
Maya masih terdiam, karena masih sangat kesal sekali dengan Alan.
"Dasar sekertaris kurang ajar, Awas saja nanti kalau Aku sudah jadi istri Denis. Aku akan buat Denis memecatmu" kesal Maya dalam hatinya.
Setelah mendapatkan transferan uang dari Denis, Maya langsung menuju kesalah satu mall untuk berbelanja dan kesalon.
Ponsel Maya berdering, Dan ternyata dari laki-laki yang sudah menunggu Maya.
***Maya mengangkat telpon**.
"Hallo" sapa Maya dengan mesra.
"Lama sekali, Aku sudah sangat merindukanmu" ucap laki-laki yang menelpon Maya.
"Aku sudah bilang, nanti sore jam 5 Aku menemui, jadi tunggu jam 5" jawab Maya dengan nada mesra.
"Baiklah jam 5, Aku tunggu dihotel tempat biasa ya" jawab laki-laki tersebut.
"Iya, Aku mau belanja dulu. Aku mau kesalon dan dandan yang cantik untuk bertemu denganmu" ucap Maya. yang langsung mematikan saluran ponselnya.
Maya langsung menuju keluar dari kantor Denis, kali ini Maya naik taksi untuk pergi ke mall untuk berbelanja.
Dikampus Risa.
Risa sedang duduk dengan Ayumi dan Panji. biarpun Denis melarang Risa untuk bertemu dengan Denis, tapi tetap saja Risa tidak mau mendengarkan Denis. karena Denis juga masih berhubungan dengan Maya.
"Risa, minggu depan ada acara kampus kamu mau ikut tidak?" tanya Ayumi dan Panji.
Risa tidak ada tau ada acara apa minggu depan, karena Risa sudah cutti kuliah satu minggu gara-gara ulah suaminya.
"Acara apa?" tanya Risa, ingin tau.
"Acara camping, yang diadakan oleh kampus kita" jawab Panji.
Risa terdiam.
"Apa manusia serigala itu, Akan mengizinkanku untuk pergi?" pikir Risa.
"Ayo ikutlah Ris, Aku juga ikut" ajak Ayumi, dengan penuh semangat.
"Aku akan meminta izin pada Orangtuaku dulu" jawab Risa berbohong, padahal Risa harus meminta izin pada suaminya yang begitu buas seperti serigala.
"Oh iya berapa hari?" tanya Risa.
"Paling satu hari dua malam, karena nanti juga akan banyak sekali kegiatan" jelas Panji.
Risa kembali terdiam.
"Apa Denis mau, Aku tinggal selama itu?" tanya Risa dalam hatinya.
"Aku izin dulu, nanti Aku kabari kalian" jawab Risa.
"Oh iya Ris, no ponsel yang bisa Aku hubungi mana? no ponselmu sudah tidak aktif yang dulu" tanya Ayumi.
"Tulis saja, no ponselmu! nanti Aku akan menghubungimu" jawab Risa, yang memberikan ponselnya pada Ayumi agar Ayumi mencatat no ponselnya di ponsel Risa.
"Ini Ris!" Ayumi memberikan ponselnya kembali pada Risa, setelah mencatat no ponselnya dirinya.
"Ris, kamu harus ikut! bilang sama Orangtua Kamu Aku akan menjagamu" ucap Panji, karena ingin sekali Risa ikut.
__ADS_1
"Bukan masalah Orangtuaku Panji tapi masalahnya suamiku" keluh hati Risa.
Risa tau jika acara kampus pasti Orangtuanya, akan langsung mengizinkan Risa untuk pergi.
Hari ini sudah tidak kelas, jadi mereka hanya asik mengobrol ditanam dekat kampus.
"Ris, Aku pulang duluan ya!" pamit Ayumi.
"Kenapa?" tanya Risa ingin tau.
"Aku mau nganterin Mama belanja bulanan" Alasan Ayumi, yang sengaja memberikan waktu agar Risa bisa lebih dekat Panji.
Ayumi memang sangat senang Panji mendekati sahabatnya, apalagi Panji adalah laki-laki yang sangat baik dan perhatian.
"Baiklah hati-hati!" jawab Risa dan Panji secara bersamaan.
Ayumi tersenyum.
"Cie..kompak sekali" ledek Ayumi, Ayumi langsung berjalan pergi meninggalkan Risa dan Panji berdua.
Panji dan Risa.
"Ris, kita jalan yuk" ajak Panji.
"Maaf Pan, Aku harus pergi mengantarkan Mama ke butik" alasan Risa, karena tidak mau sampai kejadian waktu itu terulang kembali.
Panji menghela nafasnya.
"Ya sudah tidak apa-apa, tapi lain kali mau ya" ucap Panji, dengan penuh harap.
Risa tersenyum, merasa bersalah.
"Kamu, mau aku antar pulang?" tanya Panji.
"Tidak usah Pan, nanti supirku akan menjemputku" tolak Risa, dengan begitu lembut.
Panji langsung bangun dari tempat duduknya.
"Baiklah, Aku duluan ya" pamit Panji.
"Iya Pan, hati-hati ya!" jawab Risa.
Panji langsung pergi meninggalkan Risa, sedangkan Risa masih menunggu Denis menjemputnya.
Dikantor Denis.
Denis sudah jalan ke kampus Risa untuk menjemput Risa, karena malam ini Denis juga ada acara kantor dan mengajak Risa pergi bersamanya. jadi Denis pulang kerja lebih cepat dari biasanya.
Hari ini Denis pulang cepat, setelah jam makan siang Denis langsung pulang dari kantornya. sekalian menjemput Risa dikampusnya.
Risa sudah duduk di halte bis depan kampusnya menunggu Denis.
"Denis lama sekali" keluh Risa.
Setelah menempuh perjalanan yang tidak terlalu macet, Akhirnya Denis sampai tepat di halte tempat Risa menunggu Denis.
Denis membuka jendela mobilnya.
"Rissa...!" panggil Denis.
__ADS_1
Risa menatap Denis dengan kesal.
"Tunggu apalagi? cepat naik" suruh Denis.
Risa langsung melangkahkan kakinya menuju mobil Denis, Risa membuka pintu mobil Denis dan langsung naik.
Denis langsung melajukan mobilnya.
"Denis...!" panggil Risa.
"Katakan!" jawab Denis, yang tau pasti Risa akan meminta sesuatu.
"Aku lapar" rengkek Risa.
"Dasar bodoh, apa kamu tadi makan waktu dikampus?" tanya Denis, biarpun dengan nada kesal tapi sebenarnya Denis sangat kawatir dengan Risa.
"Aku meninggalkan dompetku" jawab Risa, dengan tawa bersalahnya.
Denis menghela nafasnya.
"Risa..Risa kenapa bisa kamu mengemaskan sekali sih" gumam Denis.
"Baiklah Aku akan membelikan makanan untukmu" ucap Denis.
"Oh iya, Ris mulai sekarang Aku akan memberikan uang bulanan dan ATM tanpa batas untukmu" ucap Denis, kali ini dengan nada tegas.
"Haah tapi itu semua untuk apa? bukankah semuanya sudah kamu siapkan" jawab Risa.
"Kamu gunakan untuk apa saja yang kamu mau, itung-itung itu adalah tanggung jawabku sebagai suamimu" jelas Denis.
"Baiklah, Aku menerimanya" jawab Risa, karena Risa tau jika Risa menolak pasti Denis akan memperpanjang urusan ini.
Risa yang melihat dikiri jalan ada makanan yang Risa suka, akhirnya langsung menyuruh Denis memberhentikan mobilnya.
"Denis, stop Aku mau makanan itu" ucap Risa, sambil menunjukkan salah satu makanan kesukaannya.
"Ayam pedas?" Denis memastikan.
"Iya Aku mau makan itu" rengkek Risa.
Akhirnya mau tidak mau Denis, langsung membelinya. setelah selesai membelinya Denis langsung kembali melajukan mobilnya kerumah mereka.
"Ini, lain kali jangan membeli makanan yang terlalu pedas!" omel Denis, sambil memberikan makanan yang istrinya mau.
"Tapi ini sangat enak" jawab Risa.
Denis menatap Risa dengan tatapan kesal.
"Jangan membantahku!!" bentak Denis.
"Dasar manusia labil, sebentar baik, sebentar jahat, ntalah Denis itu tidak jelas sekali" Gumam Risa.
"Aku hanya memberi taukan, kalau makanan ini enak" protes Risa.
Setelah beberapa lama akhirnya Denis dan Risa sampai dirumah mereka.
Denis mengehentikan mobilnya, Risa langsung turun dari mobil dan berlari menuju kedalam rumah.
Denis baru turun dari mobilnya, hanya menggelengkan kepalanya melihat tingkah istrinya yang begitu menyebalkan tapi sangat menggemaskan.
__ADS_1
Bersambung