Perjodohan Karena Hutang

Perjodohan Karena Hutang
175.Cantik tapi jutek.


__ADS_3

Setelah selesai menonton flim "Pelakor kena azab", kini Mama Rasti, Denis, Risa dan Alya langsung pergi menuju meja makan untuk makan malam.


"Masih jam 7 ternyata." kata Denis sambil melihat jam dinding.


Malam ini mereka berempat makan malam dengan begitu tenang tanpa ada yang mengobrol, selesei makan malam Mama Rasti langsung masuk ke dalam kamarnya.


Denis, Risa dan Alya mereka duduk di teras depan rumah sambil mengobrol.


"Kak Risa, Apa Kak Risa mencintai Kak Denis?" tanya Alya tiba-tiba.


Denis langsung menatap Alya dengan tatapan kesal.


"Hey, tentu saja Istriku sangat mencintaiku." tegas Denis, padahal Risa belum menjawabnya.


"Aku tanya Kak Risa bukan Kak Denis." omel Alya yang langsung memegang tangan Risa.


"Awalnya Aku tidak mencintainya sama sekali, bhakan jika mengingat awal pernikahan dulu Denis tidak ada baiknya, tapi ntahlah waktu dan kebersamaan setiap hari itu merubah semuanya, bahkan rasa benci itu lama-lama jadi cinta." jelas Risa yang menceritakan cerita singkatnya.


"Tunggu, awalnya kalian tidak saling mencintai tapi kalian bisa menikah?" tanya Alya penasaran.


Alya memang tidak tahu kalau Denis dan Risa, mereka sebenarnya dijodohkan oleh Orangtua mereka.


"Kita menikah karena dijodohkan." jelas Risa.


"Wahh menikah karena dijodohkan saja kalian bisa saling mencintai, Aku jadi mau dijodohkan saja." kata Alya sambil sibuk membayangkan sesuatu yang belum terjadi.


Denis hanya menggelengkan kepalanya, lalu mengajak Risa untuk segera tidur.


"Ayo sayang tidur! Kalau Kita tetap disini nanti Kita jadi ikut-ikutan halu seperti Alya." ajak Denis sambil mengejek Alya.


Alya yang mendengar ejekan dari Denis, langsung memanyunkan bibirnya.


"Jangan mau Kak Risa, Biarin Kak Denis tidur sama bantal guling saja!" Alya kembali mengejek Denis.


Risa tersenyum, lalu melihat kearah Alya.


"Kalau malam Anaknya suka nyariin Bapaknya minta dipeluk." jawab Risa sambil mengelus perutnya.


Alya yang tidak tahu Risa sedang hamil kini Alya merasa bingung, lalu Alya bertanya pada Risa.


"Maksudnya Kak?" tanya Alya.


"Kak Risa sedang hamil jadi tidurnya maunya dipeluk terus sama Kak Denis." cetus Denis penuh kemenangan.


Alya milihat kearah Risa, lalu bertanya pada Risa.


"Apa Kakak sedang hamil?" tanya Alya.


"Iya, Aku sedang hamil." jawab Risa.


"Asik Aku mau punya ponakan baru." cetus Alya yang merasa sangat senang sekali.


Denis langsung bangun dari tempat duduknya, lalu langsung menarik tangan Risa.


"Ayo sayang ke kamar!" ajak Denis dengan manja.


"Hii kalian apaan sih?" kesal Alya yang merasa jijik.


Sambil nyengir ke Alya, Denis langsung mengandeng tangan Risa lalu masuk kedalam rumahnya, kini mereka langsung masuk ke dalam kamarnya.


Alya masih duduk sambil memainkan ponselnya.


"Rasanya bosan sekali." gumam Alya sambil menggeser-geser layar ponselnya.


Alya langsung masuk kedalam rumah, lalu segera menuju ke kamarnya.

__ADS_1


Dikamar Denis.


Malam ini Denis benar-benar menghukum Risa dengan menghujani 100 kali ciuman pada dirinya.


"Sayang, jangan tidur! Kamu harus menjalankan hukumanmu!" kata Denis sambil menggoyangkan tubuh Risa.


Denis tahu Risa hanya pura-pura tidur, untuk menghindari hukumnya.


"Iya sudah, kalau Kamu tidak mau bangun, Maka biarkan Aku menghujanimu dengan 100 kali ciuman." Ancam Denis sambil memainkan pipi Risa.


Sambil memejamkan matanya, Risa bergumam.


"Dasar Denis selalu saja mengancam." Gumam Risa.


Akhirnya Risa langsung membuka matanya, karena tidak mau sampai Denis menghujaninya dengan 100 kali ciuman atau Risa akan muntah nanti.


"Nah gitu bangun, cepat jalankan hukumanmu!" Kata Denis sambil senyum menyebalkan pada Risa.


"Iya iya Aku jalankan hukumanku Tuan Denis." jawab Risa dengan malas.


Denis terus memancarkan senyum kemenangannya, menurut Denis malam ini Risa begitu menggemaskan.


"1,2,3 mulai........!!!" Denis menghitung, Risa langsung mulai menciumi Denis dari kening, pipi pokoknya seluruh wajah Denis Risa ciumi hingga berkali-kali.


Setelah ada mungkin 25 kali Risa menghujani wajah Denis dengan ciuman, kini tiba-tiba rasanya enek sekali mungkin sih Ucil nya ngambek gara-gara Mamanya dikerjain sama Papanya.


"Uwek... Sayang sudah ya, Aku enek banget mungkin sih Ucil ngambek tiba-tiba enek pingin muntah." keluh Risa yang hampir muntah.


Namun Denis menggelengkan kepalanya, Risa diam sesaat merilekan tubuhnya sambil memejamkan matanya.


Namun Denis tiba-tiba mendaratkan bibirnya dibibir Risa, Denis ini bebar-benar sudah tahu Istrinya enek pingin muntah gara-gara hukuman dari dirinya, tapi untuk memberikan efek jerah buat Risa agar tidak selalu membuatnya cemburu jadi Denis sengaja melakukannya, disela-sela ciuman Denis seperti biasanya Risa langsung menggigit bibir Denis.


"Ahhh..." Rintih Denis sambil melepaskan bibirnya dari bibir Risa.


"Jangan suka main gigit gitu aja sayang ih." protes Denis dengan tatapan kesal.


"Udah ah, Aku tidak mau melanjutkan hukumanku lagi, Aku enek rasanya pingin muntah." keluh Risa dengan raut wajah yang begitu kesal.


"Baik-baiklah, Kita lanjutkan besok lagi!" sahut Denis dengan penuh kemenangan.


Risa hanya menghela nafasnya, lalu langsung menyelimuti tubuhnya dengan selimut, hingga mukanya tidak terlihat.


"Apa Kamu marah?" tanya Denis sambil menggoyangkan selimut yang menyelimuti seluruh tubuhnya Risa.


"Tidurlah suamiku!" kesal Risa karena Denis terus menganggunya.


Setelah beberapa menit Denis sudah berhenti mengusik Risa, Risa membuka selimutnya lalu melihat Denis ternyata sudah tidur.


"Dasar suami cemburu." omel Risa dalam hati.


Risa langsung memejamkan matanya, kini posisi tidur Risa menghadap Denis hingga Risa bisa merasakan hembusan nafas Denis saat dirinya tidur.


Keesokan harinya, setelah mandi dan berganti pakaian Denis dan Risa langsung menuju ruang makan, kini diruang makan sudah ada Mama Rasti dan Alya.


"Mami, Papi kok belum pulang?" tanya Alya pada Mama Rasti.


Alya memang dari kecil memanggil Mama Rasti dengan sebutan Mami.


"Papimu sedang cari uang yang banyak Nak." jawab Mama Rasti.


Risa dan Denis keluar dari kamarnya saling bergandengan tangan, Alya langsung meledeknya.


"Ciee.. pagi-pagi udah gandengan udah seperti truk gandeng saja." ledek Alya sambil tersenyum jail.


"Cie... yang kemarin dijatuhin dari pelukan pahlawan penyelamat." Denis kembali meledek Alya.

__ADS_1


"Pahlawan s*alan yang benar." tegas Alya.


Alya.. Alya bukannya mengucapkan terimakasih pada Panji, ini malah kesal sama Panji gara-gara Panji menjatuhkannya ke aspal.


"Sudah-sudah, Risa, Denis, sarapan dulu!" kata Mama Rasti sambil melerai kedua Anaknya agar tidak terus-menerus berdebat.


Setelah selesai sarapan, Denis mengantar Alya dan Risa ke kampusnya.


Sesampainya dikampus, Ayumi dan Panji sudah menunggu mereka di depan gerbang.


"Risa, Alya..." Panggil Ayumi.


"Alya, sana Kamu duluan! Aku mau bicara dulu dengan Kak Risa." kata Denis pada Alya.


Alya langsung berjalan menuju ke tempat Ayumi dan Panji berdiri.


"Kamu mau bicara apa?" tanya Risa.


"Ritual pagi Kita belum." jawab Denis.


Risa hanya menghela nafasnya, ritual pagi ini hanya cium tangan dan cium kening saja, karena Risa juga sudah turun dari mobil.


Setelah melakukan ritual pagi, Denis langsung berangkat ke kantornya sedangkan Risa langsung menuju ke tempat para sahabatnya berdiri.


"Ayo masuk!" ajak Risa.


Kini mereka berempat langsung masuk, kali ini Alya berjalan disamping Panji, Panji melirik kearah Alya, lalu berkata pada Alya.


"Hey tubuh berat, ucapan terimakasih padaku!" kata Panji tiba-tiba.


"Apa? Hey lihat tubuhku ini begitu langsing! Dasar laki-laki lemah." jawab Risa dengan raut wajah kesal.


"Tubuh bagus gini dibilang badan berat, emang dasar laki-laki s*alan." kesal Alya dalam hatinya.


"Tubuhmu membuat lengan tanganku bengkak." kesal Panji.


"Dasar menyebalkan!" cetus Alya yang langsung berjalan mendahului Panji.


Risa melihat kearah Panji, lalu tersenyum pada Panji.


"Hati-hati nanti jatuh hati." ledek Risa.


"Iya, awalnya jatuh dipelukan akhirnya jatuh ke hati." sambung Ayumi sambil nyengir.


"Apasih Kalian, sudahlah Aku mau ke kantin lapar." omel Alya yang langsung berjalan mendahului Panji,Ayumi dan Risa.


"Dia bilang Dia lapar, padahal Dia tadi sudah sarapan sebelum berangkat kerja."keluh Risa.


"Pantesan tubuhnya berat jadi Dia gadis kecil tapi makannya banyak." Kata Panji sambil menggelengkan kepalanya.


"Tapi Dia cantik tahu Pan." Cetus Ayumi.


"Gebetlah Pan, daripada jomblo tidak enakkan tiap malam pacaran sama nyamuk." ledek Risa.


Kini Panji benar-benar merasa kesal pada Ayumi dan Risa.


"Dia memang cantik tapi jutek." gumam Panji.


Bersambung πŸ™


Terimakasih para pembaca setia 😊


Baca juga karya teman Asti.


__ADS_1


__ADS_2