Nikah Kontrak Dengan Duda 40+

Nikah Kontrak Dengan Duda 40+
Trimester Terakhir


__ADS_3

Sebagai ibu hamil, Callista ingin membeli beberapa keperluan untuk bayinya. Dia ingin membeli box bayi yang akan diletakkan di kamarnya. Dia tidak ingin membuatkan kamar khusus untuk bayinya karena ingin berada di dalam kamar yang sama.


Setelah acara makan malam bersama beberapa minggu yang lalu, hari ini jadwal kontrol ke rumah sakit. Kehamilannya sudah memasuki trimester tiga dan perutnya juga semakin membuncit.


Tendangan demi tendangan yang diberikan oleh janinnya membuat Callista sangat senang sekali, termasuk suaminya, Sean. Sean juga sangat beruntung karena kehamilan adiknya berjalan dengan mulus. Untung saja pria ini tidak tau jika adiknya berencana mengadopsi seorang anak.


"Kapan kamu berencana belanja untuk bayi kita?" tanya Sean ketika berada di meja makan.


"Setelah ke dokter dan mengetahui jenis kelaminnya," jawab Callista.


Walaupun Callista belum ke dokter, tetapi dia meyakini satu hal jika bayinya adalah perempuan.


Hari ini, Sean akan menemani istrinya ke rumah sakit kemudian belanja beberapa barang untuk kelahiran bayinya. Sean semakin tidak sabar dengan kejutan yang akan diterimanya hari ini.


Sean bergegas mengajak istrinya lekas berangkat. Dia sudah mengatur jadwal pertama dengan dokter Adelard Zeroun.


Sepanjang perjalanan, Sean melihat Callista yang sangat semringah.


"Sayang, kamu sangat bahagia?" tanya Sean.


"Tentu, sayang. Setiap hari tendangan bayi ini selalu menghiburku. Kamu bahagia?" tanya Callista.


"Tentu, sebentar lagi aku menjadi seorang ayah. Dia anak pertama diusiaku yang tak lagi muda ini," balas Sean.


Kenyataannya dia akan memiliki anak di usia empat puluh dua tahun. Delapan belas tahun lagi anaknya seperti keponakannya, sedangkan istrinya semakin terlihat cantik dan matang.


"Tapi jangan khawatir, setelah kelahiran baby A, secepatnya kita harus memproduksi adiknya," usul Sean.


"Ish, tidak semudah itu ferguso. Menurut yang kubaca, setelah lahiran minimal libur dulu selama empat puluh hari. Semangat menahan yah, sayang," goda Callista.


Sean baru ingat, dia pernah mengalami hal itu pada masa pernikahannya dengan Diana. Kenapa sekarang dia baru ingat?


"Oh God, aku harus bersabar untuk itu. Semangat berdiam diri makhluk hidupku," ucap Sean.


Tak berapa lama, mobilnya sudah masuk ke area parkir rumah sakit. Setelah turun, mereka bergegas turun dan langsung ke klinik yang dituju. Tak butuh waktu lama untuk mengantre karena perawat sudah memanggilnya.


"Nyonya Callista...," panggil perawat.


Callista masuk bersama suaminya. Dia melakukan pengecekan rutin seperti biasa sebelum melakukan USG.


Setelah semuanya selesai, barulah masuk ke ruangan dokter. Di sana, Callista langsung naik ke brankar. Seorang perawat membantu memberikan gell pada perutnya setelah Callista menyingkap bajunya sedikit. Nampak perut buncit dan seksi di sana. Dokter Adelard segera mengambil tranducer kemudian memutarnya di perut Callista untuk menunjukkan janin. Hari ini, dokter Adelard juga akan menunjukkan jenis kelaminnya.


"Wah, janinnya sehat. Lihat dia sangat lincah. Semoga Tuan dan Nyonya hari ini beruntung karena beberapa kali dia tidak menampakkan jenis kelaminnya, ya," ucap dokter.


Beberapa kali melakukan kontrol tiap bulan tidak menunjukkan jenis kelamin yang sedang di nanti. Untuk hari ini, dokter Adelard terlihat bahagia ketika transducernya berhasil membuka sesuatu yang sudah lama ditunggu.


"Wah, sudah mendekati masa persalinan malah baru menunjukkan jenis kelaminnya," ucap dokter.

__ADS_1


"Kelihatan, dok?" tanya Sean. Dia sangat antusias jika memang hari ini beruntung.


"Iya, lihatlah. Dia perempuan," ucap dokter.


Callista sangat bahagia. Impiannya memiliki seorang anak perempuan akan terwujud, lain halnya dengan Sean. Sesaat dia bahagia kemudian terlihat raut wajah yang membingungkan di mata istrinya.


Apa yang kamu pikirkan, sayang? Batin Callista.


Setelah semuanya jelas, perawat membantu membersihkan sisa gell tersebut. Setelah itu keduanya duduk di hadapan dokter.


"Semuanya sehat, tinggal menunggu waktu kelahirannya. Jika mengalami inpartu atau KPD yang dimaksud ketuban pecah dini, segera pergi ke rumah sakit. Jangan menundanya!" pesan dokter Adelard.


Keduanya mendengarkan semua pesan yang disampaikan dokter. Setelah urusannya di rumah sakit selesai, keduanya kembali ke mobil.


"Sayang, kamu terlihat tidak bahagia. Apa kamu masih memikirkan Mama?" tanya Callista.


"Aku bahagia, tetapi aku juga kepikiran mama," jawab Sean.


"Aku sudah siap dengan apapun keputusanmu, tetapi aku akan selalu berusaha berada di sampingmu sampai kapanpun," balas Callista.


"Terima kasih, sayang. Jangan pernah meninggalkanku!"


Callista tidak bisa berjanji untuk itu, dia hanya berusaha karena mama Jelita selalu punya banyak cara untuk menaklukkannya.


Sekarang tujuan mereka adalah baby shop. Callista sengaja meminta suaminya untuk mengantarkannya ke sana. Hari ini semua kebutuhan baby A akan dipenuhi. Callista sangat antusias.


"Sayang, kamu suka baju warna pink atau netral saja?" tanya Callista.


"Apapun asal cocok untuk bayi kita, sayang. Belikan yang banyak dan jangan sampai ada yang terlupa," ucap Sean. Dia juga ikut memilihkan box bayi yang sangat lucu bentuknya.


Pilihannya jatuh pada box bayi warna pink. Dia ingin agar putrinya bisa lebih feminim dari mamanya. Sebuah kebutuhan sudah dibeli, Sean membayarnya.


Pelayan toko membantu membawakan beberapa barang itu ke mobilnya. Untuk kali ini, Callista memang tidak melibatkan Zelene karena wanita itu sedang hamil. Dia juga tidak ingin agar Zelene buru-buru untuk berbelanja sebelum mendekati persalinan.


"Sayang, sudah semua?" tanya Sean.


Callista mengiyakan. Semua kebutuhan babynya bisa dibeli dalam satu tempat.


"Sudah, tinggal menunggu babynya lahir," ucap Callista. Sebentar lagi dia akan menjadi seorang ibu. Kehidupannya akan jauh lebih sempurna.


"Hmm, kamu bisa saja. Jadi siapa nama baby A? Apa ayahnya tidak boleh tau?" tanya Sean.


"Enggak. Mamanya yang bikin nama, papanya nggak usah tau dulu," ucapnya.


"Mana bisa begitu. Buatnya barengan masak aku nggak boleh tau." Sean fokus mengendarai mobilnya. Andai sedang tidak di jalan, dia akan memaksa istrinya untuk memberitahukan nama baby A yang sebenarnya.


"Eh, masak iya buatnya barengan. Aku sudah lupa tuh?" goda Callista. Dia sengaja membuat suaminya galau maksimal karena hanya dengan cara seperti itu, suaminya terlihat lebih ceria.

__ADS_1


Sesampainya di apartemen, Sean menurunkan semua belanjaannya di baby shop tadi. Callista juga memintanya untuk segera memasang box dikamarnya.


"Sayang, kutunggu dikamar, ya," ucap Callista.


Sean mengiyakan. Beberapa barang belanjaannya memang lumayan banyak, tetapi tidak butuh waktu lama untuk membawa ke unitnya.


Setelah semua berada di dalam, Callista menyiapkan minuman dan membiarkan suaminya menata box bayi seorang diri.


"Sayang, minumlah. Kamu pasti capek seharian mengantarkanku." Callista menyerahkan gelas berisi minuman dingin yang tidak terlalu manis. Itu kesukaan suaminya.


Ketika sedang fokus menyiapkan beberapa perlengkapan bayinya, bel apartemen berbunyi. Dia sudah lama jarang menerima tamu, tetapi hari ini tiba-tiba ada yang datang.


"Sayang, apa kamu ada janji dengan seseorang?" tanya Sean.


Callista menggeleng. Zelene hampir tidak pernah main ke apartemen kakaknya semenjak dia hamil. Itupun dia sudah mengabari dan meminta maaf pada Callista maupun Sean.


"Biar aku yang buka," ucap Callista.


Callista penasaran. Siapa tamu yang datang. Kayana sudah jauh dari jangkauannya. Tidak mungkin itu sahabatnya yang datang. Tapi tidak menutup kemungkinan istri Felix Damarion itu memberikan kejutan.


🍓🍓🍓🍓🍓TBC🍓🍓🍓🍓🍓


Wah, siapa ya tamunya? Tunggu kelanjutannya...


Sambil menunggu update selanjutnya, emak mau kasih info dua novel yang baru netes. Ceritanya keren-keren dari author yang kefemesannya tidak diragukan lagi.




Romansa Bias dan Zee, Author Bubu.id




Love Is Rain, Author Mama Reni




Yuk kepoin, sambil mengingat masa lalu ketika punya cerita mungkin mengejar cinta pertama atau malah jatuh cinta pada teman sekelas tetapi tidak kesampaian, yach seperti cinta yang bertepuk sebelah tangan. Atau cinta monyet yang sulit dilupakan sampai sekarang. Cus kepoin... terima kasih, luv yu all... 😍😍😍😍



__ADS_1


__ADS_2