Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+
Saudari Kembar


__ADS_3

Sean bergegas pergi dari kantornya lebih awal. Urusannya sudah selesai walaupun datangnya lebih siang. Tujuannya saat ini rumah keluarga Armstrong. Dia ingin menemui mamanya.


Sepanjang jalan, Sean memikirkan sikap mamanya yang semakin hari semakin meresahkan. Karena ulahnya, Zelene harus kehilangan janin yang dikandungnya.


"Ma, siapa sebenarnya dirimu? Kenapa suka sekali mengacaukan kehidupan kami?" ucap Sean ketika berada di dalam mobil.


Halaman rumah keluarga Armstrong masih terlihat sepi menjelang sore. Pemilik rumah rupanya sedang berada di dalam.


Sean memarkirkan mobilnya asal karena ingin segera bertemu dengan mamanya. Pelayan langsung membuka pintu dan mempersilakan bertemu dengan Nyonya Jelita yang sedang berada di ruang kerja papanya.


Ceklek!


"Apa yang mama lakukan di ruang kerja papa?" tanya Sean penasaran.


"Mengingat masa lalu, Sean. Untuk apa kamu kemari? Sudah ingat pulang ke rumah, ya?"


"Mama kenapa tega melakukan itu pada Zelene?" tanya Sean.


"Apa maksudmu? Aku tidak melakukan apapun pada adikmu itu," balas mama Jelita.


"Zelene keguguran, ma," ucapnya.


"Baguslah. Aku tidak perlu susah payah membuat anak itu menderita," ucap mama Jelita yang membuat Sean membelalakkan mata tidak percaya.


Wanita yang selalu dipanggilnya mama itu bisa sejahat ini.


"Apa maksud mama?" tanya Sean. Dia tidak percaya jika wanita dihadapannya itu tidak punya hati sedikitpun.


"Aku bukan mamamu!" teriak Mama Jelita.


Deg!


Untung saja ruang kerja papanya tertutup rapat. Semua orang yang berada di luar tidak mendengar kenyataan sebenarnya.

__ADS_1


"Apa maksud mama?" tanya Sean lagi.


Ini mungkin waktunya Sean mengerti rahasia yang sebenarnya. Mama Jelita menceritakan tentang dirinya. Dia adalah istri sah papanya Sean, Chaiden Barnard Armstrong. Dia pria yang sangat tampan dan begitu baik. Sayangnya, pria itu telah jatuh cinta pada saudari kembarnya, Jenica. Jelita terlalu iri hati melihat adik kembarnya itu dicintai oleh seorang Chaiden.


Jelita lebih dulu menaruh hati pada Chaiden, tetapi pria itu lebih dulu menambatkan hatinya pada Jenica. Kebencian Jelita pada Jenica sungguh mendarah daging. Bukan hanya Chaiden yang mencintainya, tetapi mama papanya lebih cenderung mendukung pernikahan Chaiden dengan Jenica.


Hingga suatu malam, Jelita mengajukan syarat pada papa mamanya. Jika Jenica menikah dengan Chaiden, Jelita juga harus menikah dengannya. Jelita meminta syarat menjadi istri pertama Chaiden yang dikenal banyak orang hingga sekarang. Sayangnya selain Chaiden tidak mencintainya, setelah resmi menikah dan tinggal di rumah yang sama, Chaiden tidak pernah memberikan nafkah batin pada Jelita. Dia selalu memberikan nafkah batinnya pada istri yang sangat dicintainya.


Jelita meradang. Hingga suatu hari, Jenica hamil. Jelita berpura-pura hamil dihadapan orang banyak. Setelah Jenica melahirkan Sean, bayi itu harus menjadi miliknya.


Kelakuan Jelita tidak bisa ditoleransi lagi sehingga membuat Chaiden dan Jenica memutuskan untuk pergi dari rumah dan meninggalkan bayi Sean pada Jelita.


Jenica semakin stres karena terpisah dari bayinya. Hingga selisih hampir dua belas tahun, Jenica hamil lagi putri keduanya yang diberi nama Zelene. Jelita tau dari anak buahnya yang selalu mengawasi kehidupan Chaiden dan Jenica selama bertahun-tahun. Untuk kedua kalinya, Jelita berhasil mengambil kebahagiaan Jenica. Setelah itu, Jelita tidak tau kabar Jenica lagi. Chaiden sempat kembali ke sisi Jelita untuk mengawasi putra dan putrinya. Itulah yang membuat Jelita sangat bahagia. Chaiden bersama Jelita hingga menghembuskan napas terakhirnya.


Sean dan Zelene bukan kebahagiaan Jelita. Wanita itu akan selalu membuat kedua anak Jenica menderita seperti dirinya.


"Jadi, sebenarnya kamu adalah kembaran mamaku?" Sean tidak bisa berbuat banyak. "Dimana mamaku sekarang?" bentak Sean.


"Kamu hanya menginginkan papaku. Kamu wanita tidak punya hati!" teriak Sean.


Selama empat puluh tahun ini, dia berada ditangan wanita yang salah. Untung saja sifatnya tidak meniru sama sekali.


"Mamamu yang tidak punya hati! Harusnya ketika tau bahwa Chaiden akan menikah denganku, sebaiknya dia mundur. Tidak untuk mamamu. Dia mau menjadi istri kedua suamiku. Kamu pikir aku rela berbagi suami dengan saudari kembarku? Sejak kecil orang tua kami selalu memperlakukannya dengan cara yang berbeda. Jenica selalu disayangi oleh mereka. Termasuk Grandma dan Granpa. Mereka semua mengacuhkanku," ucap Mama Jelita.


Sean mendapatkan kenyataan pahit bahwa mamanya adalah madu dari saudara kembarnya.


"Untuk apa kamu membuatku dan Zelene seperti ini? Kamu tau, Zelene kehilangan bayinya. Kehilangan keturunan Armstrong," ucap Sean.


Menghadapi Mama Jelita tidak harus memakai kekerasan supaya wanita itu mau mengakui semuanya.


"Pertanyaan yang sangat bagus, Sean. Aku hanya ingin membuatmu maupun Zelene merasakan bagaimana kehilangan seseorang yang sangat disayanginya. Termasuk Diana. Kamu pernah mencintai wanita itu begitu dalam, tetapi kenyataannya dia telah menjalin hubungan dengan pria lain. Aku yang menyarankannya untuk memakai alat kontrasepsi agar dia tidak hamil keturunanmu. Melihatnya hamil anak Burchard, aku senang karena wanita itu selalu menuruti semua permintaanku," ucapnya dengan santai.


Deg!

__ADS_1


Selama ini kehidupannya di monitor oleh wanita jahat yang seharusnya dipanggil tante olehnya. Sean sungguh berada di dalam genggamannya. Jelita terlalu cantik untuk memainkan perannya sebagai tersangka utama untuk penderitaan orang-orang disekitarnya yang memang untuk disakiti.


"Kenapa kamu baru mengaku sekarang, tante?" tanya Sean.


"Karena aku puas bisa membuat Zelene menderita. Gadis lemah itu persis mamanya yang susah diatur," balas Jelita.


"Kenapa kamu juga menyerang istriku, tante?" tanya Sean lagi.


"Aku sangat sulit mendekati gadis kecilmu itu. Dia terlalu kuat untuk dilawan. Entah dia reinkarnasi siapa sehingga aku sangat sulit menembus pertahanannya. Kamu beruntung bisa memiliki gadis sebaik dirinya." Jelita mengambil album foto yang ada di laci meja kerja suaminya.


Wanita itu menunjukkan foto pernikahannya. Sayang, di sana tidak ada foto suaminya karena pria itu menolaknya untuk foto bertiga.


"Apa ini mamaku?" Sean menunjuk foto yang wajahnya terlihat sangat kalem. Hampir mirip Zelene menurutnya.


"Iya. Papamu sengaja menyimpan foto ini di dalam lacinya. Dia berpesan kepadaku untuk menunjukkannya padamu suatu hari nanti." Jelita duduk di meja kerja suaminya.


"Kenapa kamu baru mengaku sekarang, tante?"


Jelita berdiri kemudian mendekati keponakannya.


"Karena aku sudah lelah, Sean. Selama puluhan tahun aku menggenggam rindu dan dendam dalam waktu bersamaan. Sekarang terserah padamu, mau memaafkanku atau tidak. Itu hakmu." Jelita beralih ke sofa. Dia memandang lekat foto mendiang suaminya yang dibawanya.


"Aku tidak tau tante, ini kabar buruk atau bahagia untukku. Setidaknya aku meminta pada tante, jangan lanjutkan ide gila yang sudah tante buat. Jika tante terus mengusik kehidupanku dan Zelene, aku tidak segan akan membuat tante menyesal seumur hidup," ucap Sean. Walaupun wanita di hadapannya ini adalah saudari kembar mamanya, tapi kelakuan jahatnya itu harus dibalas. Namun, Sean masih memikirkan secara kemanusiaan. Dia tetap saudari mamanya.


🍓🍓🍓🍓🍓TBC🍓🍓🍓🍓🍓



Pink : Jelita, Red : Jenica (foto pernikahan)



Chaiden Barnard Armstrong (muda)

__ADS_1


__ADS_2