Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
167.Hukuman Risa dan Ayumi.


__ADS_3

"Denis, sebenarnya mau kemana sih?" tanya Risa.


"Kita ke kamar dulu." jawab Denis.


Risa sudah berpikir macam-macam, bahkan pikir Risa Denis mau memberikan hukuman Risa seperti biasanya, tapi ternyata pikiran Risa salah besar.


"Pasti Denis mau menghukumku diatas ranjang, sudah tahu Aku sedang sakit." pikir Risa yang diselimuti kesal dihatinya.


Risa terus mengikuti langkah Denis menuju ke kamarnya dengan perasaan kesal dan berbagai macam sumpah serapah dalam hatinya.


"Dasar Denis suami cemburuan, suami menyebalkan, suami mesum, pokoknya Aku kesal padamu!!" berbagai sumpah serapah di dalam hati Risa.


Denis hanya berjalan santai, sambil memasukkan tangannya ke dalam saku celananya.


Sesampainya dikamar Denis langsung menyuruh Risa duduk.


"Duduklah tunggu sebentar!!" pinta Denis dengan nada cuek.


Risa langsung duduk ditepi ranjang, sedangkan Denis menuju ke depan lemari pakaian.


"Kamu mau ngapain? Aku sedang sakit." keluh Risa dengan nada memelas.


"Mau membuat istriku bahagialah, biar tidak melirik laki-laki lain lagi." jawab Denis yang masih sibuk memilihkan baju untuk Risa pakai.


"Tapi Aku sedang sakit, Aku tidak mau dihukum." protes Risa dengan nada begitu menggemaskan.


Denis hanya menggelengkan kepalanya.


"Dasar Istri mesum, memang siapa juga yang mau memberikan Dia hukuman seperti itu." kesal Denis dalam hatinya.


"Kamu harus dihukum, biar mata Kamu tidak ganjen lagi." sambung Denis yang sengaja membuat Risa kesal.


"Baju apasih yang Kamu cari?" tanya Risa, karena Denis sudah terlalu lama memilihkan baju untuk dirinya.


Setelah beberapa lama, Akhirnya Denis memberikan satu dress berwarna pink muda pada Risa.


"Pakailah ini!" kata Denis.


"Ini! memangnya Kita mau kemana?" tanya Risa dengan raut bingung.


"Sebenernya hukuman apa yang akan Denis berikan padaku?" tanya hati Risa.


"Cepatlah Ris, pakai saja! Aku tidak mau Kamu bawel!" jawab Denis tegas.


Risa langsung berganti pakaian dengan dress yang Denis pilih, sedangkan Denis langsung menuju ke brangkas penyimpanan uangnya.


Kini Denis mengambil uang beberapa gepok, setelah mengambil uang tersebut, Denis langsung duduk ditepi ranjang.


Risa melihat Denis mengeluarkan banyak uang dari dalam brangkasnya, merasa sangat bingung.


"Sebenarnya hukuman apa yang akan Denis berikan padaku?" pikir Risa.


Setelah berganti pakaian Risa langsung menghampiri Denis, lalu Risa berkata pada Denis.


"Aku sudah ganti pakaian." kata Risa apa adanya.


Denis langsung memberikan uang yang tadi dirinya ambil pada Risa.


"Ini untukmu!" kata Denis sambil memberikan uang-uang tersebut ke tangan Risa.


Risa menerima uang tersebut, namun Risa juga bingung ini uang untuk apa? Akhirnya Risa langsung bertanya pada Denis.


"Uang sebanyak ini untuk apa?" tanya Risa.


"Apa Kamu berniat mengusirku dari rumah?" tanya Risa lagi kali ini dengan raut wajah yang dibikin agak sedih.


Denis terdiam.


"Dasar tukang nonton flim drama jadi otaknya gitu." gumam Denis.


"Itu hukuman untukmu, siapa juga yang mau mengusirmu dari rumah? Aku juga tidak mau sih Ucil meninggalkan ku juga." tegas Denis agar Risa tidak berpikir macam-macam.


"Aku dihukum tapi, Kamu memberikan uang padaku?" kata Risa penuh kebingungan.


"Ini itu Denis yang bodoh apa Risa yang oon sih?" gumam Risa.


"Iya hukumanmu habiskan uang itu dengan cepat." sambung Denis yang diiringi dengan senyum jailnya.


"Tapi bagaimana caraku menghabiskan uang ini?" tanya Risa.


"Risa, terserah Kamu ayo Aku akan menghantarmu, kemana pun Kamu pergi." kata Denis yang sebenarnya merasa kesal karena Risa terlalu bawel.


Akhirnya Risa langsung memasukkan uang-uang tersebut ke dalam tas, lalu Risa dan Denis langsung pergi ntah kemana?


Didalam mobil.


Risa masih bingung bagaimana cara menghabiskan uang yang begitu banyak hukum dari Denis, kalau Risa pakai untuk belanja atau poya-poya itu sudah biasa.


Jadi Risa berpikir untuk mengunakan uang itu untuk hal yang bermanfaat.


Denis terus menyetir mobil, lalu Denis bertanya pada Risa.


"Kita mau kemana?" tanya Denis.


"Berhentilah di depan sana!" jawab Risa.


"Mau apa?" tanya Denis.


"Mau menghabiskan uangmu dengan hal yang bermanfaat." sambung Risa yang diiringi dengan senyum manisnya.


Denis langsung memberhentikan mobilnya di dekat tempat kumuh, bahkan Denis saja bingung sebenarnya Risa mengajak kesini untuk apa?


"Untuk apa Risa menghabiskan uangnya disini? Aku pikir Dia bakal pergi belanja ke mall dan membeli barang-barang branded." pikir Denis.

__ADS_1


Risa mengajak Denis, kesebuah sekolahan kumuh yang ada dibawa kolong jembatan.


Denis hanya mengikuti Risa sambil menggandeng tangan Risa, karena takut Risa terjatuh.


"Disini Aku akan menghabiskan uang-uang ini." kata Risa yang diiringi dengan senyum.


Denis tidak menyangka ternyata istrinya, punya hati yang begitu mulia.


Risa langsung bertemu dengan pengurus sekolah tersebut, lalu memberikan bantuan pada sekolah tersebut pada pengurus sekolah tersebut.


Sebelum Risa dan Denis pergi dari tempat itu, mereka juga mengambil foto bersama anak-anak disitu.


Didalam foto tersebut Risa tersenyum dengan begitu senang, Denis terus memperhatikan senyuman tulus dari istrinya.


"Istriku, Kamu sangat berbeda dengan Maya." kata hati Denis penuh rasa bahagia.


Setelah selesai, Risa dan Denis langsung berpamitan dengan mereka semuanya.


Kini uang Risa sudah berkurang, Denis dan Risa langsung kembali menaiki mobilnya lalu Risa mengajak Denis ke suatu tempat lagi.


Kali ini Risa mengajak Denis untuk berbagai uang-uang itu pada gelandang yang ada dipinggiran jalan, dengan senang hati Risa membantu mereka, semua orang-orang yang dibantu oleh Risa merasa sangat bahagia.


Sampai beberapa jam berlalu, akhirnya uang hukuman dari Denis habis tidak tanpa sisa.


"Akhirnya habis." kata Risa yang sudah kembali ke dalam mobil.


Denis tersenyum, lalu langsung mencium kening Risa.


"Kamu memang wanita hebat istriku, Aku kira tadi Kamu bakal menghabiskan uang-uang itu di mall untuk membeli barang-barang branded." kata Denis sambil mengacak-acak rambut Risa dengan tangannya.


"Aku sudah sering menghabiskan uangku ditempat seperti itu." jawab Risa.


Dengan perasaan bahagia dan salut pada Istrinya, Denis langsung kembali menuju kerumahnya.


Alan dan Ayumi.


Alan memberhentikan mobilnya dirumah sakit, yang waktu itu Alan kunjungi bersama Ayumi.


Ayumi merasa sangat bingung, lalu Ayumi langsung bertanya pada Alan.


"Untuk apa Kita datang kesini?" tanya Ayumi pada Alan.


"Untuk memberimu hukuman." jawab Alan.


Alan langsung turun dari mobilnya, lalu membukan pintu mobil untuk Ayumi.


"Hukuman apa yang mau Dia berikan padaku? Dia tidak akan menyuruhku memeriksakan jantungku kan?" gumam Ayumi.


"Turunlah!" pinta Alan.


Ayumi turun dari mobil, lalu Alan kembali menutup pintu mobilnya.


Alan langsung mengandeng tangan Ayumi, lalu mereka masuk ke dalam rumah sakit, disela-sela perjalanan masuk ke dalam rumah sakit, Ayumi tersenyum bahagia apalagi bisa gandeng sama Alan.


"Berasa suami Istri." gumam Ayumi.


"Ikut saja!" jawab Alan.


Alan langsung menuju ke ruang rawat Anak-anak, lalu Alan langsung menyapa mereka dengan senyum bahagianya.


"Hay apa kabar semuanya?" tanya Alan dengan begitu bahagia.


"Hay Kak Alan." jawab salah satu Anak yang sudah mengenal Alan.


Karena di dalam ruangan tersebut banyak Anak baru dan ada juga yang sudah sembuh dan sudah boleh pulang kerumahnya.


"Al, hukuman apa yang mau Kamu berikan padaku?" tanya Ayumi lagi.


"Aku mau Kamu bacakan dongeng untuk mereka dan Aku akan ikut mendengarkan seperti mereka!!" pinta Alan sambil tersenyum manis pada Ayumi.


Ayumi tersenyum, lalu langsung menghampiri salah satu Anak pasien baru.


"Hay, Apa Kamu Anak baru?" tanya Ayumi dengan begitu lembut.


"Iya Aku Anak baru, namuku Syila." jawab Syila sambil memperkenalkan namanya.


"Nama yang sangat cantik, seperti orangnya." puji Ayumi untuk Syila.


Syila tersenyum lalu memeluk Ayumi, Ayumi juga langsung membalas pelukan dari Syila.


"Nama Kakak cantik siapa?" tanya Syila sambil melepaskan pelukannya dari tubuh Ayumi.


"Nama Kakak Ayumi." jawab Ayumi dengan tatapan yang begitu lembut.


Alan duduk ditengah-tengah Anak-anak, sedangkan Ayumi sedang mendongeng cerita berjudul "Putri tidur dan pangeran tampan"


Alan terus melihat Ayumi dengan sambil tersenyum, kini Alan merasa bersyukur karena Ayumi adalah gadis yang muda mengambil hati Anak-anak.


Satu jam berlalu, Ayumi dan Alan langsung pamitan pada Anak-anak, karena Anak-anak juga harus Istirahat biar cepat pulih dan kembali sehat.


Alan dan Ayumi langsung pergi keluar dari ruang rawat Anak-anak.


Kini Ayumi mengajak Alan menuju kesebuah taman yang berada tidak jauh dari rumah sakit, Ayumi dana Alan duduk di salah satu bangku taman posisi duduk Ayumi menyandarkan kepalanya di bahu Alan sambil memegang tangan Alan.


"Kenapa memberikan hukuman seperti ini?" tanya Ayumi pada Alan.


"Iya, Aku hanya senang saja melihat Kamu membacakan dongeng untuk mereka, karena mereka semua terlihat bahagia." jawab Alan sambil melihat indahnya pemandangan langit yang begitu terang.


Ayumi menggegam erat tangan Alan, lalu dalam Ayumi berkata.


"Terimakasih, Kamu adalah laki-laki baik yang pernah Aku temui." kata hati Ayumi.


"Sayang, Aku mau tanya." kata Alan tiba-tiba.

__ADS_1


"Katakan, mau tanya apa?" jawaba Ayumi sambil berbalik tanya pada Alan.


"Waktu dikantorku ada yang menelponmu, apa itu seorang laki-laki?" tanya Alan dengan rasa penasarannya.


Ayumi terdiam.


"Apa Aku harus jujur padanya? nanti Akan marah lagi." pikir Ayumi.


"Kok diam?" tanya Alan lagi.


"Ehh iya, waktu itu David yang menelponku." jawab Ayumi dengan jujur.


Alan langsung merasa kesal mendengar jawaban dari Ayumi.


"Kenapa Dia menelponmu?" tanya Alan dengan suara agak kesal.


"Ntahlah, kan waktu itu Aku tidak mengangkat telponnya, jadi ya Aku tidak tahu untuk apa Dia menelponku." jelas Ayumi yang tidak mau memperpanjang masalah.


David adalah teman laki-laki Ayumi, mungkin David juga menyukai Ayumi namun Ayumi tidak pernah menangapinya.


Hari semakin sore, Akhirnya Alan langsung mengajak Ayumi untuk segera pulang kerumahnya.


Denis dan Risa.


Denis dan Risa baru saja sampai dirumah, kini Risa langsung pergi menuju ke kamar mandi untuk membersihkan badannya.


Sedangkan Denis langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang tempat tidurnya.


"Risa, Aku tidak menyangka kalau Kamu akan menggunakan uang yang Aku berikan untuk hal-hal yang begitu mulia."


"Sungguh Kamu sangat berbeda sekali dengan Maya."


"Mama, Papa, kalian tidak salah memilih jodoh untukku."


"Biarpun perjodohan ini karena hutang, tapi Risa adalah istri yang sangat baik."


Berbagai perkataan keluar dari mulut Denis, hari ini Denis bahagia sekali ternyata istrinya Vania Clarissa adalah gadis yang sangat baik dan berhati mulia.


"Dasar Istriku dikasih duit banyak, Aku kira bakal pergi ke mall ngajakin belanja ternyata diluar dugaan." gumam Denis.


Setelah beberapa lama akhirnya Risa keluar dari kamar mandi.


"Ris, kemarilah!" pinta Denis.


Risa yang sudah memakai baju setelan rumahan, langsung menghampiri Denis yang ada diranjang tempat tidurnya.


"Kenapa?" tanya Denis.


"Aku lapar, Aku makan." jawab Denis.


Risa tersenyum, karena merasa sangat bersalah sangking asiknya menjalani hukuman dari Denis, Risa memberikan suaminya makan.


"Aku ke dapur dulu, Kamu mandilah terus nanti langsung makan." kata Risa dengan begitu lembut.


Risa langsung pergi menuju ke dapur sedangkan Denis langsung menuju ke kamar mandi.


Didapur Risa hanya membuat telur ceplok sama tumis kangkung, setelah selesai Risa langsung menyiapkan semuanya dimeja makan.


Kini Risa duduk dikursi meja makan, sambil menunggu Suaminya keluar dari kamar.


Setelah beberapa lama terdengar langkah kaki Denis, Risa langsung tersenyum lalu berkata pada Denis.


"Maafkan Aku suamiku, Aku terlalu asik menikmati hukuman darimu, sampai Aku lupa suamiku belum makan." Risa meminta maaf karena merasa bersalah pada Denis.


Denis tersenyum, lalu mencium kening Risa.


"Tidak apa-apa Istriku, Aku mencintaimu." jawab Denis sambil menyatakan cintanya pada Risa.


Kini Risa kembali tersenyum, ntahlah apa yang dipikirkan oleh Risa, namun menurut Risa Denis begitu menggemaskan waktu menyatakan cintanya.


"Aku juga mencintaimu sumimku." balas Risa yang diiringi dengan senyum manisnya.


Denis tersenyum, lalu duduk disamping Risa.


"Cintamu tidak membuat perutku kenyang sayang." ledek Denis sambil mencubit pipi Risa.


"Dasar Kamu ini, makanlah yang banyak!" omel Risa namun tetap saja perhatian pada Denis.


Denis langsung menikmati makanan, sedangkan Risa hanya tersenyum bahagia melihat Suaminya sedang makan.


"Terimakasih Suamiku, hukumanmu hari ini membuatku sadar, bahwa harta yang Kita yang punya tidak boleh kita nikmati sendiri, karena diluaran sana masih banyak orang yang sangat membutuhkan." Risa mengucapkan rasa syukur dalam hatinya.


"Kamu tidak makan?" tanya Denis.


"Aku tidak lapar, sih Ucil lagi tidak mau makan nasi." jawab Risa yang sedari tadi merasakan mual, namun karena ingin menemani suaminya makan Risa berusaha menahan rasa mualnya.


Setelah selesai makan, Risa langsung membereskan semuanya, setelah selesai Risa dan Denis duduk diruang tengah sambil melanjutkan flim drama kesukaan mereka.


Kini Denis duduk di sofa, sedangkan Risa tiduran dipangkuan Denis.


Perlahan-lahan Denis memainkan rambut Risa, lalu membelai-belai rambut Risa hingga Risa tidak sadar memejamkan matanya.


Melihat istrinya tidur dipangkuan, Denis tersenyum lalu membelai pipinya.


"Kamu begitu cantik istriku, bahkan Aku baru sadar Kamu jauh lebih cantik dari Maya Calista, ntah setan apa yang duku merasukiku hingga Aku benar-benar tergila-gila pada Maya Calista." gumam Denis yang tiba-tiba ingat akan masalalunya.


"Kamu pasti sangat lelah Istriku." kata Denis yang membiarkan Risa tidur dipangkuannya.


BERSAMBUNG


Terimakasih para pembaca setia 😊


Baca juga ya karya-karya teman-teman Asti yang lainnya 😊😊.

__ADS_1




__ADS_2