Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+
Menekan Ego


__ADS_3

Di sebuah gudang kosong, dua orang pria dan wanita diletakkan di dalam ruangan yang sama dan berjarak. Anak buah Vigor sengaja melakukannya.


Pria dan wanita itu terikat di kursi masing-masing. Mereka memang sengaja hanya di ikat tangan dan kakinya. Tidak dengan mulutnya.


"Ini sangat menyebalkan! Padahal penerbanganku hanya beberapa jam lagi, tiba-tiba aku ditipu mereka," gerutu Olivia.


"Kau pikir aku juga tidak kesal. Harusnya sekarang aku menikmati malam pergantian tahun di negara A. Tidur malam di hotel berbintang menikmati pergantian tahun yang sangat istimewa," balas Dizon.


"Aku yakin. Kamu sengaja menyuruh orang untuk menyekap kita berdua, kan? Kamu masih dendam terhadapku, kan?" cerocos Olivia.


"Ck, dasar wanita aneh! Kau pikir aku orang gila yang mau menyekap diri sendiri seperti ini? Seperti tidak ada kerjaan saja," ucap Dizon dengan kemarahannya.


"Aku yakin, kamu tidak mau mengakuinya. Setelah kejadian tidak sengaja beberapa waktu lalu yang melibatkan kita berdua. Kamu masih dendam sama aku, kan?" Olivia terus saja menyalahkan pria asing itu. Dia memang mengingat wajahnya, tetapi tidak dengan namanya.


"Ssttt... Jangan ngomel terus! Harusnya berpikir, bagaimana caranya keluar dari sini. Kau tau, aku juga kesal. Malam pergantian tahun yang menyebalkan," umpat Dizon.


Entah ini kebetulan atau apa. Kenapa seolah pertemuan tak sengaja dengan wanita yang kini di hadapannya berlanjut dengan penculikan yang sama atas dirinya. Seperti sebuah kesengajaan. Tetapi Dizon tidak tau ini ulah siapa. Pertemuannya dengan wanita itu di pesta pernikahan adiknya yang berujung keributan memang banyak dilihat orang. Keduanya tidak saling kenal.


"Kenapa setiap bertemu denganmu, nasibku selalu sial!" gerutu Olivia.


"Baiklah. Daripada berdebat terus, siapa namamu?" tanya Dizon. Walaupun dia masih kesal karena malam pergantian tahun harus berujung di sekap seperti ini, tetapi dia sangat menikmati karena tak perlu susah payah mencari keberadaan wanita itu. Setidaknya dia akan berterima kasih pada siapapun yang membuat rencana gila ini.


"Ck, untuk apa? Namaku tak penting untukmu! Yang paling penting, bagaimana cara kita keluar dari gudang ini," protes Olivia.


"Sangat penting. Aku butuh pertanggungjawaban atas apa yang kau perbuat di pesta pernikahan adikku," Dizon tidak terima perlakuan wanita itu yang tiba-tiba membuat bajunya basah dan kemudian menamparnya ketika Dizon hendak mengajaknya untuk tidur berdua.


Pesta pernikahan adiknya? Siapa pria itu sebenarnya?


"Pernikahan adikmu? Lalu kenapa di sana aku tidak melihat istrimu?" ucapan dokter Olivia membuat Dizon melotot padanya. "Eh, kenapa kamu melotot! Benar, kan? Lalu kenapa tiba-tiba kamu kurang ajar mengajakku tidur?"


Wanita itu ingat betul ucapan pria itu.


"Aku belum beristri," ucap Dizon membuat wanita itu tertawa terpingkal-pingkal.


"Kau belum punya istri? Yang benar saja. Pria arrogan sepertimu harusnya sudah punya istri lebih dari empat. Bayangkan wajah garangmu yang selalu mengajak semua wanita untuk tidur bersama," ucap Olivia.


"Kau mengejekku? Lalu, mana suamimu? Kau disekap ditempat ini dan suamimu pasti asyik bermesraan dengan wanita lain," cibir Dizon.


Olivia terdiam. Ucapan pria itu tepat mengenai ulu hatinya. Dia wanita singel yang belum menikah karena trauma ditinggalkan oleh pria yang akan menikahinya.


"Kenapa diam? Apa kau seorang janda?" ejek Dizon lagi.


"Bukan," Olivia berusaha tegar untuk menjawab semua pertanyaan pria arrogan di sebelahnya itu.

__ADS_1


"Kalau begitu, kau pasti perawan tua yang selalu kejam terhadap semua pria sehingga sampai sekarang kau belum juga menikah," ejek Dizon. Lagi-lagi, pria itu membuat wanita itu bungkam.


"Jaga ucapanmu, Tuan Arrogan! Aku tidak pernah menyakiti pria. Mereka semua yang menyakitiku," Olivia mulai menangis.


"Eh, jangan menangis. Secepatnya kita pergi dari sini," rayu Dizon.


"Ngomong-ngomong, apa kau seorang duda?" pertanyaan dokter Olivia membuat Dizon semakin kesal.


"Aku bukan Duda. Duda hanya milik Sean seorang," jawab Dizon tegas.


"Kau mengenal Sean?" tanya Olivia.


"Apa kau juga mengenalnya?"


"Iya. Aku kenal baik dengannya. Sekarang dia sudah menikah. Dia bukan duda lagi," ejeknya. Olivia sudah tidak menangis. Malah dia menertawakan pria itu.


"Jangan-jangan, ini ulah mantan duda itu?" ucap Dizon asal menuduh saja.


"Untuk apa dia menyekap wanita sepertiku dan pria arrogan sepertimu?" tanya Olivia.


"Untuk balas dendam. Dia itu punya masa lalu yang buruk denganku."


"Ck, mana mungkin. Bisa kupastikan, kau yang selalu bersikap buruk padanya," protes Olivia tak terima jika sahabatnya dikatakan seperti itu.


Dizon berusaha mencari apapun yang ada disekitarnya untuk melepaskan ikatannya.


Tak perlu waktu lama, ikatan kakinya bisa terlepas dengan mudah. Tinggal ikatan yang ada di tangannya. Malam ini, dia harus terbebas dari gudang kosong ini.


Melihat pria itu bisa lepas, Olivia meminta tolong padanya.


"Kalau kau sudah terlepas, tolong aku," pintanya.


"Tidak! Akan kubiarkan kau mati karatan di sini," ucap Dizon.


"Dasar pria kejam! Awas saja kalau aku bisa bebas terlebih dahulu. Aku bersumpah akan membuatmu menyesal seumur hidup," ucap Olivia.


"Lakukan saja, Nona! Sebentar lagi aku lebih dulu keluar dari tempat ini," ledek Dizon.


"Tolong, tuan Arrogan. Apapun yang kamu minta, asal aku bisa bebas dari tempat terkutuk ini," ucap Olivia memohon.


Ck, dasar wanita aneh!


"Apapun?" tanya Dizon dengan binar mata yang memancarkan kemenangan.

__ADS_1


Wanita itu mengangguk pasrah.


"Baiklah! Tidurlah bersamaku untuk satu malam saja," ucap Dizon.


"Tidak! Aku tidak akan tidur dengan pria yang bukan suamiku," tolak Olivia.


"Kau bilang apapun. Itu permintaanku. Kalau kau tidak mau, ya sudah," ucap Dizon.


Aku tidak akan mau tidur dengannya. Pria gila itu memaksaku seperti itu. Apa aku pura-pura mau menikah dengannya saja supaya pria itu mau membantu melepaskanku.


"Aku mau tidur denganmu...," ucap Olivia membuat Dizon tidak percaya. Wanita kaku itu akhirnya menerima permintaannya.


"Bagus. Kenapa tidak dari beberapa hari yang lalu. Semua masalah akan kelar," ucap Dizon dengan senyum kemenangannya.


"Tetapi ada syaratnya."


Dizon melengos melihat wanita itu. Dia pikir akan dengan mudah mendapatkannya, tetapi sangat sulit sekali.


"Apa?" tanya Dizon.


"Menikahlah denganku, Tuan Arrogan. Aku tidak ingin menjadi wanita yang tidak terhormat di luar sana. Jika kau memang membutuhkan aku sebagai partner di ranjang, setidaknya hubungan ini akan menyelamatkan kehidupanku," ucap wanita itu penuh dengan permohonan.


Sebenarnya siapa wanita ini? Kenapa dia selalu bersikap seperti itu? Selalu berusaha membuat sesuatu berjalan sebagaimana mestinya.


"Katakan! Siapa dirimu sebenarnya," ucap Dizon penasaran.


"Aku, dokter Olivia," jawab wanita itu.


Deg!


Dizon terkejut. Dia harus berhadapan dengan seorang dokter yang memegang teguh pendiriannya. Dizon terdiam. Dia tidak mampu berkata apa-apa lagi. Sekarang dia yang kebingungan. Akan menerima wanita itu atau melepasnya begitu saja.


Sejak awal, Dizon memang sudah tertarik dengan wanita itu. Yang kini dia tau namanya adalah Olivia.


🍓🍓🍓🍓🍓TBC🍓🍓🍓🍓🍓


Sabar yach, masih berlanjut. Jangan lupa like, vote, dan komentarnya.


Sambil menunggu update selanjutnya, yuk kepoin karya teman emak. judulnya Tiger Wu


Author : ria aisyah


Terima kasih. Luv Yu All... 😍😍😍😍

__ADS_1



__ADS_2