Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+
Rahasia dokter Olivia


__ADS_3

Setelah kepergian Felix dan istrinya, Zelene masih berada di apartemen kakaknya.


"Kak, tunggu!" teriak Zelene yang melihat kakaknya hendak masuk ke kamar.


"Ada apa, Ze?" Sean menghentikan langkahnya.


"Misi apa yang kakak maksud?" tanya Zelene penasaran.


Callista juga sama halnya dengan adik iparnya, tetapi dia tidak berani menanyakan hal itu pada suaminya.


"Felix memintaku untuk mendekatkan dokter Olivia dengan kakaknya, Dizon," jawab Sean enteng.


"Oh, ya ampun! Itu akan sangat sulit sekali, Kak," pekik Zelene.


Zelene sangat mengenal betul siapa dokter Olivia.


"Seperti yang kamu duga. Kakak juga memikirkan hal yang sama. Coba nanti tanya suamimu. Cara apa yang cocok untuk membuat mereka bisa mendekat?" ucap Sean.


Vigor, asistennya itu selalu punya banyak cara untuk melakukan perjodohan instan seperti yang pernah terjadi antara Sean dan istrinya.


"Baiklah, Kak. Oh ya, aku pamit dulu ya, Kak?" pamitnya pada Sean dan Callista.


"Terima kasih sudah menemaniku, Ze. Makananmu sangat enak," ucap Callista.


"Oke, kakak ipar. Lain kali kalau kakak ingin makan apapun, katakan saja," ucap Zelene.


"Hati-hati, Ze," Sean mengantarkan adiknya sampai depan pintu unitnya. "Kamu berani naik taksi sendirian?"


"Kakak. jangan khawatir, aku sudah terbiasa."


Zelene meninggalkan apartemen kakaknya. Dia memesan taksi online karena hari sudah menjelang malam. Sekitar sepuluh menit, taksi yang akan membawanya telah sampai.


Sepanjang perjalanan, Zelene tidak memikirkan dirinya sendiri melainkan dokter Olivia.


Hais, dokter pemilih itu akan kena batunya kali ini. Jika Kak Sean dan Felix berhasil mempersatukan kedua orang yang bertolak belakang itu, aku akan menjadi orang pertama yang akan memberikan mereka award. Kenapa sekarang aku malah memikirkan Kak Sean? Bagaimana pria itu mampu mengajak dokter Olivia untuk ikut di malam pergantian tahun? Apa harus pakai acara menculik wanita dewasa itu. Huft, dokter yang aneh!


Jika sopir taksi tidak memberitahukan telah sampai di apartemen suaminya, Zelene pasti akan terus memikirkan mereka semua.


"Maaf, Nyonya. Sudah sampai," ucap sopir taksi.

__ADS_1


"Terima kasih, Pak. Bayarnya sudah melalui aplikasi, yah," Zelene turun kemudian bergegas masuk ke unit suaminya.


Zelene harus segera menyiapkan makan malam yang sedikit terlambat.


Ceklek!


Zelene membuka pintu apartemen. Dia mendapati suaminya sudah menunggunya.


"Baru pulang, honey?" tanya Vigor.


"Iya. Apa kau menungguku?" Zelene mendaratkan tubuhnya di samping Vigor.


"Baru saja, honey. Tumben lebih malam dari biasanya?" tanya Vigor.


"Honey... Ada sedikit masalah," ucapnya.


Vigor menatap lekat mata istrinya. Tidak biasanya dia pulang membawa sebuah masalah.


"Ada apa?"


"Kak Sean akan mengadakan acara pergantian tahun di Villa keluarga kami...," Zelene menjeda ucapannya. " Yang jadi masalah, Kak Sean ada misi khusus untuk mendekatkan dokter Olivia dan Dizon."


"Siapa dokter Olivia?" tanya Vigor.


"Nanti saja kuceritakan. Sebaiknya aku menyiapkan makan malam untukmu, honey. Maaf, sedikit terlambat," ucap Zelene kemudian masuk ke dapur yang diikuti suaminya.


"Tak masalah, honey. Kak Sean juga penting untukmu," Vigor menunggu istrinya di meja makan.


Zelene sangat cekatan dalam memasak. Satu jam kemudian, semua tertata rapi di meja. Menu sederhana, telur mata sapi, lalapan dan sambal. Menu yang sangat simple dan mudah dibuat. Kenapa sangat lama, karena Zelene harus memasak nasinya terlebih dahulu di magic com.


"Cuman telur, honey," Zelene mengambilkan makanan untuk suaminya.


"Tak masalah, honey. Jangan lupa untuk belanja bulanan. Sebentar lagi, bonus dari kantor akan ditransfer," ucap Vigor.


"Simpan saja, honey. Kita harus berhemat. Aku juga belum bekerja," ucap Zelene.


"Tak apa, honey. Setelah pergantian tahun, aku akan meminta izin cuti selama beberapa hari. Aku akan mengajakmu pulang ke rumah keluargaku," Vigor belum pernah mempertemukan istrinya dengan orang tua dan keluarga besarnya.


Setelah pernikahan, Vigor hanya mengabari orang tuanya jika dia telah memiliki seorang istri. Tetapi belum bisa untuk mengajaknya pulang karena kesibukan pekerjaannya.

__ADS_1


"Apa mertuaku sangat baik?" tanya Zelene.


"Tentu, mereka orang tua paling baik untukku. Tentunya akan baik juga untukmu. Percayalah!" ucap Vigor.


Keduanya melanjutkan makan malam yang sedikit lebih malam dari biasanya. Setelah selesai, mereka memisahkan diri untuk pergi ke batroom yang berbeda.


Zelene lebih dulu selesai. Dia menunggu suaminya di sofa kamar utama.


Ceklek!


Vigor masuk dengan baju tidurnya. Dia terlihat sangat santai lalu menghampiri istrinya untuk duduk di sofa.


"Akan sesulit apa membuat dokter itu mendekati Dizon?" tanya Vigor.


"Lebih sulit daripada aku keluar dari rumah Mama. Dokter Olivia itu orang yang sangat aneh," ucap Zelene.


Zelene mulai menceritakan awal mula dokter itu dari wanita biasa menjadi dokter dingin.


Dokter wanita yang berusia tiga puluh lima tahun itu belum menikah. Dulu, dia pernah mengungkapkan perasaannya kepada Sean sebelum menikah dengan Diana. Sean menolak lantaran merasa sangat dekat sebagai seorang kakak dan adik. Awalnya dokter Olivia tidak terima penolakan, lambat laun dengan alasan yang disampaikan Sean akhirnya dokter itu kembali lagi menjadi sahabatnya.


Beberapa tahun kemudian, setelah Sean menikah. Terdengar kabar jika dokter Olivia akan menikah, tetapi sampai hari H pernikahan tidak ada undangan yang datang. Kabar terakhir, calon suaminya tiba-tiba meninggalkannya. Itulah sebabnya dokter itu sangat anti terhadap semua pria.


Mendengar cerita yang didengar dari istrinya, Vigor manggut-manggut.


"Nah, lalu sekarang rencana apa yang kau punya, honey?" tanya Zelene pada suaminya.


"Aku?" Vigor menunjuk dirinya sendiri.


"Iya, Kak Sean memintaku untuk menyusun strategi bersamamu, honey," ucap Zelene meletakkan kepalanya di pundak suaminya.


Walaupun Vigor berhasil menyelamatkan pernikahan Sean yang hampir terjadi dengan wanita malam. Tetap tidak semudah masalah Sean. Dokter Olivia dan Dizon adalah dua makhluk aneh baginya. Yang satu terlalu dingin terhadap pria, yang satunya tukang tikung wanita.


"Aku tidak bisa menjanjikan apapun, honey. Masalah dokter Olivia ini akan sangat rumit sekali. Apalagi harus berhubungan dengan Dizon. Jelas kita berada di posisi yang paling tertindas!"


"Kenapa bisa begitu, honey?" Zelene tidak mengerti maksudnya.


"Apa kau mau menculik model pria seperti Dizon? Memangnya dia anak kecil yang gampang dibohongi? Lalu untuk dokter Olivia, apa kalian akan datang ke rumah sakit lalu menyekapnya? Semua terlihat rumit, sayang. Aku belum menemukan ide brilian," ucap suaminya.


Bisa-bisanya Bos memberikan ide gila seperti itu? Aku harus memikirkan melalui cara apa untuk memancing mereka berdua masuk ke Villa keluarga Armstrong. Ternyata masih lebih mudah menghadapi Mama Jelita. Huft!

__ADS_1


🥀🥀🥀🥀TBC🥀🥀🥀🥀🥀


__ADS_2