Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+
Mendapatkan Teror


__ADS_3

Seperti biasa di pagi hari, Felix dan Kayana melakukan rutinitas paginya yaitu joging keliling komplek perumahannya. Setelah selesai, Felix lebih dulu masuk ke kamarnya untuk bersiap. Kayana menyiram bunga di pagi hari sebagai seorang ibu rumah tangga yang mengurus rumah. Ketika telah selesai, penjaga memanggilnya dan memberikan amplop coklat untuk dirinya.


"Nyonya, tunggu sebentar!" ucap penjaga.


"Iya, Pak. Ada apa?"


"Barusan ada paket untuk Nyonya Kayana. Saya tanya pengirimnya malah yang ngantar bilang tidak tau."


"Baiklah, Pak. Ini saya terima, ya?" ucapnya kemudian masuk ke dalam rumah. Dia mengantongi amplop itu di celana yang dipakainya saat ini.


Kayana pikir itu mungkin surat penting untuk suaminya. Dia tidak memikirkan apapun lagi karena selama ini tidak pernah ada pengiriman paket atau apapun ke rumahnya.


"Sayang, apa kamu memesan sesuatu?" tanya Kayana ketika melihat suaminya telah rapi.


Felix menoleh ke arah istrinya. Dia tidak paham apa yang dimaksud Kayana.


"Memesan apa, sayang? Aku tidak mengerti ucapanmu." Felix lantas mendekati istrinya.


Kayana mengeluarkan amplop coklat dari saku celananya.


"Ini, aku mendapatkannya dari penjaga. Katanya siapa pengirimnya, malah penjaga itu bilang tidak tau. Ini aneh, bukan?" ucap Kayana.


Felix tidak mencurigai apapun. Setelah kesalahpahaman dengan istrinya selesai, tidak lagi terjadi masalah pada rumah tangganya.


"Kita buka saja. Siapa tau ini penting," usul Felix.


"Baiklah... Aku buka, ya?" Kayana dengan cekatan membuka amplop tersebut dan mengeluarkan isinya.


Deg!


Jantung dan hati Kayana rasanya ingin melompat bersamaan ketika melihat isi amplop itu. Beberapa foto mesra suaminya dengan sekretaris seksi itu.


"Apa kamu berselingkuh dibelakangku?" tuduh Kayana pada suaminya. Felix belum melihat apa isi amplop itu.


"Apa maksudmu, sayang? Aku tidak melakukan apapun yang kamu tuduhkan," jawab Felix.


"Lihat dan jelaskan bagaimana foto itu terjadi. Itu pasti ketika kalian pergi ke luar kota, 'kan?" ucap Kayana lagi dengan mata yang berkaca-kaca. Dia bisa menahan diri untuk tidak menangis di hadapan suaminya.

__ADS_1


Felix mengambil beberapa foto yang dimaksud. Bahkan dia merasa tidak pernah melakukan itu. Ketika dia melihat foto terakhir dirinya berada di sebuah kamar dan hanya berselimut dengan Rhiana, sekretarisnya itu. Felix berusaha mengingat beberapa kejadian yang tidak diingatnya sama sekali.


"Ini bohong, sayang. Aku tidak pernah melakukan apapun dengan wanita itu. Aku memang ada urusan bisnis di luar kota, tetapi untuk berselingkuh atau tidur dengannya. Aku tidak pernah melakukannya." Felix menjelaskan keadaan yang sebenarnya.


"A-aku mau membersihkan diri dulu," ucap Kayana. Dia sudah tidak bisa menahan tangisannya ketika berada di bathroom. Sepertinya dia butuh sahabatnya saat ini.


Felix sangat mengkhawatirkan istrinya. Dia akan meminta tolong pada kakaknya untuk menyelidiki semua ini.


Felix menunggu sekitar lima belas menit dan Kayana baru saja keluar dalam keadaan rapi. Kayana juga mengambil tasnya dan mengisinya dengan dompet beserta ponselnya.


"Kamu mau kemana, sayang?" tanya Felix.


"Aku izin menenangkan diri dulu sampai kamu bisa memberikan alasan logis yang bisa kuterima dengan akal sehatku," ucap Kayana.


"Sudah kukatakan, aku tidak melakukannya sama sekali. Semua foto yang kita lihat barusan adalah bohong." Felix sedang berjuang untuk membuat Kayana terus berada di sisinya.


"Itu terlihat bukan foto editan. Lalu, apa yang sebenarnya terjadi? Apa kalian tidur berdua?"


Felix tidak bisa menjawabnya. Memberikan alasan tanpa bukti malah akan memperburuk kondisi rumah tangganya.


"Kenapa kamu diam? Aku benar, 'kan? Jika kamu memang tidak berselingkuh dengannya, kenapa beberapa kali aku memergoki kalian seperti sedang sengaja untuk membuatku cemburu," tuduh Kayana lagi.


"Diam dan tidak melawan sudah cukup membuktikan jika memang foto itu benar," ucap Kayana yang siap meninggalkan kamarnya.


"Tunggu, sayang! Aku tidak pernah melakukan apapun. Aku akan mencari bukti dan membawanya padamu," ucap Felix akhirnya.


Kenapa suamiku masih mempertahankan sekretaris ganjen itu? Kenapa tidak langsung dipecat saja.


"Dengan membiarkan wanita itu masih bekerja bersamamu, itu cukup membuat bukti jika kalian ada sesuatu." Kayana sudah membuka pintu dan hendak keluar, namun Felix menahannya.


"Jangan pergi! Kita selesaikan masalah ini bersama. Aku bersumpah padamu jika aku tidak pernah berselingkuh dengan Rhiana atau siapapun."


"Kenapa kamu tidak memecat sekretaris itu?" tanya Kayana. Jika sejak awal dia langsung memecatnya, hal ini tidak mungkin pernah terjadi.


"Karena dia terikat kontrak, sayang. Papa juga tidak bisa memecat Rhiana karena sekretaris itu sangat berpotensi di perusahaan kami," jawab Felix malah membuat Kayana tambah dongkol.


"Iya, dia berpotensi untuk merusak rumah tangga orang lain." Kayana tidak peduli lagi. Dia harus secepatnya pergi dan mencari kewarasannya sebelum kegilaan menyerang dirinya.

__ADS_1


Felix sangat frustrasi. Diambilnya semua foto itu untuk dibawa ke kantornya. Diletakkan foto itu di dasboard mobilnya. Felix mengendarai mobilnya seorang diri. Ketika dalam perjalanan, dia langsung menelepon kakaknya. Handsfree sangat berguna disaat genting seperti ini.


"Halo, Kak," ucap Felix ketika sambungan telepon terhubung.


"Iya, ada apa?"


"Aku mendapatkan teror kiriman foto dugaan perselingkuhanku dengan Rhiana, Kak. Kayana meninggalkan rumah gara-gara melihat foto itu. Kami berdebat!" ucapnya.


"Sebaiknya untuk beberapa hari ke depan, kamu jangan ke kantor. Situasi kantor sedang tidak baik. Mereka membicarakanmu." Dizon sedang berusaha membuat kondisi kantor kembali normal.


"Lalu, apa kita bisa bertemu? Aku secepatnya ingin mengakhiri keributan yang tidak jelas ini, Kak," ucap Felix. Dia bukan pria lemah, tetapi dia juga butuh kakaknya sebagai solusi dari semua masalahnya.


Dizon tidak langsung menjawabnya. Nampaknya pria itu sedang memikirkan sesuatu.


"Bagaimana, Kak? Apa kita bisa bertemu?" tanya Felix lagi.


"Kamu dimana sekarang?"


"Aku sedang perjalanan menuju ke kantor," ucapnya.


"Pulanglah! Aku akan menemuimu setelah dari kantor." Dizon memutuskan sambungannya sepihak karena saat ini dia masih berada di rumah keluarganya.


Felix memutuskan untuk memutar kendaraannya dan kembali ke rumah. Sepanjang perjalanan, dia memikirkan kondisi istrinya.


Bagaimana keadaan Kayana saat ini? Pergi kemana dia?


Felix kembali ke rumahnya mengingat ucapan kakaknya barusan. Pekerjaannya akan terbengkalai beberapa hari ke depan. Sesampainya di rumah, Felix berusaha menelepon istrinya karena dia sangat khawatir.


Beberapa kali mencobanya, tetapi tidak diangkat oleh istrinya.


"Kemana kamu, sayang? Aku sangat khawatir. Apa kamu pulang ke rumah lama?" ucap Felix. Dia langsung masuk ke kamarnya dan melepaskan jas kerjanya.


Felix masih berusaha mengingat foto terakhir dirinya berada di dalam kamar bersama Rhiana. Samar-samar, ingatannya kembali ketika berada di luar kota dan makan malam bersama Rhiana di sebuah restoran mewah saat itu. Felix hanya berdua dengannya. Ketika hendak kembali ke hotel, Felix merasa sedikit pusing dan setelah itu dia tidak mengingatnya lagi.


"Sial! Siapa sebenarnya Rhiana? Kenapa aku tidak bisa mengingat semuanya?" ucap Felix.


Pikiran Felix semakin bercabang. Dia mencurigai satu orang yang membuatnya bisa berada pada titik seperti ini.

__ADS_1


Apa mungkin papa tega melakukan ini padaku?


🥀🥀🥀🥀🥀☕☕☕☕☕⭐⭐⭐⭐⭐TBC


__ADS_2