Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
141. Sisi lain dari Ayumi.


__ADS_3

Denis dan Risa sudah sampai dirumah, kini keduanya langsung istirahat karena mereka sampai dirumah sudah tengah malam.


Tanpa mengobrol dulu seperti biasanya, kini mereka langsung merebahkan tubuhnya diatas kasur, lalu mereka langsung memejamkan matanya.


Keesokan harinya, Denis sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor, namun Risa masih tertidur karena kelelahan.


"Sayang, Aku berangkat kerja dulu ya." pamit Denis sambil mencium kening Risa.


Risa membuka matanya, lalu bertanya pada Denis.


"Sekarang sudah jam berapa sayang?" tanya Risa sambil mengucek-ucek matanya.


"Sudah jam 6 pagi, Kamu istirahat saja! ingat Kamu cutti kuliah saja! terus tetap diranjang saja, boleh turun dari ranjang kalau mau makan tapi setelah selesai makan, kembalilah berbaring diatas ranjang! pokoknya jangan sampai kelelahan apalagi kecapean, Aku tidak mau Kamu sampai sakit." pesan Denis yang begitu panjang lebar pada Risa.


Risa hanya mengangguk kepalanya.


"Banyak sekali, peraturan hari ini? to ujung-ujungnya intinya tetap diatas ranjang, tapi Denis menyambarkannya dengan begitu panjang." gumam Risa.


Denis mencium kening Risa lagi, kemudian Risa langsung mencium punggung tangan Denis.


"Hati-hati sayang! cepatlah pulang!" kata Risa dengan begitu manja.


Denis langsung pergi meninggalkan Risa, sedangkan Risa kembali tidur lagi.


Dikantor Denis.


Denis baru saja sampai dikantor, kini Denis sedang sibuk dengan laptopnya. tiba-tiba Alan datang keruangan Denis.


"Tok....tok.." Alan mengetuk pintu ruangan Denis.


"Masuklah!" sahut Denis dari dalam ruangan.


"Ceklek.." Alan membuka pintu lalu langsung masuk kedalam ruangan Denis.


"Al, duduklah!" Denis mempersilahkan Alan untuk duduk.


Alan duduk dikursi yang terbatas oleh meja kerja Denis, kemudian Alan menyerahkan berkas-berkas yang ada ditangannya pada Denis.


"Ini laparon selama Tuan Denis, pergi bulan madu." kata Alan sambil memberikan berkas-berkas yang ada ditangannya.


Denis langsung menerima berkas-berkas tersebut, lalu mengucapkan terimakasih pada Alan.


"Terimakasih Al, oh iya hari ini temanin Aku bertemu dengan klien penting ya." kata Denis pada Alan.


"Iya Tuan." jawab Alan.


Jam menunjukkan pukul 8 pagi, Alan dan Denis langsung pergi ke suatu tempat untuk bertemu dengan klien penting dari luar negeri yang kemarin sudah membuat janji lebih dulu.


Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh dari kantornya, akhirnya Alan dan Denis sampai dihotel tempat kliennya menginap, kini mereka ketemuan direstauran yang ada di hotel tersebut.


"Selamat pagi Tuan Denis." sapa klien tersebut.


"Selamat pagi Tuan Mike." jawab Denis.


Kini keduanya sudah duduk disalah meja yang sudah dipesan oleh Alan, Mike dan Denis dengan serius membicarakan masalah kerjaan sedangkan Alan dan sekertaris Mike hanya duduk mendampingi mereka.


Setelah selesai dan keduanya sudah sepakat, akhirnya Denis langsung menandatangani kontrak dengan perusahaan Mike.


"Terimakasih, mudah-mudahan kerja sama Kita lancar." kata Mike sambil mengulurkan tangannya.


"Sama-sama Tuan Mike, senang bisa bekerja sama dengan perusahaan Anda." jawab Denis sambil menerima jabatan tangan dari Mike.


Setelah masalah kerjaan sudah ditandatangani, kemudian mereka langsung menikmati sarapan pagi bersama.


"Oh iya Tuan Denis sudah menikah?" tanya Mike sambil melihat kearah Denis.


"Sudah, Saya sudah menikah Tuan." jawab Denis.


Mike terdiam.


"Kirain Tuan Denis belum menikah, apalagi Dia terlihat begitu masih muda." gumam Mike.


"Apa Anda sudah punya Anak Tuan?" tanya Mike lagi.

__ADS_1


"Belum, Saya menikah belum lama." jawab Denis.


Setelah selesai makan, Mike langsung berpamitan dengan Denis karena harus segera terbang ke luar negeri lagi.


"Saya pamit dulu ya, lain kali kenalkan istri Tuan Denis pada Saya ya." kata Mike.


"Baiklah, hati-hati dijalan!" jawab Denis.


Mike langsung pergi meninggalkan Denis dan Alan, sedangkan Denis dan Alan langsung kembali ke ke kantor.


Didalam mobil.


"Tuan, boleh Saya minta izin?" tanya Alan.


"Katakan saja." jawab Denis.


"Saya mau pamit menjemput Ayumi dikampus, sekalian mau mengajaknya jalan-jalan." kata Alan pada Denis.


"Al, Kamu pergilah! untuk urusan kantor nanti Aku yang akan mengurusnya." jawab Denis.


"Terimakasih, Tuan." kata Alan yang diiringi dengan tawa bahagia.


Denis tersenyum pada Alan.


"Dasar, pasti mulai BUCIN sih Alan." pikir Denis.


Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu jauh, akhirnya Alan dan Denis sampai dikantor.


Denis langsung turun dari mobil, lalu menuju keruangannya sedangkan Alan langsung pergi ke kampus Ayumi untuk menjemput Ayumi.


Sampailah Alan dikampus Ayumi, Ayumi baru saja keluar dari kampusnya, Alan melihat Ayumi sedang berdiri didepan gerbang langsung turun dari mobilnya, kemudian langsung menghampiri Ayumi.


"Sayang...." panggil Alan.


Ayumi celingak-celinguk mencari-cari siapa yang memanggilnya, ternyata Alan.


"Alan, Kamu disini." kata Ayumi.


"Iya Aku datang menjemput Tuan Putriku." jawab Alan sambil tersenyum pada Ayumi.


"Terus supirku bagaimana?" tanya Ayumi.


"Katakan pada supirmu, pangeranmu sudah menjemputmu." jawab Alan.


Akhir Ayumi langsung mengambil ponselnya yang ada didalam tas, lalu mengabari supirnya untuk tidak menjemputnya.


Didalam mobil.


Ayumi dan Alan sudah berada didalam mobil, kini Alan sedang memasangkan sabuk pengaman pada Ayumi.


"Aku bisa sendiri." kata Ayumi.


"Biar Aku saja, selama Aku ada disampingmu maka biarkan Aku yang melakukannya." jawab Alan sambil memasang sabuk pengaman pada tubuh Ayumi.


Ayumi tersenyum pada Alan, lalu membiarkan Alan memasang sabuk pengaman pada dirinya.


"Kita mau kemana?" tanya Ayumi.


"Aku mau mengajakmu jalan-jalan, pokoknya hari ini Aku milikmu." jawab Alan.


"Ayo kerumah sakit milik Papaku." kata Ayumi.


"Tunggu tapi mau apa kesana?" tanya Alan.


"Tentu saja bertemu calon Papa mertua." kata Ayumi.


"Apa Papamu seorang Dokter?" tanya Alan.


"Bukan, Papa membangun rumah sakit itu untuk orang-orang yang kurang mampu dan Aku sering datang kesana untuk sekedar mendongeng dengan Anak-anak disana." kata Ayumi pada Alan.


Alan terdiam merasa sangat dalam hatinya.


"Ternyata Ayumi gadis yang beda dari yang lainnya, Apakah Orangtua Ayumi akan menerimaku sebagai menantunya?" gumam Alan dalam hatinya.

__ADS_1


"Kenapa diam saja?" tanya Ayumi.


"Tidak apa-apa, ayo Kita kerumah sakit!" kata Alan.


Akhirnya Alan langsung melajukan mobilnya menuju Kerumah sakit, setelah beberapa lama akhirnya Alan dan Ayumi sampai dirumah sakit milik Papa Ayumi.


Ayumi langsung turun dari mobilnya, begitu juga dengan Alan. kemudian mereka langsung masuk kedalam ruangan khusus Anak-anak.


Diruangan Anak-anak.


Melihat Ayumi datang Anak-anak yang didalam ruangan tersebut, langsung memancarkan wajah bahagianya.


"Kak Yumi, kenapa Kakak baru datang lagi?" tanya salah satu Anak laki-laki yang usianya kira-kira 5 tahun.


"Maaf kak Yumi ya Adli, Kakak sibuk kuliah jadi baru sempat berkunjung lagi." jawab Ayumi sambil memeluk Adli.


"Kak, Apa Kakak tampan itu kekasih Kakak?" Tanya Afrika gadis kecil yang berusia 7 tahun.


Alan menghampiri Afika, lalu menjawab pertanyaan dari Afika.


"Iya gadis kecil, Kakak tampan ini adalah kekasih Kak Ayumi." jawab Alan sambil memegang pipi Afika dengan kedua tangannya.


"Kakak sangat tampan, Afika mau jadi istri kakak." kata Afika pada Alan.


Ayumi yang mendengar perkataan Afika, langsung menghampiri Afika, lalu Ayumi berkata pada Afika.


"Kamu harus sembuh dulu, biar Kamu bisa menikahi Kakak tampan ini." kata Ayumi agar Afika semangat untuk sembuh.


"Siap kak, Aku akan makan yang banyak dan minum obat yang teratur." jawab Afika dengan nada yang begitu antusias.


Ayumi tersenyum pada Afika, lalu memeluk tubuh kecil Afika.


"Kakak bacakan dongeng ya." kata Ayumi.


"Iya Kakak aku mau....." kata semua Anak dengan begitu kompak.


Kini Ayumi dan Alan asik membacakan buku cerita pada mereka semua, dengan tawa, canda, kini Anak-anak yang ada diruangan tersebut merasa sangat bahagia.


"Anak-anak saatnya makan siang, lalu minum obat." kata suster.


Akhirnya Ayumi dan Alan membantu suster menyuapi Anak-anak makan, setelah selesai Ayumi dan Alan langsung menyuruh mereka minum obat.


"Sudah selesai saatnya tidur siang!" kata suster.


"Baik Suster." jawab Anak-anak dengan begitu kompak.


"Kak Yumi, kita semua Istirahat dulu ya." kata semua Anak-anak dengan begitu kompak.


"Iya Anak-anak, kalian cepet sembuh ya." jawab Ayumi sambil tersenyum pada semuanya.


Semuanya Anak-anak langsung membaringkan tubuhnya, lalu menyelimuti tubuhnya kini mereka langsung memejamkan matanya.


Ayumi melihat Anak-anak yang ada dihadapannya merasa sangat bahagia.


"Mudah-mudahan kalian cepet sembuh." doa Ayumi untuk semua anak-anak yang ada didalam ruangan tersebut.


Anak-anak yang ada didalam ruangan tersebut, memiliki penyakit kanker dan mereka harus terus melakukan perawatan dengan rutin, namun karena terbatasan biaya Orangtua mereka, akhirnya Ayumi meminta pada orangtua untuk membangun rumah sakit untuk orang-orang yang kurang mampu.


"Nona Ayumi, saya permisi ya!" pamit Suster.


"Iya Sus, jaga semua anak-anak ini dengan baik ya Sus." pesan Ayumi untuk suster.


"Baik Nona." jawab Suster.


Suster meninggalkan ruangan tersebut, lalu Ayumi mengajak Alan keluar dari ruangan tersebut.


"Aku tidak menyangka, ternyata gadis jutek sepertimu mempunyai sisi lain yang begitu dermawan." Alan memuji Ayumi.


"Aku hanya, ingin harta Papaku bermanfaat untuk semua orang." jawab Ayumi.


Ayumi dan Alan kini mereka keluar dari rumah sakit, lalu menuju kesebuah ke restauran untuk makan siang.


Setelah selesai makan siang, Alan mengajak Ayumi kesuatu tempat.

__ADS_1


Bersambung πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2