Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
81. Saling memikirkan.


__ADS_3

Denis masih melanjutkan ngobrolnya dengan Alan.


"Lan, Apa kamu tidak mencoba membuka hatimu untuk wanita lain lagi?" tanya Denis.


"Nanti tapi untuk saat ini, Aku belum memikirkannya" jawab Alan.


"Sudah sana pulang, jemput istrimu!" pinta Alan, agar Denis tidak membahas masalalu Alan lebih jauh lagi.


"Terus, bagaimana masalah Maya?" tanya Denis.


"Nanti, akanku pikirkan caranya" jawab Alan.


"Baiklah Aku pulang sekarang" pamit Denis.


Denis langsung menaiki mobilnya, untuk menuju pulang kerumahnya.


Skip..


Denis sudah sampai dirumah, kini Dia sedang merebahkan tubuhnya di sofa ruang keluarga.


"Tidak ada Risa sepi sekali"


"Aku lapar sekali, biasanya Risa sudah masak"


"Rasanya ada yang kurang"


"Sudahlah, Aku harus memikirkan bagaimana caranya membongkar perselingkuhan Maya. agar Risa kembali padaku"


berbagai kata keluar dari mulut Denis, tiba-tiba ponsel Denis berdering.


Telpon dari Maya.


"Mau Apalagi dia menelponku? tapi Aku harus pura-pura tidak tau tentang perselingkuhan Maya, sampai Aku benar-benar mendapatkan buktinya, Kalau perlu Aku melihatnya langsung dengan mata kepalaku sendiri" gumam Denis, dengan perasaan begitu kesal.


"Hallo sayang.." sapa Maya dengan nada begitu manja.


"Iya ada apa?" jawab Denis cuek.


"Kamu tidak kerumahku, bukankah semalam kita habis bersenang-senang" kata Maya, yang mencoba mengingat kejadian semalam dengan Maya.


"Maaf May, Aku yakin diantara kita tidak terjadi sesuatu" jawab Denis, dengan tegas.


Denis langsung mematikan saluran teleponnya dengan begitu kasar.


Maya.


Maya langsung membanting ponselnya karena merasa sangat kesal pada saat ini.

__ADS_1


"Dasar sialan, semua ini gara-gara Risa sih gadis bodoh itu! Denis jadi tidak peduli lagi padaku dan selalu mengabaikanku" gumam Maya, yang merasa sangat kesal sekali.


Kembali ke Denis.


Denis mengotak-atik ponselnya, Denis berniat menelpon Risa namun mengurungkannya Denis mau mengirim pesan pada Risa juga langsung mengurungkannya.


"Risa kamu benar-benar membuatku gila"


"Apa Aku, susul Risa kerumah Mama aja kali ya?"


"Pikiranku kacau sekali, pikiranku kacau sekali, pikiranku kacau sekali" Denis bernyanyi sambil berjalan menuju ke kamarnya.


Dikamar.


Denis langsung pergi ke kamar untuk mandi, selesei mandi Denis langsung berganti pakaian dengan setelan rumahan, setelah selesai berganti pakaian,Denis langsung pergi menuju ke dapur karena rasanya sangat lapar.


Didapur.


Denis membuka kulkas, lalu melihat beberapa sayuran namun Denis tidak bisa memasak sayuran yang ada.


"Sekarang, Aku harus apa?"


"Biasanya ada istri, sekarang sendiri"


Akhirnya Denis mengambil satu mie instan, lalu langsung memasaknya.setelah mie instannya matang Denis langsung membawa mie instan ke meja makan, lalu Denis langsung memotonya.


"Mudah-mudahan Risa cepat berubah pikiran dan segera kembali setelah Aku mengupdate foto mie instan ini" gumam Denis.


Denis memberikan caption pada updatetannya.


"Tanpa istri hanya bisa makan ini"


Denis memakan mie yang sudah dimasak.


"Kenapa rasanya beda dengan buatan Risa ya?" gumam Denis.


Risa.


Risa sedang duduk disaung depan rumahnya sambil memainkan ponselnya, Risa membuka salah satu akun sosial medianya.


Risa melihat updatetan suaminya, lalu Risa terdiam begitu saja.


"Apa Denis ini begitu bodoh, kenapa hanya memakan mie instan saja? bukannya beli makanan siap saji dari luar saja" gumam Risa.


"Apa Aku salah pergi meninggalkan rumah dan suamiku?"


"Tapi sudahlah, ini buat pelajaran untuk Denis agar tidak menjadi laki-laki plin-plan"

__ADS_1


"Tapi tidak ada Denis, rasanya sepi"


"Biasanya ada yang mengajakku berdebat"


"Tanpa Denis, rasanya ada yang kurang"


Berbagai perkataan keluar dari mulut Risa.


Kini keduanya terpisah oleh jarak dan waktu, namun sebenarnya keduanya saling memikirkan satu sama lain.


Malam hari kemudian.


Denis membaringkan tubuhnya diatas kasur, kini kasur itu begitu luas karena Denis hanya tidur sendirian.


Denis mengelus-elus bantal yang suka buat tidur istrinya.


"Istriku, Aku merindukanmu!" kata Denis, yang kini sudah memeluk bantal yang buat tidur istrinya.


"Kayanya Aku memang harus nyusulin Risa deh" kata Denis lagi.


Denis hanya gulang guling merasa resah dan gelisah karena tidak bisa tidur.


Dirumah Risa.


Risa baru menyelesaikan tugas kuliahnya, kini Risa berjalan menuju ke tempat tidurnya lalu Risa merebahkan tubuhnya diatas kasur yang empuk.


"Tidur hanya sendirian"


"Biasanya ada yang ngelonin"


"Malam ini cuma bisa meluk guling"


"Denis sedang apa ya?"


Berbagai macam perkataan keluar dari mulut Risa, Risa mengambil ponselnya yang ada dinakas samping Risa tidur.


"Apa Aku telpon Denis saja?"


"Apa Aku kirim pesan saja?"


"Atau Aku langsung video call saja"


Berbagai pertanyaan keluar dari mulut Risa, tapi Risa kembali menaruh ponselnya diatas nakas dan mengurungkan niatnya untuk menghubungi Denis, laki-laki yang saat ini sudah sah menjadi suaminya.


Malam ini keduanya sama-sama tidak bisa tidur, Karena saling memikirkan.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2