Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+
Gagal Menikah


__ADS_3

Pagi ini, Dizon buru-buru berangkat ke kantor. Dia tidak lagi mengantarkan istrinya karena wanita itu telah membawa mobil pribadinya yang telah di ambil beberapa waktu yang lalu.


"Biasakan pamit sama istri!" sindir Olivia.


Olivia dan Dizon sama-sama berada di kamarnya setelah sarapan pagi. Mereka baru bersiap karena harus sarapan pagi terlebih dahulu karena mendadak Felix dan Kayana pamit untuk ke luar negeri. Mereka menyempatkan diri untuk sarapan bersama.


"Harusnya yang pamit itu istri pada suaminya, bukan sebaliknya," balas Dizon.


Olivia tidak tau, dosa masa lalu apa yang membuatnya mendapatkan suami model Dizon yang kakunya tidak ketulungan. Belum lagi, hobinya memutar balikkan keadaan. Atau ada kesalahan reinkarnasi seseorang yang salah di tubuh suaminya.


"Ck, yang keluar duluan siapa itu yang berpamitan. Apa susahnya, 'sih? Tinggal bilang, aku berangkat dulu, 'yah. Atau, istriku, aku pergi dulu, ya." Olivia sampai harus memberikan contoh.


Dizon tipikal pria yang sangat rumit. Bahkan, di dalam dirinya sudah ditanamkan kata-kata tidak akan pernah menjadi bucin seperti yang sudah terjadi pada eks duda, Sean maupun adiknya, Felix. Kedua pria ini sama-sama gila pada istrinya. Apalagi kalau istrinya ngambek, kedua pria ini selalu saja seperti sudah kehilangan dunianya.


"Apa perlu setiap hari seperti itu? Apa kamu tidak bosan mendengar ucapanku? Lagipula aku hanya pergi bekerja dan kamu sudah tau itu," balas Dizon.


Oh God. Ucapan Mamaku tempo hari benar. Menaklukkan Dizon sama saja seperti mendaki ke puncak gunung es. Susah sekali dan itu sangat mustahil.


"Baiklah. Terserah kamu saja, Tuan Arrogan!" balas Olivia. Dia juga sudah siap berangkat bekerja. Sebelum pikirannya kacau karena berdebat dengan suaminya, dia lebih dulu pergi dari kamar itu.


"Hemm, dia sendiri pergi begitu saja malah meminta orang lain untuk pamit padanya. Istri macam apa itu?" ucap Dizon setelah kepergian Olivia.


Dizon secepatnya bergegas berangkat ke kantor. Setelah kepergian Felix, dia ingin menginterogasi sekretaris seksi yang selalu membuat Felix tertekan itu.


"Siapa orang dibalik layar yang selalu memantau Felix dan memanfaatkan situasi seperti itu? Aku yakin jika orang itu pasti punya masalah dengannya," ucap Dizon ketika sudah dalam mobil menuju ke kantornya.


Sesampainya di kantor, Dizon sedikit terlambat. Dia langsung meminta stafnya untuk memanggil sekretaris itu ke ruangannya. Bukan ke ruangan yang biasa ditempati Felix, melainkan ruangannya sendiri.


Tok tok tok.

__ADS_1


"Masuk!" jawab Dizon.


Rhiana muncul dengan penuh khawatir karena hari ini tidak melihat Felix, atasannya.


"Maaf, Tuan. Kenapa Anda memanggil saya? Sejak tadi saya menunggu kedatangan Tuan Felix, tetapi sampai sekarang belum datang," ucap Rhiana.


Ck, sekretaris ini cerewet sekali.


"Duduklah! Felix tidak akan datang. Dia ada urusan penting dengan istrinya," jawab Dizon.


Setelah Rhiana duduk dan Dizon telah menerima beberapa kabar dari anak buahnya, pria itu mulai dengan rencananya.


"Apa yang telah kamu perbuat pada adikku? Siapa yang menyuruhmu?" cecar Dizon. Hari ini, dia harus mendapatkan pengakuan dari Rhiana. Dizon sudah menyiapkan rekaman pengakuan wanita ini.


"Aku tidak ada maksud apapun pada adikmu, Tuan," jawab Rhiana. Suaranya terdengar tidak takut sedikitpun pada pria kaku itu.


Ada rasa sakit yang terlihat jelas di mata wanita itu. Dizon sengaja memandang lekat manik matanya. Untung saja Dizon bukan tipe pemain wanita yang selama ini didengar banyak orang. Jika tidak, bisa saja dia masuk perangkap sekretaris seksi di hadapannya saat ini.


"Aku tidak ada maksud seperti itu, Tuan. Aku memang sangat tertarik dengan Tuan Felix," jawab Rhiana. Dia sengaja menutupi kebohongan yang selama ini disimpan baik olehnya.


Dizon berdiri mendekati wanita itu. Dia membisikkan sesuatu agar sekretaris itu lekas mengaku.


"Kenapa kamu tertarik dengan adikku? Dia sudah beristri. Harusnya kamu lebih tertarik denganku. Aku bisa memberikan kepuasan untukmu. Sayang aku sudah menikah," bisiknya.


Rhiana memang mengejar Felix untuk membalas rasa sakit hatinya pada pria itu. Ada dendam dibalik masuknya dia menjadi sekretaris di perusahaan itu.


"Karenanya aku gagal menikah," ucap Rhiana akhirnya.


Deg!

__ADS_1


Dizon terkejut. Adiknya tidak pernah menyakiti siapapun. Kenapa bisa ada dendam dari sekretarisnya itu?


"Jelaskan! Aku tidak paham maksud ucapanmu." Dizon kembali ke tempat duduknya.


Rhiana menjelaskan semua masalahnya. Mulai dari awal kenapa dia dendam pada Felix, adiknya. Sampai usahanya untuk membuat rumah tangga adiknya itu berantakan. Dia juga menjelaskan tentang hubungan dekatnya dengan HRD perusahaan Damarion.


Dizon sampai tidak menyangka karena kegagalan pernikahan seseorang menyebabkan rumah tangga adiknya hampir saja karam.


"Benar yang kamu sampaikan?" cecar Dizon lagi. Dia tidak mau ada informasi yang belum didapatkan sama sekali.


Rhiana mengangguk. Beberapa kali dia hampir putus asa karena tidak menemukan kedatangan Felix di kantor. Dia sudah memikirkan akan kesulitan menyerang pria itu jika jauh dari jangkauannya. Selama ini, Rhiana yang mengatur strategi agar klien meminta Felix untuk mengurus proyek di luar kota yang biasa dihandel oleh Dizon. Dia memuluskan rencananya berkat bantuan Lucky Boy yang ternyata adalah sepupunya. Dizon baru tau hari ini.


"Jadi, sebenarnya kamu tidak ada dendam sama sekali pada adikku?" tanya Dizon.


Rhiana menggeleng.


"Baiklah. Aku akan mempertimbangkan pekerjaanmu di perusahaanku. Aku minta, jangan lanjutkan kegilaanmu itu. Felix sudah pergi jauh dan tolong jangan salahkan Kayana dalam hal ini. Dia tidak ada sangkut pautnya dengan kegagalan pernikahanmu. Yang patut disalahkan itu calon suamimu!" ucap Dizon.


Ya, Rhiana adalah calon istri Galen Austin, mantan kekasih Kayana. Ketika hampir mendekati hari pernikahannya, tiba-tiba pria itu memutuskan pertunangannya yang telah terjadi. Rhiana kalut dan menangkan alasan kenapa tiba-tiba Galen berubah pikiran. Ternyata pria itu tidak mampu melupakan mantan kekasihnya, Kayana. Pria itu ingin kembali pada gadis itu.


Terlambat sudah. Kayana sudah menikah dengan Felix. Rhiana sudah terlanjur sakit hati pada gadis itu. Dia selalu mencari keberadaan Kayana dan menyusun strategi untuk menyakitinya. Rhiana ingin agar mantan Galen itu merasakan sakit hati seperti yang dialaminya.


"Aku hanya ingin wanita itu merasakan penderitaanku, Tuan. Aku dipermalukan seperti ini," ucap Rhiana.


"Kenyataannya, Kayana tidak merebut Galen darimu, 'kan?" Dizon memang tau jika Kayana bisa menerima adiknya dengan baik.


Dizon benar. Karena obsesi Rhiana untuk menghancurkan rumah tangga Kayana adalah salah. Seharusnya dia membalas dendam pada Galen Austin, mantan tunangannya.


Felix sudah terlanjur pergi. Dizon tidak ingin meminta adiknya itu kembali lagi walaupun dia tau bahwa biang masalahnya sudah ketemu.

__ADS_1


🍓🍓🍓🍓🍓TBC🍓🍓🍓🍓🍓


__ADS_2