
Callista menyadari rasa terkejutnya pada keberadaan gadis kecil itu. Dia mengingat tentang siapa Willow sebenarnya.
Kenapa gadis kecil ini seorang diri disini? Mana suamiku dan wanita itu?
"Aunty, kenapa diam?" tanya Willow.
"Dimana mamamu?" tanya Callista yang tidak melihat keberadaan Diana maupun suaminya.
"Mommy ada di...," belum sempat Willow menyelesaikan ucapannya, kedua orang yang dicarinya muncul dari dalam ruangan.
Sean yang lebih terkejut mendapati kedatangan istrinya.
Astaga, ini akan sangat rumit! Bagaimana caranya membujuk ibu hamil itu agar dia mengerti bagaimana posisiku sekarang?
"Mommy... Daddy... Kenapa lama sekali, sih?" protes gadis kecil itu.
Callista merasakan cemburu bergemuruh didalam hatinya. Dia melihat gadis kecil itu memanggil suaminya dengan sebutan daddy.
Callista tidak bergeming sedikitpun. Dia masih pada posisinya yaitu berdiri di antara gadis kecil itu dan suaminya.
"Di, tolong ajak Willow pulang!" perintahnya pada mantan istrinya.
"Ayo sayang, kita pulang! Daddy masih sibuk dengan kerjaannya," bujuk Diana pada Willow.
Sekian lama tidak pernah melihat daddynya secara langsung membuat Willow tidak mau pergi kemanapun.
"No, Mommy! Aku tidak akan pergi kemanapun! Aku akan bersama daddy di sini...," ucap gadis itu tegas.
Callista yang melihat interaksi ketiganya merasa seperti seorang perusak hubungan keluarga. Padahal di sini, dia lebih berhak atas suaminya. Jika tidak ada gadis kecil itu, Callista bisa saja langsung bertindak nekat. Tetapi melihat gadis itu, dia tidak tega.
"Willow, please... Dengarkan mommymu!" Sean ikut turun tangan membujuk gadis kecil itu.
Willow tidak mau mendengarkan ucapan mommynya ataupun daddynya. Dia malah pergi mendekati Sean dan memeluk pria itu dengan tangisannya.
"Dad, biarkan aku di sini. Aku sangat merindukan daddy... Hiks hiks hiks...," tangisnya pecah ketika pria yang dipanggilnya daddy itu membalas pelukannya dengan sangat hangat.
Diana berhasil untuk sesaat mendekatkan putrinya dengan mantan suaminya. Dia tidak tau kedepannya akan seperti apa? Apalagi sekarang, istri mantan suaminya juga melihat semuanya.
Lain halnya dengan Callista. Wanita itu merasakan sesak di dadanya. Dia berusaha sekuat tenaga untuk tidak mengeluarkan air mata.
Sepertinya pernikahanku akan berakhir dengan cepat!
Callista memutuskan untuk keluar dan pergi ke butik sesuai rencana sebelumnya. Namun, Sean mencegahnya.
__ADS_1
"Tunggu! Mau kemana?" ucap Sean yang berusaha menahan istrinya itu.
Sean melepaskan pelukannya pada gadis kecil di hadapannya. Kemudian mendekati istrinya.
"Sayang, kau mau kemana? Tolong jangan salah paham untuk semua ini. Aku akan menjelaskannya padamu," ucap Sean agar istrinya tidak pergi.
Diana tidak mau ikut campur urusan mantan suaminya. Tetapi dalam batinnya merasa menang selangkah daripada istri Sean.
Aku menang selangkah darimu, gadis kecil! Aku tidak menyangka ini akan menjadi pertunjukan yang luar biasa. Aku tidak perlu bersusah payah menyusun rencana untuk menjatuhkanmu. Aku yakin, Mama Jelita akan senang mendengar kabar baik ini.
Callista merasa tak enak hati pada suaminya. Dia memang ingin segera mendapatkan penjelasan dari pria itu, tetapi diurungkannya. Dia melihat masih ada anak kecil di hadapannya. Dia tidak mau gegabah.
Willow yang merasa kebahagiaannya terganggu karena kedatangan aunty yang belum dikenalnya itu. Gadis itu kesal melihat daddynya mendekatinya.
"Daddy... Please! Minta aunty itu untuk cepat pergi! mengganggu kesenangan Willow saja!" teriaknya.
Callista dan Sean saling memandang. Callista terkejut dengan ucapan anak sekecil itu sudah berani mengusir orang lain. Sedangkan Sean menatap wajah istrinya terlihat raut kecemburuan di sana.
"Aku pergi dulu...," pamit Callista pada Sean.
"Tunggulah sebentar! Aku akan menyelesaikan masalah ini," ucap Sean pada istrinya. "Duduklah!" Sean meminta Callista untuk duduk di kursi depan meja kerjanya. Callista menuruti perintah suaminya.
Sean kembali pada gadis kecil itu. Dia berusaha membujuk gadis kecil itu untuk pulang.
"Daddy, bukan Om!" protesnya.
"Terserah apapun panggilanmu! Om minta, Willow pulang dengan mommy. Om masih banyak pekerjaan yang belum selesai. Willow mengerti, kan?" bujuknya pada gadis kecil itu.
Willow menunggu selama bertahun-tahun untuk bisa bertemu daddynya. Walaupun dia baru bisa menyadarinya kali ini karena usianya baru enam tahun.
Diana berdiam diri di tempatnya. Sementara Sean melihat tingkah mantan istrinya itu semakin geram. Wanita itu seakan membuat keadaan rumah tangga Sean semakin rumit.
"Di... Tolong bujuk Willow. Jika kau tidak mau membujuknya, aku akan mengabari Mama Carlotta untuk menjemput anakmu!" ancam Sean.
Callista seperti penonton yang sedang menikmati pertunjukan di hadapannya. Dia melihat ke arah Diana yang tersenyum mengejek ke arahnya.
Kena kau, Callista!
Callista sudah tak tahan melihat semua kejadian di hadapannya. Secara tiba-tiba, Willow menarik tangan mommynya untuk mendekat pada Sean yang disangka daddy olehnya. Kemudian Willow menggandeng kedua tangan itu sehingga posisi Willow berada di tengah-tengahnya.
"Willow ingin selalu seperti ini, mommy, daddy. Willow ingin seperti Cinzia. Punya foto keluarga...," ucap gadis kecil itu memohon.
Callista tidak tahan melihatnya. Kecemburuan pada gadis kecil dan mantan istri suaminya semakin menjadi. Dia tidak mampu menahan air matanya.
__ADS_1
Callista langsung berlari meninggalkan ruangan suaminya. Sean menatapnya terkejut. Dia juga tidak bisa meninggalkan gadis kecil itu secara tiba-tiba.
"Di, tolong ajak Willow pulang. Sekarang!" perintahnya.
Sean sudah tidak tahan harus berpura-pura lagi di hadapan Willow. Willow langsung saja menangis sejadinya karena daddynya tidak menerimanya dengan baik seperti daddynya Cinzia.
"Kenapa daddy jahat sekali... Hiks hiks hiks... Daddy berbeda dengan daddynya Cinzia... Hu hu hu...."
Diana mendekati putrinya dan memeluk gadis kecil itu.
"Kita pulang, sayang! Daddymu sedang sibuk," bujuknya.
"No, Mommy! Aku tetap mau berada di sini!" Willow ngambek. Dia lari dan duduk di sofa.
Diana tidak bisa membujuk gadis kecil itu. Sehingga membuat Sean semakin pusing. Pria itu memijat keningnya yang terasa sangat pusing.
Sean ingin mengejar istrinya, tetapi terhalang gadis kecil yang sedang menangis di depannya. Rumah tangganya penting, gadis di hadapannya juga penting sebagai seorang pria dewasa berusaha memahami seorang anak kecil. Sean yakin jika istrinya itu bisa memahami keadaannya saat ini.
Sebaiknya aku antar Willow pulang ke rumah Mama. Supaya aku bisa mencari Callista lebih cepat!
"Willow, Om akan mengantarkanmu pulang ke rumah grandma," ajak Sean pada gadis kecil itu. Dia tau jika Diana dan putrinya menginap di sana karena Diana yang menceritakannya.
Gadis kecil itu berlari sangat bahagia keluar ruangan Sean. Sementara Sean berjalan beriringan dengan Diana.
"Di, kuperingatkan sekali lagi. Jangan pernah kau temui aku lagi ataupun Callista. Secepatnya, ajak anakmu pergi dari rumah Mama! Cukup sekali kau menghancurkan kehidupanku. Jika kau perlu bantuanku untuk menemukan ayah biologis anak itu, aku siap membantu...," ucap Sean. Dulu ketika tau Diana selingkuh dan melahirkan Willow yang bukan darah dagingnya, Sean bisa bersikap dengan tegas. Demikian halnya intuk kali ini. Dia ingin kehidupan yang bahagia bersama Callista.
Diana hanya bisa terdiam mendengar penuturan mantan suaminya.
Apa sebaiknya aku jujur pada Sean? Aku berharap bisa menemukan pria brengs*k itu!
😍😍😍😍TBC😍😍😍😍
Semoga suka. Jangan lupa like, vote, dan komentarnya.
Sekebon bunga atau secangkir kopi jangan lupa diberikan untuk emak agar lebih bersemangat.
Sambil menunggu update part selanjutnya, Kuy mampir ke karya teman emak yang nggak kalah keren ceritanya.
Judul : Senandung Cinta Jilbab Reina 2
Author : ingflora
Terima kasih, Luv Yu All... 😍😍😍
__ADS_1