Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+
Aquarabella Armstrong


__ADS_3

Pagi ini sesuai jadwal yang sudah ditentukan, Callista masuk ke ruang operasi. Sebenarnya Sean bisa saja menemani istrinya itu, tetapi akan lebih baik dia berada diluar.


Maafkan aku, sayang. Bukan maksudku untuk tidak menemanimu di ruang operasi. Aku tidak kuat harus melihatmu dibelah demi mengeluarkan bayi kita. Aku berjanji hanya ini satu-satunya putriku.


Sean tidak tega. Bisa saja dia pingsan jika berada di dalam. Walaupun dia pria berumur bukan berarti dia juga harus kuat menghadapi situasi seperti itu, 'kan?


Sean mondar-mandir di depan ruang operasi. Dia juga meminta Vigor untuk mengurus perusahaan hari ini. Sepanjang proses istrinya menjalani operasi di dalam, Sean tak bisa berhenti untuk berdoa.


Sekitar tiga puluh menit, barulah terdengar suara tangisan bayi yang lumayan bisa di dengarnya dari luar. Ada kebahagiaan besar yang dirasakan oleh pria yang berjuluk eks duda itu.


Tak menunggu lama, Callista bersama bayi mungilnya akan dipindahkan ke ruang VVIP yang sudah dipesan Sean. Binar mata bahagia Sean saat pertama kali melihat wajah putrinya, sangat cantik.


Sean mendekati istrinya yang terlihat masih lemah. Dia mengecup keningnya kemudian memegang erat salah satu tangan istrinya dengan kedua tangannya. Dia mengecup lembut tangan itu.


"Terima kasih, sayang. Kamu telah memberikanku hadiah terindah yang sangat luar biasa."


Callista tersenyum memandang wajah suaminya yang terlihat sangat bahagia itu.


"Jadi, apakah pernikahan kontrak kita telah berakhir?" tanya Callista.


Deg!


Sean tidak menyangka dihari bahagianya sang istri masih menanyakan perihal konyol yang sudah lama dilupakannya.


"Kenapa kamu tanyakan itu? Apakah kamu akan membawa kabur putriku?" tanya Sean dengan wajah kebingungan. Dia sadar betul karena tekanan dari mama Jelita yang ternyata hanya seorang tante untuknya membuat Callista berada diposisi yang tidak nyaman.


Callista menggeleng. "Mana mungkin aku memisahkan putri cantik ini dari daddy-nya. Aku bukan mommy yang kejam seperti aunty Jelita."


"Lalu, apa tujuanmu menanyakan perihal surat kontrak pernikahan kita?" tanya Sean lagi.


"A-aku hanya ingin dunia tau bahwa aku sebenarnya adalah istri sah dari Tuan Sean Armstrong. Seorang duda yang usianya sudah tak lagi muda itu. Ah, bagaimana aku harus mengatakannya, ya?" ucap Callista.


"Katakan saja pada mereka jika suamimu ini sudah tua. Dia pantas menyandang gelar uncle olehmu," sindir Sean.


"Ck, ternyata kamu selalu saja sensitif. Tidak baik seperti itu!" balas istrinya.


"Kamu yang membuatku semakin kesal," balas Sean.


"Sttt! Malu sama putri kita. Apa jadinya jika dia mendengarkan keributan ini?"


Sean berdiri melihat putrinya yang berada di box bayi dan diletakkan satu ruangan bersama ibunya. Bayi mungil itu tertidur begitu lelap, dia seperti baru saja mengalami perjalanan panjang yang sangat luar biasa.


"Siapa baby A?" tanya Sean.

__ADS_1


"Oh, kamu masih penasaran dengan nama baby kita, sayang?"


"Tentu saja. Aku akan memasukkannya ke dalam sejarah keluarga Armstrong. Dia adalah penerus SA Corporation setelahku," balas Sean.


"Jangan seperti itu, sayang! Dia akan menjadi wanita yang hebat suatu hari nanti, tetapi__"


Wajah Callista sangat sedih. Ada sesuatu yang mengganggu pikirannya.


"Ada apa, sayang? Katakan!"


"Aku khawatir jika kutukan Dizon terjadi pada putri kita. Aku tidak bisa membayangkan jika dia harus mengejar duda dan modelnya seperti Dizon, sayang. Kasihan putri kita," ucapnya dengan sendu.


"Itu tidak akan pernah terjadi. Aku akan selalu menjaga putri kita dengan baik. Kamu jangan khawatir," ucapnya.


Sean memandangi bayi mungil yang sangat diharapkan kehadirannya. Ketika sedang fokus pada bayi mungilnya, ponselnya berbunyi. Panggilan dari Zelene, adiknya.


"Halo, Ze... Ada apa?"


"Kak, apakah kakak ipar telah melahirkan?" tanya Zelene.


"Iya, Ze. Baby A sudah lahir."


"Baiklah, Kak. Aku sebentar lagi akan ke sana dengan suamiku," ucap Zelene dan langsung menutup teleponnya.


"Ada apa, sayang? Kenapa kamu terlihat kesal pada Zelene," ucap Callista.


"Lihat, dia mematikan sambungan teleponnya secara sepihak. Aku sangat kesal padanya," balas Sean.


"Sabar, Daddy. Mungkin aunty sedang bahagia karena penasaran denganku," ledek sang istri.


"Sudahlah, sayang. Istirahatlah! Kamu pasti sangat lelah." Sean duduk di kursi yang diletakkan dekat baby A.


Hanya beberapa jam dari panggilan telepon tersebut, kini Zelene dan suami sudah berada di hadapan mereka berdua. Zelene sengaja membawakan hadiah kecil untuk keponakannya.


"Wah, keponakan aunty. Lucu sekali," ucap Zelene. Dia memandangi box bayi.


"Siapa namanya?" tanya Vigor.


"Itulah, Vigor. Sejak tadi kutanya, dia tidak mau mengaku." Sean mengeluhkan sikap istrinya.


"Tenang, tenang, mumpung semua pada kumpul di sini. Mommy baby A mau memperkenalkan pada semuanya," ucap Callista. Padahal dia baru saja keluar dari ruang operasi beberapa jam yang lalu malah seperti tidak terjadi apapun.


"Cepat, katakan saja! Suamimu dan semua orang di sini penasaran. Siapa nama baby A?" balas Sean.

__ADS_1


"Halo Daddy, Aunty, Uncle, perkenalkan namaku__"


Callista sengaja menggoda semua orang yang berada di ruang rawatnya.


"Ish, cepat kakak ipar!" teriak Zelene yang membuat Vigor mengingatkan istrinya.


"Pelankan suaramu, honey! Baby A sedang tidur," ucapnya.


"Maaf, aku terlalu bersemangat."


"Aquarabella Armstrong. Keren 'kan namaku?" ucap Callista akhirnya.


Sean tersenyum mendengar nama indah putrinya yang dibuat oleh sang istri.


"Halo baby Aqua, bertumbuhlah dengan baik, sayang...," ucap Sean mengelus pipi halusnya baby A.


Kebahagiaan keluarga Armstrong semakin lengkap karena kehadiran cucu pertamanya. Walaupun perempuan, dia generasi ketiga setelah Sean Armstrong dan Zelene Armstrong.


Pernikahan kontrak yang dijalani Sean bersama Callista berakhir indah. Tidak ada lagi drama perceraian yang mengancam hubungan mereka. Fokus mereka saat ini untuk merawat dan membesarkan baby A.


Sean dan keluarganya juga masih berharap kembalinya sang mama untuk melengkapi kebahagiaan mereka. Sean juga sudah memikirkan setelah kelahiran baby A, dia harus menyiapkan rumah yang bagus untuk tumbuh kembang baby Aqua.


"Sayang, bagaimana menurutmu jika kita membeli rumah baru?" tanya Sean pada istrinya.


"Apakah perlu? Bukankah apartemen sudah bagus?" tanya Callista.


"Usul Kak Sean benar. Sebaiknya kalian pindah ke rumah baru yang lebih luas. Di sana kalian bisa menyewa pelayan dan pengasuh untuk baby A. Setidaknya untuk meringankan kakak ipar setelah operasi caesar ini," ucap Zelene.


Ucapan Zelene dan suaminya benar. Dia tidak mungkin bisa merawat baby A seorang diri. Dia butuh semua itu.


"Baiklah, sayang. Aku setuju," ucap Callista.


Dibalik kata setuju, ada orang ketiga yang paling direpotkan. Siapa lagi kalau bukan Vigor. Pria itu harus mencarikan rumah yang cocok dalam waktu beberapa hari sebelum kakak iparnya pulang dari rumah sakit.


Kehidupan baru dimulai bagi Sean Armstrong dan keluarganya. Berawal dari niatnya untuk mencari istri kontrak karena takut untuk menduda yang kedua kalinya. Dia takut dikhianati seperti yang sudah terjadi pada pernikahannya dengan Diana Carington. Sekarang, dia telah mendapatkan seorang Callista dan baby mungil yang sangat cantik.



Aquarabella Armstrong


πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“EndπŸ“πŸ“πŸ“πŸ“πŸ“


Terima kasih untuk kakak readers yang sudah mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir. Bukan maksud emak Author memisahkan kalian dengan keluarga Armstrong, Damarion, dll. Setelah ini akan ada bonus chapter sampai nanti akan emak persiapkan kelanjutan kisah baby A versi dewasa. Selalu ikuti terus kisahnya... Luv Yu semuanya... 😍😍😍😍

__ADS_1


__ADS_2