Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
101. Ritual Sebagai Istri.


__ADS_3

Malam harinya, Denis dan Risa baru saja selesai makan malam.


Kini keduanya begitu kompak, Denis membersihkan meja makan sedangkan Risa langsung merapikan piring bekas mereka makan, lalu mencucinya.


Setelah memberikan tempat makan, Denis menyusul Risa yang berada didapur.


"Kamu masih lama?" tanya Denis, sambil melipat kedua tangannya di dadanya.


"Sebentar lagi selesei." jawab Risa.


"Kita praktekkan resep dari Mama yuk Ris." rengkek Denis, dengan begitu manjanya.


Risa mengelap tangannya, yang baru saja selesai mencuci piring, lalu menjawab perkataan dari Denis.


"Den, besok Aku harus mulai masuk kuliah lagi soalnya Aku sudah beberapa hari cutti kan." jawab Risa.


Denis memasang wajah murungnya, lalu Risa mencubit hidungnya.


"Ayo ke kamar, sekarang sudah malam." ajak Risa, yang langsung menarik tangan Denis.


Denis menahan tangan Risa, Risa menengok kearah Denis.


"Kenapa?" tanya Risa.


"Cium dulu baru mau jalan." rengkek Denis dengan begitu manjanya.


Risa menatap Denis dengan wajah yang begitu kesal.


"Kemana Denis yang dulu garang, sekarang kenapa Dia selalu bersikap manja seperti ini" gumam Risa.


"Iya sudah kalau tidak mau, Aku ngambek." ancam Denis.


Akhirnya mau tidak mau Risa langsung mencium Denis, agar dramanya tidak terus berlanjut.


"Cup..." satu ciuman mendarat dipipi Denis.


"Yang ini belum, yang ini juga belum, pokoknya Aku mau semuanya diciumnya." rengek Denis, sambil memanyunkan bibirnya.


Risa merasa kesal sekali.


"Pantas saja, Alan menyebutmu bodoh." gumam Risa.


"Iya sudah kalau tidak mau, biar Aku saja yang menciummu 100 kali." Denis kembali mengacam Risa dengan senyum liciknya.


Risa menggaruk kepalanya yang tidak gatal, lalu langsung mencium semua bagian yang ditunjukkan oleh Denis.


"Cup..." untuk pipi Denis sebelah kanan.


"Cup.." untuk pipi Denis sebelah kiri.


"Cup.." untuk kening Denis.


"Cup.." untuk bibir Denis.


Risa melepaskan ciumannya dari bibir Denis, namun Denis malah menarik tekuk leher Risa agar ciuman Risa makin dalam.


Kini Denis sedang mengajak Risa main perang lidah, Denis terus menarik lidah Risa bahkan sesekali memainkannya.


Risa menggigit bibir Denis dengan keras, agar Denis melepaskan ciumannya.


"Auh... sakit" rintih Denis.


"Kamu curang." protes Risa.


Risa berjalan menuju kamarnya meninggalkan Denis.


"Adik kecilku belum Kamu Cium." protes Denis.


Risa hanya berjalan tanpa mendengarkan protesan dari Denis.


"Dasar pencandu." kesal Risa dalam hatinya.

__ADS_1


Didalam kamar.


Risa langsung membaringkan tubuhnya diatas tempat tidurnya, Denis langsung menyusul Risa kedalam kamarnya.


Kini Denis membaringkan tubuhnya disamping Risa.


"Kamu sudah tidur sayang?" tanya Denis.


"Iya Aku sudah tidur." jawab Risa, yang saat ini tidurnya membelakangi Denis.


"Itu Kamu jawab." kata Denis, yang memeluk Risa dari belakang.


"Biar Kamu tidak terus bertanya." jawab Risa.


"Dasar menyebalkan." omel Denis.


Risa membalikkan posisi tubuhnya, kini Risa sudah menghadap ke wajah Denis.


"Kamu yang menyebalkan." protes Risa.


"Aku sudah mengantuk, tapi Kamu terus mengganggku." kata Risa.


Denis menarik Risa kedalam pelukannya, lalu memeluk Risa dengan pelukan yang begitu hangat.


"Tidurlah, Aku tidak akan menganggumu lagi malam ini." kata Denis.


Risa memejamkan matanya, malam ini Risa tidur dipelukan Denis yang begitu hangat.


Denis terus membelai-belai rambut Risa, hingga dirinya tertidur.


Keesokan harinya.


Risa bangun lebih dulu, karena harus membuat sarapan untuk suaminya dan dirinya juga ada kuliah pagi hari ini.


kini Risa sudah selesai mandi dan sudah berpakaian rapi dengan dandan yang begitu natural.


"Den, bangun sudah pagi." Risa membangun Denis sambil menggoyangkan tubuh Denis.


Denis bergulat lalu membuka matanya.


Denis kembali membuka matanya, Denis merasa kaget karena Risa sudah cantik dari begitu rapi.


"Apa Kamu, berniat menggoda Suamimu dipagi hari?" tanya Denis, dengan sorot mata mesumnya.


Risa mencubit lengan Deni, menggunakan jari-jari lentiknya.


"Dasar Suami mesum, apa Aku sudah gila menggoda Suamiku dipagi hari ini seperti ini, bisa-bisa Dia tidak masuk kantor karena asik perang diranjang." omel Risa dengan wajah yang begitu menggemaskan.


"Kamu mengomelpun tetap cantik Istriku." bukannya dengerin omelan Risa, Denis malah menggombali Risa pagi-pagi.


Risa menghembuskan nafasnya dengan kasar, lalu menyuruh Denis untuk segera mandi.


"Aku sudah cantik dari lahir Tuan Denis." jawab Risa dengan begitu manisnya.


"Sekarang Kamu bangun, lalu pergi mandi, Aku mau siapkan sarapan untuk kita." kata Risa dengan penuh kebawelan.


Denis beranjak dari tempat tidurnya, untuk segera pergi mandi.


"Baju kerjaku sudah disiapkan?" tanya Denis.


"Sudah dilemari ambil saja, Aku kebawa dulu ya." pamit Risa.


Risa langsung pergi kebawa sedangkan Denis langsung menuju ke kamar mandi untuk segera mandi.


Didapur.


Risa hanya membuat nasi goreng karena biar cepat, apalagi gara-gara drama Denis pagi hari itu sangat menyita waktu Risa.


Setelah selesai Risa langsung menyiapkan sarapan untuk mereka berdua dimeja makan.


"Sayang, Aku sudah selesai." kata Denis tiba-tiba.

__ADS_1


"Duduklah, sarapan dulu." pinta Risa dengan begitu penuh perhatian.


Denis dan Risa sarapan bersama pagi ini, setelah selesai sarapan Denis dan Risa langsung berangkat.


Seperti biasa, Denis mengantarkan Risa dulu ke kampusnya.


Skip..


Kini Denis sudah sampai kampus Risa, Risa langsung membuka pintu mobilnya untuk segera turun namun Denis menahan tangan Risa.


"Kenapa?" tanya Risa bingung.


"Kenapa? Kamu belum menjalankan ritualmu sebagai Istri pagi ini." omel Denis.


Risa diam mencerna omelan Denis.


"Ritual? bukannya Aku sudah melayani dengan baik sebagai Istri" gumam Risa.


"Katakan!" pinta Risa.


"Rapikan dasi dan jasku setiap hari mulai saat ini." kata Denis.


"Lalu jangan lupa mencium punggung tanganku sebelum Kamu turun dari mobil." kata Denis lagi.


Risa menghela nafasnya, Risa sudah paham maksud perkataan Suaminya.


Risa langsung merapikan dasi Denis dan juga jas Denis.


"Sudah rapi." kata Risa.


"Ada yang kurang." keluh Denis.


"Apalagi yang kurang?" gumam Risa.


"Apalagi Suamiku?" tanya Risa, yang sudah merasa sangat kesal.


Denis menyentuh pipinya dengan jari telunjuknya.


"Semangat paginya belum." rengkek Denis dengan begitu manja.


"Bisa gila Aku punya Suami kaya gini" gumam Risa.


Akhirnya Risa menjalankan ritual semangat pagi untuk Suaminya.


"Cup..." Risa mencium pipi Denis.


Denis tersenyum senang.


"Sekarang giliran Aku yang memberikan semangat pagi untuk Istriku." kata Denis, yang pasti dengan maksud tertentu.


Denis langsung menarik tekuk leher Risa, lalu Denis mencium bibir Risa dengan penuh nikmat pagi hari ini.


"Eemmhh.." desah Risa karena ulah Suaminya.


Denis melepaskan ciumannya, lalu mengelap mulut Risa menggunakan jarinya.


"Ingat kuliahlah yang benar dan jangan berani-berani melihat laki-laki brengsek itu lewat dari 3 detik." kata Denis, yang dimaksud adalah Panji.


Denis masih sangat cemburu terhadap Panji, apalagi waktu tau ternyata Panji pernah mengungkapkan perasaan pada Istrinya. rasanya Denis ingin menghajarnya.


"Aku satu kelas dengannya Tuan Denis, pasti Aku akan sering melihatnya lebih dari 3 detik." ledek Risa, yang diiringi dengan tawanya.


"Awas saja kalau berani, sana turunlah nanti Kamu terlambat." kata Denis.


"Bagaimana mana tidak terlambat, banyak sekali drama pagi hari ini darimu." kesal Risa dalam hati.


Sebelum turun dari mobil, Risa mencium punggung tangan Denis lebih dulu.


"Aku berangkat dulu, Kamu semangatlah kerjanya Suamiku." kata Risa, sambil mencium punggung tangan Denis.


Setelah berpamitan dengan Denis, Risa langsung turun dari mobil lalu menuju kedalam kampus.

__ADS_1


Setelah melihat Risa sudah masuk dalam kampus, Denis langsung menyalahkan mesin mobilnya untuk segera menuju ke kantornya.


Bersambung πŸ™


__ADS_2