Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
159.Main bucin-bucinannya.


__ADS_3

"Apa Aku kasih Risa mobil baru saja? ahh janganlah nanti Risa pergi-pergi terus, terus Aku kasih apa ya?" gumam Denis yang terus memikirkan kado apa yang cocok untuk Risa.


Hari semakin siang, Risa, Ayumi dan Panji sudah pulang dari kampus, Panji pulang lebih dulu sedangkan Risa dan Ayumi pergi ke kantor Denis menemui Denis dan Alan.


"Ris, Aku pulang duluan ya!" Pamit Panji pada Risa dan Ayumi.


"Iya Pan, Kamu hati-hati ya!" jawab Ayumi dan Risa bersamaan.


"Oh iya apa kalian mau Aku antar pulang? daripada nungguin kekasihmu yang cemburuan Yum dan suamimu yang cemburuan Ris." Panji menawarkan tumpangan pada Risa dan Ayumi.


Risa dan Ayumi menolak tawaran dari Panji, karena Risa mau menemui Denis dan Ayumi juga mau menemui Alan.


"Tidak usah Pan, terimakasih." jawab Risa.


"Iya Pan, Aku juga mau menemui Alan dikantornya dulu, Aku mau ikut dengan Risa." sambung Ayumi.


Ayumi memang belum tahu dimana tempat kerja Alan, namun itu tidak akan susah untuk Ayumi mencari tahu tempat kerja Alan. karena Alan adalah sekretaris suami Risa jadi Ayumi tinggal ikut dengan Risa saja kalau mau bertemu dengan Alan.


"Baiklah, Aku duluan ya mantan-mantan pacarku." kata Panji sambil tersenyum jail pada Risa dan Ayumi.


Ayumi dan Risa hanya menganggukkan kepalanya.


"Kapan Aku jadi pacarmu Panji." gumam Ayumi.


Risa hanya menggelengkan kepalanya.


"Untung Denis tidak mendengar candaan Panji, coba kalau dengar pasti nanti malam Aku kembali dicabik-cabik oleh dirinya, padahal ini Ucil satu saja baru berkembang." gumam Risa.


Panji langsung pergi meninggalkan Ayumi dan Risa, sedangkan Risa dan Ayumi langsung naik taksi menuju ke kantor Denis.


"Ris, nanti Kita berhenti direstauran xx ya, Aku mau membelikan makan siang buat Alan dulu." kata Ayumi pada Risa.


"Iya Yum, Aku juga mau membelikan makan siang buat Denis." sambung Risa.


Risa meminta supir taksi untuk berhenti disalah satu restauran, setelah taksinya berhenti Risa dan Ayumi langsung turun dari taksi tersebut, lalu masuk ke dalam restauran.


Di dalam restauran Risa dan Ayumi sudah memesan makanan untuk Denis dan Alan, Risa juga memesan makanan untuk dirinya dan Ayumi, setelah beberapa lama pesanan mereka sudah jadi dan mereka langsung membayar semua pesanan makanan mereka.


Risa dan Ayumi langsung kembali naik taksi, kini taksi yang dinaiki Risa dan Ayumi langsung menuju ke kantor Denis.


Sesampainya dikantor Denis Risa dan Ayumi langsung masuk kedalam kantor Denis.


Pegawai-pegawai yang mengenal Risa, langsung menyapa Risa dengan begitu sopan.


"Selamat siang Nona Risa." sapa salah satu pegawai kantor Denis.


"Selamat siang juga." jawab Risa dengan begitu lembut.


Pegawai lainnya yang melihat Risa menjawab sapaan dari salah satu pegawai, langsung pada memuji Risa.


"Lihat Istrinya Tuan Denis, Dia itu cantik udah gitu tidak sombong."


"Iya pokoknya beda banget sama Nona Maya dulu."

__ADS_1


"Lihat senyumnya manis sekali, Aku mau jadi suaminya."


"Hush jangan sembarangan nanti Tuan Denis bisa ngamuk!"


"Iya jaga bicaramu!"


Kini berbagai pujian keluar dari mulut pegawai Denis, bahkan ada yang melarang pegawai lain untuk tidak mengeluarkan kata-kata yang akan membuat Denis ngamuk.


Risa dan Ayumi langsung masuk ke dalam ruangan Denis, Risa sengaja mengajak Ayumi keruangan Denis agar menjadi kejutan untuk Alan.


"Yum, Kamu keruangan suamiku saja! biar nanti Denis memanggil Sekertaris Alan keruangannya." pinta Risa.


"Baiklah Ris." jawab Ayumi.


"Kita bikin, sekretaris Alan terkejut." sambung Risa.


Risa dan Ayumi langsung berhenti di depan pintu ruangan Denis, lalu Risa mengetuk pintunya.


"Tok..tok..." Risa mengentuk pintu.


"Masuk, pintunya tidak dikunci!" sahut Denis dari dalam ruangan.


"Ceklek.." Risa membuka pintu.


Risa dan Ayumi langsung masuk ke dalam ruangan Denis, melihat Risa yang datang bersama Ayumi. Denis merasa sangat kaget sekali.


"Istriku, Aku kira tadi siapa?" kata Denis yang langsung berjalan menghampiri Risa.


"Duduklah!" Denis mempersilahkan Risa dan Ayumi duduk di sofa yang ada diruangannya.


"Yum, Kamu bertemu dengan Alan?" tanya Denis pada Ayumi.


Ayumi tersenyum malu pada Denis, lalu menganggukkan kepalanya.


Denis langsung mengambil ponselnya dari dalam saku celananya, lalu menelpon Alan.


"Hallo Tuan." sapa Alan.


"Keruanganku sekarang! ada seseorang yang sedang menunggumu." kata Denis.


"Baik Tuan." jawab Alan.


Alan langsung mematikan saluran ponselnya, lalu bertanya pada hatinya.


"Siapa yang sedang menungguku?" tanya Alan pada hatinya.


Alan langsung pergi menuju keruangannya Denis, setelah sampai di depan ruangan Denis Alan langsung mengetuk pintu ruangan Denis.


"Tok..tok.." Alan mengetuk pintu.


"Masuk pintunya tidak dikunci!" sahut Denis.


"Ceklek.." Alan membuka pintu ruangan Denis, lalu langsung melangkahkan kakinya ke dalam ruangan Denis.

__ADS_1


Melihat Ayumi ada diruangan Denis, Alan merasa sangat terkejut lalu langsung tersenyum pada Ayumi.


"Sayang, kok Kamu ada disini?" tanya Alan dengan senyum bahagianya.


Ayumi membalas senyum Alan, lalu menunjukkan bungkusan makan siang yang Ayumi bawah.


"Aku bawa makan siang untukmu, tadi Aku ikut Risa sengaja karena pingin ketemu sama Kamu." Jawab Ayumi sambil tersenyum.


"Baru semalam Kita ketemu, sudah kangen saja." ledek Alan sambil berjalan menuju ke tempat Ayumi duduk.


Ayumi hanya tersenyum malu-malu, lalu Denis tiba-tiba berkata pada Alan dan Ayumi.


"Kalian lanjutkan nanti saja! main bucin-bucinannya!" kata Denis pada Alan dan Ayumi.


"Iya ayo makan siang, sih Ucil Aku sudah demo." sambung Risa sambil mengelus-elus perutnya.


"Iya ayo cepetan, jangan buat sih Ucil Aku nendang-nendang gara-gara kelaparan." omel Denis sambil melihat kearah Alan.


Alan langsung duduk disamping Ayumi, kini mereka berempat makan siang bersama diruangan Denis.


"Sayang, sih Ucil maunya disuapin Papanya." kata Risa dengan begitu manja.


Dengan penuh Kadi sayang dan perhatian, Denis langsung menyuapi Risa dengan begitu sabar.


"Nak nanti kalau Kamu sudah besar nanti, jangan suka main bucin-bucinannya seperti Om Alan dan Tante Ayumi ya." kata Denis sambil mengelus perutnya Risa.


"Dasar! Papamu lupa kalau Dia juga main bucin-bucinannya sama Mamamu dengan begitu berlebihan, sampai Om Alan jijik." jawab Alan yang tidak terima dengan perkataan Denis.


Ayumi hanya menggelengkan kepalanya, sedangkan Alan langsung bergumam.


"Den..Den Kamu juga dulu main bucin-bucinannya sama Risa, sampai membuatmu menjadi bodoh." gumam Alan yang diiringi tawa dihatinya.


"Dasar kalian ini, tidak bisa akur sehari saja." omel Risa.


"Ris, Aku saranin kita jangan pernah tetanggaan deh atau rumah tangga Kita tidak akan tentram, gara-gara suami-suami Kita yang suka ribut tidak jelas ini." saran Ayumi.


"Kalau mereka ribut terus, suruh saja mereka tidur diluar Yum." jawab Risa sambil melihat Denis.


Denis terus melihat kearah Risa.


"Dasar Istri galak, suami sendiri disuruh tidur diluar!!" kesal Denis mendengar perkataan Risa.


Setelah selesai makan siang, Alan langsung mengajak Ayumi keruangannya.


"Ayo keruanganku! disini banyak penganggu." kata Alan sambil menggandeng tangan Ayumi.


"Tapi Kita mau apa keruangmu?" tanya Ayumi.


"Jika laki-laki dan perempuan berduaan yang ketiganya adalah setan." pikir Ayumi yang terus berpikir yang tidak-tidak.


Alan hanya diam tanpa menjawab pertanyaan dari Ayumi sedangkan Risa dan Denis hanya tersenyum melihat Alan dan Ayumi. apalagi wajah imut Ayumi itu membuat Risa benar-benar ingin tertawa namun Risa menahannya.


Bersambung πŸ™

__ADS_1


Terimakasih para pembaca setia 😊


__ADS_2