya agak lama berada di dalam. Jika Bapak mau makan siang atau apapun, dipersilakan. Mungkin sekitar tiga jam lagi saya baru kembali," ucapnya.
__ADS_1
"Baik, Nyonya," balas sang Sopir.
Mama Carlotta langsung masuk ke dalam Mal. Tujuannya ke kantor *W*edding Organizer terlebih dahulu. Dia ingin membuat pesta pernikahan yang sangat mewah untuk putra bungsunya.
Sepanjang perjalanan di dalam Mal, Mama Carlotta seperti melihat orang yang di kenalnya.
Bersama siapa wanita itu? Aku tidak pernah mengenal orang di sebelahnya? Apa mungkin masih kerabatnya?
Sebenarnya Mama Carlotta ingin mengikuti kemana wanita itu pergi. Tetapi diurungkan niatnya karena harus pergi ke kantor Wedding Organizer.
Tak ada waktu untuk meladeni wanita itu. Lain kali saja!
Mama Carlotta berada di kantor WO sekitar satu jam lebih. Dia memilih konsep pernikahan putranya bertema Internasional.
Akhirnya selesai juga. Sekarang aku mampir ke Restoran steak itu dulu. Sebelum masuk ke butik. Rasanya aku sangat lapar sekali.
Mama Carlotta keluar dari kantor Wedding Organizer dengan semringah. Lima puluh persen perencanaan pernikahan putranya telah selesai.
Niatnya untuk pergi ke Restoran steak, terhenti karena melihat orang yang sejak tadi di lihatnya. Orang itu berada di food court nasi goreng. Dia masih bersama wanita lain yang sangat cantik.
Apa sebaiknya aku ke sana? Aku penasaran apa yang dilakukan wanita itu!
"Hai, Jeng. Di sini juga?" sapa Mama Carlotta. Dia sudah tidak tahan melihat wanita paruh baya itu bersama seorang gadis muda yang lumayan cantik dan terlihat sangat seksi dengan gaun ketatnya itu.
Jangan sampai dia berpikiran buruk tentangku. Aku ada urusan penting dengan Magenta.
"Iya, Jeng. Kebetulan aku lagi jalan sama saudara jauh yang baru sampai," ucap Mama Jelita berbohong.
"Hai, kamu cantik sekali," sapa Mama Carlotta pada gadis di samping Mama Jelita.
"Halo, tante. Perkenalkan namaku Maggy," jawab Magenta.
"Hai, Maggy... Carlotta," Mama Carlotta menjabat tangan Maggy. "Jeng, boleh gabung di sini?"
"Silakan. Oh, ya. Tumben Jeng sendirian di Mal besar ini? Ada urusan apa?" tanya Mama Jelita.
"Aku sedang mengurus persiapan pernikahan Felix, Jeng," jawab Mama Carlotta dengan aura bahagia yang memancar.
Jadi, calon menantu gagalku itu akan menikah? Zelene, sih. Terlalu memaksakan kemauannya sendiri. Coba kalau mau sama Felix, semua orang bakal kenal sama Zelene. Sayang, dia terlalu mengejar asisten bodoh itu! Entah, sekarang gadis itu dimana.
"Wah, selamat ya, Jeng. Maaf atas kegagalan pertunangannya dengan putriku. Calonnya gadis konglomerat mana, Jeng?" pertanyaan Mama Jelita seolah menyindir Mama Carlotta.
Apa yang pernah diucapkan Papa Denzel memang ada benarnya. Pertanyaan ini akan terus ditanyakan sampai kapanpun. Tetapi menurut pertimbangan Mama Carlotta, siapapun pilihan putranya akan selalu didukung.
"Gadis biasa, Jeng. Tapi aku sangat menyayanginya. Bersyukur, Felix mendapatkan gadis itu," ucap Mama Carlotta seakan membalas kata-kata Mama Jelita yang sedikit pedas dari biasanya.
__ADS_1
Hemm, rupanya dia lebih mengelukan calon menantunya yang sekarang daripada Zelene. Padahal anak gadisku itu sangat cantik dan berbakat. Sayang Zelene menolak Felix. Rasanya aku masih sangat kesal pada anak itu.
"Maggy, sebaiknya kita lanjutkan belanjanya. Nanti keburu sore," ajaknya pada Magenta. Mama Jelita agak tersinggung dengan ucapan Mama Carlotta yang tidak sengaja menggores perasaannya.
"Loh, kok sudah mau pergi saja, Jeng!" ucap Mama Carlotta.
"Maaf, Jeng. Ada urusan lain," pamitnya.
Setelah kepergian Mama Jelita dan gadis seksi itu, Mama Carlotta memesan nasi goreng untuk makan siangnya.
"Pelayan, kemarilah!" panggil Mama Carlotta.
"Iya, Nyonya. Mau pesan apa?" tanya pelayan.
"Nasi goreng Hongkong dan teh hangat tawar," jawab Mama Carlotta.
"Baik, Nyonya," pelayan itu meninggalkan pelanggannya.
Jelita sangat aneh sekali. Siapa gadis itu sebenarnya? Apa hubungannya dengannya. Terlihat sangat aneh. Apa dia punya misi terselubung. Mengingat kabar terakhir Sean sudah menikah lagi. Apa karena istri Sean berasal dari kalangan biasa seperti calon menantuku? Ah, semoga aku tidak menjadi seperti Jelita.
Pesanan nasi goreng Mama Carlotta datang. Secepatnya dia ingin menyelesaikan makan siangnya kemudian membayar pesanannya. Setelah itu dia pergi ke butik untuk memesan gaun pengantin dan jas untuk putranya.
Dari jauh, Carlotta dikejutkan dengan Jelita dan Maggy. Gadis itu sedang mencoba gaun yang sangat seksi sekali.
Apa sebenarnya tujuan Jelita?
Carlotta secepatnya menuju pegawai butik.
"Selamat siang. Bisa pesan gaun pengantin untuk dipakai tanggal dua puluh empat bulan ini?" tanya Mama Carlotta pada pegawai butik.
"Bisa, Nyonya. Ingin model gaun yang seperti apa, Nyonya?" tanya pegawai itu.
"Carikan yang model Internasional. Besok atau lusa aku akan mengajak calon pengantinnya. Ini kartu namaku. Tolong kabari ya," ucap Mama Carlotta.
"Baik, Nyonya," balas pegawai tersebut.
😍😍😍😍TBC😍😍😍😍
Semoga masih ingat dengan Magenta, ya...
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya.
Sedikit bunga atau secangkir kopi selalu ditunggu hadiahnya.
Terima kasih... 😍😍😍😍
__ADS_1