Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+
Merindu Mama


__ADS_3

Sean membatalkan acara masak-memasaknya. Dia bergegas pergi ke tempat adiknya bersama Callista. Sepanjang perjalanan, Sean memikirkan apa saja yang harus disampaikan pada adiknya itu. Kabar buruk dan bahagia datang secara bersamaan.


"Sayang, sepertinya kamu banyak masalah yang sedang dipikirkan, ya? Apa ini ada hubungannya dengan Zelene?" tanya istrinya.


Sean belum menjawab. Dia fokus mengemudi sehingga membuat Callista diam tidak berkata apapun.


"Sayang, kenapa kamu malah diam?" tanya Sean akhirnya.


"Ck, aku seperti berbicara dengan patung."


Sean terkekeh kecil. "Tidak seperti itu. Suamimu hanya penasaran dengan nama putri kita," balas Sean.


"Adalah, nanti saja juga tau. Sabar, ya. Hanya tinggal beberapa hari juga."


Sean secepatnya ingin menemui adiknya dan memberikan kabar mengejutkan ini. Sesampainya di basemen, bergegas keduanya menuju unit Vigor.


Callista yang menekan bel. Sean berdiri tepat dibelakang istrinya.


Ceklek!


Vigor membuka pintu dan mempersilakan kakak iparnya masuk ke kamarnya.


"Ayo masuk, Kak. Zelene sedang berbaring di kamar," ajak Vigor.


Sean maupun Callista mengekor dibelakang Vigor. Sesampainya di kamar, mereka melihat Zelene sedang duduk dan menyandarkan kepalanya pada headboard ranjangnya. Tatapan matanya kosong apalagi ketika melihat kakak iparnya tengah hamil besar. Zelene menangis. Hal itu yang membuat Sean dan Vigor semakin sakit melihat kondisi adiknya.


"Honey, cukup! Jangan menangis lagi. Bukankah dokter bilang kalau kita bisa program hamil lagi. Hanya menunggu setengah tahun saja. Itu tidak akan lama," ucapnya.


Zelene menghapus air matanya. "Aku akan mengadopsi anak."


Keputusan Zelene membuat Sean terkejut. Dia tidak akan setuju dengan keputusan adiknya.


"Aku tidak setuju, Ze," ucap Sean.


Baru kali ini kakaknya menentang keputusannya. Zelene sudah mengutarakan keinginannya itu dan sudah disetujui suaminya.


"Kakak tidak berhak menentang keputusan yang sudah kubuat bersama suamiku. Alasan apa yang membuat kakak menolakku untuk mengambil anak adopsi," ucap Zelene tegas. Wanita ini seperti menjadi orang lain.


"Mama," jawab Sean singkat.


"Ck, wanita iblis itu yang membuatku harus kehilangan bayiku. Bahkan dia tidak ingin membuat kehidupan kita bahagia. Kenapa kakak masih membela wanita gila itu?" Zelene sangat marah pada kakaknya.

__ADS_1


"Tunggu, Ze! Kita semua salah paham padanya," ucap Sean.


Callista, Vigor, dan Zelene memandang lekat pada Sean. Pria itu mulai membingungkan.


"Apa maksud kakak?" tanya Vigor.


Sean meminta semuanya duduk kemudian menjelaskan semua yang didengar dari tante Jelita yang selama ini dianggap sebagai mamanya. Setelah semua cerita selesai, barulah Sean meminta bantuan Vigor untuk mencari keberadaan mama mertuanya.


"Kalian mengerti, 'kan?" tanya Sean.


Zelene masih tidak percaya jika orang yang selama ini disebutnya Mama adalah tantenya yang juga menikah dengan papanya. Pantas saja wanita itu sangat berbeda dengan dirinya dan juga Sean, kakaknya.


"Apa yang harus kita lakukan, Kak?" tanya Zelene.


"Kita akan mencari keberadaan mama. Aku yakin Mama pasti masih hidup. Vigor, tolong mintalah bantuan pada orang kepercayaanmu untuk mencarinya." Sean berdiri mendekati adiknya kemudian memeluknya. Keduanya sama terlukanya. Terlebih istri Sean, wanita itu tidak tahu apa-apa menjadi terlibat dalam urusan keluarganya. "Urungkan niatmu untuk mengadopsi anak. Kita cari mama dulu, setelah itu semua keputusan kuserahkan padamu."


Zelene menangis dipelukan kakaknya. Wanita itu tidak pernah merasakan kasih sayang dari mama Jelita dan ternyata mamanya bernama Jenica.


"Apa mama sangat cantik, Kak?" tanya Zelene.


"Sebelas duabelas dengan tante Jelita. Mama sedikit lebih berisi daripada tante," ucapnya. Sean sempat melihat foto pernikahan mereka.


Callista dan Vigor hanya bisa melongo dan tidak berkomentar apapun. Keduanya bingung harus mengatakan apa. Yang pasti, Sean dan Zelene sangat berbeda dengan Mama Jelita.


Sean melepaskan pelukannya kemudian mendekati istrinya.


"Lihat, sayang! Pernikahan kita aman. Tidak ada orang lain yang akan mengganggunya," ucap Sean.


"Aku masih bingung, kenapa Mama Jelita, maksudku tante jahat itu melakukannya pada kalian. Padahal seharusnya 'kan pada mama mertuaku," ucap Callista.


"Oh astaga, sayang. Suamimu cerita panjang lebar dan kamu tidak dapat menangkap maksudnya?" tanya Sean.


Callista menggeleng membuat Vigor dan Zelene menertawakan kakak iparnya. Walaupun Zelene sedang berduka, ketika berhadapan dengan Callista membuat bebannya sedikit berkurang. Kakak iparnya itu selalu pandai membuat orang tersenyum dan tertawa dalam waktu yang bersamaan.


"Mama mertuamu adalah orang yang paling dicintai suaminya. Tetapi, tante Jelita sudah lebih dulu mencintai papa," balas Sean.


"Oh oke, judulnya 'maduku saudari kembarku', seperti itu?"


Gelak tawa pecah di kamar tersebut. Membuat Sean geleng kepala.


"Jangan terlalu banyak baca novel Online. Efeknya kebanyakan mikir judul, 'kan," sindir Sean.

__ADS_1


"Ck, itu kerjaan Kayana. Bukan aku," jawab Callista.


Ngomong-ngomong soal Kayana, Callista merindukan sahabatnya itu. Entah kapan dia akan kembali ke negara ini dan bertemu dengannya. Callista menjadi sedih. Begitu juga dengan Zelene. Kebersamaan mereka sangat terasa.


"Kenapa kalian semua bersedih?" tanya Vigor.


"Aku merindukan Kayana, honey. Sahabat kakak ipar sangat lucu dan menggemaskan. Sayangnya, dia sudah jauh dari kita semua. Tetapi, aku sangat merindukan mama. Andai mama sekarang berada di sini, aku akan lebih bahagia lagi," ucap Zelene sendu.


Tidak hanya Zelene, Sean pun kepikiran hal yang sama.


Ma, dimanapun kamu berada, semoga bisa mendengar keluh kesah kedua anakmu. Aku berharap Mama lekas ditemukan. Keberadaannya seperti ditelan bumi. Tidak ada yang tau. Batin Sean.


Malam ini, di apartemen Vigor, Sean tidak lupa memesan makanan untuk semuanya. Mereka menikmati makan malam sambil memikirkan cara untuk menemukan mamanya. Callista sangat gelisah. Pikirannya juga terpecah antara kelahiran putrinya yang semakin dekat dan orang yang akan membantunya selesai persalinan. Tidak mungkin dirinya mengandalkan Sean yang sibuk dengan urusan kantornya.


"Kakak ipar, kenapa melamun?" tanya Zelene.


"Oh, tidak ada, Ze. Aku baik-baik saja." Sebenarnya Callista ingin mengatakannya, tetapi takut membuat Zelene kepikiran. Psikis orang yang baru saja keguguran sangat mengkhawatirkan. Callista takut saja jika adik iparnya akan merasa tertekan dengan ucapannya. Walaupun sebenarnya itu hanya untuk dirinya sendiri.


Secepatnya Sean dan Callista menyelesaikan makan malamnya. Setelah diputuskan untuk mencari keberadaan mamanya, barulah Zelene nampak semringah. Sejenak dia melupakan kehilangan janinnya.


"Kak, lekas temukan mama. Aku sangat rindu. Bagaimana rupanya sekarang. Dia juga pasti sangat merindukan kita," ucap Zelene.


"Tentu, Ze. Aku juga ingin agar putriku bertemu dengan grandmanya. Vigor, secepatnya urus pencarian mama. Jangan tunda lagi. Lebih cepat lebih baik."


Vigor senang jika ternyata Mrs. Perfeksionis itu ternyata bukan mama mertuanya. Tak perlu susah payah untuk mendeportasinya ke Pluto. Biarkan saja dia hidup dengan napas terakhirnya.


"Kak, kamu tidak memberikan hukuman yang setimpal pada wanita itu?" tanya Vigor. Dia ikutan geram juga karena selama ini merasa ikut dipermainkan oleh wanita jahat itu.


"Biarkan mama Jenica yang memberikan hukuman," jawab Sean.


Semuanya terharu melihat kebesaran hati Sean. Sebenarnya urusannya bukan dengan Sean melainkan dengan mamanya.


🍓🍓🍓🍓TBC🍓🍓🍓🍓


Huhu, emak Othor pernah ngalamin rasanya kehilangan... Tiap malam nangis nggak jelas, tiap lihat baby shop rasanya ambyar. Btw, jangan sedih untuk semua yang sedang berjuang. Semoga tahun ini lekas diberikan momongan. Aamiin... 🤲🏻🤲🏻🤲🏻


Kuy mampir di karya teman emak... Cintaku Tak Semanis Es Cream, Author SyaSyi


Terima kasih 😍😍😍😍


__ADS_1


__ADS_2