
Juvenal dibawa oleh wanita malamnya yang bernama Magenta. Wanita itu kembali lagi ke hotel karena ada beberapa barangnya yang tertinggal di kamar pria asing yang telah menyewanya. Ketika Magenta akan masuk ke hotel, dia melihat pria itu sedang baku hantam dengan seseorang.
Magenta baru berani mendekat ketika Satpam telah melerainya. Dia langsung mengajak pria itu kembali ke kamar hotelnya.
Magenta meminta pria itu untuk duduk di ranjang. Sementara dirinya akan meminta pelayan hotel menyediakan obat-obatan yang diminta. Sekitar sepuluh menit, Magenta kembali dengan kotak obat ditangannya.
"Kenapa Om bisa ribut dengan pria itu?" tanya Magenta yang sudah mulai membersihkan bekas darah segar yang mulai mengering.
"Auw... Pelan-pelan, Maggy. Pria itu tiba-tiba datang menghajarku!" ucap Juvenal.
"Apa yang Om lakukan sampai pria itu marah?"
"Aku hanya bertanya pada wanita yang pernah kutemui di supermarket Mal siang tadi. Aku tertarik padanya," ucap Juvenal jujur.
Astaga! Siapa wanita itu sebenarnya?
Magenta tidak tau jika Sean Armstrong sudah memiliki istri lagi. Yang dia dengar kabar terakhir dari Mama Jelita, wanita yang pernah memakai jasanya untuk menggoda putranya itu memang menceritakan jika Sean sudah beristri lagi. Tetapi Mama Jelita tidak menyukai pilihan putranya. Magenta juga tidak tau siapa istri Sean Armstrong yang sekarang.
Pernikahan mereka tidak terendus oleh publik. Jika semua orang tau Sean Armstrong telah menikah lagi, kemungkinan besar semua media akan melakukan wawancara.
Aku bisa menjadikan ini tambang emas untukku. Aku akan meminta wartawan ke kantor pria itu. Dan aku akan mendapatkan bayarannya. Ini akan menjadi berita terbesar akhir tahun ini.
"Maggy, kenapa kau diam? Lanjutkan mengobati lukaku," pinta Juvenal.
"Ah, iya. Baiklah," ucap Magenta melanjutkan membersihkan luka pria itu.
Magenta dengan telaten membersihkan luka itu kemudian memberikan salep dingin anti memar. Rasa salepnya sangat dingin sekali, seperti gell.
Setelah selesai, Magenta merapikan kembali kotak obat itu.
"Itu artinya Om malam ini akan memakai jasaku?" tanya Magenta memastikan. Malam ini, dia ingin membuat pria itu melupakan masalahnya dengan membuatnya mendes*h menikmati dirinya.
"Iya, aku akan melakukannya. Tunggu aku akan berendam dulu," ucap pria itu.
"Tunggu, Om! Biarkan dulu salepnya meresap. Percuma juga kan, aku susah-susah mengobatinya," protes Magenta.
Pria itu tidak mengindahkan larangan wanita sewaannya. Dia langsung masuk ke dalam bathroom. Dia sudah sangat menginginkan wanita sewaannya itu.
Juvenal bergegas membersihkan diri. Dia masih kesal pada pria yang menghajarnya itu. Setelah selesai, dia kembali ke kamarnya untuk melakukan malam pan*s dengan wanita sewaannya itu.
Juvenal memulai menyentuh Magenta dari ujung rambut sampai ujung kaki. Dengan perlahan dan sangat menikmati. Magenta dibuat menegang oleh pria asing itu yang ternyata sangat piawai membuatnya tersengat aliran tubuh pria itu.
__ADS_1
Pria itu menci*m Magenta sangat lembut bahkan lebih lembut dari pria lain yang pernah menyewanya. Keduanya sekarang dalam keadaan polos. Ketika hendak melakukan penyatuan, Juvenal menghentikannya. Pria itu masih teringat akan wanita yang menjadi bayang-bayang hidupnya seharian ini.
Magenta yang mengharapkan lebih pada pria itu harus dibuat kecewa, lantaran pria itu bangkit dari ranjangnya menuju ke bathroom. Dia akan menyelesaikan pelepasannya seorang diri.
"Si*l! Padahal aku sudah sangat menginginkannya. Kenapa tiba-tiba berhenti!" maki Magenta.
Juvenal berada di dalam bathroom sekitar tiga puluh menit. Pria itu akhirnya kembali lagi ke kamarnya dengan memakai bathrobe.
"Pakailah kembali pakaianmu, Maggy!" perintah Juvenal.
"Kenapa Om tiba-tiba menghentikannya?" tanya Magenta masih tidak terima.
"Aku masih penasaran dengan wanita dan pria itu," ucapnya.
"Om tidak mengenali pria itu?" tanya Magenta tidak percaya.
Juvenal menggeleng. Magenta fokus memakai kembali pakaiannya. Dia sedikit heran kenapa pria yang menyewanya itu tidak bisa mengenali Sean Armstrong.
"Om yakin tidak mengenali siapa pria itu?" tanya Magenta lagi.
"Tidak, Maggy," ucapnya.
"Apa maksudmu, Maggy?"
"Bahkan Om tidak mengenali Sean Armstrong," ucapnya kemudian.
"Sean Armstrong? Maksudnya pria yang menghajarku adalah pria yang kau maksud itu?" Juvenal menatap tajam pada Magenta.
Magenta mengangguk.
Juvenal langsung memijit pelipisnya.
Oh, ya ampun! Jadi, wanita yang sangat menarik untukku adalah istri Sean Armstrong? Astaga! Lagi-lagi hidupku tak jauh dari pria itu. Jika dulu istrinya mengejarku, sekarang aku malah tak sengaja mengejar istrinya.
"Om, kenapa melamun?" tanya Magenta.
"Kenapa aku tidak sadar harus berurusan lagi dengan pria itu?" ucapnya seperti menahan beban yang teramat berat.
"Om pernah punya urusan penting dengan Sean?" Magenta tidak percaya jika orang asing yang sekarang bersamanya pernah ada urusan penting dengan Sean. "Boleh aku tau?"
Kau tak perlu tau, Maggy. Itu kesalahan masa laluku....
__ADS_1
"Hanya masa lalu, Maggy. Kau tak perlu tau!" ucap Juvenal. Pria itu kemudian berdiri menghadap keluar jendela kamarnya.
Kepulangannya yang berniat untuk menikmati hidup, malah berujung terjadi keributan dengan pria itu yang dia pikir pria asing, ternyata adalah Sean Armstrong.
Sean Armstrong telah beristri lagi, itu artinya wanita yang pernah tidur dengannya sudah bercerai dari pria itu. Lalu, kemana perginya wanita itu? Wanita yang dulu mengejar dirinya sebagai orang pria yang tidak punya apa-apa dan hanya mengandalkan keuangan keluarga. Kini, Juvenal telah berhasil. Dia kembali lagi untuk menyempurnakan masa depannya di tempat yang pernah membuatnya terpuruk.
Magenta mendekati pria itu kemudian memeluknya dari belakang.
"Berbagilah keluh kesah denganku! Aku akan mendengarkannya," ucap Magenta.
Juvenal terdiam. Dia hanya merasakan betapa lembut wanita sewaannya memperlakukan dirinya. Jika mengingat wanita yang sedari siang membuat kacau pikirannya malah berujung keributan yang didapatkannya.
"Aku tak sengaja membuat kehidupan seorang Sean Armstrong menjadi kacau, Maggy," ucapnya.
"Maksud, Om?"
"Aku pernah punya masa lalu buruk dengan istrinya. Aku pergi meninggalkan tempat ini setelah kejadian itu. Aku sangat menyesal, Maggy."
"Jadi, Om pernah ada affair dengan mantan istri Sean Armstrong?" tanya Magenta penasaran.
"Bukan affair! Wanita itu yang mengejarku," ucapnya.
"Om tidak mencintainya?"
"Aku tidak pernah mencintai siapapun dalam hidupku, Maggy. Aku baru saja mengagumi seorang wanita yang kutemui siang ini. Dan, ternyata...," Juvenal menjeda ucapannya. "Dia adalah istri Sean."
Juvenal memutar badannya. Dia memeluk wanita sewaannya dengan sangat erat. Dia berharap bisa melupakan kejadian siang dan malam ini secara bersamaan.
"Lepaskan wanita itu, Om! Jika Om masih mengejarnya, Om akan berurusan dengan Sean Armstrong. Semua orang tau siapa pria itu? Bahkan, aku saja pernah kalah untuk menggoda pria itu. Mami Vee tidak membayar jasaku sama sekali karena gagal menaklukan pria itu," ucap Maggy.
"Kau benar, Maggy. Aku sangat menyesal. Tapi aku tidak bisa memungkiri jika pesona istri Sean itu sangat luar biasa," ucapnya.
Magenta merasa kesal. Pesonanya sebagai bintang yang bersinar di kalangan Mami Vee masih kalah dengan istri seorang Sean Armstrong. Tak menunggu lama, Magenta menjalankan aksi nekatnya untuk membuat pria di hadapannya ini berada dibawah kungkungannya.
🍓🍓🍓🍓TBC🍓🍓🍓🍓
Biarlah mereka berdua mau ngapain aja. Skip... 😁😁😁
Jangan lupa like, vote, dan komentarnya... 🥀🥀🥀🥀☕☕☕☕☕⭐⭐⭐⭐⭐ ditunggu...
Terima kasih,... Luv Yu All.... 😍😍😍😍
__ADS_1