Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+
Bertemu Rival


__ADS_3

Seseorang mendekati dua sahabat itu. Callista yang menyadari terlebih dahulu langsung membuang muka. Dia enggan menatap wajah lelaki yang masuk nominasi paling dibenci nomor satu sepanjang hidupnya. Walaupun lelaki itu pernah menjadi nomor satu yang paling dicintainya.


"Hai, sayang. Kita bertemu lagi. Apa kabar?" sapa lelaki yang tak tahu malu itu.


"Ck, lo tu udah jadi mantan. Jangan sok akrab, deh!" balas Callista.


Kayana hanya melongo melihat pertengkaran dua sejoli yang sekarang sudah menjadi mantan itu.


"Itu kan versi elo, Call! Gue ngga pernah mau putus, kan? Lo aja yang mutusin secara sepihak," ucapnya.


"Ish, jangan kepedean deh, lo!" sentak Callista.


"Boleh gue duduk di sini?" tanya lelaki itu.


"Nggak!" Callista terang-terangan menolak Eros Kalandra, mantan kekasihnya.


Kayana hanya terdiam menonton pertunjukan di depannya.


"Lo makin cantik dan galak aja, Call. Lo berhasil jadi simpanan Om-om yang tempo hari, kan? Pantes selera lo berubah ke tempat mewah kek gini," ejek Eros. Dia sengaja membuat Callista marah.


Callista enggan membalas omongan mantan kekasih brengs*knya itu. Nggak ada gunanya juga. Kebetulan pelayan datang mengantar makanannya.


"Silakan, Kak," ucap pelayan.


"Ck, lihat saja. Seleranya makan steak. Dibayar Om-om itu berapa? Kalau cuman sebagai simpanan dan berbayar, gue juga bisa kali, Call," Lagi-lagi Eros membuat mood Callista menjadi tidak baik.


"Stop, Eros! Please, lo pergi dari sini. Sekarang!" pinta Kayana yang sudah tak tahan mendengar ocehan mantan kekasih sahabatnya yang sudah tidak masuk akal itu.


"Baiklah, Kay! Sebenarnya gue masih berharap Callista balikan sama gue. Biar doi tau, gue juga bisa ngasih lebih dari Om-om yang lagi sama doi itu," ucapnya dengan senyum nakal. Eros kemudian meninggalkan kedua sahabat itu.


Huek! Gue jijik dengernya. Di apartemen, doi aja udah berani bertindak mesum kek gitu sama orang lain. Penasaran aja gue. Siapa sih ceweknya yang waktu itu? Mau-maunya dikibulin cowok kere yang sok romantis itu!


Callista dan Kayana melanjutkan makannya yang sempat terhenti karena kedatangan Eros.


Wuih, enak bener nih steak. Kapan-kapan kalau gue dah gajian, bakalan gue ajak Callista dan suaminya. Biar rame... Duh, endul bener rasanya...


Callista sudah selesai makannya. Dia berniat ke kasir untuk membayar pesanannya menggunakan black card. Setelah selesai, dia kembali ke meja untuk mengajak Kayana melanjutkan belanjanya.


"Dah kelar, Kay? Yuk kita lanjutkan belanjanya," ajak Callista.

__ADS_1


"Eh, jadi belanjanya? Gue kira setelah lo traktir steak mahal ini langsung balik ke apartemen...," ucap Kayana.


"Enggak, Kay! Uang suami gue baru kepotong beberapa ribu aja, nih," ucap Callista tersenyum.


Kedua sahabat itu melanjutkan ke toko yang tadi. Toko yang hampir mereka masuki, tetapi gagal karena harus membuntuti orang yang dikenal Callista.


Di dalam toko, Kayana memilih beberapa baju yang harganya nggak terlalu mahal. Menurutnya asal nyaman dipakai sudah lebih dari cukup.


"Lo yakin cuman beli ini aja? Bagaimana kalau setelah ini kita nyari make up yang bagus. Biar lo di restoran makin cantik, Kay," ucap Callista.


Make up? Sebenarnya pingin, sih. Tapi gue udah milih baju sebanyak ini.


"Nggak, Call! Terima kasih. Lo udah beliin gue baju sebanyak ini," tolaknya secara halus.


"Please, Kay! Kebetulan gue mau nyari lipstik," bujuknya.


Setelah membayar baju yang dipilih Kayana, keduanya kini masuk ke toko make up produk L'Oreal Paris. Kayana menghentikan langkah Callista untuk masuk ke toko itu.


"Kenapa?" tanya Callista.


"Apa ini nggak berlebihan?" Kayana merasa nggak enak hati seperti memanfaatkan sahabatnya itu.


Kayana terpaksa mengikuti langkah sahabatnya itu. Sesampainya di dalam, Kayana rencananya hanya ingin membeli bedak. Mereka berpisah tempat. Callista menuju ke tempat lipstik berada.


Saat tangan Callista menyentuh Color Riche Matte Lipstick warna Black Cherry, seseorang bersamaan memegang lipstik yang dipilih Callista.


"Oh, astaga! Ini milikku. Aku yang lebih dulu memegangnya," ucap wanita itu yang tidak melihat Callista.


"Astaga, Aunty! Ini warna pilihanku. Aku yang lebih dulu," bantah Callista.


Banyak warna lain memang. Warna yang sedang diperebutkan oleh kedua wanita itu hanya tersisa satu.


"Kau!" wanita itu mengenali orang yang sedang memperebutkan lipstik dengannya.


Astaga! Wanita ini masih saja berada di sini. Wah, gawat jika doi masih bareng Mama mertua....


Callista melirik kesana kemari. Dia takut jika Mama mertuanya masih ada di sini.


"Kenapa? Kau mencari mantan suamiku?" tanya Diana.

__ADS_1


"Ish, Aunty salah paham. Suamiku sedang di kantor. Mana mungkin kelayapan nggak jelas," bantah Callista.


"Ck, kau yakin dinikahi secara sah? Aku pikir kau adalah sejenis wanita jal*ng yang jadi simpanannya. Yah, seperti sugar baby yang dibutuhkan saat mantan suamiku ingin menghangatkan ranjangnya," ejek Diana. Dia memang belum tau betul status apa yang diberikan mantan suaminya kepada wanita yang di hadapannya saat ini. Dia yakin hanya sebatas sugar baby dan sugar daddy. Tidak lebih! Melihat gadis yang di hadapannya terlihat masih sangat muda.


Dia meremehkanku. Dasar rival aneh!


"Ck, aunty terlalu negatif thinking padaku. Apa aunty masih lebih baik dariku? Jika aku bilang, kita sama-sama jal*ng. Apa aunty akan marah?" Callista tidak tahan pada mantan istri suaminya itu.


Dasar gadis aneh. Dia selalu saja bisa membalikkan kata-kataku.


"Kali ini kau selamat. Untung Mama mertuamu sudah pergi. Jika tidak, kau akan habis olehnya!" ancam Diana.


Callista tak mau kalah. Dia langsung mengambil lipstik ketika Diana lengah.


"Kau licik juga ya?" ejek Diana lagi.


"Aunty yang licik. Aunty jangan jadi pelakor antara aku dan suamiku. Ingat, aku bisa bertindak lebih licik dari ini," gertaknya.


Callista tidak mau kalah dengan mantan istri suaminya itu. Dia harus mempertahankan apa yang sudah menjadi miliknya.


"Kita lihat saja nanti. Kau sudah mengambil lipstik milikku, aku akan mengambil suami tidak jelasmu itu!" ancam Diana. Dia lelah berdebat dengan anak kecil yang tidak sepadan dengan dirinya.


"Rupanya aunty mau jadi pelakor? Ish, ish, ish... Kukira kelihatan berkelas, tapi ternyata...," Callista menggantung ucapannya.


Diana merasa tersindir. "Apa maksud ucapanmu?"


"Ternyata tidak lebih baik dari wanita malam pemuas ranjang hidung belang!" ucapan Callista membuat wajah Diana merah padam. Wanita itu terlihat sangat marah.


"Kau!" Diana tidak ingin melanjutkan perdebatannya. Dia langsung keluar ketika tidak mendapatkan lipstik yang hendak dibelinya.


Callista merasa menang kali ini. Kayana yang melihat perdebatan mereka baru berani mendekat setelah wanita itu pergi.


"Siapa dia, Call?" tanya Kayana yang sejak tadi mengkhawatirkan sahabatnya.


"Dia itu rival. Mantan istri suamiku," ucapnya.


Kayana hanya bisa menutup mulutnya dengan kedua tangan.


Astaga! Wanita itu sangat cantik dan fashionable. Pantas saja Callista ingin berubah. Gue dukung lo, Call!

__ADS_1


__ADS_2