
Selepas Vigor meninggalkan rumah utama, Mama Jelita menemui putrinya. Dia ingin berbicara dari hati ke hati bersama Zelene.
Zelene sedang menangis di kamarnya. Dia kecewa dengan sikap Mamanya yang terlalu perfeksionis dalam mengambil sebuah keputusan.
Tok tok tok.
Mama Jelita mengetuk pintu kamar putrinya. Ketukan pertama tak dihiraukan oleh Zelene. Wanita paruh baya itu mencoba mengetuk untuk kedua kalinya.
Tok tok tok.
Zelene enggan bertemu Mamanya. Dia tidak merespon sama sekali ketukan yang kedua. Wanita paruh baya itu tidak menyerah. Dia langsung menerobos masuk ke kamar putrinya yang tidak terkunci itu.
"Apa kau pikir Mama akan membiarkanmu menikah dengan laki-laki itu?" ucap Mama Jelita. Dia mendekati putrinya yang saat ini sedang berada di atas ranjang. Dia meringkuk menangisi kegagalan dengan orang yang disayanginya.
"Tak ada yang perlu kau tangisi, Ze. Kehidupanmu akan jauh lebih bahagia dengan lelaki pilihan Mama. Ingat, jangan coba-coba untuk kabur! Mama tak segan untuk membuatmu menyesal telah melawan Mama," Kerasnya kehidupan membuat Mama Jelita menjadi seorang wanita yang perfeksionis dan selalu berusaha membuat apa yang di hadapannya selalu dalam keadaan sempurna.
"Ma... Ze sudah dewasa. Harusnya Mama memberikan kebebasan pada Ze untuk menentukan pilihan," protes Zelene.
Andai kau tahu kerasnya kehidupan di luar sana, Ze? Kau pasti akan menuruti semua kemauan Mama.
"Mama tidak pernah berubah. Mama selalu memaksakan kehendak. Ze tidak ingin menikah dengan orang lain jika Mama tidak merestuiku dengan Kak Vigor. Biarkan Ze menyendiri seumur hidup. Biar Mama puas!" Zelene tidak tahan dengan sikap Mamanya.
Zelene membayangkan bagaimana dulu Mama memaksa Kakaknya untuk menerima perjodohan dengan Diana Carrington, wanita fashionable dari kalangan atas itu. Wanita yang tidak pernah dicintai oleh Kakaknya, tetapi sang Kakak berusaha menjadikan wanita itu menjadi orang yang paling dicintainya.
Kakaknya menjalani pernikahan tak biasa ketika lelaki itu tau bahwa istrinya telah berselingkuh dengan mantan kekasihnya sampai memiliki seorang anak, Willow.
Diana terlalu pandai berakting. Dia yang membuat Mama Jelita harus menyematkan nama Armstrong di belakang nama Willow. Padahal sebenarnya Willow adalah anak dari seorang Dizon Damarion. Ya, lebih tepatnya Willow Damarion.
"Mama ingin membuat kehancuran pernikahanku setelah menghancurkan pernikahan Kak Sean? Mama belum puas melihat Kak Sean menduda selama lima tahun belakangan ini? Apa tujuan Mama sebenarnya?" Zelene tak tahan untuk tidak melawan Mamanya.
__ADS_1
"Ck, Kakakmu saja yang bodoh! Mama sudah memintanya rujuk kembali dengan Diana. Mama ingin Willow kembali bersama kita, Ze. Mama menyayangi anak itu, tetapi kakakmu menolaknya," ucapan Mamanya kali ini semakin membuat Zelene geram. Sangat geram malah.
Memangnya Mama pikir Kakak mau untuk kembali dengan wanita bermuka dua itu? Mama salah besar. Kakak sekarang jauh lebih bahagia bersama Callista. Wanita yang usianya jauh dibawahku yang mampu membuat kehidupan Kakak lebih berwarna. Wanita itu sangat baik. Aku tidak akan membiarkan Mama membuat mereka terpisah. Biar aku saja yang mengalaminya.
"Mama yang akan menyesal telah membuat kehidupan Kak Sean berantakan!" Zelene mengutuk perbuatan Mamanya selama ini.
"Kita lihat saja, Ze. Siapa yang lebih menyesal di sini? Kamu yang tidak mau menuruti kemauan Mama atau pilihanmu dengan asisten rendahan itu!" Mama Jelita tidak pernah menyukai Vigor karena lelaki itu selalu mendukung keputusan Sean. Selain itu, Vigor tidak berasal dari keluarga sejajar dengan Mama Jelita. Vigor hanya anak orang biasa yang diangkat anaknya menjadi asisten dan orang kepercayaannya. Mama Jelita sangat tidak menyukainya.
Mama Jelita lelah berdebat dengan putrinya. Dia ingin kembali ke kamarnya. Ada urusan yang harus diselesaikan.
"Pikirkan baik-baik permintaan Mama!" Mama Jelita lekas keluar meninggalkan kamar putrinya.
Ck, dia pikir semua keputusannya benar. Walaupun dia Mamaku, aku tidak peduli lagi. Dia selalu saja memandang rendah semua orang yang tidak sepadan dengannya. Aku melihat Kak Vigor sangat kasihan sekali. Aku juga memikirkan kakak ipar. Apa jadinya jika wanita itu ketemu Mama? Mama pasti menghinanya dan meminta Kak Sean untuk menceraikannya. Astaga! Rumit sekali kehidupan kami….
"Rasanya haus sekali setelah berdebat dengan Mrs. Perfeksionis itu. Sebaiknya aku ke dapur mengambil minum," Zelene keluar kamar untuk mengambil minuman di dapur.
Langkah kaki Zelene terhenti ketika sampai di depan kamar Mamanya. Samar-samar dia mendengar percakapan Mamanya dengan seseorang. Sepertinya Mamanya sedang menelepon seseorang. Tidak! Lebih tepatnya Mamanya sedang melakukan video call dengan mantan menantunya. Zelene berhenti di sana untuk menguping.
Dasar wanita muka dua. Untung Mama belum tahu pernikahan Kak Sean.
"Sean baik, Di. Pria itu betah sekali menduda. Entahlah, Mama juga berusaha membujuknya. Dia menolak. Mama nggak mau kalau Sean menikah dengan orang lain. Kau tau kan, Mama seperti apa?" ucap Mamanya pada mantan menantunya.
"Bagaimana rencana perjodohan Zelene, Ma? Apa dia sudah tau?" tanya Diana.
"Ze sudah Mama beritahu. Dia malah memilih asisten miskin itu. Mama tidak suka, Di. Mama tetap memaksanya untuk menerima perjodohan ini. Oh ya, lusa dia bisa datang?" tanya Mama Jelita. Sepertinya dia sedang menanyakan calon suami Zelene.
"Iya, Ma. Sesuai rencana, Felix Damarion akan datang bersama keluarganya. Mama jangan khawatir, aku sudah mengurusnya," jawab Diana. Dia terlihat sangat puas sekali akan menjodohkan mantan adik iparnya dengan adik mantan kekasihnya yang menjadi selingkuhannya itu.
Deg! Zelene terkejut. Rupanya perjodohan dirinya dengan lelaki yang bernama Felix Damarion itu atas usulan dari mantan kakak iparnya.
__ADS_1
Apa tujuanmu sebenarnya, Kak? Belum puas menyakiti Kak Sean? Sekarang kau mau memasukkanku dalam kehidupan keluarga Damarion.
"Dia tidak akan datang bersama Dizon, kan? Mama tidak mau terjadi ketegangan antara Sean dan Dizon, mantan kekasihmu itu," ucap Mama Jelita. Wanita paruh baya ini bahkan seperti menuruti semua permintaan mantan menantunya.
"Dizon ada di luar negeri, Ma. Dia sudah menikah lagi… Makanya aku meminta rujuk dengan Sean. Mama masih mau menerimanya, kan?" Diana berusaha merayu mantan mertuanya itu untuk melaksanakan kegilaannya entah untuk yang kesekian kalinya.
"Tentu, Di. Mama selalu mendukungmu, demi Willow," ucap Mama Jelita.
Zelene tidak tahan untuk terus mendengarkan pembicaraan Mamanya dengan mantan menantunya itu. Dia menuju ke dapur untuk mengambil air minum.
Zelene sangat kecewa pada Mamanya. Wanita itu lebih mempercayai orang lain ketimbang anaknya sendiri.
Mengenai Felix Damarion, Zelene tidak terlalu mengenal pria itu. Yang dia tau hanyalah Dizon Damarion. Pria yang sama brengs*knya dengan Diana Carrington.
Setelah meneguk air putih, Zelene kembali ke kamarnya. Dia ingin mengabari kakaknya tentang semua kelakuan Mama di belakangnya. Dia juga akan memberitahukan tentang perjodohannya dengan Felix Damarion.
Ma, kita lihat saja siapa yang akan menang di sini? Aku tidak akan mau menerima perjodohan dengan lelaki dari keluarga Damarion atau siapa pun. Aku hanya akan menikah dengan Vigor Abraham, lelaki pilihanku.
😍😍😍😍😍
Hai hai hai... kakak readers tercinta... semoga selalu setia menunggu kehadiran part selanjutnya... Jangan lupa like, vote, dan komentarnya... Agar emak author semakin bersemangat 😍😍😍
Masih dibuat panas dengan Emak yang mau menang sendiri yah? Harap bersabar 😁😁😁
Sambil menunggu emak author merangkai kata part selanjutnya,
Kuy kepoin karya teman mak author yang nggak kalah keren ceritanya
Judul : Berbagi Cinta : A Cup Of Revenge
__ADS_1
Author : Alyssa Ryuu