Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
Makan


__ADS_3

ANJENI POV


Sampai sekarang aku tak percaya kalau aku hamil , saking tak percaya ku minta pelayan untuk membeli test pack dengan berbagai merk dari mulai yang murah sampai yang mahal . Dan saat ku coba benar saja 12 test pack nya menunjukan hasil positif hamil , aku merosot di dinding kamar mandi dan menangis sejadi jadinya . Entah harus sedih atau bahagia , aku bahagia karena akan menjadi ibu dan aku sedih karena suamiku bukan Orang yang aku cintai , aku gak tau hari hari kedepannya akan bagaimana , mengingat suamiku tak seperti suami yang aku idam idamkan dari dulu .


....


Hari demi hari berlalu , setiap menjelang pagi Aku selalu mual , makan pun tak selera , namun semenjak aku hamil mas Daniel agak sedikit berubah , setiap aku membuka mata menjelang pagi untuk muntah pasti mas Daniel sudah stay di kamar , duduk di sofa sambil berkutat dengan laptop di depan TV kamar dan saat aku terbangun dia langsung siaga memapahku ke kamar mandi , dia juga yang selalu memijat tengkukku . Nanti tak lama pak Thomas datang untuk memberi air jahe hangat . Dia juga selalu menunggu di sisi ranjang tempat tidur memijat kening ku , memijat kaki maupun tanganku dan dia tak akan pergi sebelum aku baikan lalu tertidur kembali .


Aku terbangun pukul 8 pagi , masih sangat lemas . Sudah 4hari aku tak keluar kamar , aku pun tak makan yang kuinginkan sekarang hanya pulang , aku ingin meminta lagi untuk pulang rasanya percuma pasti mas Daniel menolak . Bibi sus mengetuk kamar lalu memberikan penampan berisikan sarapan .


"Makanlah nyonya , Anda tak pernah makan lalu bagaimana janin anda mendapatkan nutrisi". Ucap Bibi sus membujuku .


Ku lirik makanan di nampan yang terlihat enak namum tetap saja aku tak selera .


"Aku tak lapar". Ucapku lemas .


"Ayo coba makan nyonya , ini hari ke empat anda tidak makan" . Ucap bibi Sus.


Namun aku tak menjawab lalu kembali lagi berbaring , memang lemas rasanya namun aku tak selera untuk makan . sangat mual .


"Anda ingin apa nyonya , biar saya masakan atau carikan?". Bujuk Bibi sus merayu ku .


"Aku .. hanya .. ingin ketemu mamahku".Ucapku pelan lalu memejamkan mataku , rasanya semua berputar putar dan perut mual .


Bibi Sus sepertinya lelah membujuku lalu ia pergi berlalu keluar kamarku dengan nampan yang masih penuh dan susu yang masih utuh tak kusentuh .


Aku memejamkan mataku sangat mual namun aku tahan agar tak muntah , Sungguh aku ingin ketemu mamah dan bapak , memang terlihat manja namun hanya itu yang membuat ku tenang dan baikan , aku menangis pelan dan lama kelaman aku kembali tertidur.


ANJENI POV END


...


DANIEL POV


Pukul empat sore aku pulang kerumah . Setelah sampai langsung ku masuk ke ruang kerja . Tak lama pintu ruanganku di ketuk ruapanya bibi Sus .Ia menunduk lalu berdiri di depan meja kerjaku.


"Maaf tuan bisa kita bicara sebentar , tentang nyonya". Ucap Bibi sus sangat ramah .


"Ya". Ucapku sambil menatap Bibi Sus


"Begini Tuan , nyonya sudah 4Hari ini tak makan , dia hanya makan biskuit saja itu pun paling hanya separuh keping, saya mulai khawatir Tuan". Ucap Bibi sus

__ADS_1


"Paksa dia" . Cerca ku tak peduli .


"Saya sudah memaksanya Tuan , tapi tetap tak mau , saya khawatir kan kondisi janin nya , takut kekurangan gizi nanti akan cacat Tuan". Ucap Bibi Sus jelas . Aku yang tak peduli langsung mode serius , betul kata Bibi sus bagaimana mau terlahir sempurna sedangkan gizi tak tercukupi .


"Dia minum susu?". Tanya ku


"Tidak tuan , hanya air jahe saja ". Jawab Bibi sus


Aku mulai khawatir .


"Tuan , Nyonya sangat ingin pulang , saat ku tanyakan dia mau makan apa dia hanya menjawab ingin bertemu mamah nya , lalu menangis . Bukankah dokter sudah memperingat kan agar menjaga perasaan Nyonya karena perasaan sangat berpengaruh pada janin Tuan". Jelas Bibi sus pelan , dan aku sudah tau arah pembicaraan ini yaitu memulangkan Anjeni ke Indonesia .


"Aku tak akan memulangkan nya Bibi Sus" . Ucapku kekeh .


"Saya tak meminta anda untuk memulangkan nyonya Tuan , hanya saja lebih baik tuan bicara hati hati pada nyonya , memberi pengertian agar ia mau makan , saya pun tau seberapa besar resiko membawa ibu hamil dengan usia muda untuk naik pesawat". Ujar Bi sus.


Aku terdiam , bingung harus bicara dari mana .


"Hanya itu saja tuan , saya hanya menghawatirkan calon anak Anda tuan . saya permisi". Ucap bibi Sus lalu berlalu keluar ruanganku .


Setelah memikirkan caranya akhirnya kuputuskan untuk menemui Anjeni .


Kubuka pintu kamar , kulihat Anjeni sedang duduk di kursi di balkon kamar . Bisa kulihat Anjeni seperti orang stress . Aku merasa bersalah . Ku minta izin pada orang tuanya untuk mengajaknya bersenang senang namun yang terjadi aku membuatnya begini . Rambut yang acak acakan, bibir yang sangat pucat pasi , Kulit hitam di bawah mata yang sangat jelas atau bisa di katakan mata panda , dan bengkak di kelopak mata yang begitu besar , apa dia seharian menangis saat aku tinggal bekerja .


"Ehem ...Anjeni" . Kupanggil dia , dia langsung menengok dan menghapus air mata di pipinya . Lihatlah betapa kurusnya dia , hanya 4 Hari tak makan pun bisa sekurus ini apa lagi sampai 9 bulan .


Anjeni menurunkan kakinya lalu langsung menunduk .


"Kenapa menangis?". Ucapku duduk di kursi seberang meja menghadap Anjeni .


Dia hanya menggeleng tak menjawab.


"Anjeni kau mau apa ? kata Bibi sus kau tak mau makan?" Tanyaku pelan . Dan dia tak menjawab .


Aku mengeluarkan dompet ku dan memberikan kartu Atm ku padanya .


"Apa ini? ". Ucap Anjeni bingung .


"Itu Atm ku disitu ada semua uangku sekaligus gaji ku setiap bulannya , mulai sekarang kau yang memegang keuanganku , kau kan istri ku". Ucapku menjelaskan padanya .


"Aku tak butuh uangmu mas!". Ucapnya tegas sambil menatapku . Wajahnya sangat murung berbeda sekali dengan Dia yang pertama kali aku lihat saat direstoran yang cantik dan ceria .

__ADS_1


"Bukan maksudku begitu". Ucapku bingung karena setauku wanita sangat suka uang .


"Aku begini karena sikapmu ! Bukankah kau hanya membawaku disini hanya seminggu !". Ucapnya emosi .


Benar kata Internet wanita hamil sangat sensitif .Aku harus sabar .


"Anjeni bukankah kita sudah membicarakan ini?". Tanyaku


"iya , tapi ini sudah terlalu lama , aku hanya mau pulang !!". Ucapnya dan lihatlah lagi lagi dia menangis .


"Apa yang membuat mu tak betah disini?" .Tanyaku mengganti topik .


Anjeni membuang muka lalu menunduk , pasti ia sedang menangis.


"Karena tak ada mamahmu hmm??". Tanyaku .


Ya tuhan semenjak ia hamil aku sekarang cerewet sekali padahal ini bukan aku , karena aku paling malas bicara banyak .


"Kemarin sudah ku telpon mamah dan bapak dan mereka senang mendengar kehamilan mu , dan mereka memaklumi kalau kau tak bisa pulang karena tau bahaya naik pesawat saat hamil muda , mamahmu pun aku ajak kesini tak mau karena takut naik pesawat". Jelas ku. dan betul saja ia berhenti menangis.


"Ini rumahmu Anjeni , semua punyaku juga punyamu. Apa yang membuatmu tak suka ayo kita ubah , Jangan seperti ini , ubah sesukamu. disini banyak orang kau bisa menyuruh mereka , kau nyonya disini Anjeni ". Ucapku Menyakinkan


"Lakukan sesukamu , beli apa pun yang kau mau , dapat apa saja yang kau inginkan , ubah apapun rumah ini agar kau bisa betah disini , kau pahamkan?". Jelas ku panjang lebar. Ini pertama kali nya aku membujuk dan merayu wanita selain Minnaa


"..." .Dia masih diam tak menjawab .


"Makan yah?". Bujuk ku . Lalu aku beranjak keluar kamar memberi kode Bibi Sus untuk membawa makanan.


Setelah Bibi sus menaruh makanan di kamar lalu langsung pergi keluar kamar . Aku inisiatif untuk menyuapinya namun yang terjadi tak sesuai ekspetasi ku ternyata ia menolak.


"Anjeni kau!!". Ucapku kesal sambil membanting sendok di atas piring .


Sedangkan Anjeni hanya memalingkan wajahnya , aku bicara panjang lebar sama sekali tak berpengaruh pada nya .


"KAU HARUS MAKAN !! KALAU TAK MAKAN KAU BISA MATI , KALAU MAU MATI SANA MATI SAJA SENDIRI JANGAN BAWA ANAKKU!! " Ucapkan membentak .


Dan benar ia menangis . Aku sangat kesal sekesal kesal nya , habis sudah kesabaranku .


Ku suapi ia sekali lagi mungkin karena ia takut dengan bentakanku akhirnya ia membuka mulutnya . Emosi ku sedikit turun setelah masuk suapan ketiga dan ternyata .


"UEKKKKKKKKKKKKKK". Sia sia sudah aku menyuapinya semua makanan nya muntah keluar . Mungkin ini alasan ia tak mau makan karena mual .

__ADS_1


Ku putuskan berhenti menyuapinya lalu mengambil air putih , lalu meggendongnya ke ranjang , badannya sangat ringan .


Kubaringkan ia , dan lagi aku merasa bersalah telah membentak nya harusnya aku lebih bersabar menghadapinya.


__ADS_2